Selasa, Desember 30, 2008

Temanku Sedang Bergaya..Dan Aku Pengen Ikutan...

Ada temanku yang rambutnya mulai memutih walau sebenarnya dia masih muda..ya 40 lewat dikit lah..(kalau ga salaaah..). Dari dulu kita udah nyaranin, kenapa ga disemir aja biar ga keliatan tua gitu..tapi dia selalu jawab bahwa rambutnya ini sedang menghitam bukannya memutih...jadilah kami terbiasa dengan rambut menghitamnya...

Sampai tiba-tiba minggu lalu, dia muncul dengan rambut yang benar-benar hitam... Waaaaa penampilan baru dan dia jadi bener-bener kelihatan younger... Lalu aku bandingin dengan rambutku sendiri..yang akhir-akhir ini keliatan semakin ga keru-keruan (gara-gara nyoba potong di salon baru dan hasilnya mengecewakan)... Wuih..kalau temanku sudah merubah dandanan rambutnya jadi ekstrem gitu...aku jadi pengen nyoba melakukan sesuatu yang baru buat rambut megarku ini..

Benar...megar kayak singa...setelah salah potong kemaren malah lebih parah lagi..megar kayak singa keriting ngawur..benar-benar everyday is bad hair day.. Nah, terinspirasi dari temanku yang sedang gaya tadi...aku jadi ingin punya resolusi tahun baru nih... Rambut:harus ada yang baru buat rambutku ini..ada tiga pilihan: 1:dipotong pendek (jangan-jangan malah tambah megar ga keruan), 2:diwarnai..bisa blue black, bisa dark brown ato bisa juga burgundy (pilihan yangn aneh-aneh..apa aku punya keberanian ya?), 3:ehem..ehem..menuruti keinginan anak-anakku...dipakein kerudung...(aman..ga bakalan ada bad hair day..tapi butuh modal gede)

Eniwei..diantara 3 pilihan itu..mesti milih yang mana ya..?

Read More..

Minggu, Desember 28, 2008

New Moon & Eclipse

Habis baca twilight itu, aku bener-bener terpesona dan langsung ngebut baca new moon & eclipse. Ga tanggung-tanggung, 3 buku itu kutamatkan dalam 3 hari, minggu, senin dan selasa. Kepalaku sampe nyut-nyutan. Buku keempat dan kelima Gajah Mada cuma tergeletak tak tersentuh di rumah. Ga ada keinginan sama sekali untuk nerusin baca, padahal aku sangat ingin tau tentang perang bubat. Kupikir ntar pas libur panjang natal dan tahun baru Hijriah, aku bisa nerusin baca gajah mada. TERNYATA... aku malah ngulang baca buku twilight dan eclipse (new moon dipinjam temenku).

GILA..baru kali ini aku baca ulang buku berturut-turut dalam minggu yang sama. Jika yang pertama skimming, maka baca kedua benar-benar dengan sepenuh hati...jika ada percakapan yang bikin ga ngerti..aku ulang lagi sampe ngerti.. Jadi baca kedua ini malah bikin aku semakin ngerti. Dan dilanjutkan jumat malam kemaren, aku nonton filmnya bareng adikku.

New Moon cerita tentang masa setelah Bella hampir terbunuh dan selanjutnya Edward dan Bella jadi ga terpisahkan sampai ada kejadian heboh pas ulang tahun Bella yang ke 18. Lalu Edward dan keluarganya memutuskan pindah, menjauh dari Bella. Bella jadi depresi sampai akhirnya ada Jacob yang menemani dan membuat Bella kembali hidup. Sebenarnya kalo kupikir-pikir lagi..karakter Bella ini lemah amat sih...pas ditinggal Edward langsung depresi sampai kayak zombie..lalu pas ketemu Jacob pelan-pelan bisa ceria kembali.
Menurutku dia terlalu tergantung ama laki-laki.. Jadi inget quote yang ada di film mission impossible 2 deh..kan ada ceweknya tuh..yang disenengi banget ama Ethan Hunt..tapi si cewek itu sebelumnya pacaran ama musuhnya Ethan..trus si musuh itu bilang gini.."cewek itu kayak monyet..ga akan pernah melepas pegangan di dahan lama sebelum menemukan pegangan dahan yang baru.." Artinya kan..cewek itu ga bisa mandiri, mesti tergantung selalu ama cowok..(aku sebel banget dengan quote itu...makanya pengen jadi independent woman..)

Eniwei..di akhir buku new moon, Bella balik lagi ama Edward dan lupa tuh ama Jacob yang nolongin dia pas lagi jatuh..

Buku Eclipse cerita tentang konflik antara Edward, Bella dan Jacob...dan perburuan musuh lain yang pengen Bella mati. Konfliknya menarik dan Bella kupikir jadi selfish karena mau ama dua-duanya..ya edward..ya jacob..udah tau kalo dia ga bisa hidup tanpa Edward, udah tau juga kalau Jacob cinta ama dia..tapi Bella tetep aja berteman ama Jacob dan ga mau lepas dari Edward..dan akhirnya Bella sadar kalau cinta ama dua-duanya (walau cintanya ke edward lebih besar). Dan finally musuhnya mati karena keluarga jacob ama keluarga edward bekerja sama (walau sebenarnya mereka musuk bebuyutan..tapi demi Bella mereka kerjasama..enak banget ya..)

Dan sekarang aku penasaran banget ama buku keempat..Breaking Dawn..sampai minggu-minggu gini kubela-belain maen ke warnet browsing tentang sinopsisnya...(dan aku puas baca sinopsisnya dan semakin penasaran nunggu edisi indonesianya keluar..katanya sih februari..)

Read More..

Rabu, Desember 24, 2008

Rumah Dinas

Pas Detya lahir, aku mulai ngontrak di PAsar Minggu. Kontrakan kecil dengan dua kamar. Waktu itu, biarpun cuma 8 x 6 m2 termasuk dapur dan kamar mandi, terasa luar karena ada 2 kamar dan ruang bebas. Jadi dengan 3 orang dewasa, 2 balita dan 1 anak2..ga kerasa sumpek..nyante aja tuh.. Bahkan terakhir orang dewasanya nambah satu. Tetep kerasa biasa aja..ga sumpek..

Sampai kemudian awal 2006 aku mendapat kesempatan untuk menempati rumah dinas di Ciledug. Pertama sempat syok sih dengan keadaan rumah yang kosong selama 2 tahun, dengan rumput di halaman yang stinggi orang dewasa dan kotoran kucing yang menggunung di garasi serta bagian belakang yang bocor sana-sini sehingga memutuskan untuk batal menempati rumah dinas itu. Sayangnya keinginan membatalkan itu terpaksa dipendam karena ternyata surat izin penghunian tetap sudah terlanjur ditandatangani yang berwenang sehingga dengan terpaksa kami menerima penempatan rumah dinas itu. Dengan modal perbaikan yang hampir setara dengan nilai 2 tahun kontrak di pasar minggu, maka rumah dinas itupun kelihatan layak huni dan kami mulai pindah kesana pada bulan Juli 2006. Dan dua bulan setelah kepindahan kami kesana, pihak kantor akhirnya memperbaiki lantai rumah dan kamar mandi sehingga rumahnya semakin manis.

Jika dibandingkan dengan pasar minggu tentu saja jauuh banget. Di Ciledug kami punya halaman depan sendiri, ada garasi, ruang belakang (dapur) yang luas dan halaman belakang yang mencukupi. Kami bahkan bisa menanam pisang di belakang rumah (bawa bibit pisang dari pasar minggu) dan ada pohon nangka yang baru pertama kali berbuah. Benar-benar rumah dalam arti yang sebenarnya.. Jarak Ciledug ke kantor pun terasa dekat dan cepat jika tau kapan harus berangkat kerja. Walau banyak orang yang berpikir betapa jauhnya Ciledug..kami nyaman-nyaman saja menjalani aktivitas berangkat dan pulang kerja.

Malangnya..akhir 2006 itu ada reorganisasi dan akhir januarti 2007 aku resmi pindah dari unit kerjaku yg ngasih rumah dinas itu ke unit kerja yang lain. Bukannya aku ingin pindah, tapi karena divisiku ini mau ga mau harus gabung maka aku kebawa pindah. Seharusnya sesuai surat pernyataan pas mau menempati rumah dinas dulu, aku sudah menulis bahwa bersedia mengosongkan rumah dinas jika pindah ke unit kerja lain. Itulah kenapa kau bilang malang, karena artinya aku harus keluar dari rumah itu karena sudah pindah unit kerja. Padahal aku kan baru 6 bulan tinggal disitu, sedang tabunganku sudah habis untuk memperbaiki rumah biar layak huni. Maka aku pun masih tetap bertahan di rumah dinas itu dengan tekad bahwa aku ga akan mengklaim rumah dinas ini seterusnya. Secepat aku punya tabungan dan cari rumah lain (rumah tinggal permanen maksudnya) maka aku akan segera pindah. Tapi aku sendiri ga tau kapan batas waktunya, karena tentu saja jika ingin rumah sendiri maka mesti punya cukup tabungan sebagai uang muka.

Sekarang ini berarti sudah 2,5 tahun aku tinggal disana dan akhirnya kabar buruk yang selama ini kuhindari, muncul di depan mataku. tanggal 16 Desember kemaren, pas aku baru masuk setelah cuti jagain anakku di RS, aku terima surat perintah untuk mengosongkan rumah dinas itu. Syok..? Entahlah...aku hanya bisa ketawa karena hal ini sudah kupikirkan akhir-akhir ini.

Kira-kira pertengahan november kemaren, aku buka situs kantorku dan ada pengumuman kalau unit kerja lain sudah mengosongkan rumah dinas dengan paksa. Besoknya ada talk show KPK di radio favoritku dengan tema penertiban rumah dinas. Aku pikir..kok intens banget pembicaraan tentang rumah dinas, sampai-sampai KPK pun turun tangan. Maka aku mulai cari tau gimana penanganan rumah dinas untuk unit kerja asalku. Orang yang kukenal mengatakan bahwa memanng akhir-akhir ini sedang dibahas penanganan semua rumah dinas yang ada, dan dia mengingatkan agar aku tidak usah kaget jika ada surat dari unit kerjanya untuk semua penghuni rumah dinas. Maka aku pun tidak memikirkan rumah dinas ini lagi walaupun aku segera menyiapkan mentalku. Dan ketika surat itu benar-benar kuterima, aku syok dengan deadline yang diberikan. Tanggal 16 Desember surat itu kuterima dan isinya aku harus mengosongkan rumah dan mengembalikan semua kuncinya, paling lambat 31 Desember 2008. GET REAL...!!!

Eniwei...ga mungkin lah..aku bisa ngosongin rumah dinas tepat pada waktunya. Maka yang bisa kulakukan adalah akhir bulan ini mau kirim surat ke yang punya rumah, minta tempo untuk pindah...(kan udah booking apartemen menara salemba itu...), paling engga..sampe rusunami itu udah bisa serah terima..(duitnya udah habis buat bayar DP dan surcharge...ga bisa nyari rumah yang laen..)

One thing for sure...I won't claim the house..!! Jika tempo itu ga disetujui (bagaimanapun baru bisa serah terima tahun 2011) maka minta tempo untuk nyari kontrakan paling engga 6 bulan.

Hiks..hiks...melaz banget sih nasib kontraktor...


Read More..

Senin, Desember 22, 2008

Twilight

Gramedia Grand Indonesia launching dan sesuai kebiasaan maka disertai dengan diskon 30%..mulai 20 - 25 Desember 2008. So..para penggila buku..silahkan berbelanja samapi puas..(diskon 30% emang bikin mabok).

Aku ingiiiiin sekali beli buku senopati pamungkas dari arswendo atmowiloto..tapi ada dua buku tebal-tebal dan harganya itu benar-benar bikin mabok...makanya masih menahan diri untuk membelinya.. Nah..akhirnya setelah menahan diri untuk membeli twilight dan 2 buka lainnya pas relaunch gramed di mal ciputra.. maka kali ini aku memutuskan untuk membeli 3 seri twilight yang ada... Dan aku sama sekali tidak menyesal. Buku yang bagus banget cara bertuturnya..walaupun cerita dari sudut pandang orang pertama, tapi mengalir lancar dan sama sekali ga membosankan...highly recommended..lah..

Sebenarnya kategori novel ini adalah novel remaja..tapi berhubung filmnya juga sudah tayang dan sepertinya novel ini laku keras maka aku tetap membeli novel ini. Dan memang ceritanya tentang tokoh utamanya yang baru masuk SMA dan pindah dilingkungan baru. Tapi jangan mengharap ada cerita khas remaja amerika sebangsa high school musical atau beverly hills yang gemerlapan gitu..tapi cerita ini murung dan sedih dengan tokoh utamanya yang clumsy banget. Saking kikuknya dia sering cedera..bahkan jalan lurus saja bisa mengakibatkan dia jatuh.

Jalan ceritanya mengalir menyenangkan bahkan pengulangan informasi, yang kalau di buku Gajah Mada bikin aku jengkel, di cerita ini diuraikan dengan menarik sehingga aku merasa nyaman-nyaman aja baca informasi berulang-ulang. Terus ada satu hal yang ingin kucontoh, bahwa diusia semuda itu, 16 tahun, Bella, si tokoh utama sudah bisa menentukan pilihannya sendiri untuk kemudian menjalani dengan sepenuh hati apapun resikonya. Aku bayangkan aku sendiri dulu ketika seumuran itu (bahkan kadang-kadang sekarang) masih gampang terombang ambing dengan pendapat umum. Kalau kebanyakan berpikir gini maka akupun ikutan gini..kalau ada yang memilih gitu akupun seringkali ikut berpikir gitu..betapa ga punya pendiriannya aku.

Makanya aku ingin sekali anak perempuanku punya pikiran yang kuat atas pendapat-pendapatnya sendiri, tidak gampang ikut-ikutan seperti aku. Aku berpikir jika aku teguh pendirian maka aku bisa menjadi lebih baik lagi. Dan harapan itu kuwujudkan dalam nama anak pertamaku...Wikrama (bahasa sansekerta artinya teguh pendirian). Tentu saja pendirian kuat itu ga akan berguna kalau jalan yang dipilih ga bagus. Makanya dari sekarang selain memotivasi dia untuk ga gampang ikut-ikutan orang lain juga memberi dasar yang baik agar dia bisa mengambil keputusan yang benar (syusyah banget..karena kenyataannya sekarang dia sangat suka mengekor anak yang lebih besar dari dia).

Eniwei..karena sudah baca novelnya gini, bikin aku ingin lihat filmnya niy...
Read More..

Selasa, Desember 16, 2008

Nikmat Dunia Hanya Sebentar...

Dapet email dari milist angkatanku..ga tahan untuk tidak dibagi...
Biarpun jadinya cuman bisa nerusin tulisan dari milist ga bisa bikin tulisan sebagus ini sendiri, gapapa deh.. yang penting berbagi manfaat dan kebaikan..

NIKMAT DUNIA HANYA SEBENTAR...

Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba terdengarlah bunyi auman suara harimau... Auuuummmm... .!!!!! Seekor harimau yang sedang lapar dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya dan tiba-tiba sudah berada dihadapan pemuda . Pemuda tadi karena takut, diapun berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun mengejar pemuda tadi. Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau,...rupanya doanya dikabulkan, dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua,..terlintas dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu,..karena harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut masuk kesumur tersebut.



Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya ada tali menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi ternyata tali itu pendek dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga akhirnya dia bergelayut ditengah-tengah sumur, ketika tengah bergelayut dia menengadahkan mukanya keatas ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir sumur, dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak air,..setelah diamati ternyata ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya,.


Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya siap menerkamku, ketika dia tengah berpikir caranya keluar, tiba-tiba dari pinggir sumur yang ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih ..ciiit...ciiit. .. ....ciit...yang naik meniti tali pemuda tadi dan mul ai menggerogoti tali pemuda tadi,..belum hilang keterkejutannya dari lobang satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tuk bergelantungan.

Waduh ...jika tali ini putus, .habislah riwayatku dimakan buaya..!!! cemas dia berpikir,... jika aku naik keatas ....sudah pasti harimau menerkamku,. .jika menunggu disini...lama- lama tali ini akan putus dan buaya dibawah siap menyongsongku. .. saat itulah dia mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang mereka,..dia mendongakkan wajahnya keatas..dan tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke mul ut pemuda tadi.

Spontan pemuda tadi berkata...Subhanallah ..Alangkah manisnya madu
ini,..baru sekali ini aku merasakan madu semanis dan selezat ini...!!!
Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau tadi.


Tahukah kamu, inti dari cerita diatas...???
Pemuda tadi adalah kita semua, harimau yang mengejar adalah maut kita, ajal memang selalu mengejar kita. Jadi ingatlah akan mati.

Dua ekor buaya adalah malaikat munkar dan nakir yang menunggu kita di alam kubur kita nantinya .

Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita,..jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya pendek maka panjanglah umur kita.

Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan juga malam yang senantiasa mengikis umur kita. Diibaratkan di cerita tadi tikus yang menggerogoti tali pemuda.

Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setetes tadi masuk ke mulut pemuda,...sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya,..begitulah kita, ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Allah. Ketika susah baru ingat kepada Allah.. Astaghfirullah 1 menit untuk mengingat Allah


Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih akan:
*SUBHANA'LLAH
*ALHAMDULI'LLAH
*LA I LAHA ILLA'LLAH
*ALLAHU AKBAR
*ASTAGHFIRU' LLAH
*LA ILAH ILLA'LLAH, MUHAMMADUN RASULU'LLAH
*ALLAHUMMA SHOLLI ALA WA SALLIM WABARIK ALA SAYYEDINA MUHAMMAD *WA AALIHI WA SAHBIHI AJMA'EEN

Step 2:
Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat, perkataan demi perkataan

Step 3:
Forward email ini kepada sekurang-kurangnya 7 orang sahabat anda.

Result 1:
Dalam tempoh satu jam anda telah berjasa mengajak mereka untuk mengingati, berdoa dan bermunajat kepada ALLAH Yang Maha Esa.

Result 2:
Dalam tempo satu jam anda telah berjasa mengajak mereka untuk mengingati, berdoa kepada Nabi Muhammad SAW.

Result 3:
Dalam masa satu jam sekurang-kurangnya 7 orang telah mendoakan kesejahteraan untuk kamu dan diAMIN oleh para Malaikat INSYA ALLAH Oleh
itu... duduklah sambil merenungi betapa kekuasaan Allah dalam kehidupan kita seharian kerana melakukan segala yang di RidhoiNya Bersamalah kita berdoa agar sentiasa di nikmat kesejahteraan dan kelapangan akal dan fikiran dalam kita menjalani kehidupan seharian.

Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua...Amin..
Read More..

Gajah Mada

Akhir november kemaren ada relaunching GRAMEDIA di Mal Ciputra (Citraland) dan seperti biasa jika ada relaunch gitu pasti diskon 30% all item kecuali elektronik. Bayangin aja 30% kan bikin ngiler...beli buku di inibuku.com yang diskon 15% aja udah seneng banget apalagi kalo bisa dapet 30% gini..bisa mabok beli buku deh..seperti waktu relaunch Gramedia di tempat-tempat lainnya.

Kebetulan waktu itu pas Maryamah Karpov baru terbit juga sehingga niatnya beli buku itu (dan buku-buku lain yang sudah lama pengen di beli...). Ternyata stock MK sudah habis dan akhirnya memilih buku Gajah Mada untuk dibeli dengan pertimbangan ada unsur sejarahnya disitu..lumayan buat suatu ketika di masa depan nanti, Detya ternyata juga suka baca maka dia bisa tau sejarah juga. Ga tangung-tanggung, aku langsung beli 5 bukunya sekaligus..(kapan lagi ada diskon 30%...eh..masih ada gramedia puri mall yang belum relaunching ding..). Waktu itu juga sudah pegang 3 seri novel Twilight yang udah ada filmnya itu..(twilight, new moon & eclipse)...tapi masak maruk banget gitu sih...sekali beli langsung 8 buku... (bisa ancur keuangan negara eh..rumah tangga nih). Jadi walo diskon itu sangat mempengaruhiku buat beli sebanyak-banyaknya tetap aja harus ngerem dan tau diri..hiks..hiks..

Maka 5 buku Gajah Mada itu pun sudah siap untuk dibaca dan tentu saja yang pertama dibaca adalah buku pertama Gajah Mada (pas baca buku ini nih..kejadian detya jatuh itu). Baca buku inibikin aku agak-agak nyesel deh kenapa langsung beli 5 sekaligus. Gaya bertuturnya menurutku terlalu bertele-tele sehingga buku setebal itu ternyata hanya menceritakan proses pemberontakan Ra Kuti sampai akhirnya bisa ditumpas. Jadi hanya ada satu kejadian saja yang dibahas. Belum lagi ada keterangan yang diulang-ulang setiap saat sehingga malah bikin jengkel. Misalnya nama Jayanegara masih muda adalah Kalagemet. Nah keterangan ini diulang-ulang terus sampe aku bosen dan akhirnya jengkel. Belum lagi ketika menerangkan, ada mata-mata di intern pasukan bayangkara yang bertele-tele banget. Intinya semua plot jadi dipanjang-panjangin biar tebel bukunya..bukan karena jalan ceritanya yang berliku...

Karena sudah terlanjur beli 5 bukunya maka pas jaga Wisam kemaren aku bawa 2 buku dan dengan skimming..selesai juga 2 buku tebel-tebel itu. Masih seperti buku pertama, buku kedua yang berjudul Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara juga hanya menceritakan satu plot saja yaitu mulai kematian Jayanegara sampai penentuan siapa diantara Sri Gitarja atau Dyah Wiyat yang dapat menggantikan Jayanegara untuk memimpin Majapahit...weleh...untuk mencapai itu saja ceritanya puanjang dan berliku-liku. Tapi yang bikin salut adalah riset yang lebih mendalam pada buku kedua ini. Dalam kata pengantarnya, si pengarang bilang bahwa banyak protes pada buku pertama karena ada beda fakta dengan novel ini yang terlalu tajam, misalnya dalam buku pertama dibilang bahwa Jayanegara langsung diracun Ra Tanca setelah beliau bertahta kembali padahal kenyataannya masih 9 tahun kemudian kejadian itu terjadi. Tapi jadinya, menurutku untuk membuktikan bahwa riset mendalam telah dilakukan maka detil-detil yang terlalu detil jadi ditulis sebagai catatan kaki..bikin ribet aja bacanya. belum lagi istilah istilah jawa jaman dulu juga diselipkan dalam paragraf yang ada...

Eniwei..karena buku kedua sudah tamat dan wisam juga masih dirawat maka aku melanjutkan baca buku ketiga Hamukti Palapa..bayanganku dalam buku ini sudah menceritakan sepak terjang Gajah Mada dalam mewujudkan sumpah palapa-nya...tapi ternyata lebih pada proses sebelum Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih yang selanjutnya bersumpah Palapa. Bagaimana dia menangani pemberontakan Keta dan Sadeng sehingga akhirnya karena keberhasilan itu dia diangkat menjadi Mahapatih (disamping keberhasilan-keberhasilan yang lain). Disini ceritanya juga berlika-liku bahkan ada cerita ga penting tapi dimasukin juga. menurutku kalau ada satu tokoh yang perlu diceritakan detil artinya dia akan berperan di seting yang lain..tapi kalo ga muncul di seting yang lain ngapain diceritain detil?..ga penting gitu lo.. belum lagi cerita bahwa dyah wiyat udah ga perawan waktu merit ama Kudamerta...ga penting amat sih didetilkan..lagi ngapain sih kayak gitu dibahas-bahas..terus ngakunya ke orang lain yang ga cukup penting pula..wong pas ditanya ibunya sendiri ga jawab..masak ke orang lain mesti jawab...ga masuk akal gitu..lagian kan dia sekar kedaton masa diceritakan sudah ga perawan..suatu hal yang mustahil di jaman majapahit dulu...

Weleh...padahal masih ada dua buku lagi yang mesti dibaca..masak gara-gara ga suka ama gaya ceritanya, buku itu mesti dianggurin aja... Lagi buku keempat ini cerita tentang Perang Bubat..yang bikin aku penasaran banget ama kronologis peristiwanya. Jangan-jangan malah bikin aku kecewa seperti buku Hamukti Palapa... yang jelas ga bisa baca ngebut lagi..karena ga ada waktu nih..kerjaan numpuk dan anak-anak butuh perhatian..

Aduh..kayaknya kok aku jadi anti ama pengarangnya nih..padahal banyak yang suka tuh ama buku-buku ini..kok aku engga ya..hiks..hiks... BTW pengarangnya orang banyuwangi lo..sama dengan asalku...wiqiqiqi..apa hubungannya yak?
Read More..

Jumat, Desember 05, 2008

Maryamah Karpov

Setelah baca tiga buku terdahulu Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor), aku langsung sueneng pol ama tulisan penulis baru ini sehingga aku sangat menunggu-nunggu buku keempat dari tetralogi laskar pelangi. Setahun lebih setelah buku ketiga Edensor diterbitkan yaitu Mei 2007. Penasaran banget dengan apa yang terjadi dengan tokoh A Ling. Sampai akhirnya 28 November kemarin buku Maryamah Karpov launching pertama kali dan wawancara langsung dengan Andrea Hirata tayang di Selamat Pagi Indonesia.

Pas lihat acara itu jumat pagi habis olah raga, rasanya pengen langsung lari ke Hotel Nikko biar dapet tandatangan Andrea Hirata...tapi ternyata ga cukup waktunya (hiks...hiks). Dan akhirnya baru bisa kebeli hari rabu kemaren dan langsung skimming sampai akhirnya tadi malem udah tamat.


Kok ternyata aku ngerasa kecewa ya dengan buku keempat ini. Karena menurutku terlalu ga nyata, walau tetap dengan humor khas Andrea Hirata yang luar biasa (ampe bikin aku terbahak-bahak) tapi kejadian-kejadian yang digambarkan banyak yang terlalu ga masuk akal dan lagi endingnya gantung bikin sedih hatiku...(hiks..hiks..)

Jadi pengen browsing..apa sudah ada ya yang nanggepin buku ini? Ternyata banyak yang mulai nulis tapi pada belum baca dan ada satu yang baca dengan resensi...FACSINATING...

Iya sih mempesona..tapi kok itu tadi...ga real..

Mungkin emang ga boleh skimming ya..mesti baca yang bener jadi bisa memberi pendapat dengan lebih netral..
OK..aku akan baca lagi dengan sepenuh perasaan seperti 3 buku yang lainnya
Read More..

Menulis..Sekali Lagi..

Hadoh..baca komentarnya HNY ini bikin aku ga enak badan deh..apa benar aku terlalu fulgar ngumbar masalah rumah tanggaku? Aku baca-baca lagi..kayaknya ga sih..weits..ini kan menurutku ya..
OK mungkin ingin kuluruskan dikit..apa yang kutulis disini, syarat utama untukku adalah aku bisa mengambil pelajaran disini, ada yang bisa jadi pengingatku kalo-kalo suatu ketika dimasa depan nanti terjadi lagi hal yang sama (mestinya jangan pernah terulang lagi ya...kan keledai aja ga terjatuh dalam lubang yang sama dua kali) maka aku bisa mengambil hikmah atau pengingat dari apa-apa yang kutulis disini.

Jadi kupikir ketika aku menuliskan apa yang terjadi dalam rumah tanggaku lebih pada pembelajaran buatku sendiri agar menjadi lebih baik. Seperti pada tulisanku di I Hate You...for a While.. , menurutku ini contoh nyata dari tulisan yang kudapat dari milist : Renungan Perkawinan . Betapa konsep membahagiakan itu bukan dari definisi kita sendiri tapi mesti dari definisi pasangan sehingga bisa saling membahagiakan. Ternyata apa yang kupikir bisa bikin seneng buat suamiku seperti masakin air pas bangun tidur, atau membiarkan suamiku tidur lagi sepanjang perjalanan, bukan itu yang diingini suamiku. Beliau cuma pengen dibikinin teh aja tiap pagi biar badan jadi hangat, atau ngobrol ringan bersama-sama di mobil sepanjang perjalanan. betapa berbeda jalan pikiran kami sehingga jika masing-masing tetap ngeyel dengan pendapatnya sendiri maka mana bisa bahagia rumah tangga seperti itu. Maka tulisan itu untuk mengingatkanku agar jangan ngeyel tentang konsep membahagiakan dari pikiranku sendiri..tapi komunikasikan dengan suami apa yang diinginkan sehingga akhirnya nyambung.


Atau seperti ketika aku menulis tentang Bahasa Telepati , yang ingin aku tekankan adalah kalau ada masalah jangan hanya dipendam dan dipikir sendiri. Bukannya masalahnya akan beres yang ada malah makan ati sendiri. Komunikasi adalah hal yang penting dalam berumah tangga. Kalau mengharap dengan bahasa tubuh, orang lain akan ngerti...ga bakalan deh...bahasa lisan lah yang utama. Orang lain ga akan bisa membaca apa yang ada dipikiran kita, jadi kalau ingin sesuatu ya..ngomong aja.

Eniwei, aku menulis apa-apa yang ingin aku tuliskan dan itu harus jadi pengingat buatku. kalau cuma kejadian sehari-hari yang ga ada hikmahnya..mending diobrolin ama temen-temen aja..

About Menulis...sumpeh deh...dari dulu tuh..aku paling ga suka menulis...ga suka dan ga bisa... makanya sempet takut kuliah karena takut bikin skripsi..!! (ga keren kan) makanya ketika nulis pertama kali di koki artikel KoKi Haha Hihi yang isinya cuma 3 paragraf dan ternyata layak tayang, rasanya kayak melambung di udara...sueneng banget. Koki kan situs yang dibaca orang indonesia di seluruh dunia..makanya setelah itu jadi keranjingan nulis di Koki. In case ga tau KoKi...klik aja disini KoKi Citizen Jurnalism . Dulu..pas aku ngirim artikel yang awal-awal..bentuk KoKi ga seperti ini, cuma satu halaman tapi scroll down panjang banget ke bawah. Jadi kalau search artikel yang dulu-dulu mungkin aja ga ketemu. Suatu ketika ada tulisan dari Fire mengenai bagaimana perasaan para penulis KoKi ketika artikelnya ditayangin...dan apa yang ditulis disitu benar-benar menggambarkan apa yang kurasakan ketika tulisanku layak tayang. Bahkan ketika tulisanku tentang tetralogi pulau buru jadi headline...rasanya bener-bener sesuai deskripsi Fire itu...ampe lupa napas sangking senengnya..

Eniwei...kalau nulis yang ga resmi kayak di KoKi atau ngeblog kayak gini kan informal banget..dengan bahasa yang suka-suka aja..(walau di Koki mesti dirapih-rapihin biar sesuai dengan bahasa indonesia yang baik dan benar). Tapi kalau keynote speech kan mesti ati-ati, mesti sesuai fakta dan kenyataan apalagi kalau ngutip peraturan-peraturan sehingga biar cuma 5 halaman dengan 2 spasi tapi mesti mikir banget biar ga malu-maluin. Aku sama sekali ga merasa hebat, bahkan ketika nyerahin draftnya ke Bossku aku sudah bilang bahwa sangat perlu dikoreksi karena aku ga yakin apakah alur yang kutulis udah bener. ternyata koreksi hanya kepada perbaikan susunan kata saja bukan pada alur substansinya sehingga bikin aku lega dan seneng bahwa usahaku yang ampe nyari materi kemana-mana ternyata di-acc ama bossku...bahkan big bossku juga langsung brangkat ke lokasi dengan materi yang kusiapkan itu...Jadi untuk aku yang ga suka dan ga bisa nulis...diminta nulis lagi ama Big Boss benar-benar bikin aku ge-er. (ge-er beda lo dengan merasa hebat).

Coba deh ngirim artikel ke KoKi dan rasakan sensasinya ketika ternyata ditayangin....bikin nyandu..

Read More..

Kamis, Desember 04, 2008

Menulis

Aku sebenarnya ga bisa menulis..bahkan dulu selepas lulus SMA aku takut melanjutkan kuliah karena bagaimana mungkin aku akan bisa menulis skripsi setebal itu...? dengan riset dan penelitian serumit itu...? Untung aja ketrima USMI di Bogor, makanya mau ga akhirnya kuliah juga.. (tapi seringkali juga aku membayangkan, bagaimana jika dulu ga lolos USMI? paling cuma tinggal di kampung saja dan jangan-jangan saat ini sudah menjanda dua kali seperti sahabat dan sepupuku...wiiiii syereem.. Ya Allah..terima kasih waktu itu Kau telah membuka jalan hidupku dengan meluluskanku di USMI IPB)

Eniwei..ternyata bikin skripsi emang menyeramkan (untung deh bisa lulus) makanya menulis masih merupakan hal yang mengerikan buatku.

Selanjutnya pas sekolah di UI, bikin laporan-laporan aja puyengnya minta ampun maka seringkali ngumpulin tugas pas detik terakhir (ditambah kuliah pas hamil besar dan banyak tugas pas punya bayi kecil). Tapi untungnya tesis juga bisa terselesaikan dengan baik. Saat menulis tesis jika diniati dan dengan kerangka berpikir yang jelas maka tesisku bisa berkembang dengan baik walo teknik menghitungnya hanya pengembangan dari teknik orang lain (walau sempat bikin aku stuck 2 bulan karena itungannya ga beres-beres).

OK, maka menulis tetap merupakan hal yang menyeramkan bagiku.. Hanya membaca saja yang tak akan aku tinggalkan bahkan bacaanku juga mulai berkembang dari sebelumnya novel ecek-ecek sekelas sidney sheldon sampai berubah jadi tetralogi-nya Pramudya Ananta Toer yang luar biasa..

Menulis jadi membuatku ketagihan ketika mencoba ngirim artikel di Kompas Komunitas dan layak tayang. Maka selanjutnya cari bahan apa saja buat menulis dan dikirim ke KoKi. Kemudian karena terakhir-terakhir ini agak susah nembus koki, dan terinspirasi dari blog mbak devi maka menulis apa saja menjadi candu buatku. Sekarang ini sesibuk-sibuknya aku, selalu menyempatkan diri menulis apa saja yang bisa dijadikan pelajaran...buat diriku sendiri tentunya.

Terakhir kemarin yang bikin aku berbunga-bunga adalah ada permintaan untuk bikin keynote speech buat Big Bossku. dari senin udah bingung nyari bahan karena ga ada file sama sekali tentang kegiatan ini. Setelah cari sana-sini dan dapat sedikit berkas maka aku mulai menulis pada selasa pagi. Jam 12 tepat selesai setalh perjuangan berat, dikorekso bosku hanya sedikit perbaikan kalimat..substansi sama sekali ga diubah...jadi amazed pada diriku sndiri..ternya disamping ngeblog yang ampe bikin aku kecanduan..aku bisa juga nulis sesuatu yang resmi untuk dibaca Big Boss ku di fourum nasional. Rabu pagi dibawa Big Boss ke acaranya dan ga tau gimana hasilnya. Dan rabu sore kemarin ketika aku ketemu big bossku di suatu rapat...beliau langsung minta aku bikinin closing remarks untuk seminar hari selasa...padahal biasanya untuk seminar-seminar gini sudah ada penulis spesialis sambutan dan penutupan.

Wihihihi..jadi ngerasa sedikit ge-er niy.. Apakah beliau minta aku bikin karena puas dengan karya resmi pertamaku ya..?

Eniwei...menulis itu emang asyik...
Read More..

Virginity

Ini ada hubungannya dengan masalah jatuhnya Detya...walau sangat lega ketika dokter bedah mastiin lingkaran utama hymen detya utuh.. sebenarnya definisiku tentang virginity bukan melulu masalah hymen...ah..selaput dara..kenapa ya dinamakan selaput dara..?

OK browsing nih masalah hymen dan dapat artikel bagus dan sesuai dengan pendapatku walau ada juga sih ga aku terima (di bagian virginity):
Penjelasan tentang HYMEN dan VIRGINITY

Jadi virginity bukan masalah hymen saja tapi masalah spiritual diri kita sendiri. Sejak kapan ya aku berpikir begini...? O ya kalo ga salah dulu pernah nonton salah satu episode serial Beverly Hills 90210. Disitu ada satu karakter yang digambarkan belum sexually active tapi sudah melindingi diri sendiri dengan memasang spiral. Aku berpikir..bahwa jika sudah dipasang spiral pasti hymen akan robek, tapi kok karakter itu tetap merasa dia itu perawan?

Maka aku mulai banyak mencari tau sehingga definisiku tentang virginity bukan lagi masalah robek atau tidaknya selaput dara, berdarah atau tidaknya kita ketika melakukannya tetapi pada kenyataan apakah kita sudah sexually active or not. Ya..hanya itu..karena ternyata hymen itu hanya selaput tipis yang bisa koyak oleh aktifitas yang cukup intense. Lalu apakah jika hymen itu telah koyak maka dia dibilang udah ga perawan? Padahal kan sama sekali belum aktif secara sexsual.

Nah..kalau sobeknya karena diusek-usek sendiri karena masturbasi dan ingin mendapatkan kenikmatan seksual maka itu bisa jadi udah ga virgin. namun ada juga yang bilang kalau sudah pernah penetrasi oleh lawan jenis maka itulah yang disebut unvirginity.. Nah..menurutku kalau yang ini ni..benar-benar udah ga perawan. Tapi ada juga yang berpendapat sepanjang penetrasi itu bukan atas kehendak kita sendiri alias karena diperkosa maka spiritually masih dianggap virgin.. Jadi tergantung kita sendiri memandangnya dari sudut mana. Toh yang tau masalah yang ada di hati kita ya kita sendiri...

Jadi sekali lagi virginity adalah masalah spiritualitas kita. kalo dalam diri sendiri sudah menanamkan itu maka ga masalah apakah hymen sudah robek karena aktivitas yang intense ataupun jatuh menimpa sesuatu seperti Detya maka selama dia tidak sexually active..maka bagiku dia tetap perawan.

Kupikir..kalau sepasang manusia yang sama-sama belum aktif secara sexsual maka akan saling mengenali keperawanan lawan jenisnya. Si cowok akan kerasa dia mendapat cewek perawan ato engga..demikian juga si cewek akan dapat menilai pasangannya masih perawan atau engga. Kalau ga percaya..inget-inget deh dulu ketika pertama kali melakukannya..pasti ngerasa kalau pasangan kita juga sama-sama nervousnya... ragu untuk memulai walaupun sudah pasang aksi sok jago...

Dan pagi pasangan yang sebelumnya sudah sexually active..maka juga dapat mengira-ngira pasangannya sudah aktif juga atau masih perawan... Jadi biar bohong atau gimana bisa ketahuan kok kalo sudah aktif atau belum.

Walaupun ketika peristiwa jatuhnya detya itu membuatku keinget-inget film indonesia jaman dulu (kalo ga salah artisnya yessy gusman). Pada dasarnya masalah kekhawatiran tentang hymen tidak terlalu menjadi beban pikiranku. Tinggal membelajari anak-anakku saja tentang prinsip virginity secara spiritual.

Lagipula saat ini sepertinya banyak yang sudah mengerti masalah hymen dan virginity ini sehingga jika pun suatu ketika di masa depan detya tidak berdarah ketika pertama kali melakukannya maka tidak akan membuat jatuh kepercayaan dirinya.

Atau jangan-jangan dengan diberlakukannya UU Anti Pornografi maka suatu ketika dimasa depan nanti orang-orang akan kembali berpikir seperti film tahun 80-an itu dan menggap bahwa hymen adalah yang paling utama.

Kalau begitu gimana dong..?
Read More..

Senin, Desember 01, 2008

Kepanikanku

Tadi malam terjadi hal yang luar biasa dan bikin aku panik setengah mati. Kalau sudah panik gini..sama sekali otakku blank ga bisa mikir mesti gimana.

Dimulai dari tangisan Detya yang tiba-tiba bikin aku kaget. Dia sedang di kamar bersama ayah dan lain-lainnya, sedang aku sendiri asyik baca buku di depan TV. Aku tanya suamiku apa yang terjadi dan ceritanya bikin jantungku bolong. Detya tadi berdiri di atas kursi mancing lipat dan karena berat tubuhnya maka kursi itu terlipat dan Detya terjatuh. Jatuhnya dengan posisi daerah kemaluan menimpa ujung kursi tersebut. Detya masih menangis meraung-raung dengan posisi tengkurap dan bilang bahwa dia kesakitan. Hampir 20 menit kami membujuk Detya untuk mau dilihat bagian mana yang sakit tapi dia sama sekali ga bergerak dan bilang pipisnya sakit dan dia merasa keluar pipisnya.

Sampai kemudian kuperhatikan bahwa dibagian pantat bawah bcelana Detya nambah ada bercak darah segar. Melihat ini jantungku benar-benar bolong.. apa yang terjadi..? Setelah cerita sana-sini untuk memotivasi Detya agar mau dilihat maka akupun menurunkan celananya dan apa yang kulihat membuatku semakin panik. Celana dalam Detya benar-benar belepotan darah..bukan cuma bercak darah. Ketika akhirnya berhasil membersihkan bagian luar kelamin Detya...tidak nampak satupun luka disitu..dan aku menjadi semakin panik lagi...

Akhirnya kami langsung menuju UGD RSIA Harapan Kita dengan anggapan..bukankah disitu pasti ada dokter kandungan ataupun dokter anak yang bisa dimintai pendapatnya. Sampai disana, ternyata hanya ada dokter umum dan mau ga mau ya tetep aja harus diperiksa. Dokter mencoba untuk melihat lokasi tepatnya luka yang menyebabkan darah itu (saat itu kira-kira 1,5 jam setelah kejadian) dan diamerasa menemukan luka tipis itu yang terlihat seperti bekas tekanan kuku di bagian dalam labia mayora. Mengingat daerah situ merupakan daerah yang banyak pembuluh darahnya maka darah yang keluar terlihat cukup banyak. Kami harus menunggu sekitar 15 menit untuk melihat apakah pendarahan masih berlangsung.

Pada saat pemeriksaan itu aku bertugas menenangkan Detya karena dia menangis kesakitan dan hanya mau dipeluk bunda. Jadi aku ga tau dimana luka yang ditunjukkan itu. Tapi melihat reaksi Detya yang semakin meraung dan menjerit kesakitan ketika diperiksa, maka aku bisa membayangkan apa yang dilakukan dokter itu. Hiks..hiks..jadi inget pengalaman melahirkan dan rasa tidak nyaman ketika diperiksa bawah.

Setelah 15 menit berlalu, Dokter kembali memeriksa dan proses tangisan dan teriakan berulang lagi. Dokter bilang bahwa lokasi tadi bukan asal luka dan karena luka masih merembes maka dokter jaga pun harus meminta pendapat dokter bedah yang lebih mengerti hal ini. Singkat kata setelah di rontgen dan hasilnya ada, dokter bedah mengatakan bahwa tidak ada injury pada tulang kemaluannya dan hymen Detya masih utuh karena perlukaan yang terjadi adalah pada jaringan di luar hymen sebelah bawah. Perlukaannya hanya tipis ditandai dengan darah yang hanya merembes sehingga dokter bedah menyarankan agar penyembuhannya alami karena umur Detya yang baru lewat balita. Tapi jika memang orangtua memerlukan, luka itu bisa dijahit dengan si anak dibius total..

What..? Bius total..? Dijahit bagian dalamnya...? Langsung saja pikiran semakin kalut... Aku hanya bisa bengong tanpa bisa berpikir.
Sampai sekarang pun aku tetap tidak bisa berpikir. Dari pagi kulihat darah masih merembes walaupun berkurang jauh dibanding saat pertama, hanya bercak sedikit, tapi tetap membuatku cemas. Suamiku menghendaki untuk mebiarkan alami saja karena dia tidak bisa menerima jika dibius total. Aku sendiri tetap tidak bisa berpikir.

Maka aku menelpon mertuaku untuk minta pendapat dan beliau mendukung untuk alami saja dengan bantuan sirih (seperti halnya perlukaan ketika melahirkan). Proses penjahitan luka dianggap justru memperumit keadaan.

Sama sekali aku belum menelpon orang tuaku karena ibuku yang selalu histeris jika dengar kabar ga enak sedikit saja. Kalo sudah histeris gitu ibuku jadi kepikiran dan akhirnya kadar gulanya naik...

Eniwei..akhirnya kami memutuskan untuk penyembuhan alami saja dan untuk sirih itu..tentu saja jadi prioritas utama.
Read More..

Tema Bulan November...Setelah Satu Bulan Berlalu

Jumat kemarin adalah hari terakhir tema bulan November...pakaian untuk menutup aurat. Kupikir pernyataan yang keluar waktu itu cukup sampai disitu. Ternyata bom yang ditunggu-tunggu justru muncul hari Sabtu kemarin.

Sabtu sore sepulang dari Mekarsari, di mobil Detya bertanya:"Bunda..aurat muslimah yang harus ditutupi itu mana saja ya...?" (dengan nada main tebak-tebakan)
aku tersenyum dan balik bertanya:"Menurut mbak eta apa..?"
Detya:"Ah..Bunda..kan aku bertanya sama bunda..."
Bunda:"Ya..kalo bunda ga tau kan mbak eta mesti menjelaskan..."
Detya:"Bunda, muslimah itu harus menutupi rambutnya dengan jilbab. Terus mana lagi yang mesti ditutupi..?"
Bunda:"Ya..mana lagi coba..?"
Detya:"Kaki juga mesti ditutupi ..jadi mesti pakai kaos kaki..." (ooo...makanya minggu lalu Detya ngeyel sekali nyari kaos kakinya dan akhirnya memakai kaos kaki setelah hanya satu bulan pertama sekolah pakai kaos kaki)
Bunda:"Terus maunya mbak eta apa?"
Detya:"Ya bunda mesti pakai kerudung dan kaos kaki.."
Javas:"Iya bunda..pakai kerudung biar cantik.."
Bunda:"emangnya kalo ga pakai kerudung gimana? Bukannya bunda sudah menutup aurat bunda dengan pakai baju dan celana panjang..? Apa ga cukup?"
Javas:"Kalau ga pakai kerudung bunda sedang aja"
Bunda:"Sedang gimana..?"
Javas:"kalau pakai kerudung kan cantik..kalo engga ya sedang...gitu.."
Detya:"Ga cukup bunda..aurat itu kan dari rambut sampai ke kaki..jadi mesti ditutupi semua.."
Bunda:masih aja berusaha ngeles.."Mbak Eta..Javas..sekarang ini bunda masih nyaman begini saja, jadi belum bisa seperti yang kalian inginkan. Berdoa terus ya semoga nanti bunda bisa cantik dengan pake kerudung. sekarang bunda biar ajadeh.... sedang aja..."

Aku merasa ada tanduk di kepalaku...setannya menang...

Read More..

Kamis, November 27, 2008

Energi Pelukan

Tiba-tiba pengen buka email lama yang mungkin bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan dapet yang ini:

Energi Pelukan
Oleh Azimah Rahayu


Suatu hari di gua Hira, Muhammad SAW tengah ber'uzlah, beribadah kepada Rabbnya. Telah sekian hari ia lalui dalam rintihan, dalam doa, dalam puja dan harap pada Dia Yang Menciptanya. Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dalam ujud sesosok laki-laki. "Iqra!" katanya.

Muhammad SAW menjawab, "Aku tidak dapat membaca!" Laki-laki itu merengkuh Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian mengulang kembali perintah "Iqra!" Muhammad memberikan jawaban yang sama dan peristiwa serupa pun terulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan lelaki itu. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui Muhammad di gua Hira.

Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah isterinya dan berkata, "Selimuti aku, selimuti aku!". Ia gemetar ketakutan, dan saat itu, yang paling diinginkannya hanya satu, kehangatan, ketenangan dan kepercayaan dari orang yang dicintainya. Belahan jiwanya. Isterinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya, memeluknya dan mendengarkan curahan hatinya. Kemudian ia menenangkannya dan meyakinkannya bahwa apa yang dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.

***


Suatu hari dalam sebuah pelatihan manajemen kepribadian. Para instruktur yang jugapara psikolog tengah mengajarkan berbagai terapi penyembuhan permasalahan kejiwaan. Dari semua terapi yang diberikan, selalu diakhiri dengan pelukan, baik antar sesama peserta maupun oleh instrukturnya.

Namun demikian, mereka mempersilakan peserta yang tidak bersedia melakukan pelukan dengan lawan jenis untuk memilih partner pelukannya dengan yang sejenis. Yang penting tetap berupa terapi pelukan. Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi paling mujarab hampir dari semua penyakit kejiwaan dan emosi. Pelukan akan memberikan perasaan nyaman dan aman bagi pelakunya.

Pelukan akan menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian dari yang memeluk kepada yang dipeluk. Pelukan akan mengendorkan urat syaraf yang tegang. Saya yang saat itu menjadi salah satu peserta, memilih menggunakan pilihan kedua ini. Pelatihan itu, di kemudian hari memberikan perubahan besar dalam stabilitas emosi dan kejiwaan saya.

***

Apa yang saya inginkan pertama kali ketika saya sedang bersedih, marah atau apapun yang secara emosi mengguncang perasaan saya? Dipeluk suami. Pelukan itu akan menenangkan saya, membuat saya nyaman dan tenang kembali. Apa yang kami berdua lakukan setelah berantem? Saling memeluk.

Pelukan itu akan menurunkan tensi emosi di antara kami. Pelukan itu akan merekatkan kembali ikatan cinta di antara kami setelah luka dan kecewa yang sempat tertoreh. Pelukan itu, akan membuat kehidupan rumah tangga kami menjadi makin mesra. Segala sedih, segala marah, segala kecewa, dan segala beban hilang oleh kehangatan pelukan.

Pelukan itu, kemudian tidak hanya berlaku ketika saya terguncang secara emosi. Setelah setahun lebih kami menikah, pelukan telah menjadi satu kebiasaan dalam hari-hari kami. Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di rumah sepulang dari kantor atau dari bepergian adalah memeluk suami. Memeluknya erat-erat. Itu saja. Tak Lebih. Hal pertama yang saya inginkan ketika saya bangun dari tidur adalah memeluk dan dipeluk suami saya. Memeluknya kuat-kuat. Itu saja.

Bukan yang lainnya. Jika kami bangun pada jeda waktu yang tak sama, maka 'utang' kebiasaan itu dilakukan setelah shalat lail atau shalat subuh. Jika kami tidur di kamar yang berbeda, biasanya jelang subuh atau habis shubuh, salah satu dari kami akan menyusul yang lainnya. Hanya untuk satu hal saja: memeluk dan dipeluk.

Saat malam menjelang tidur, kami terbiasa tiduran dan saling memeluk, berlama-lama sambil berbincang tentang aktifitas kami seharian. Ada kata-kata yang minimal tiga kali sehari saya ucapkan kepada suami saya, "I Love U" dan "Minta peluk!" Rasanya ada yang kurang jika kekurangan pelukan dalam sehari. Pelukan memberiku rasa aman dan nyaman. Pelukan, saya rasakan memberikan kehangatan yang tak tergantikan oleh apapun.

****

Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh empat kali pelukan per hari untuk bertahan hidup, delapan supaya tetap sehat, dan dua belas kali untuk pertumbuhan. Jika ingin terus tumbuh, kita butuh dua belas pelukan per hari. Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita. Pelukan membuat kita merasa istimewa. Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa akrab dengan keluarga dan teman-teman.

Riset membuktikan bahwa pelukan dapat menyembuhkan masalah fisik dan emosional yang dihadapi manusia di zaman serba stainless steel dan wireless ini. Bukan hanya itu saja, para ahli mengemukakan bahwa pelukan bisa membuat kita panjang umur, melindungi dari penyakit, mengatasi stress dan depresi, mempererat hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak. (The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen.")

Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit "hati" dan merangsang hasrat hidup seseorang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh.

Hasil hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecenderungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan. Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.

Sayangnya, banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya pelukan adalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita mungkin merasa tidak nyaman minta dipeluk dan memeluk. Kita mungkin pernah digoda sebagai "si anak manja" jika sering memeluk atau dipeluk Ayah, Ibu atau saudara kandung kita. Dan jadilah kita atau remaja-remaja kita saat ini, tumbuh dengan kekurangan energi pelukan.

Bisa jadi, kekurangan energi pelukan ini adalah termasuk salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus ketidakstabilan emosi manusia seperti yang terjadi belakangan ini: tingginya angka kriminalitas dan narkoba pada golongan anak dan remaja, kesurupan di berbagai sekolah dan sebagainya.

Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: Pemberian pelukan kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang tuanya. Bukankah Rasulullah sangat gemar memeluk isteri, anak, cucu, dan bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan pelukan kasih sayang? Bahkan pernah ada satu kisah ketika Rasulullah mencium dan memeluk cucunya, seorang sahabat menyatakan bahwa hingga ia punya 10 orang anak, tak satu pun yang pernah ia curahi dengan peluk cium.

Rasulullah saat itu berkomentar, "Sungguh orang yang tidak mau menyayang (sesamanya), maka dia tidak akan disayang." (riwayat Al-Bukhari)

Rasanya, sudah sangat cukup alasan bagi saya, untuk mencurahi anak saya nanti dengan pelukan kasih sayang. Insya Allah!

MY NOTE : Emang enak dipeluk erat-erat, sering sebelum tidur aku minta berada dalam pelukan suamiku walau paling 2 menit kemudian udah lepas, karena aku ga tahan berdekatan gitu (asmaku bisa kambuh!!).. Tapi kenapa aku jarang melakukannya kepada anak-anakku ya.. Aku suka sekali memeluk Javas karena dia kecil mungil sehingga aku selalu ingin melindunginya dengan pelukanku. kalau Wisam, pas gendong atau mo bobo selalu kupeluk dan kuelus-elus sampe tidur. Detya..?...hmmmm...rasa-rasanya dia jarang sekali kupeluk.. malah seringkali aku singkiran ketika dia mulai nggelendot-gelendot ga jelas...aku risih sekali kalau dia nempel-nempel gitu sehingga sering kuucapkan bahwa bunda ga suka ditempel-tempel kayak gini..
Kuacian deh Detya..Aku harus merubah diriku sendiri untuk Detya, anak gadisku ini.. Sudah ayahnya ga gitu akrab dengannya..masa bundanya ikutan ga ngerti kebutuhan dia akan pelukan ini...
OK...semangat untuk Detya..!!

Read More..

I Hate You...For a While...

Setelah hampir dua bulan ga pernah pulang bareng, maka semalem kami pulang bersama..maksudku ayah, bunda, tante dan anak-anak. Suasana mobil jadi semarak karena biasanya setelah setengah perjalanan, anak-anak akan mulai ngantuk sampai akhirnya tertidur. Tapi kemaren tidak, sampai pom bensin deket rumah kami masih ngobol sana sini. Cuma Javas yang akhirnya tertidur.

Sampai rumah pun masih sempat bercanda bersama Detya dan Wisam, Sampai akhirnya tiba waktu tidur. Berhubung sudah lama ga ngobrol ama pasangan hidupku ini, maka waktu bagiku untuk konfirmasi hal-hal yang dari awal bikin salah pengertian. Daripada tetap terpendam-pendam dan lama-lama bikin ga ikhlas..kan mending ditanyain.

Jadi diskusinya gini:
Me: "Hon, aku baca Renungan Perkawinan bahwa membahagiakan pasangan itu mesti dari pikiran sang pasangan bukan dari pikiran sendiri bagaimana yang bisa membuat pasangan kita tuh jadi seneng. So...dirimu maunya gimana?"

Bojoku:"ssst...sst...ssst..."

Me:"Apaan sih ..ga denger..."

Bojoku:"ssst...sst...ssst..."

Me:"Apaan sih..bener..ga denger..kupingku kan budhek..ga bisa denger jelas kalo bisik-bisik gitu" (ini sering kubilang ama Detya yang akhir-akhir ini suka berbisik-bisik...beneran ga denger..!!)

Bojoku:"I hated you...for a while.."


Me:Gubrak..mo pingsan rasanya... "Aku ga salah denger nih...kenapa kok benci ama aku... Bukannya pas habis SMS yang dulu itu aku udah nanya artinya apa dan karena dirimu ga jawab-jawab ya udah aku berusaha ngartiin sendiri" (sebelumnya 2 minggu yang lalu suamiku sms bilang kalau dia ngerasa kayak bujangan aja, semuanya serba sendiri, ga ada perhatian sama sekali)

Bojoku:...diem...

Me:"Dari smsmu itu aku berusaha tiap bangun, nyempetin ngerebus air juga untuk mandimu. Aku tau kalau kecapean gitu, mandi air hangat bikin dirimu segar lagi. Terus aku minta adikku untuk tiap pagi nyupirin kita ke kantor biar dirimu sempat tidur lagi selama di mobil dan anak-anak kuminta untuk tidak mengganggumu sehingga tambahan istirahat di mobil bisa cukup berarti untuk jaga kesehatanmu.. Itu ga cukup ya..?" (mulai merasa sedih...kecewa...)

Bojoku:"Hmm..aku sih maunya yang simpel-simpel aja..ga perlu berat-berat. Kata orang berumah tangga itu 10 tahun pertama itu kayak masa pacaran...maunya dilayani, disayang..ya kayak orang pacaran gitu deh. 10 tahun kedua jadi pertemanan...Ya..melayani itu ga perlu yang berat-berat. Ngomong ga perlu nyenthe-nyenthe (apa ya bahasa indonesianya..yang jelas ini yang menurutku sudah jadi cara bicara bawaan itu dan suamiku ga suka sama sekali)...Aku berterima kasih karena tiap pagi disiapin air hangat, tapi kebutuhanku bukan itu. Dulu pas masih ada lek Sul (yang ngasuh anak-anakku dulu) tiap pagi selalu disiapin teh..diminum ato engga tetap aja disiapin. Pengennya ya kayak gitu..apapun yang kamu siapin..akan membuatku senang.."

Me:sudah dalam posisi mo nangis kecewa pada diri sendiri...kenapa ga kepikir sama sekali bwt nyiapin teh kayak gitu. "Ya..maafin aku...(sambil nangis).. Pernah kepikir ga sih..betapa repotnya aku di pagi hari...bangun tidur langsung preparation buat anak-anak...nyiapin bekal anak-anak..sarapan anak-anak..mandiin anak-anak..bantuin make baju anak-anak..aku sendiri seringkali lupa minum bahkan ga sempet pipis pas bangun tidur karena harus multitasking...kupikir yang udah bisa ngurus diri sendiri ya sukarela aja melakukan semuanya sendiri..."

Bojoku:....diem...

Me:nerusin nangis...apa sih beratnya bikin teh? bukannya mo ikhlas mencintai suami tanpa syarat? Lagian kenapa sih kok ga kepikir nyiapin minuman gitu? Bukannya tiap weekend aku selalu bisa nawarin suamiku mo minum apa? Lalu kenapa pas weekdays jadi ga sempat sama sekali gitu? bukannya kalau ada buah juga sempat bikinin jus buat suami..masak bikin teh/kopi aja ga sempat?..ok..besok pagi mesti bisa nyempetin bikin minuman buat suami...HARUS BISA...(dalam hati sudah bertekat bulat...harus ikhlas...harus ikhlas...)

Bojoku:...zzzzz....zzzzz...zzzzz

Dan pagi tadi, bangun 15 menit lebih pagi lagi..dan nyempetin bikin kopi...
Me:"Hon...nih kopinya ya biar seger..."

Bojoku:"Terima kasih ya..."

Dan tadi ketika di nyampe kantor....
Bojoku:"Maaf ya yang tadi malem...."

Me:"Gapapa...untuk ngingetin aku juga.."

Wuih..berat banget untuk ikhlas dan ngasih unconditional love... Dalam hatiku masih saja muncul keinginan untuk "saling". Kalau pengen "saling" gitu artinya bukan unconditional love lagi dong...

HARUS IKHLAS...HARUS IKHLAS...
Read More..

Selasa, November 25, 2008

Just for Laugh

Anak temenku ngasih tebak-tebakan ini pas kami ke Bali..

Tebakan I
Hewan apa yang suka bertengkar? ...
Hewan Perwakilan Rakyat... (wuih..dalem banget..)

Tebakan II
Bahasa inggrisnya "keramas"? ...
Golden Monkey, bingung? don't be..it's "kera mas"


Tebakan II
Kera apa yang ditendang, dibanting ga bakal marah tapi pecah? ...
Keramik

Tebakan IV
Si kembar masuk lubang, terus gantung diri..apakah itu?
Anting-anting

Ada lagi sih..tapi lupa..ntar lagi deh..

Nah kalau yang ini dapet dari milis angkatanku..

Doa Slamet
Slamet masuk ke toko obat dan membeli sebiji kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya. "Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya" , katanya sambil menyeringai.
Kondom pun berpindah tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. "Saya minta satu lagi", katanya. "Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur...".
Kondom kedua berpindah tangan.

Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi. "Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati...".

Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah menunggu. Slamet pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa. Dua menit. Slamet terus komat-kamit -- cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius".

Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan suara hampir menangis: "Saya juga baru tahu ayah kamu ternyata pemilik toko obat...."


SMS bulan madu

Alkisah ada 3 orang saudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni
yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka
pergi berbulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni
pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali.

Namanya orangtua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua
orangtua mereka minta dikirimi kabar tentang segala yang terjadi
selama mereka berbulan madu.

Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka
menggunakan slogan-slogan iklan. Supaya praktis, murah, dan tidak
mengganggu waktu bulan madu maka berita dikirim via SMS.

Tiga hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah
sebuah SMS... yang rupanya dari VIRA di Pulau Batam. Isi beritanya
cukup sederhana, "STANDARD CHARTERED". Setelah membaca berita tersebut
mereka mencari iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah
tulisan besar berbunyi, "BESAR, KUAT dan BERSAHABAT!" .

Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira. Hari ke
4 datang SMS kedua, yang rupanya berasal dari Voni di Kepulauan
Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu, "NESCAFE". Setelah
membaca surat tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orang tua mereka
mencari koran dan membaca iklan NESCAFE yang berbunyi, "NIKMATNYA
SAMPAI TETES TERAKHIR".

Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit
haha.. hihi.. Hari ke 5 ditunggu tidak ada SMS yang datang. Hari ke 6
begitu pula tidak ada sebuah SMS pun. Hari ke 7 begitu pula tidak ada
kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu... Mereka
mulai khawatir..

Pagi-pagi dihari ke-8... akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS
juga dari Veni yang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup
singkat, "CATHAY PASIFIC".

Segera kedua orang tua mereka mencari iklan penerbangan Cathay Pasific
yang ada dikoran, dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan
besar, "7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP". Waaw?.



Just for Laugh.....wiqiqiqiqi...

Read More..

Senin, November 24, 2008

Cinta Butaku pada PKS

Yup...PKS...Partai Keadilan Sejahtera atau dulu PK...Partai Keadilan. Aku percaya 100% ama PKS jadi apapun pilihan PKS pasti aku pilih. Seperti baru-baru ini di kota Tangerang ada pilkada, calonnya walikota yang udah pernah menjabat, satunya calon dari PKS. Aku tau kalau calon yang udah menjabat pasti menang karena hasil kerjanya ga ada yang mengecewakan, tapi karena PKS punya calon maka dengan tanpa mikir aku pilih aja calon dari PKS.

Semua berawal dari pemilu pertama dulu setelah reformasi, tahun 1999. Partai Keadilan Sejahtera yang baru berdiri merupakan partai dengan tema yang sama persis dengan keadaan teman-temanku pas waktu kuliah. Dengan semangat yang sama persis, dan aku tau kualitas orang-orang seperti itu, mereka orang-orang amanah dan jujur yang memang berusaha untuk menjadi lebih baik sesuai syariat Islam. Karena aku yakin dengan kualitas teman-temanku itu maka sejak pemilu 1999 aku sudah memilih PK.

Selanjutnya karena ga memenuhi electoral threshold maka PK berubah jadi PKS dan hasilnya semakin kelihatan nyata. Maka semakin butalah pilihanku pada PKS. Pemilu 2004 sudah pasti milih PKS dan pas milih presiden, mesti nunggu dulu pengeumuman PKS mau mendukung siapa. Dan ketika detik terakhir mendukung SBY maka aku pun memilih SBY. Jika waktu itu PKS bilang menyerahkan pilihan pada anggotanya (yang pasti ga mungkin...selalu ada komando) maka aku ga akan memilih siapapun alias golput. Hal yang bikin aku yakin adalah PKS tidak akan begitu saja mendukung seseorang, pasti ada tanggung jawab yang harus dipenuhi jika bekerja sama. Makanya sejak itu aku akan mendukung apapun yang ditetapkan PKS...inilah yang kumaksud cinta buta..(aku ga perlu mikir lagi apa dan kenapa tapi tinggal menjalankan apapun pilihan PKS)

Juga pas Pilkada Jakarta...suamiku yang juga punya hak pilih sudah kurayu untuk ikutan milih calon PKS, tapi karena waktu itu ga enak badan maka ga ikut milih deh. Sama halnya dengan pilkada Tangerang, sambil jalan ke tempat nyoblos, suamiku nanya mesti milih yang mana dan dengan pasti aku menjawab calonnya PKS...

Sampai insiden kemarin pas hari pahlawan, PKS beriklan tentang para pahlawan dan memposisikan Suharto sebagai salah satunya. OK, aku sama sekali ga nge-fans ama Suharto tapi juga ga benci-benci amat. Biasalah...kalau ada sesuatu selalu saja kejadian yang terakhir yang diingat-ingat..nah kejadian terakhirnya Suharto kan jelek banget makanya orang sudah antipati. Dan ketika PKS beriklan seperti itu maka pikiranku pun juga terbuka bahwa ga seluruhnya Suharto itu jelek, di awal orde baru dulu program-programnya bagus dan dengan trilogi pembangunan (weits..apa pula ini) Indonesia pun lumayan terkenal.. Cuma ya itu tadi..kekuasaan yang terlalu lama bikin orang jadi lupa diri dan menjadi diktator... So..argumen PKS lagi-lagi masuk akal. Seperti halnya Sukarno, hal yang pasti adalah beliau proklamator dan orator yang ulung, negosiator yang luar biasa tapi karena terlalu lama menjabat maka pikiran udah ga netral lagi dan kekuasaan jadi menjerat perilaku... Tapi kita tetap menyebut beliau pahlawan kan..?

Sebelum itu ada berita bahwa PKS mau berkoalisi dengan PDIP dan suamiku sempat menanyakan kenapa ini bisa terjadi, kok pada akhirnya PKS sama saja..hanya cari kesempatan saja. Argumenku adalah..rasa-rasanya PKS ga pernah menyebutkan secara eksplisit akan berkoalisi dengan PDIP, yang disampaikan adalah PKS mungkin bekerja sama dengan partai yang mempunyai visi misi jangka panjang dan visi-misi itu sejalan dengan PKS. Saat ini selain PKS, partai yang punya visi misi cuma PDIP (dan itupun belum tentu sejalan) dan press sudah menyimpulkan bahwa PKS akan berkoalisi dengan PDIP. Ah..itu hanya kesimpulan pendek aja... Lagian jika memang pada akhirnya visi misi PKS sejalan dengan PDIP..kenapa engga, kalau mungkin berkoalisi. Walau belum tau, aku yakin (sekali lagi..cinta buta) kalau visi misi PKS berkualitas..dan jika menganggap visi misi partai lain selaras maka artinya visi misi itu juga berkualitas...then why not?

So...rasa-rasanya, cintaku pada PKS akan tetap buta...dan apapun pilihan PKS akan tetap kudukung..

Go..PKS...go..
Read More..

Fitur di Kameraku

Pas di bedugul minggu lalu..ketemu banyak tukang foto yang sekaligus bawa pencetak foto pocket sehingga bisa langsung nyetak foto di tempat. Dari situ penasaran banget ama pemakaian fitur-fitur kamera yang dipakai tukang foto itu.

Pada dasarnya kameraku bukan kamera saku biasa...apa sih istilahnya.. Jadi mestinya bisa diexplore lebih jauh..Cumaaa...karena malas menggauli buku manual maka yang dipake fitur otomatisnya aja.

Dan setelah tanya sana-sini ama tukang foto itu jadi tau bahwa lensanya bisa di setting jadi tele ataupun close up (Dari dulu pengen banget moto close up gini). Nah setelah itu langsung semangat meng-close up semua obyek.

Ini hasilnya...
Monyetnya lagi pose manja..



Dari dulu pengen moto bunga sedekat ini...






Yang ini anak-anakku..entah mellihat apa...


Read More..

Jumat, November 21, 2008

Bali...What a Place...

Sudah dari selasa kemaren berangkat ke Bali untuk urusan kerja...(dan ga lupa jalan-jalan) dan balik jumat sore. Seharusnya baru balik sabtu sore sih..tapi berhubung para ibu-ibu sudah merasa bersalah telah ninggalin anak-anaknya maka ga mau merasa lebih bersalah lagi, kami semua sepakat untuk memajukan pulang jadi jumat sore.

Hari kamis semua rombongan sepakat untuk ngerjain PR di kantor aja dan kamis seharian kita jalan jalan aja. Diawali ke Bedugul dengan perjalanan selama 2 jam dari sanur maka kami menikmati lamanya perjalanan dengan menikmati udara yang masih fresh dan berimpit-impitan dalam mobil (wih..puyeng banget). Tapi kepuyengan terobati ngeliat suasana bedugul dan makan strawberi yang manis segar, sama sekali ga ada asemnya...yummy... Dan gambar bedugul yang ini sama dengan gambar di uang 50rb-an. Ga percaya...bandingkan saja...


Selanjutnya jalan ke Alas Kedaton, sebenarnya ga pengen sih..cuman karena rombongan..ya mau ga mau..ngikut aja.. Disini ngeliat monyet dan kelelawar raksasa yang bergelantungan.
Monyetnya lumayan galak..suka nyamber apapun yang dicurigai sebagai makanan, sedang kelelawarnya..karena siang..ya mereka cuman nyantol di pucuk-pucuk pohon kayak daun kering. Gambar yang layak tampil adalah gambar "Kasih Ibu"..ga manusia..ga monyet..kalau urusan merawat anak, ya sama saja..


Kalongnya keliatan kayak daun kering aja tuh..



Selanjutnya pergi ke Tanah Lot, kayaknya ga perlu komen apa pun deh..Menyenangkan ngeliat Tanah Lot sekarang ini. Dulu pas tahun 1995 pernah kesini tapi masih belum direstorasi jadi kelihatan mulai rusak, tapi setelah restorasi jadi keliatan menarik lagi..


Pas disini tergoda untuk bikin tato hena...(emak-emak kecentilan..!! Dah bisa ngebayangin reaksi Detya kalau dia ngeliat gambar tato ini..)


Habis dari Tanah Lot..balik lagi ke Hotel dan besok paginya, sebelum pulang, ngeliat sunrise di Pantai Sanur....Subhanallah..indah sekali..cuma pas mataharinya benar-benar muncul, malah ketutup awan.. Jadinya gambar pas mo muncul aja deh yang layak tayang


Jadi inget acara anak-anak di Female FM tiap pagi jam 6 - 7 bersama Paman Gerry (tau acara ini juga dari Mbak devi) dan ada sesi khusus Humpala Kelana (katanya sih artinya Jalan-Jalan yang Menyenangkan) untuk menyambut Visit Indonesia Year 2008. Acara ini mengenalkan pada anak-anak wisata yang ada di Indonesia. Dan ngebayangin ini, anak-anakku pasti seneng kalau bisa ber-Humpala Kelana ke Bali..atau Kawah Ijen di daerah asalku..atau kemana aja di Indonesia saja. Tapi bisa ngebayangin deh..biayanya mesti berapa? Hiks..hiks..ga ada anggaran sama sekali buat berlibur bersama anak-anak gini..(kalau ABIDIN gini ya bisanya cuma diri sendiri aja..ga bisa sama anak-anak ...)

Tapi target tahun ini pas liburan nanti..harus ber-Humpala Kelana...paling engga ke Tangkuban Perahu aja deh..yang deket dan ga mahal-mahal amat. Semoga anak-anak senang..
Read More..

Komentar yang Bikin BT...

Heran deh...kenapa sih divisiku ini sering banget dikecilin ama divisi-divisi lain? Bikin BT banget..dan kalau BT, aku jadi ikutan komen yang ga mutu..

Barusan dapat info bahwa SOP divisiku mesti di rumah untuk menunjukkan bahwa divisiku layak jadi sebuah divisi.. Aaaaaargh....jengkel banget...apa sih mau mereka? Jauuuuh...sebelum unitku ini tercipta..divisiku ini sudah ada... sudah berubah bentuk menjadi berbagai macam nama tapi tetep tugasnya ya ini...cari pinjaman ke bank-bank laen di luar negeri..baru-baru ini aja ditambah nyari pinjaman ke bank dalam negeri...makanya namanya jadi berubah.

Lalu kenapa kami harus merubah lagi SOP kami untuk menunjukkan kalau kami layak jadi sebuah divisi? Duh..Bu Menteri...kalau unitku tercipta untuk mengurangi pinjaman tapi menambah utang dalam negeri..lalu kenapa sekarang..pas pasar lagi berantakan gini..kami ditekan-tekan lagi untuk cari pinjaman ke bank-bank luar sana? Gitu aja masih tetap dikecilin ama divisi lain.. dengan disuruh merubah SOP biar sama dengan divisi lain? Kerjaan kami ini beda ama yang bagian nyari utang domestik, jangan disama-samain duonk..

OK, buat other divisions....sini aku kasih tau.. Pada dasarnya SOP kami seragam.. yang beda cuma lendernya aja maka kami susun seperti yang sudah ada sekarang biar ga redundant. Untuk apa dipisah-pisah menjadi per lender kalau isinya sama aja dan sedikit aja bedanya? Kalau memang biar tebal...OK sini kami akan rubah... Lalu kenapa kalau sudah tebal? Apakah akan merubah penilaian kalian terhadap divisi kami? Apakah akhirnya kami juga berhak dapat tambahan seperti kalian? Kalau engga... kenapa harus repot kami ubah? Bagi kami yang penting adalah hasil kerja kami memuaskan bagi stakeholders kami...bukan bayaknya kerjaan yang telah kami lakukan... kalau kerjaannya banyak tapi ga beres.. buat apa coba?... seperti target pembiayaan 112T tapi terpenuhi cuma 54,7T... Apa itu bisa disebut BERES!!

Rasanya masih pengen ngomel-ngomel..tapi kok ga berkelas sama sekali... whateverlah..
Pokoknya kerja sebaik mungkin..biar semua orang yang kerjasama denganku puas...peduli amat dengan divisi lain..(biar Boss dan Big Boss aja deh yang ngurus..)
Read More..

Kamis, November 13, 2008

Bahasa telepati...

Semenjak insiden kecup dan cium yang gagal, aku ga lagi melakukan ritual kecup saat berpisah...cuma cium tangan...ya...sedikit ngambek tanpa perkataan..kupikir suamiku akan notice dngan perubahan itu..tapi ternyata emang bener bahwa laki-laki itu ga akan mengerti bahasa sindiran..jika ingin sesuatu ya ngomong aja jangan pakai bahasa telepati, berharap suami akan ngerti...karena ga bakalan deh..

Ditambah lagi sudah berminggu-minggu ini kami ga pernah pulang bersama (tiap malam lembur sampe jam 12an) jadinya ga sempat ngobrol sama sekali. Sabtu pagi seperti biasanya aku suka tidur lagi sampai siang (sebenarnya ga siang-siang amat sih..paling setengah delapan maksimal) dan karena pas weekday terasa capek banget maka sabtu itu tidurku nyenyak dan tiba-tiba terbangun dengancara yang ga enak...dan suamiku yang membangunkan dengan ga enak itu. Jadi tambah sedih deh..udah mau cium ditolak..eh..dibangunin dengan ga enak..maka sukseslah bangun tidur itu dengan perasaan nelangsa.

Maka acara ngambek pun berlanjut (tetap dengan ngambek tanpa perkataan, harapannya sih dengan diem aja suami bakal ngerti..). Ditambah lagi pas minggu sore ada masalah dengan gas di rumah yang habis dan ga ada upaya apa-apa dari suamiku membuat acara ngambek menjadi bertahan lama... Dan sekali lagi bahwa "janganlah menggunakan bahasa telepati jika ingin berkomunikasi dengan suami" sangat ditekankan..karena ngambekku itu ternyata tidak dihiraukan sama sekali oleh suamiku...

Suamiku malah menganggap aku tidak melakukan kewajibanku sebagai istri karena dia merasa sebagai bujangan yang sendiri ga ada perhatian sama sekali dari istrinya....weleh-weleh..aku yang ngambek pengen diperhatiin malah dianggap ga merhatiin suami...gini deh..makanya komunikasi lisan...jangan pakai bahasa telepati.. Tapi tetep, sampai tadi malam pengennya suamiku notice bahwa ada yang kuinginkan..tapi karena beliau ga ngerti-ngerti..akhirnya sadar diri bahwa mesti ngalah pake lisan dan akhirnya kirim sms deh (secara beliau masih lembur juga ga pernah sempat ngobrol)...

Sampai saat ini masih belum ada tanggapan tapi hatiku sudah tenang (sebelumnya..resah banget setiap hari..ga enak makan..ga bisa fokus kerja..), seenggak-enggaknya beliau sudah membaca apa yang aku permasalahkan.. mengenai hasilnya gimana..ya nunggu ngobrol dulu...(kalau ada waktu....)

Kapan ya ada waktu..?

Read More..

Selasa, November 11, 2008

Tema Bulan Ini...Tibalah Pernyataan Itu

Jumat sore waktu jemput Detya di TPA:
"Bunda, aku mau pakai jilbab...aku harus menutup auratku"

Gedubrak deh....bener-bener sesuai prediksi, minggu kemarin setelah dapat tema bulan ini dalam seminggu pasti ada reaksi dari anak-anakku dan Detya mengawalinya. Untung saja bukan pertanyaan yang masih kucari jawaban elegannya..tapi pernyataan bahwa dia mau menutup auratnya.

Fiuh....waktu mau kutanya kenapa rupanya pikirannya sudah teralihkan dengan hal yang lain jadi pembicaraaan stop untuk sementara. Sampai di mobil pernyataan itu muncul lagi dan entah kenapa teralihkan oleh hal yang lain. Tapi aku sudah bersiap menuruti apa maunya, pasti dia akan minta dibeliin kerudung.

Dan benar, hari minggu ketika jalan-jalan mau beli sepatu untuk anak-anak, Detya minta dibeliin kerudung...dari berbagai macam kerudung, dia minta semuanya..tentu saja ga bisa kami kabulkan (duitnya ga cukup) dan ga membiasakan untuk memenuhi semua permintaan dalam satu waktu. Selalu negosiasi..biar dia ga terbiasa berpikir bahwa apapun dan kapanpun dia minta sesuatu maka akan selalu terpenuhi...belajar membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan.

Maka saat itu juga, kerudung yang dibeli langsung dipakai walaupun ga matching, pake celana sedengkul dengan kaos biasa tapi berkerudung..yang penting dia senang.

Tapi ada satu yang bikin aku ga habis pikir...ketika lewat di toko pakaian renang detya langsung minta baju renang yang two piece itu...yang model bikini...sudah lama dia menanyakan model yang begini padahal sudah kubelikan baru yang terusan dengan rok pendek.. Dulu dia punya yang begitu dan senang sekali dia pakai, tapi karena punya yang baru maka baju renang itu turun ke kakak sepupunya.. Nah..sekarang walaupun dia minta kerudung untuk menutupi auratnya..dia tetap ngeyel minta pakaian renang yang bikini itu...

Apa ya yang ada di pikirannya?
Read More..

Jumat, November 07, 2008

D World Need Indonesia

Aduh..barusan baca email dari milis angkatanku dan jadi bersemangat oiy...Kita harus mengambil hikmah dari email ini

Ayo...bersemangat bersama-sama untuk menjadi yang lebih baik

Berani dan Bernyali utk mengembargo diri sendiri ?
Selamat Membaca dan Mari Mengembargo diri sendiri !!
>>

Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

" Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia"

"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world"

"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"

" Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? Apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia , ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China . Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo.. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."
(regard, ABU HANA)


Waaah..jadi merinding bacanya...setidak-tidaknya mulailah dari diri sendiri untuk selalu cinta buatan Indonesia... Mari Meng-Embargo Diri Sendiri...!!
Read More..

Survey Membuktikan....

Sebenarnya bukan survey secara langsung tapi rata-rata jawaban atas sebuah pertanyaan dalam sesi ice breaking pada saat training di Singapore kemaren.

Keinget pernyataan ini juga karena ga sengaja, tadi baca situsnya Jamil Azzaini dengan artikel Rinduku, jadi keinget deh hasil jawaban rata-rata ini.

Waktu itu ada beberapa pertanyaan salah satunya adalah:"Apakah Anda menghabiskan waktu sedikitnya sejam sehari dengan orang-orang tercinta anda? Jika ya duluan mana, dengan pasangan atau dengan anak terlebih dahulu?" Maka jawaban rata-rata untuk pertanyaan kedua adalah:
Laki-laki: dengan anak-anak dulu baru dengan istri
Perempuan: dengan suami dulu baru dengan anak-anak


Jadi emang pada dasarnya laki-laki dan perempuan punya pandangan yang beda terhadap sesuatu..(you know..men are from mars and women from venus)
Dan cerita Pak Jamil dalam situsnya itu menegaskan hasil rata-rata jawaban pertanyaan tersebut. Jawabanku sendiri waktu itu adalah bahwa aku melakukannya bersama-sama, tidak ada yang didahulukan. Karena aku membayangkan situasi di mobil baik saat berangkat atau pulang (hmmm second thought..kayaknya emang lebih mendahulukan anak deh..secara kalo ngobrol..anak-anak ga mau disela sama sekali...jadi aku dan suamiku seringkali ga bisa ngobrol apapun).


Tapi kupikir-pikir lagi, kalau dirumah suamiku yang sering kudahulukan. Misalnya ketika nyiapin sarapan pagi selalu suamiku yang kutanya duluan apa yang dia maui..baru kemudian anak-anak (dan suamiku selalu protes..."jangan mikirin aku dulu ah, yang penting sarapan anak-anak dulu").
Waaaaah..berarti emang benar hasil survey itu ya..?
Jadi sebenarnya apa ya yang ada dipikiran para Bapak-Bapak tentang istrinya...?

Kalau aku pribadi, kenapa selalu suami yang kutanya dulu adalah karena kuanggap dia adalah Rajaku...jadinya..My King first then my assets...(anak kok dibilang aset..)

Eniwei...biarpun para suami lebih mendahulukan anak-anaknya, yang penting masih ada sedikit tempat buat istrinya...jangan sampai masih kalah ama pekerjaaan dan olahraga...(Cape dreh...kayaknya ini berlaku buatku..secara saat ini adalah waktu pembahasan dan suamiku lembur terus...kalah deh ama pekerjaan)
Read More..

Air Kacang Hijau

Setiap pagi, hal pertama yang kulakukan setelah bangun tidur adalah masak air buat mandi pagi anak-anak dan ngrebus kacang hijau untuk bekal minum anak-anakku pas di sekolah. Setelah itu baru yang ngerjain lain-lainnya (parah ya...bahkan belum cuci muka udah ngisi air di panci..).

Rebusan kacang hijau itu pertama kali diminta suamiku pertengahan tahun lalu ketika anak-anak mulai sekolah. Karena kupikir bagus juga untuk tambahan protein nabati anak-anak maka dengan senang hati tiap pagi kusiapkan air rebusan itu untuk bekal anak-anak. Anak-anak pun menyukai karena mereka pikir itu teh manis, dan selanjutnya mereka menyebutnya teh kacang hijau.

Yang menjadi masalah adalah semenjak tahun ajaran baru ini mereka jadi jarang banget minum bekal susu kotak mereka. Teh kacang hijau selalu habis, tapi susu ga keminum. Bukankan mereka sedang daalam masa pertumbuhan jadi susu untuk kalsium masih sangat dibutuhkan. Kupikir mereka bosan dengan rasa susu, maka segala jenis susu aku coba dan reaksinya masih sama. Tapi kalau susu kental manis mereka masih semangat. OKlah..biar kandungannya lebih banyak manisnya...asal masih ada unsur susu maka kupenuhi kalau mereka minta susu di rumah.

Minggu lalu pas hari kamis, karena agak kesiangan bangun maka ga sempat lagi masak kacang hijau dan hanya ada susu di tas anak-anak (dan snack tentunya). Hasilnya ketika ngecek tas pas pulang sekolah...susunya diminum..!! Langsung aja besoknya sengaja ga bikin rebusan kacang hijau itu..dan susunya selalu diminum... senengnya...

Jadilah minggu ini ga ada rebusan kacang hijau.. Tapi bagaimana tanggapan Detya? Hari Rabu dia protes berat..sampe nangis-nangis.. Dia bilang bahwa dia sudah ga suka susu lagi..susu hanya untuk bayi dan dia bukan bayi lagi. Detya maunya hanya teh kacang hijau buat bekal minumnya... Berulang-ulang dia mengatakan itu dengan tangis yang sengaja dibuat keras. Kalau tangisan model begini sih...mesti bisa membujuk biar dia tetep mau minum susunya. Maka kami pun bikin perjanjian (termasuk javas) kalau hari kamis akan dibekalin teh kacang hijau dan susu. Tapi kalau susu ga diminum maka teh kacang hijau ga ada lagi.
Hasilnya Kamis kemaren susu habis dan teh kacang hijau juga habis. Sekarang tinggal lihat konsistensi mereka untuk hari-hari selanjutnya.

Tapi yang bikin bertanya-tanya..sebenarnya sampai kapan sih wajib minum susu? Tadi pagi malah minta dibekalin buavita aja..(karena denger iklan fruitarian itu lo..).
kalau diskusi dan perjanjian kemaren sih..wajib minum susunya sampai umur 10 th. Dalam hatiku sih...secara keuangan keluarga..kalau sudah kurang susunya malah bisa meringankan tuh... (dasar emak-emak ga mau rugi..)
Read More..

Kamis, November 06, 2008

Daddy's Little Girl

Barusan baca ulang Sang Pemimpi dari Andrea Hirata dan air mataku menetes lagi ketika sampai di Mozaik 12 Sungai Lenggang. Di awal buku, Andrea mendedikasikan buku ini untuk ayahnya.."Ayah juara satu seluruh dunia" dan di bab itu cerita tentang semangat belajar Ikal yang menurun dan mengakibatkan rangkingnya turun dari 3 menjadi 75 dan hal yang sangat disesali Ikal adalah membuat ayahnya kecewa (walau sang ayah tidak pernah menunjukkan ekspresi apapun).

Jadi ingat dengan bapakku sendiri dan betapa sayangku pada beliau. Rasanya bahwa anak perempuan itu selalu jadi anak kesayangan ayah itu berlaku padaku. Makanya ketika anak pertamaku perempuan aku sangat berharap dia bisa dekat dengan ayahnya. Tapi harapanku sepertinya susah menjadi kenyataan. Detya dan ayahnya rasa-rasanya ga akan bisa dekat. Mereka seperti berbeda arah... Suamiku sangat demanding bahkan terhadap anak-anaknya dan seringkali Detya tidak memenuhi harapan beliau sehingga suamiku lebih sering bermain dengan anak-anak lelakinya. Dan Detya sendiri karena sering tidak memenuhi harapan ayahnya lebih memilih dekat padaku karena aku selalu bisa menerima apapun pencapaian dia.

Rasanya sedih sekali bahwa kekaguman yang kurasakan pada bapakku dan penghormatan yang bapak berikan padaku tidak terjadi pada Detya dan ayahnya. Ingin aku memperbaiki keadaan ini dengan memberi masukan pada suamiku mengenai bagaimana berhubungan dengan anak perempuan. Maklum saja, suamiku adalah 3 bersaudara yang semuanya cowok dan hubungan beliau dengan ayahnya biasa saja. Suamiku cenderung sebagai anak ibu daripada anak bapak. Dan yang beliau tau tentang ibunya adalah perempuan mandiri yang bisa melakukan apa saja. Sehingga harapan ideal tentang seorang perempuan ya sosok ibunya itu.

Ah..aku sendiri yang sudah hampir tujuh tahun menikah masih belum memenuhi kriteria itu apalagi anak perempuannya yang baru akan berumur 6 tahun. Harapan yang terlalu tinggi untuk dibebankan ke anak seumur itu.

Lebaran kemarin, Bapakku memperhatikan ketidakdekatan Detya dengan ayahnya dengan menanyakan kondisi sehari-hari kepada adikku...tanggapan bapakku sungguh jawanisme sekali..."mungkin weton lahir mereka sama, jadinya seperti itu..ga akan pernah akur". Sebagai bukti adalah ibuku dan adikku pas, mereka punya weton yang sama dan mereka ga pernah akur..tiap hari ada aja yang diperdebatkan dan dua-duanya ga ada yang mau ngalah..tapi mereka berdua saling memikirkan satu sama lain jika tidak sedang bersama.

Lalu aku tanyakan ke suamiku apa wetonnya dan apa weton detya..tapi dia ga tau..dan kuceritakan juga tentang dugaan ayahku itu dan beliau hanya ketawa.. dan tetap ga mau mengakui ketidakdekatannya dengan detya..beliau beralasan karena Detya yang ga mau dekat dengan ayah dan lebih suka ke bunda...jadinya kayak ayam ma telur..siapa yang duluan merasa ga dekat..

Gimana ya biar Detya bisa merasakan gimana enaknya jadi Daddy's Lil Girl..
Read More..

Selasa, November 04, 2008

Suamiku Sayang..

Pagi ini rasanya aneh deh... semalem kami ga pulang karena aku ada konsinyering. Jadi pagi ini setelah nganter anak-anak maka aku turun di dekat gerbanng depan..seperti biasa pas aku turun dan pisah seperti ini, aku cium tangan dan kecupan kecil di bibir..(maksudku biar rasa semriwing itu tetap ada)..dan pagi ini karena kami pisahnya di gerbang depan maka aku pengen nambah dengan sedikit ciuman (tau kan bedanya kecup dan cium). Tau ga gimana respon suamiku?

Beliau menolak dan waktu kubilang untuk memelihara rasa, beliau menjawab.."tidak harus dengan itu kalau maunya memelihara rasa..". Deg.... hatiku rasanya langsung hilang...tiba-tiba langsung kebayang apa kata-kata selanjutnya yang ga akan diucapkan suamiku...dan itu membuat perasaanku ga enak. sampai sekarang masih terasa ga enak...

Ya karena aku tau bahwa suamiku belum ikhlas menerima aku apa adanya..bahwa menurutnya aku masih bisa lebih lagi dalam berubah menjadi seperti yang beliau inginkan...rasanya sedih banget...apa yang selama ini aku usahakan masih belum ada artinya...masih dianggap kurang...

Kalau sudah begini maka rasa ikhlasku terhadap beliau menjadi sedikit teracuni...
artinya jika sebelumnya aku sudah memilih bahwa apapun yang dipikirkan suamiku aku akan tetap ikhlas dengan hanya memberi tanpa meminta kesetaraan, tanpa meminta..rasa saling.. Tapi dengan tuntutan suamiku yang terucap maka dihatiku terbersit lagi keinginan untuk "saling" itu...(berat banget sih untuk cinta tanpa syarat).

Jika sudah mulai teracuni lagi seperti ini maka yang bisa kulakukan adalah buka-buka situs inspirasiku...bagaimana mengumpulkan EPOS (energi positif)..bukan ENEG (energi negatif). Dan dengan membaca-baca lagi kisah-kisah disitu, hatiku menjadi tenang kembali. Sudahlah..apa salahnya jika nanti suamiku ingin aku menjadi begini atau begitu, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya..itung itung memperbanyak EPOS. Toh yang beliau minta padaku adalah hal-hal yang memang bagus...(cuman syusyahnya itu..)

OK...aku harus tetap ikhlas....jangan datang hei racun-racun pikiran...
Suamiku sayang...aku cuman ingin mencintaimu tanpa syarat apapun...
Read More..

Senin, November 03, 2008

Tema Bulan Ini...Pakaian untuk Menutup Aurat

Aduh..tadi udah nulis seabreg ternyata ga kesimpen...terpaksa harus ngulang lagi nih... Padahal udah harus berangkat konsinyering..Besok aja deh lanjutannya..

Eh..ini dia lanjutannya (kayaknya beda ama yang udah kutulis kemaren..tapi poinnya sama ding)

OK, hari sabtu kemarin adalah pertemuan komite sekolah dan kami sekeluarga berangkat bersama (maklum adik masih belum balik dari nengok ibu yang dirawat dan aku ga ada pengasuh). Pas absen dan dapat materi bulan ini aku langsung speechless...temanya ya itu tadi "Pakaian untuk menutup aurat" lengkap dengan ayat-ayat yang mendukung dan apa saja yang akan diterangkan mencakup semua aspek tentang pakaian...

Hmmm....mungkin ini lanjutan dari pengumuman sebelum puasa kemaren bahwa bagi muslimah yang menjemput anak-anaknya harus tertutup semua auratnya.. Waktu itu sempat shock karena selain masalah pemakaian kerudung juga mengenai model pakaian yang tidak menyerupai laki-laki dan tidak ketat di badan....Sebenarnya kalau menilai diri sendiri sih...hanya kerudung aja yang ga kupakai..tapi pakaianku selalu celana (dan aku merasa apakah ini yang dimaksud dengan tidak menyerupai laki-laki..makanya waktu itu sempat libut ngantar jemput anak-anak). Eniwei setelah diskusi ama m devi..akhirnya kuputuskan bahwa biar aja pakai celana yang penting ga ketat dan pake keurdung (biarpun cuma kerudung lilit).

Satu hal yang menjadi pikiranku adalah bagaimana aku menjawab ketika anak-anakku nanti bertanya masalah ini..mungkin minggu depan setelah mereka mendapat materi ini secara penuh. Kalau selama ini mereka tidak pernah mempermasalahkan apakah aku pakai kerudung atau tidak..dan ketika pas pengumuman itu aku sempat tidak mau menjemput karena ngerasa ga enak, Javas malah menenangkan hatiku dengan berkata "Gapapa kok Bunda...Bunda masih kelihatan cantik walau ga pake jilbab"...(langsung melayang deh rasanya..) Tapi pernah juga ketika kami melihat ada perempuan memakai rok mini dan dengan bercanda kutanya Javas.."Bunda boleh ga pakai rok segitu?" Javas dengan enteng menjawab..."Boleh aja Bunda..tapi Bunda ga usah jemput aku ke sekolah ya.."...(Gubrak deh)

O ya..mengenai jawabanku itu..kalau mau jujur (dan ini ga mungkin kujawab buat anak-anakku) jawabanku adalah karena belum siap (klise banget dreeeh..). Dulu waktu kuliah aku pakai jilbab dengan baju yang longgar banget (tapi bukan jubah begitu..tapi kerudungku cukup lebar..bukan yang mini-mini model sekarang ini) sampai aku lulus kuliah... tapi pas lulus dan mulai kerja di sini aku putuskan untuk ga pakai lagi...karena patah hati (ehem..ehem...ga mutu ya) dan merasa perilakuku yang pecicilan ini ga pantes banget dengan kerudung, sehingga nekat ga pakai lagi. Sampai sekarang aku juga masih belum siap..sekali lagi karena aku merasa masih pecicilan jadi ntar malah memalukan bagi para pemakai kerudung.

Sedapat mungkin dan semaksimal mungkin aku selalu berusaha menutup auratku (tanpa kerudung tentunya) dan ga mungkin juga pakai baju ketat secara bodi juga udah kemana-mana ga ada yang bisa ditunjukin lagi...jadi menurutku cara berpakaianku juga tidak mengundang...(malah mengundang orang buat ngelempar pakai batu kaleee).

Enihau...aku belum nemuin jawaban yang elegan nih buat anak-anakku...semoga saja mereka ga ..tanya kenapa...


Read More..

Jumat, Oktober 31, 2008

Yudhistira31 dan Queena Lea

Hadoh..aku benar-benar suka deh ama postingan si Lea ini...sampai kujadikan bookmark alias bacaan wajibku setiap pagi. Cuman ada dua bookmark dan satu inspirasi yang wajib kubaca..

Bookmark-ku sangat bertolak belakang...


yang satu tentang belajar dari anak-anak sedang satunya tentang macem-macem (terutama tentang penganten yang baru explore macem-macem)...
yang satu bikin aku merasa kecil dalam mengasuh anak (yang kulakukan buat anak-anakku ga ada apa-apanya deh dibandingkan ibu ini) dan satunya bikin aku kecil tentang bagaimana mencintai dan mengabdi kepada suami (dia baru 6 bulan menikah tapi usahanya untuk bahagia bersama suaminya sungguh luar biasa, aku saja baru ikhlas mengabdi ke suamiku setelah 6 tahun menikah)
yang satu dengan bahasa yang santun sedang satunya dengan bahasa khasnya yang kacau yang sering bikin aku terbahak-bahak..

Aduh, aku addicted terhadap dua blog ini sampe ga pengen jalan-jalan ke blog lain.

OK tentang inspirasiku..ini situs dari jamil Azzaini, pertama tau tentang beliau adalah di acara radio trijaya...abis itu nyari blog ini dan keterusan deh...buat motivasi diri untuk HIDUP MULIA...(tapi susah bener sih)
Read More..

How to Understand Current Financial Crisis

Rasa-rasanya ga produktif nih...beberapa hari ini ga ada postingan made in myself...cuman nge-forward tulisan dari millist... termasuk ini. Email dari teman pas di Singapore kemaren

Good one to make your day lil happy ....when u r down with loads of office work;

If you have difficulty understanding the current world financial
situation, the following should help...

Once upon a time in a village in India, a man announced to the villagers that he would buy monkeys for $10.


The villagers seeing there were not many monkeys around, went out to the forest and started catching them.
The man bought thousands at $10, but, as the supply started to diminish, the villagers stopped their efforts. The man further announced that he would now buy at $20.

This renewed the efforts of the villagers and, they started catching monkeys again. Soon the supply diminished even further and people started going back to their farms. The offer rate increased to $25 and the supply of
monkeys became so little that it was an effort to even see a monkey, let alone catch it !
The man now announced that he would buy monkeys at $50!

However, since he had to go to the city on some business, his assistant would now act as buyer, on his behalf.
In the absence of the man, the assistant told the villagers: 'Look at all these monkeys in the big cage that the man has collected. I will sell them to you at $35 and when he returns from the city, you can sell them back to him for $50.'

The villagers squeezed together their savings and bought all the monkeys.
Then they never saw the man or his assistant again, only monkeys everywhere!


Welcome to WALL STREET.
Read More..