Senin, November 28, 2011

Tiga Akun Untuk Deal Keren

Ya...aku punya tiga akun untuk Deal Keren. Biasalah, konsumen yang ga mau rugi..karena DK menyediakan kredit Rp20.000,- bagi akun yang bisa mengundang konsumen baru. Jadi aku yang lumayan sering beli kupon DK, daftar baru lagi ketika akan beli kupon yang lain dan karena ada 3 alamat email yang aku punya..akhirnya aku punya tiga akun di Deal Keren.

Pertama memang tujuannya hanya untuk menambah kredit di akun utama, tapi ternyata tiga akun ini sangat bermanfaat ketika ada deal yang membatasi pembelian kupon. Dan biasanya, pembatasan ini untuk deal-deal yang benar-benar hot.

 Woaaahh...bayangkan saja ice cream Haagen-Dazs yang rasanya luar biasa dan tidak meninggalkan sisa rasa di lidah yang mengganggu seperti es krim populer lainnya. Satu akun dibatasi hanya boleh beli 4 kupon dan waktu itu aku hanya sempat beli di 2 akun saja sebelum akhirnya sold out dalam waktu beberapa jam saja. Lagipula 8 kupon untuk ice cream saja sudah cukup laaah..




Terus ada lagi penawaran diskon 40% untuk Pizza Hut..waaah..siapa yang ga suka makan di Pizza Hut?..Anak-anakku penggemar Pizza Hut dan hampir tiap bulan selalu mampir ke Pizza Hut ini, jadi ketika ada penawaran ini dengan batasan satu akun hanya boleh membeli 2 kupon, aku juga langsung beli di 2 akun sebelum akhirnya sold out ketika mencoba beli di akun ketiga... Menyesal juga ga sempet beli di semua akun.



Dan yang paling akhir...50% diskon untuk Gramedia...haduuuuh..kali ini ga mau ketinggalan. Tiga akun itu semua HARUS terbeli..dan syukurlah..masih sempat kebeli sebelum akhirnya sold out. Ooooh buku-buku yang indah...aku akan mendapatkanmu dengan 50% off...
Read More..

Selasa, November 08, 2011

Kehilangan Semangat

Entahlah..akhir-akhir ini aku merasa kehilangan semangat untuk hal-hal yang biasanya aku cintai. Aku suka menulis hal-hal yang aku anggap penting, tapi lihat saja postinganku beberapa bulan ini, hanya ada sedikit saja yang aku tuliskan. Padahal ada banyak hal yang sebenarnya cukup berarti bagiku.

Hal yang paling mengerikan adalah semangat membaca, sudah berbulan-bulan aku tidak berhasrat membaca. Bagiku ini mengerikan, karena membaca adalah hal yang sangat aku senangi. Sudah kurangsang dengan membeli beberapa buku baru yang sepertinya menarik, tapi tak satu halamanpun kubuka.

Kucoba mengatasi dengan membaca ulang novel-novel lama yang paling aku sukai, lumayan membantu tapi tetap tidak mengembalikan hasrat membacaku.

Dan sekarang...untuk melanjutkan cerita tentang asisten rumah tangga saja aku tak berhasrat...padahal kejadian yang paling akhir benar-benar mematahkan kepercayaanku terhadap asisten rumah tangga dan saudara...dua hal yang saat ini kupercaya bahwa tidak bisa digabung...

Huwaaaaa...kembalikan kecintaanku pada menulis dan membaca... Read More..

Senin, November 07, 2011

Asisten Rumah Tangga

Sebagai ibu bekerja, kebutuhan akan asisten rumah tangga menjadi mutlak diperlukan. Siapa lagi yang akan menjaga anak-anak di rumah jika bukan Sang Asisten? Ga mungkin kan meminta bantuan orang tua, apalagi juga orang tua ada di kampung sana.

Jadi ketika punya anak pertama dulu, aku sudah berusaha mencari asisten untuk membantuku nanti ketika aku sudah harus kerja lagi. Namun sampai waktunya kerja, tetap saja belum ada sehingga dengan sangat terpaksa meminta ibuku untuk datang menemaniku kembali (waktu baru melahirkan sampai 3 minggu kemudian, ibuku sudah datang dan membantu merawat anakku). Namun setelah waktu berlalu dan masih belum ada asisten, aku jadi tidak tega berlama-lama menahan ibuku. Alhamdulillah, akhirnya ada Tempat Penitipan Anak di kantorku, tepat saat Detya berumur 3,5 bulan sehingga ibuku bisa segera pulang (saat itu 2 adikku masih SMA).


Kehidupan tanpa ada yang bantu kujalani sejak itu. Aku dan suamiku bahu membantu mengerjakan seluruh urusan rumah. Cuci baju tiap malam sepulang kerja hanya kami kerjakan untuk baju-baju Detya, sedangkan baju-baju kami, diselesaikan pada sabtu minggu, suami bagian nyuci, aku yang menyetrika. Buat kami berdua, makanan bisa didapat dimana saja kecuali makanan Detya harus disediakan fresh karena kami menghindari makanan bayi yang sudah jadi. 


Kondisi ini berlangsung sampai Detya berumur 6.5 bulan dan kemudian aku harus mencari asisten karena aku mendapat beasiswa sekolah lagi dan tidak perlu ke kantor. Dengan demikian, tanpa bisa menitipkan anak di TPA, harus ada yang menemani Detya di rumah. Dan kebetulan aku hamil lagi anak kedua. Alhamdulillah ada saudara yang berminat ikut denganku. Walaupun dia harus membawa anak-laki-lakinya, aku terima saja karena aku sangat membutuhkan orang untuk jaga anakku dan saudara sendiri jadi terasa lebih baik. Jadilah kami berlima, tinggal bersama di rumah petak kecil, mulai bulan Agustus 2003. 


Alhamdulillah ketika 2 tahun kuliah sampai akhirnya harus kembali bekerja, saudaraku itu masih bertahan membantuku bahkan ketika aku harus kembali bekerja. Beberapa bulan setelah bekerja, aku berkesempatan menempati rumah dinas kantor sehingga akhirnya sekitar bulan Juli 2006 aku pindah ke rumah dinas. Nah, saudaraku tadi ternyata tidak ingin ikut pindah karena mendengar cerita-cerita seram di rumah dinas yang kutempati itu. 


Yaah, mau gimana lagi, walaupun dengan proses berhenti yang tidak bisa dibilang lancar, bahkan cukup bermasalah, maka akhirnya ketika pindah di rumah baru itu, kami mulai lagi tanpa ada asisten rumah tangga. Untungnya adik perempuanku sudah ikut aku sehingga masih ada yang membantu urusan ini itu. 


bersambung.. Read More..

Jumat, Oktober 28, 2011

Mesin Jahit Portable

Bagi yang berminta menjahit, Deal Keren sedang menjual mesin jahit portable merek Brother tipe LS-2160.
 

Sayang sekali aku sudah punya mesin jahit. Waktu itu beli second di Kaskus, ternyata harga barunya tidak berbeda jauh dengan harga second yang kubeli.

Mesin jahit Brother ini memiliki lebih banyak jenis jahitan dibanding yang aku punya, harganya pun juga lebih murah dengan penawaran Deal Keren ini. Jadi kalau memang sedang mempertimbangkan membeli mesin jahit, tawaran Deal Keren ini bisa segera diambil. 


Mesin jahit ini bisa melakukan 14 jenis jahitan dengan 23 fungsi jahitan. Hanya 4 langkah otomatis untuk menjahit lubang kancing, jarum kembar untuk penggunaan 2 warna benang, dan tombol pengontrol ketegangan benang. Mesin jahit ini juga bisa melakukan jahit lurus, zigzag, dan satin. 


Nah fungsi jarum kembar ini akan sangat berguna bagi teman-teman yang menyukai crafting. Bayangkan, sarung bantal akan semakin cantik jika dihiasi dengan jahitan berwarna-warni. 


Sudahlah, semakin diomongin, semakin aku sendiri kepingin punya, padahal kan mesin jahit di rumah sudah mencukupi kebutuhan jahit menjahitku.. 


Mari teman-teman..kita manfaatkan tawaran deal keren ini...jangan lupa daftar Deal Kerennya lewat link punyaku yang ada di kolom kanan yaa.... 


Atau bisa juga disini : DEAL KEREN Read More..

Senin, Oktober 17, 2011

Weekend Project

ki-ka : depan - belakang

Menjahit hanya bisa kulakukan ketika akhir minggu.  Walaupun pada akhirnya diserang rasa malas, tapi ada juga yang bisa terselesaikan.  Kebanyakan hanya membuat barang-barang yang saat itu sedang dibutuhkan, seperti bantal untuk Wisam (ukurannya lebih kecil dari bantal dewasa) beserta sarung bantalnya sekalian, ataupun bantal untuk di mobil.  Setelah cukup ahli menjahit lurus-lurus saja, maka kali ini mau mencoba patchwork.  Patchwork pertama adalah sarung bantal bulat karena sudah terlanjur bikin bantal bulatnya.


Gara-gara ukuran meteran dengan penggaris berbeda, jadinya harus menambal lagi untuk memenuhi bentuk lingkaran yang sesuai, makanya ada 3 bahan untuk patchwork pertama.

Nah bantal patchwork yang kedua adalah yang ada di foto pertama.  Ternyata rumit juga membuat bentuk 9 kotak itu.  Ketepatan menjahit sangat dibutuhkan agar persambungan antar kotak menjadi pas.  Ah...padahal berangan-angan bisa membuat patchwork yang bagus, tapi mencoba bentuk 9 kotak saja ada beberapa yang meleset 1 mm. Bayangkan jika harus membuat bentuk hexagon seperti ini..bisa mabok aku.  Sepertinya aku perlu kursus untuk bisa patchwork dan quilting.
Gambar dari Diary of Quilter


Hari Minggu kemarin aku lewatkan dengan membuat penutup untuk buku catatan kerjaku dan sarung bantal untuk Detya.  Tutorial penutup buku aku dapatkan di Home Spuns - Threads dengan hasilnya adalah seperti ini:


Crafting ternyata menyenangkan dan ga membutuhkan banyak waktu asal fokus...

Read More..

Jumat, September 30, 2011

Syair Lagu Indah

Perjalanan pergi-pulang Bangkok kemarin cukup melelahkan karena 3.5 jam di pesawat dengan makanan yang tidak menarik dan ga ada hiburan sama sekali membuat waktu sepanjang itu benar-benar terasa panjang. Mau tidur juga paling lama sejam, maka waktu-waktu selainnya hanya diisi dengan bengong dan merem-meremin mata biar bisa tidur.

Karena permintaan atasanku agar kami bisa berangkat serombongan, maka mau ga mau aku harus pesan tiket Thai Airways (aku dibiayai dari kantorku sendiri, sedangkan rombongan lain dibiayai dari sponsor yang ngundang). Ternyata ya itu tadi, thai airways minimalis banget, ga ada TV untuk masing-masing penumpang, bahan bacaanpun tidak beragam, koran hanya ada yang berhuruf Thailand itu.. Jadi lebih baik, lain kali kalau pakai biaya sendiri, mending memperkaya maskapai penerbangan sendiri yang fasilitasnya jauh lebih memuaskan.

Eniwei dalam keadaan suntuk seperti itu, ditambah lapar karena makanan di pesawat sungguh tidak dapat kutelan, sesampai di Bandara langsung menuju gerai makanan siap saji yang terkenal dengan paket makanan dengan CD lagu-lagu terbaru. Masalahnya, ketika duduk dan mulai menikmati makanan, di TV ditayangkan lagu baru yang judulnya makin tambah bikin bete..."Bertemu Selingkuh.."...oh my...


salahkah aku dan kamu bila bertemu selingkuh karna kita saling suka 
bila memang takdir kita memaksa untuk berpisah pasti aku masih suka 

Rasanya langsung pengen ngomel segala hal....betapa aku merasa kehilangan lirik-lirik indah yang dapat menyebarkan semangat positif.. Kenapa sih harus seperti itu judul dan lirik lagunya? Tidak bisakah menulis syair yang indah yang dapat menggungah semangat yang mendengarkan atau membangkitkan perasaan yang halus gitu? Mbok ya sudah susah-susah bikin lagu gitu harusnya diisi dengan syair yang menawan...bukan syair cemen yang ga memotivasi siapa-siapa gitu.


Pantes aja band-band dengan syair cemen gitu sesaat aja populernya. Musisi yang bersyair, pasti lebih awet karirnya. Lihat saja Melly Goeslaw, Yovie dengan Kahitna, Ebiet G Ade, Iwan Fals... Semua lagu-lagunya masih bertahan sampai sekarang. 


Kalau bicara lagu luar, malah ga bisa dibandingkan lagi. Kalau didengarkan, syair-syairnya cantik dan memotivasi dan memang lagu-lagu seperti itu yang disukai konsumen seluruh dunia, makanya akhirnya jadi terkenal. 


Ah sudahlah...kalau ga laku, tentu band itu ga akan bikin lagu dengan syair cemen seperti itu. Mereka hanya menuruti selera pasar. Dan pasar kita masih suka lagu cemen-cemen gitu. Aku sendiri, ga akan mendengarkan lagu-lagu cemen itu dengan sengaja. Rugi... Masih banyak kok musisi kita yang punya selera bahasa yang indah... 


BTW, ketiga anak-anakku sedang menyukai lagu-lagu Kahitna. Selama di Bangkok kemarin, rupanya suamiku beli CD koleksi 25 tahun Kahitna dan sepanjang perjalanan hanya lagu-lagu itu yang mereka dengarkan. Jadi saat aku sudah kembali, mereka sudah dengan rutinitas baru mendengarkan lagu Kahitna yang paling mereka sukai...woaaaaa..suprise jadinya, karena aku sendiri sebenarnya tidak terlalu menyukai lagu-lagu Kahitna (walau ga menolak mendengarkan ketika sudah ada). 


Jadi teman, mari kita asah sastra dan bahasa kita dengan hanya mendengarkan lagu-lagu yang indah. Read More..

Jumat, September 23, 2011

Sisa Mudik


Ok, tak seharusnya aku mengomentari pilihan mereka untuk mudik dengan motor...Tapi tidakkah orang-orang itu memikirkan kebutuhan anaknya? Aku selalu berpikir bahwa setiap orangtua akan rela berkorban apapun untuk anak-anaknya. Jadi, tidakkah mereka rela mengeluarkan sedikit lebih banyak uang untuk naik kendaraan umum yang tidak mengorbankan kenyamanan dan keselamatan anak-anaknya?

Aaaaarghh...
Read More..

Selasa, September 20, 2011

Eksplorasi Ketika Dinas

Dinas luar karena tugas kantor, kadangkala tidak bisa dihindari. Bagaimanapun aku menghindar, kadangkala tetap saja aku harus berangkat. Ketika hal itu terjadi, maka aku berusaha agar dinas itu secepat mungkin. Kalau bisa pagi berangkat, malam sudah pulang...atau kalau tidak, malam berangkat, besok sorenya sudah bisa pulang.

Pertimbangan utama tentu saja aku tidak tega meninggalkan anak-anak, karena tanpa ada asisten tetap di rumah maka prosedur persiapan pagi hari akan sangat menguras waktu. Jadi jika hanya suamiku dengan tiga anak, aku ga tega mebayangkan kerepotan itu lebih dari satu hari.

Jadi setiap kali tugas luar maka cari flight paling malem untuk berangkat dan flight secepat mungkin setelah acara untuk balik ke Jakarta. Ga ada waktu untuk eksplorasi daerah tugas.


Nah, waktu sakit-sakit puasa lalu, atasanku meminta untuk mewakili di sebuah acara workshop di Tokyo. Hmmmmm...Tokyo...lumayan menggoda. Sejauh ini beberapa kali penugasan keluar negeri bisa kutolak dengan berbagai alasan. Dan karena penugasan ke Tokyo ini berbarengan dengan rencana mudik lebaran, maka dengan berbagai alasan, terutama alasan tiket pesawat balik Jakarta yang non refundable, maka penugasan ini berhasil kutolak.

Namun ternyata....aku tetap mendapat penugasan yang lain untuk minggu berikutnya ke workshop berbeda di Bangkok. Karena tidak punya alasan lagi, maka aku tidak bisa menolak. Jadinya aku harus berangkat dari tanggal 12 - 16 September. Entah kenapa, Alhamdulillah, semua urusan jadi dimudahkan. Saat prosedur formal mengalami hambatan sehingga aku gabisa memakai paspor biru, paspor hijauku sudah jadi (setelah sebelumnya aku dan suami iseng-iseng menyiapkan paspor hijau). Saat aku bingung bagaimana harus meninggalkan anak-anak dan suami sendiri selama 5 hari penuh, ada saudara yang bersedia ikut denganku sehingga aku ga perlu kawatir tentang bagaimana sibuknya persiapan pagi hari.

Jadi aku bertekad bahwa penugasan kali ini harus diiringi dengan eksplorasi lokasi semaksimal mungkin. Okelah, dari jam 8.30 sampai jam 5 sore kadanng sampai jam 6 sore jadwal workshop penuh tanpa ada waktu jalan-jalan. Tapi sebelum dan sesudah itu, aku harus berani jalan sendiri keliling kota. Jangan hanya berdiam di hotel dengan alasan capek dan takut.

Takut itu karena aku ini buta peta dan gabisa mengingat-ingat jalanan yang sudah dilewati. Akibatnya, aku gabisa menemukan jalan kembali pulang kalau di tempat yang baru. Selama ini ada suamiku yang pembaca peta yang hebat dan sangat teliti dengan jalanan yang dilewati, makanya aku selalu aman ga pernah tersesat.

Maka trikku ketika harus eksplorasi sekitar hotel adalah menuju belokan yang searah. Keluar hotel ambil belokan ke kanan, ntar ketemu perempatan/pertigaan belok ke kanan lagi, ke kanan lagi dan ke kanan lagi...maka niscaya akan balik ke hotel. Heheheheh..memalukan.

Sorenya jalan lagi dua blok lebih jauh dan tetap ambil jalur kanan. Hari berikutnya nyebrang jalan dan ambil belokan kanan lagi.

Sekalinya berbeda adalah mencoba angkutan sungai. Harapanku jenis angkutannya sama seperti waktu di Manila dulu, artinya aku bisa lihat kanan kiri karena ada kaca. Ternyata sama sekali ga bisa lihat kanan kiri karena ditutupi dengan terpal setinggi 1 meter. Hadew...yang ada adalah sedikit mabok karena gelombang sungainya dibeberapa tempat cukup besar sehingga perahu itu jadi bergoyang-goyang keras. Lebar sungainyapun lebih kecil sehingga benar-benar angkutan sungai itu hanya efektif sebagai angkutan, bukan lokasi wisata.

Tapi itu mungkin karena di lokasi yang kutuju saja, dan tentu saja tujuanku cukup bolak balik dengan arah yang sama. Temanku cerita bahwa di tempat lain ada wisata Dinner Cruise di sungai juga, tapi gatau di sungai bagian yang mana.



Eniwei..walaupun kali ini sudah nekat harus eksplorasi keluar hotel..tetap saja ga ke lokasi wisata yang menarik atau yang sudah terkenal..hanya sekitar hotel..naik ojeg...naik tuk-tuk..naik perahu..mencoba makanan lokal yang pedam asem segar sangat pas dengan seleraku..makan durian bangkok di bangkok..beli oleh-oleh....keliling pasar/mall baju grosiran....pokoknya selain seharian penuh mengikuti workshop..sisanya habis untuk jalan dan sampe hotel dalam keadaan letih

Hasil akhirnya, hari terakhir ketika menuju bandara..kakiku terasa pegel banget...kesenggol dikit terasa nyeri...ckckck..efek ga pernah olahraga...
Read More..

Sabtu, September 10, 2011

Lebaran 2011

Lebaran kali ini giliran di Kediri. Anak-anak sudah berangkat duluan dengan Budenya karena libur sekolah mereka juga duluan.

Pengaturan awal adalah kami sama sekali ga ke Banyuwangi makanya libur sekolah lalu, kami menyempatkan diri ke Banyuwangi. Paling engga, walaupun lebaran ga pulang, tapi Bapak Ibuku masih bisa ketemu aku dan anak-anak, jadi aku harap, Ibu tidak terlalu bersedih.

Dengan adanya libur bersama hari raya, sebenarnya tidak perlu ambil cuti banyak-banyak, tapi karena mau nemenin anak-anak sekalian, maka aku ambil 5 hari cuti, sedangkan suamiku dibatasi hanya boleh ambil cuti 2 hari. Akibatnya, pulang kami pun tidak bersamaan. Suamiku pulang naik mobil hari senin, sedangkan aku dan anak-anak pulang hari jumat. Dan mengingat hari minggu itu (4 sept), rumah mertuaku sudah sepi, maka aku pun ingin menghabiskan sisa cuti di Banyuwangi.

Alhamdulillah, suamiku setuju dan urusan kendaraan PP ke Banyuwangi pun dimudahkan. Penerbangan Banyuwangi Surabaya dengan Merpati ternyata masih dalam harga promosi sehingga, setelah pasti dapat tiket, maka minggu malampun aku dan anak-anak langsung ke Banyuwangi via travel.

Sampai saat keberangkatan, aku sama sekali tidak memberi tahu orang tuaku bahwa kami akan mudik kali ini. Hanya adikku saja yang tau, bahkan dia yang mengusahakan travel pulang dari surabaya ke Banyuwangi. Bapak dan ibuk sudah pasrah bahwa kami ga akan mudik kali ini. Ketika menjelang subuh kami sampai di Banyuwangi dan Ibukupun baru keluar dari kamar mandi, nampak sekali bahwa beliau syok ketika melihat Detya langsung berlari ke arah beliau.

Ibu benar-benar senang melihat kami datang dan sama sekali ga bisa berkata-kata. Ah, aku pun senang bisa pulang ke rumah saat rencana awal ga akan ke Banyuwangi sama sekali.

Intinya, 5 hari di rumah sangat cukup untuk menyenangkan orangtuaku dan sempat juga dua kali menemani nenekku.

Bahkan, ketika hari jumat saat tiba waktunya kami ke Bandara Banyuwangi, nenekku pun memaksa ikut mengantar keberangkatan kami. Bahkan, berdasar penjelasan Ibuk, sampai pesawat kami menghilang di balik awan pun, Mbah Putriku tetap menunggu, gamau diajak pulang.

Sebenarnya, dengan adanya penerbangan Banyuwangi Surabaya ini, aku ingin sekali mengajak Mbah Putriku ke Jakarta, toh setengah hari saja bisa sampai Jakarta. Tapi keluarga besar ga sepakat karena bagaimanapun proses naik turun pesawat butuh penanganan tersendiri. Dan untuk orang susia Mbah Putri yang kemana-mana perlu kursi roda, maka prosedur itu jadi cukup menyulitkan.

Eniwei, lebaran kali ini cukup membahagiakan buatku karena rencana tidak mudik ke Banyuwangi ternyata berubah dan berakhir dengan menyenangkan.


Read More..

Rabu, Agustus 24, 2011

Menikmati The Noodle Cafe dan Talaga Sampireun dari Deal Keren

Habis dapat tambahan kredit dari Deal keren waktu itu, bikin aku agak-agak ga mikir panjang ketika mau beli kupon. Pertama beli 5 kupon Talaga Sampireun dan selanjutnya beli 3 kupon The Noodle Cafe, ditambah waktu itu dapat bonus 10% kredit untuk pembelian kupon-kupon itu.

Pertimbangan kenapa 2 tempat itu ya karena Talaga Sampireun cukup dekat dengan rumah, dan pernah liat lokasinya yang emang bagus sehingga pengen nyoba makan disana. The Noodle Cafe sendiri karena lokasinya ada di MTA dan memang hampir sebulan sekali kami kesana untuk mengajak anak-anak ice skating.

Kupon yang pertama kami pakai adalah The Noodle Cafe karena waktu itu ingin merayakan ultah suami dengan main ice skating di MTA..jadi sekalian makan disana. Hasilnya? Sungguh kecewa sangat dengan rasa makanannya sehingga akhirnya acara ultah suami agak berantakan karena makanan sama sekali bukan selera kami, walaupun kami semua biasanya sangat menyukai nasi dan mi goreng. Tapi anak-anak sangat menikmati ice skating-nya sehingga kekecewaan tidak berlarut-larut.

Gara-gara kecewa dengan The Noodle Cafe itu, aku agak berhati-hati mau ngajak keluarga ke Talaga Sampireun. Tapi minggu lalu, saat menyadari bahwa batas akhir pemakaian kupon adalah tgl 25 Agustus, maka langsung meluncur kesana, dan apapun nanti hasilnya...kami akan menikmati saja.

Ternyata sama sekali tidak mengecewakan. Rasa makanan standar makanan sunda, sama seperti resto sunda lainnya. Lokasinya luar biasa luas dan nyaman. Tapi waktu itu sangat banyak yang berbuka puasa disana sehingga harus mengantri.

Intinya....kupon Deal Keren tetap membantuku mengeksplorasi aneka jenis makanan. Jika ternyata rasanya ga sesuai selera, setidaknya aku dapat harga diskon.
Read More..

Senin, Agustus 22, 2011

Mukena Untuk Detya

Semenjak blogwalking di blog crafting, maka jadi kenal sama toko-toko kain online yang koleksinya benar-benar menguji iman. Ada kain katun lokal, Jepang dan juga Amerika. Katun yang benar-benar menguji kantong adalah katun Amerika, disamping dijual dalam ukuran yard, harganya itu benar-benar ga nahanin. Jadi sampai sekarang, paling pol aku hanya punya kain katun jepang.

Beberapa waktu lalu belanja di Jojo Fabrics di fesbuk yang juga punya website sendiri. Dapat beberapa kain cantik yang aku sendiri bingung mau dibuat apa. Itupun setelah menahan diri agar tidak terlalu kalap ketika memilih kain.

Demi ingin menikmati kain cantik itu dalam bentuk jadi, maka ditengah-tengah serangan asma yang menganggu, aku alihkan pikiranku dengan menjahit mukena untuk Detya. Weekend kemarin melengkapi mukena itu dengan membuat sajadah dan tasnya sekalian. Pertama sebenarnya ingin menjadikan sajadahnya sebagai tas, tapi karena malas berpikir bagaimana meletakkan pegangan dan ikatannya maka aku bikin aja tas tersendiri, yang penting dengan stok kain yang ada, cukup untuk bikin semuanya.

Dan....satu set mukena untuk Detya, siap dipakai untuk Sholat Idul Fitri nanti..

Bahan:
Katun full bloom 1 x 1.5m
Katun broken white 1 x 1.5m
Katun pink 1 x 1.5m

Read More..

Kamis, Agustus 18, 2011

Menikmati Askes

Setelah ke RSPAD berusaha mengelola asama dengan baik waktu itu, ternyata serangan asmaku semakin parah dan menyiksa, sehingga Bapakku sengaja mengirim obat herbal. Dan demi obat herbal itu aku menunda penggunaan controller Seretide yang sudah disarankan dokter.

Namun ternyata, setelah obat herbal itu hampir habis, batuk asmaku masih saja menyiksa. Dan ada saran juga untuk mengkonsumsi hati kelelawar, maka satu kelelawar dan satu kalong seharga 300ribu (gilaaak..mahal amat) juga aku konsumsi agar merasa lebih baik. Namun ternyata, sampai minggu malam masih belum beres juga. Jadinya senin pagi langsung meniatkan diri untuk ke RSCM

Di RSCM, aku sempat mengalami serangan sehingga akhirnya dokter menyarankan untuk diobservasi di IGD. Hadew...sempat ketar-ketir, kenapa juga harus ke IGD. Ternyata prosedur emang seperti itu. Untuk penyakit yang belum diketahui tingkat keparahannya, maka perlu observasi di IGD. Intinya, observasi itu berarti melakukan segala macam tes yang diperlukan untuk mendiagnosa penyakitnya, sehingga jika hasil tes itu ada bisa diketahui apakah si pasien perlu rawat inap atau cukup rawat jalan.

Nah kalau rawat jalan biasa, kita akan direkomendasikan untuk melakukan tes ini dan tes itu, dan dari surat pengantar dokter itu, kita yang jalan kemana-mana tergantung tempat tes yang diminta itu. Jadinya kita harus punya tenaga dan kesabaran ekstra karena semua proses itu pasti perlu antrian.

Ketika observasi di IGD itu, kita cukup masuk ke IGD, disediain tempat tidur dan selanjutnya pengantar tes ini itu cukup diserahkan ke bagian kasir (bukan pasien loo yang nganterin, makanya wajib ada pendamping ketika masuk IGD), selanjutnya perawat yang akan mendatangi tempat tidur kita untuk kemudian melakukan tes ini itu. Kalau tes darah, ya saat itu juga langsung diambil darahnya, kalau perlu rontgent atau CT Scan, maka tempat tidur kita akan di dorong menuju ruang radiologi. Kalau mau tes urine..ya kita sendiri aja yang jalan ke toilet terdekat...heheheh.

Intinya, untuk kondisiku yang capek sedikit aja langsung bikin sesak napas, observasi di IGD itu sangat-sangat membantu. Pertanyaannya adalah...bakal berapa besar biaya yang harus aku keluarkan untuk prosedur observasi ini?

Hadew...walaupun pikiran tentang biaya ini berkali-kali muncul di permukaan, aku sudah menutup mata tentang berapa tagihan nanti yang akan disodorkan dimukaku. Aku ingin menyelesaikan serangan asma ini secepatnya, sehingga apapun konsekuensinya..itu urusan nanti.

Pasang infus sudah, nebulizer I sudah, urine sudah, rontgent sudah... Agak malam dikit, nebulizer lagi...tapi hasil darah ga keluar-keluar jadinya masih ketar-ketir, mau dirawat inap atau boleh pulang.

Sekitar jam 22.00 baru keluar hasil tes darah yang intinya jika digabungkan semua hasil tes lain, kondisiku cukup baik sehingga ga perlu rawat inap. Alhamdulillah...seneng sekali..karena sebelumnya sempat berurai air mata membayangkan bagaimana anak-anakku kalau aku harus rawat inap..siapa yang merawat mereka?...siapa yang merawat aku?...kan hanya ada suamiku seorang yang mesti merawat semuanya..

Nah...saat urusan resume sakit ini selesai, tibalah saat membayar tagihan. Sore harinya sempat melihat seorang Bapak-Bapak yang komplain masalah pembayaran. Kalimat yang kutangkap seperti ini:
"Ini rumah sakit apa hotel sih..tagihannya ga kira-kira. Rumah sakit kok kayak lintah..."

Doooh..semakin menambah pikiran tentang biaya aja niii.

Suamiku tentu saja langsung ke bagian kasir dan kembali dengan membawa slip pembayaran. Tertulis angka Rp1.571,00 dan otakku langsung membaca 1,5 juta...hadew... Suamiku hanya senyam-senyum saja melihat reaksiku dan memintaku membaca ulang.

Jadi benar....tagihannya hanya seribu lima ratus tujuh puluh satu rupiah sajaaa...

Wooohooo...thanks to ASKES...semua proses di IGD yang tadi kujalani, ditanggung semua oleh ASKES...

Untung tadi sengaja bawa kartu ASKES...

Dan rabu kemarin, saat suamiku kena gunting di tangannya dan harus ke IGD..tak lupa kubawa kartu ASKES..dan voila...hanya ada tagihan untuk biaya tindakan dokter jaga. Padahal harus dilakukan 4 jahitan dan suntik anti tetanus sekalian...

Maka teman-teman...jika memang punya ASKES...jangan lupa untuk selalu sedia saat harus ke IGD...
Read More..

Jumat, Agustus 05, 2011

Asma yang Menetap

Setelah serangan asma yang diluar kebiasaan waktu itu, aku memang sudah berniat untuk segera ke dokter untuk mencari solusi atas asmaku yang semakin tidak terkontrol ini. Tapi ternyata niat ini hanya menjadi niat saja tanpa ada tindakan apa-apa.

Sampai minggu lalu, batukku yang sudah sebulan lebih semakin menghebat dan sangat menganggu kegiatanku. Maka Jum'at minggu lalu aku meniatkan diri untuk langsung ke dokter paru dan pernafasan. Dan hasilnya, walau hasil rontgen tidak menunjukkan sesuatu yang berarti, tapi asmaku menjadi menetap dan tidak terkontrol. Maka dari itu, batukku pun tak sembuh-sembuh sebelum asmaku diselesaikan.

Dan memang, ventolinku menjadi tidak efektif ketika bernafaspun susah apalagi menahan nafas agar ventolin sempat bekerja. Pada akhirnya Sang Dokter meresepkan obat asma oral. Walaupun aku sudah menyampaikan bahwa aku tak tahan obat oral karena membuat dadaku berdebar tak terkontrol, dokter tetap mewajibkanku minum obat dengan setengah dosis karena bagaimanapun, ventolin sudah tidak membantu.

Akibatnya Jumat malam setelah minum obat pertama, aku jadi susah tidur, bahkan besoknya (sabtu) praktis aku tidak tidur 36 jam karena baru minggu malam aku bisa menidurkan diriku sendiri. Sehari semalam lebih itu aku dalam keadaan sadar, segar, ga ngantuk dan ga capek sama sekali. Aku jadi ngeri sendiri, karena teringat jaman dulu saat masih labil dulu, aku pernah merasakan perasaan sejenis ketika bersama saudara-saudaraku sepupuan mencoba dugem dan ada yang menyodori seperempat pil kecil untuk kita rasakan bersama-sama. Sensasinya sama, ga ada capek, ga ada ngantuk, ga ada lapar, ga ada rasa apa-apa kecuali semangat yang berlebihan. Bedanya, ketika sepupuku menjadi bahagia berlebihan, aku menjadi paranoid berlebihan sehingga aku bersumpah..ga akan mencoba pil kecil itu lagi.

Maka ketika sensasi obat asma itu sama dengan sensasi pil kecil itu, aku jadi ketakutan. Haruskah aku teruskan atau aku hentikan? Tapi karena hasrat mengontrol asmaku ini lebih besar maka efek aneh itu aku tahan saja dan memang pada hari ketiga aku sudah bisa tidur normal, walau masih dengan rasa tanpa capek dan tanpa lapar.

Hari ini waktuku untuk kontrol lagi dan mencoba pengobatan controller agar asmaku ini lebih terkontrol dan tidak kambuh tanpa sebab seperti saat ini.

I wanna get better so that my daughter won't worry about me again...

Wish me luck...
Read More..

Senin, Agustus 01, 2011

Selamat Ulang Tahun Adikku

Awal puasa kali ini menjadi momen spesial untukmu...karena tepat menandai 24 tahunmu.

Maka adikku sayang..jadikanlah momen spesial ini penanda untukmu. Penanda untuk mendapatkan masa depan yang indah yang selalu dalam ridho Allah SWT.

Tak cuma sekali Bapak cerita tentang batas umur 70 tahun, dan aku yakin kau pun pernah diceritai 70 tahun itu.
Maka sayangku, harapan Bapak atasmu menjadi wajib kau pikirkan, karena 70 tahun itu sebentar lagi.

Bagiku sendiri, kau tetap adik kecilku tersayang berapapun umurmu. Dan dirimu yang tak pernah berhenti belajar, terutama dari mengamati, menjadi hal yang sangat membahagiakanku.

Selamat Ulang Tahun Sayang...semoga Allah SWT selalu memberkahi kehidupanmu...

Peluk cium erat-erat....

Miss you a lot.
Read More..

Jumat, Juli 29, 2011

Cincau Hijau

Aku kenal cincau hijau itu waktu kuliah di Bogor karena di Banyuwangi, adanya cuma cincau hitam yang biasa dijadikan campuran es campur.

Ketika pertama kali merasakan cincau hijau, aku langsung suka sekali karena teksturnya yang lembut seperti puding terasa meluncur di tenggorokan. Beda dengan cincau hitam yang harus dikunyah dengan cukup kalau tidak mau kesedak pas nelan.

Waktu itu (dan sampai sekarang) yang kuutamakan adalah rasanya yang enak, aku yakin saja sih kandungannya pasti baik untuk kesehatan terutama untuk panas dalam.

Setelah di Jakarta, kadang-kadang kalau ada tukang cincau keliling lewat, aku sengajakan beli dan menikmati cincau hijau itu. Sampai suatu ketika aku nonton liputan investigatif di salah satu TV yang rutin menanyangkan hal beginian (beuh...benar-benar mengurangi nafsu jajan sembarangan). Itu loh tayangan yang biasa menampilkan bakso tik*s, ayam tiren, ikan asin formalin, kue boraks..yang begitu-begitu deh.

Nah, suatu ketika ada tayangan tentang cincau hijau ini yang ternyata ditambahi dengan pewarna tekstil dan bahan dasar bedak untuk lebih mempercepat proses pembekuan. Sejak saat itu aku jadi menahan diri dengan amat sangat ketika melihat tukang jualan cincau keliling lewat. Padahal kan aku suka banget dengan cincau hijau ini.

Sampai lama aku menahan diri seperti ini karena setiap kali sudah mau nekat beli di abangn-abang jualan, setiap kali itu pula keingat denga tayangan itu. Maka kalau makan di resto yang jelas saja aku mau minum cincau hijau ini. Dan tidak banyak restoran yang menyajikan cincau hijau sebagai minuman, sehingga masih terbatas saja pilihanku.

Sampai suatu ketika, aku iseng-iseng saja mampir di The Food Hall Kebun Jeruk dan menemukan cincau hijau kemasan gelas dijual disini. Aku senang sekali dan langsung ambil 3 gelas. Anak-anak suka dan aku tidak perlu cemas dengan keaslian si cincau hijau ini.


Jadi sekarang setiap saat pengen cincau hijau, maka tinggal mampir saja ke The Food Hall Kebun Jeruk.

Tapi rupanya mesti bersaing juga belinya, karena sempat berapa kali ketika kami sengaja kesana, si cincau hijau ini sudah habis ga tersisa satupun.

Hmmm....rupanya bukan aku saja penggemar cincau hijau ini.
Read More..

Rabu, Juli 27, 2011

Anak Perempuan II : Anakku Sendiri

Dua tahun lalu saat aku menghabiskan lebaranku di rumah Mertua, aku bisa memahami kenapa seorang Ibu ingin punya anak perempuan. Aku mengamati bahwa seorang anak perempuan adalah tambatan hati untuk Sang Ibu. Yaaah..saat itu yang aku amati adalah diriku sendiri dibandingkan Mertuaku yang tiga anaknya laki-laki semua. Saat itu aku di rumah Mertuaku dan merasa bahwa aku tidak bisa senyaman ketika di rumahku sendiri. Pada akhirnya anak perempuan akan menjadi kebutuhan luar biasa disaat seorang Ibu beranjak tua.


Saat ini aku ingin berbicara tentang anak perempuan dari sisi kebutuhanku terhadap anakku sendiri.
Sepulang kerja kemarin, tiba-tiba aku merasa tidak enak badan dan terasa mau demam. Maka sepanjang perjalanan pulang naik taksi, aku hanya berdiam diri memejamkan mata mencoba istirahat. Namun keadaan semakin memburuk ketika kami sampai di rumah.

Aku ga bisa melakukan apa-apa kecuali bergelung dibawah selimut dan menggigil tidak karuan. Dan saat ga ada satu orang dewasapun yang membantuku, Detya dengan cekatan mengurusku. Menyelimutiku, menyiapkan air minum bahkan merebus air agar aku bisa minum air hangat. Menelepon ayahnya menyampaikan keadaanku dan mengurus adik-adiknya agar membiarkanku istirahat.

Entahlah, demam tadi malam itu benar-benar membuatku tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal Wisam masih belum makan...padahal gaada makanan apapun di rumah. Dan Detya, langsung menanggapi ketika kuminta mengurus makan malam adiknya. Yaa..walau cukup dengan beli nasi goreng yang lewat depan rumah...tetap saja aku merasa sangat bangga ketika dia melakukannya dengan baik dan bertanggung jawab.

Detya pun juga segera menyiapkan keperluan sekolahnya besok pagi dan menyiapkan tempat tidurnya. Walau pada akhirnya anak-anak tidak tidur tepat waktu karena ga ada yang nemenin tidur...tetap saja tadi malam itu momen luar biasa yang membuatku sangat bersyukur punya anak perempuan.

Bagaimanapun Detya baru 8 tahun dan aku sudah bisa mempercayai dia untuk mengurusku dan adik-adiknya..

Jadi wajar kan jika aku merasa bangga luar biasa...
Read More..

Senin, Juli 18, 2011

Celengan Bambu

Suatu ketika Detya merajuk ingin punya celengan kaleng bergambar Barbie. Namun suamiku yang menyukai barang-barang buatan tangan, akhirnya berangkat ke toko bambu dan membuatkan celengan bambu seperti ini

Aku lupa tepatnya kapan membuat celengan ini, yang jelas sudah setahun lebih...mungkin akhir 2009.

Dan Sabtu lalu, mengingat si celengan ini sudah penuh maka anak-anak minta untuk dibongkar. Agar si celengan ini ga mubazir, maka setelah beberapa lama aku membatasi bahwa koin yang bisa masuk di celengan ini adalah koin 500 atau seribu.


Setelah dihitung-hitung, hasilnya kira-kira 200an ribu... Anak-anak sepakat untuk memasukkan uang ini ke tabungan mereka.. (walau sempat diambil sedikit-sedikit untuk beli mainan di abang-abang yang nongkrong dekat masjid..)

Sepertinya waktu untuk membuat celengan bambu yang baru lagi...
Read More..

Rabu, Juli 06, 2011

Bonus Deal keren



Gara-gara nulis tentang NAIA Beauty Gallery dan beberapa review tentang kupon Deal kerenku, rupanya salah satu Humas Deal Keren ada yang bertugas mencari berita tentang Deal Keren dan menemukan tulisan di blogku ini.

Diawali dengan komen di artikel NAIA:

Halo Mbak Dewi,

Aku Reza dari DealKeren.
Senang DealKeren bisa memberikan penawaran yang disukai Mbak Dewi.

Boleh aku minta alamat emailnya?
Kalau boleh kirim ke reza.yazdi@dealkeren.com

DealKeren mau kasih sesuatu buat Mbak Dewi, gak besar tetapi mungkin berguna hehehehe...

12 Juni 2011 21.38


Dilanjutkan dengan email-emailan dua kali, maka tadi malam Mas Reza mengirimkan email berikut :

Hai Mbak Dewi,
Kami baru saja menambahkan kredit sebesar Rp. 50.000 ke dalam akun Mbak Dewi.
Terima kasih sudah berbagi pengalaman di dalam blognya.
:)

--

Regards,

Reza Yazdi
Search Engine Specialist


DealKeren.com
STC Senayan Lantai 7/E
Jl. Asia Afrika IX Gelora Senayan
Jakarta


Tel: 021 - 5793 1988
Fax: 021 - 5793 1932


Rasanya pengen senyum-senyum terus sepagian ini....lumayan dapat tambahan kredit. Bisa aku pakai kalau ada deal lagi dari Chewy Junior dan New Zealand Ice Cream...

Dua deal ini sangat-sangat menarik....dan semoga ada lagi..

Thank you Deal Keren..
Read More..

Senin, Juli 04, 2011

Batik Banyuwangi

Dari sekian banyak koleksi batikku, sebagian besar adalah batik madura. Untuk Batik Banyuwangi sendiri, aku hanya punya satu. Kenapa Batik Madura? Karena harganya yang cukup terjangkau dan sudah bisa dapat batik tulis.

Beda dengan Batik Banyuwangi, kalau mau yang tulis harganya bisa dua kali lipat batik madura. makanya aku jadi perhitungan walaupun ini batik asli daerahku sendiri.

Lalu saat pulang kampung kemarin, aku mampir di toko batik Banyuwangi langgananku yaitu Sayu Wiwit. Biasanya aku langsung ke workshopnya tapi ternyata sekarang sudah ada toko batiknya tersendiri. Dan tampilannya membuatku ngiler...aduuuh...bagus semuanya.


Dengan warna-warni yang bikin aku suka dan motif yang beragam, langsung saja aku telpon teman baikku yang juga kolektor Batik. Hasilnya sukseslah aku membawa pulang 4 batik tulis, satu kombinasi dan satu cap. Harga batik tulisnya sudah naik, tapi karena aku beli agak banyak dan yang jual teman SMAku sendiri, aku dapat harga yang sama dengan saat aku beli tahun 2008 lalu.

Satu hal yang menyenangkan adalah, Sayu Wiwit sekarang juga menyediakan batik kombinasi dan Cap sehingga pilihan harganya jadi beragam dan ga berat di kantong.




Alamat Batik Sayu Wiwit
Jalan Sayu Wiwit No.61 Temenggungan
Banyuwangi Jawa Timur
telp: 0333-422642
HP: 085859392244
Read More..

Banyuwangi dan Wisata Kuliner

Hal yang pasti kurindukan saat pulang ke Banyuwangi adalah makanannya. Ada banyak makanan khas yang ada di Banyuwangi.

Sebut saja Rujak Soto, makanan ini hanya ada di Banyuwangi. Kalau rujak cingur rasanya sudah umum bagi para Jawa Timuran dan memang termasuk makanan wajib di Jawa Timur. Tapi Rujak Soto...hmmm..hanya ada di Banyuwangi. Sesuai namanya, Rujak Soto adalah campuran rujak cingur dengan soto madura dengan isi jerohan (babat dan iso/usus)...dan memang begitu cara buatnya. Rujak cingur yang sudah siap, disajikan dalam mangkuk dan disiram dengan soto jerohan... Hasilnya? yummy luar biasa buatku.

Bagi orang yang bukan Jawa Timur, mencoba rujak cingur butuh keberanian karena warna rujak yang hitam karena efek petis, membuat orang jadi tidak berselera. Nah bagi orang yang sudah terbiasa makan rujak cingur, rujak soto tetap produk yang aneh. Untungnya suamiku mau mencobanya dan sekarang beliau yang paling bersemangat nyari rujak soto kalau pulang ke Banyuwangi.

Makanan wajib lainnnya adalah Sego Janganan. Walaupun janganan artinya sayuran, tapi sego janganan yang biasa dijadikan makanan untuk sarapan ini sama sekali tidak ada unsur sayuran sama sekali, kecuali jagung bakar dan parutan kelapa yang berkuah. Selainnya adalah unsur ikan laut, baik yang dipelas (pepes) atau di pindang kuah. Ditambah sambal kemiri dan kerupuk, juga separo telor pindang..maka Sego Janganan jadi sarapan yang nikmat dan mengenyangkan..


Sayang, aku ga sempat mengabadikan sendiri gambar sego janganan ini, foto dari sini kurasa cukup mewakili (walau ga kelihatan detilnya)

Naaah..ada satu makanan khas yang ga perlu aku beli...cukup dibuatkan ibuku sendiri yaitu Sego Tempong. Tempong artinya tempeleng, jadi disebut sego tempong karena sambalnya pedas luar biasa sehingga rasanya seperti abis ditempong...Sego Tempong buatan ibuku sungguh dengan sambal yang luar biasa pedaaasss....I miss her sambel already :(

Sego tempong hanya terdiri dari nasi dengan sayuran rebus standar misalnya terong mini, bunga turi, kangkung atau daun kenikir di siram dengan sambal yang puedess tadi dengan lauk tahu/tempe dan ikan asin goreng. Dimakan kapanpun, baik pagi siang atau malam akan tetap terasa nikmat...

Selain makanan khas tadi, ada lagi makanan wajibku jika pulkam yaitu pangsit mi. Bukan seperti Mie Ayam walaupun ingridientnya sama..tapi kering seperti Cwie Mie Malang, daging ayamnya dicacah kering tapi bumbunya terasa. Ah, pangsit mi itu harus masuk dalam menu wajib makan.

Untuk snack, ada yang namanya Uceng-Uceng dan Orog-Orong, dua-duanya berbahan dasar tepung beras hanya berbeda cara pengolahan. Dimakan dengan taburan kelapa dan gula pasir...Uceng-Uceng dan Orog-orog masuk dalam menu wajib makanku.

Hasilnya....beberapa hari ini perutku terasa penuh terus karena kebanyakan makan selama di Banyuwangi...

Ahh...tak sabar menunggu waktu pulang kampung tiba lagi...

Read More..

Selasa, Juni 28, 2011

Barang Yang Tak Terpakai

Jadi gini, dengan tiga anak yang semuanya aktif, seringkali baju-baju yang mereka pakai berumur pendek. Semuanya berakhir dengan kondisi mengenaskan yang sungguh tak layak jika disumbangkan kepada orang lain.

Begitu juga dengan mainan. Mainan itu cepat sekali rusak dan akhirnya dalam keadaan berantakan. Untung saja untuk mainan, anak-anak suka menggunakan kembali untuk dirangkai menjadi mainan imajinatif lainnya. Bekal tambahannya cuma lem tembak dan cat spray, maka jadilah mainan model baru.


Yaaaa...memang pada akhirnya mainan baru itu tetap saja tidak berumur lama, tapi setidaknya mengurangi volume beli mainan.

Nah, untuk baju bekas tadi, seringkali beralih fungsi menjadi serbet dan jika sudah kotor sekali, maka langsung masuk tempat sampah. Akhir-akhir ini stok baju bekas itu semakin menumpuk, sedangkan serbet masih banyak. Maka dengan bantuan mesin jahit, aku jadi punya banyak keset... dan karena suamiku sangat maniak terhadap keset, maka sebanyak apapun aku buat..tetap akan terpakai. Kaos-kaos bisa ditumpuk sehingga jadi cukup tebal untuk menyerap air jika ada air yang tumpah. Atau handuk-handuk butut yang aku sendiri bingung mau diapain, akhirnya beralih fungsi jadi keset kamar mandi. Kalau hanya digelar saja, tanpa ditumpuk dan dijahit, jadi malah cepat rusak dan sobek. Namun jika dilipat dengan tepat, jadi keset yang cukup manis untuk diletakkan di pintu depan.


Nah, ada baju-baju yang mau dibuat jadi keset kok ya sayang..apalagi buat serbet...ga tega. Maka meniru ide anak-anak untuk menjadikan barang lain yang lebih berguna...maka iseng-iseng, aku jadikan tas. Ini adalah seragam sekolah anak-anak yang warnanya udah buluk dan ada sisa-sisa cat, jadi sudah cukup lama tersimpan di lemari tak terpakai. Dan dengan ide yang sama seperti saat membuat tas bingkisan kemarin, maka jadilah tas punggung yang bisa dipakai untuk membawa baju untuk ganti di Daycare.


Waah...jadi semakin semangat untuk remake baju-baju lainnya...

Eh, ada satu yang menggantung nih dari tas tadi. Gimana ya caranya biar tas jadi ga letoy kalau dipakai di punggung. Karena penampakan ketika digantung kok jadi ga tegak ya...mesti dipasangi apa ya biar kaku.




Read More..

Jumat, Juni 24, 2011

Akhir Tahun Ajaran


Alhamdulillah...anak-anak sudah menerima laporan akhir tahunnya...Detya dengan nilai yang lebih baik dari semester lalu, tentu saja naik kelas masih dengan peringkat yang sama dan dengan alasan yang sama juga....Yaaaa...itu salah kami sendiri yang tidak bisa menyediakan Detya waktu yang normal selayaknya anak-anak lain. Dengan prestasi itu, aku sudah sangat bersyukur. Satu yang jadi bahan diskusiku dengan wali kelasnya adalah tentang Detya yang sudah jarang bercerita tentang segala hal di sekolah. Aku kawatir, jika ini dibiarkan, kami jadi jarang curhat-curhatan lagi dan aku jadi tidak tau bagaimana perasaan hatinya saat ini. Aku harap sikap rahasia Detya berkurang agar aku bisa tau segala hal tentang Detya lagi.

Gurunya bercerita bahwa sepertinya semua murid kelas dua juga mulai menyimpan cerita hanya untuk teman dekatnya saja, tidak mau berbagi cerita dengan guru. Beliau menyarankan agar aku saja yang searah dulu bercerita tentang keseharianku untuk memancing mereka cerita. Well, sudah aku lakukan sih, tapi sepertinya kurang intens. Harus lebih intens lagi kalau gamau anak gadisku semakin berahasia padaku, terutama tentang lawan jenis.

Untuk Javas sendiri, walau ketika menyampaikan laporan sambil meminta kami menandatangani kesepakatan dengan sekolah untuk selalu terlibat dalam pembelajaran Javas agar bisa mengikuti kelas dua dengan baik, wali kelas berulang-ulang menekankan bahwa sebenarnya Javas sangat mengerti dan tidak terlihat adanya tanda-tanda bahwa dia memerlukan kebutuhan khusus. Tipe Javas adalah auditory sehingga walau dia seakan-akan tidak ada perhatian ke pelajaran saat itu, dia mendengarkan dengan baik dan ketika recalling, dia dapat menyampaikan kembali apa saja yang tadi dipelajari (ketika dia sibuk menggambar mobil)

Namun apabila kami ingin mencari tau ke profesional apakah Javas perlu kebutuhan khusus, beliau tidak melarang bahkan menyambut baik keinginan kami untuk mengetahui masalah Javas sejak dini.

Pada akhirnya, beliau minta agar nanti ketika kelas dua, kami selalu memonitor perkembangan Javas dengan diskusi seminggu sekali bersama walikelasnya sehingga perkembangan Javas dapat dimonitor terus menerus dan segera dicari jalan keluar jika mengalami hambatan.

Mengingat tipe Javas adalah auditory maka gurunya menyarankan agar kami menyiapkan kliping di rumah yang berhubungan dengan materi saat itu. Kliping itu diberi penjelasan ringkas dan dipasang di tembok sehingga setiap saat bisa termonitor Javas dan akhirnya terbaca dan termengerti dengan baik.

Umumnya, anak-anak kelas satu dan dua sangat memerlukan aplikasi nyata dari teori yang diajarkan di sekolah. Dengan kliping yang merupakan wujud nyata dari pelajaran di sekolah, anak-anak dapat mengkaitkan langsung antara teori dengan kenyataan.

Well...I can do that.....

Aku sangat berharap bahwa apa yang disampaikan gurunya bahwa Javas baik-baik saja dan sangat bagus di Matematika dan IPA, akan memudahkanku dalam menemani Javas belajar. Tinggal semangatku sendiri yang harus terus menyala untuk dapat menemani pembelajaran Javas.

Love you dear Javas....mari kita sama-sama semangat menyongsong kelas dua nanti....
Read More..

Senin, Juni 20, 2011

Bingkisan Untuk Guru

Aku lupa tepatnya kapan, yang pasti saat itu aku masih bujang, aku perhatikan ada kebiasaan orang tua memberi bingkisan untuk guru anak-anaknya. Aku perhatikan para Ibu di kantor sibuk mencari sesuatu saat akhir tahun ajaran tiba. Reaksiku saat itu adalah: "Ya ampun sejak kapan ortu harus ngasih beginian sama guru ya? Untung jamanku dulu gaada yang model begini".

Sebenarnya bukan masalah ngasihnya yang jadi keberatanku, tapi jadi kewajiban memberi itu yang membuatku ga suka. Wajib memberi karena orang tua lainnya juga memberi, dan pemberian yang biasa-biasa saja jadi akan memalukan jika dibandingkan dengan orang tua lain. Maka, semakin bagus akan semakin baik, semakin mahal akan semakin berkelas (bagi yang ngasih). Pemberian kepada guru yang didasari oleh persaingan tak kasat mata diantara orang tua murid.

Eniwei, aku tidak pernah memikirkan masalah pemberian itu, karena di TK anak-anakku ada kebijakan ketat bahwa tidak ada pemberian orangtua kepada perorangan atau sekelompok guru. Di RA Istiqlal dengan model BCCT maka semua guru adalah satu tim karena tiap sentra ada tim yang bertanggung jawab dan anak-anak selalu berkeliling ganti sentra setiap waktu. Bahkan jika orangtua ingin diskusi dengan guru mengenai perkembangan anaknya, maka harus dengan perjanjian karena penanggungjawab kelompok harus mengumpulkan informasi dulu dari semua sentra, baru kemudian diskusi bisa dilakukan.

Kalau memang ada pemberian dari orangtua, harus dilakukan untuk semua tim guru. Makanya, bingkisan untuk guru selalu dikoordinir bersama dan hanya ada pada Hari Raya Idul Fitri dan kelulusan anak-anak RA. Saat itulah, jika orang tua ingin menyampaikan sesuatu maka dikoordinir bersama.

Saat Detya mulai SD pun juga tidak ada bingkisan karena kupikir kebijakan di RA tadi juga berlaku untuk MI.

Sampai akhir-akhir ini ketika aku menghadapi kesulitan dalam menemani Javas belajar. Dan wali kelas Javas adalah satu-satunya guru yang bisa membuat Javas belajar dan akhirnya bisa membaca dengan baik. Aku gabisa membayangkan bagaimana wali kelas itu bisa membuat Javas duduk manis dan berlatih terus, saat aku harus menggunakan berbagai rayuan dan kadang berakhir dengan nada tinggi yang aku kawatirkan malah membuat Javas semakin malas berlatih.

Aku jadi memikirkan ulang, apa saja yang telah aku lakukan buat Detya dan Javas sampai akhirnya mereka seperti ini. Detya sama sekali kami lepas begitu saja, tanpa pendampingan yang cukup untuk belajar, dia bisa jadi terbaik di kelas 1. Selama kelas 2 pun dia masih dengan pola yang sama dan mendapat nilai terbaik di ujiannya walaupun tidak jadi yang pertama karena kurang lengkapnya dia mengerjakan PR. Praktisnya, kami ga ngapa-ngapain tapi prestasi Detya sangat memuaskan. Darimana bisa begitu, tentu saja peran gurunya sangat luar biasa.

Begitu juga dengan Javas, walaupun pendampingan dengan Javas lebih intens, tapi tetap saja dia merasa bebas dengan orangtuanya sehingga bisa leluasa menolak jika ditemani belajar. Hanya dengan wali kelasnya dia jaim sehingga bisa duduk tenang ketika belajar. Dan wali kelasnya walaupun sempat kuanggap terlalu keras untuk anak kelas satu (ya..well..sebenarnya karena tidak ada excuse untuk Javas maka kuanggap terlalu keras) sungguh sangat komunikatif ketika aku curhat segala macam tentang Javas dan selalu memotivasiku untuk mencoba beragam cara ketika belajar dengan Javas.

Dengan sedikitnya yang kulakukan untuk anak-anakku dan aku mendapatkan anak-anak yang bersemangat belajar, membuatku rasanya ingin memberikan apa saja untuk guru-gurunya. Tapi sepertinya dengan kebijakan tidak ada pemberian apapun untuk guru perorangan maka aku harus menghormati aturan itu.

Tapi kalau handmade kan ga ada salahnya to?....Saat ini sedang mencicil satu persatu handmade untuk guru-guru Detya dan Javas. Dan ini salah satunya:


Aku lupa link-nya mana, tapi waktu itu aku sempat memperhatikan detil pembuatan tas dua sisi ini dan kemarin sukses mencobanya. Paling engga, tas ini bisa jadi pembungkusnya dan bisa dipakai untuk keperluan lain.
(Catatan: nemu link yang paling mirip dengan yang aku buat...walau waktu itu ga pake link ini...)

Balik lagi ke masalah pemberian kepada guru tadi, kemarin aku sempat membaca komentar seseorang yang mengeluhkan masalah bingkisan ini. Well...jika alasannya adalah kewajiban karena orangtua lain melakukan itu dan nilai barang menjadi penting...maka ya...aku tetap tidak setuju dengan pemberian yang seperti itu.

Tapi jika ikhlas dari dalam hati ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya buat peran guru...maka itulah yang akan aku lakukan.....

Pagiku cerahku
matahari bersinar
kugendong tas merahku di pundak

selamat pagi semua kunantikan dirimu
di depan kelasku menantikan kami

Guruku tersayang
guruku tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Nyatanya diriku kadang buatmu marah
namun segala maaf kau berikan



Guruku tersayang
guruku tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku


Ciptaan : Melly Goeslaw dari Album Dara : Tiga Kata Ajaib


Read More..

Kamis, Juni 09, 2011

NAIA Beauty Gallery

Awal Mei lalu ada penawaran dari Deal Keren untuk paket perawatan Deluxe Whitening Nourishing Package dari NAIA Beauty Gallery dengan diskon 75% dari harga Rp401.500,- menjadi Rp99.000,-. Tentu saja aku jadi tertarik apalagi bahan untuk perawatannya adalah produk Kose yang cukup terkenal. Dengan harga segitu dapat 3 perawatan lengkap kan jadi menggiurkan.

Aku beli 3 kupon dan janji sama teman samping meja untuk berangkat kesana bareng-bareng. Hanya saja ternyata temanku itu gajadi beli dan ikut gantiin saja 1 kupon yang sudah kubeli. OK saja buatku karena toh aku masih punya dua sisanya.

Setelah gagal booking awal Juni lalu, maka akhirnya kami dapat slot untuk tanggal 8 Juni dan kemarin kami berdua langsung meluncur ke lokasi.

Hadew..ketika di lobi saja suasananya cukup menyenangkan. Walaupun sedikit kebingungan ketika baru masuk, tapi resepsionisnya cukup membantu sampai akhirnya petugas yang melayani kami datang



Mbak Saro yang kebagian melayani aku, menyapa dengan ramah dan langsung menunjukkan tempat untuk ganti bathrope dan perlengkapannya. Setelah beres, langsung diajak menuju kamar yang memang dikhususkan untuk pelayanan perorangan. Di kamar itu ada tempat tidur kecil yang memang didesain untuk pijat, yang kasurnya juga berfungsi sebagai penghangat, ada bathtub seperempat lingkaran yang nyaman untuk dipakai berendam bahkan jika berdua, juga westafel untuk cuci tangan. Bagus, bersih dan nyaman. Penerangannya pun bisa diatur jadi mau terang atau gelap sehingga mengundang kantukpun, bisa distel.





Catatan: Gambar dari NAIA

Lalu perawatan NAIA Signature Massage dimulai. Pijat ini merupakan pijat khas yang biasanya digunakan pada perawatan physiotherapy, yang berfungsi untuk membuat tubuh relaks, mengurangi kelelahan, menghilangkan gangguan dan menormalkan otot yang bermasalah di seluruh tubuh. Kebetulan sudah dari hari minggu aku sakit di pundak karena salah posisi tidur yang akibatnya ga bisa nengok dengan leluasa. Pijatan yang runut dan bertenaga sungguh membuat tubuh terasa nyaman.

Pijat selama lebih dari satu jam itu dilanjutkan dengan Milk Body Scrub dan Milk Body Mask . Nah pada waktu menunggu masker ini, aku sukses tertidur dengan nyaman...heheheh..

Pada akhirnya kalau harga bandrol sebesar Rp401.500,- dengan suasana dan pelayanan seperti itu...sepertinya cukup pantas apalagi disitu ditawarkan untuk perawatan sejenis selanjutnya dapat diskon 50%.

Aku sendiri si..tetap mikir berkali-kali dengan hasilnya ga akan rela kalau harus mengeluarkan 400 ribu untuk sekali perawatan...

Tapiii..untung saja ada Deal Keren...kalau kupon satunya sudah terpakai, tinggal tunggu saja penawaran lainnya yang masuk sesuai kantongku... I love discount...heheheh...

Thank you NAIA...thank you Deal Keren....

Update 9 Juni 2011
Cincinku ketinggalan di kamar perawatan.. karena teledor ketika terburu-buru keluar kamar untuk mandi. Hanya arloji dan kunci loker yang ingat kubawa. Baru teringat kamis malam ini bahwa cincinku ketinggalan di NAIA dan segera kutelepon.
Ternyata petugasnya bilang, ga ada barang ketinggalan disana. Mereka bilang, biasanya siapapun OB yang bertugas, akan mengumpulkan barang-barang yang ketinggalan, bahkan jepit pun akan di kembalikan. Dan cincinku ga ada sama sekali, baik di meja maupun di loker.

Yeah..rite....cincin dibandingkan sama jepitan rambut...

Eniwei..this is my own mistake...lain kali harus benar-benar aware akan barang-barangnya sendiri..

Read More..

Naik Motor

Sebenarnya kalau hanya sekedar naik motor, dari jaman SMP dulu aku sudah cukup lancar, SMA pun sudah punya SIM C pas saat berumur 17 tahun. Naik motornya pun cukup lancar cenderung nekat. Alhamdulillah, walaupun nekat tidak ada hal buruk yang terjadi kecuali pernah jatuh gara-gara ada benang layangan putus yang melintang di jalanan dan tidak terlihat sama sekali yang akhirnya pas mengenai leherku. Untung saja waktu itu aku sedang berjalan pelan sambil cekikikan dengan teman yang kubonceng. Jadinya leherku hanya lecet agak dalam setengah leher dan jatuhnya hanya gabruk ringan saja.

Efeknya adalah setelah itu aku ga berani bolos kursus lagi, takut kualat sama yang bayarin les :D

Beberapa waktu lalu aku nonton tayangan di tv kabel tentang "1000 Ways To Die" yang salah satunya adalah tentang pembuluh darah di leher yang sangat sensitif, yang apabila terkoyak maka dalam waktu lima menit akan segera bleeding to death dan ga ada lagi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan korban. Waaaaah...setelah itu aku merasa sangat-sangat beruntung bahwa waktu kejadian benang layangan itu aku dalam keadaan nyetir santai cenderung pelan sehingga benang itu hanya sedikit menggores leherku....

What if at that time I drove my motorcycle very fast like I used to... Alhamdulillah Ya Allah....


OK..balik lagi ke masalah naik motor...setelah melahirkan Detya...tiba-tiba saja nyali untuk naik motor hilang entah kemana. Seluruh tubuhku jadi lemas ketakutan ketika bersiap-siap naik motor. Dan memang, selama keluar dari Banyuwangi, aku sudah jarang naik motor sehingga nyali itu sepertinya perlahan-lahan hilang sampai akhirnya habis sama sekali ketika Detya lahir.

Apalagi lalu lintas Jakarta sungguh mengerikan, maka ketakutanku semakin bertambah. Pada akhirnya, sekarang-sekarang ini aku hanya berani naik motor keliling kompleks saja. Pernah mencoba untuk keluar komplek yang berakhir hanya berani belok ke arah kiri. Itupun dengan jalan pelan di lajur paling kiri ditambah deg-degan ga karuan.

Sampai akhirnya long weekend kemaren...anak-anak ternyata tidak libur pas hari Jumat kejepit itu. Suamiku sendiri harus pulang kampung bersama Wisam karena harus mengurus perpanjangan SIM. Akhirnya, setelah memperhitungkan biaya taksi yang harus bolak balik dan pasti berat di ongkos, aku memutuskan untuk menitipkan anak-anak agar bareng temannya yang tinggal di Kebun Jeruk. Aku sendiri tinggal di Ciledug, jadi Ciledug - Kebun Jeruk tidaklah begitu jauh.

Masih saja berhitung bahwa taksi bolak-balik ke Kebun Jeruk pagi dan siang masih terasa berat, sehingga dengan nekat, aku beranikan naik motor ke Kebun Jeruk itu. Diawali dengan pada hari Kamis keluar kompleks untuk belajar belok kanan, maka jumat pagi itu aku sukses mengantar anak-anak ke Kebun Jeruk (walau tidak berani sampai di rumahnya langsung) dan akhirnya menunggu di dekat lampu merah. Jalanan masih agak sepi sehingga tidak terasa mengerikan. Baru setelah arah balik ke Ciledug, lalu lintas sudah mulai padat sehingga naik motornya dengan agak grogi.

Alhamdulillah...pada akhirnya perjalanan pulang bisa terselesaikan dan jemput pas sore harinya juga lancar semuanya. Hikmah hari itu adalah bahwa ketakutan itu memang hanya ada di otak, dan ketika sudah bisa menjinakkan rasa takut itu, Allah akan membantu memudahkan hal-hal lainnya.

Jadi perjalanan kepepet ngantar anak-anak itu ternyata bisa menumbuhkan rasa percaya diriku dan mengurangi ketakutanku secara cukup signifikan.

Langkah selanjutnya adalah semakin sering berlatih naik motor keluar kompleks untuk memudahkan jika nanti mulai belajar nyetir mobil....wish me luck...
Read More..

Rabu, Juni 08, 2011

Dompet, Nakas, Mobil dan Ventolin

Akhir-akhir ini, asmaku kambuh semakin parah dan tak kenal waktu. Semalaman ketika tidur, aku bisa bangun 2-3 kali dengan sesak nafas yang tiba-tiba dan akhirnya perlu semprotan Ventolin. Itu baru malam hari ketika tidur, bagaimana kalau saat siang atau saat terjaga?

Setidaknya, bisa butuh 7-8 kali semprotan total 24 jam. Aku tau, sudah waktunya aku ke dokter lagi menyelesaikan masalah ini. Tapi membayangkan apa saja yang akan dokter katakan, membuatku sedikit pesimis. Capek dengerin hal yang sama berulang-ulang. Ah...tetap aku harus segera ke dokter.

Beberapa waktu lalu, suamiku cerita kalau orang yang ngontrak rumah kami di Kediri, ditemukan meninggal dalam keadaan meringkuk dengan menggenggam ventolin. Rupanya beliau mendapat serangan asma yang tidak sempat tertolong, walau ventolin sudah dalam genggaman. Sebelum itu, ada teman yang cerita hampir serupa tentang seorang perempuan yang meninggal karena serangan asma yang tak tertolong.

Mendengar itu, Detya langsung ketakutan. Dia minta aku agar jangan lepas dari ventolin dimanapun aku berada. Ah, anakku sayang...dengar cerita-cerita itu membuat dia sangat mengkhawatirkanku. Dia pernah melihatku dalam keadaan serangan tanpa pegang ventolin sama sekali, untung suamiku langsung bergegas ke mobil. Jadi dia bisa membayangkan bagaimana jadinya jika ga ada yang membantu mengambilkan ventolin.

Sebenarnya untuk menyiasati itu, aku sudah menyiapkan ventolin di lokasi tertentu. Satu di mobil, satu di nakas dekat tempat tidur (bukan nakas sebenarnya, hanya satu spot dekat tempat tidur) dan di tas yang kubawa sehari-hari. Karena tas tidak selalu kubawa kemana-mana, maka aku sengaja mencari dompet yang cukup besar untuk bisa dimuati ventolin.

Jadi disemua lokasi sudah tersedia ventolin. Itu cukup mengurangi kekhawatiran Detya. Namun ternyata, seiring waktu, ventolin di mobil yang paling utuh sehingga ketika ventolin di dompet habis maka yang di mobil itu jadi ke dompet dan yang di dekat tempat tidur sering berpindah tempat tergantung posisiku saat itu ada dimana. Pada akhirnya, dompet, mobil dan nakas jadi tidak beraturan lagi.

Sabtu minggu lalu adalah saat terburuk dari semua seranganku. Karena libur panjang, maka ventolin yang di dompet posisinya jadi berubah entah dimana. Untungnya ventolin yang di rumah sempat berpindah di mobil. Nah, malam minggu itu aku menghadiri kondangan anak mantan bosku. Karena suamiku pulang kampung bareng Wisam, maka aku minta bantuan sopir tembakan untuk ngantar ke kondangan bareng anak-anak.

Suasana kondangan sangat ramai sehingga perlu antrian sangat panjang untuk bisa ngucapin selamat kepada mempelai dan orang tua. Karena terlalu panjang aku putuskan untuk mencoba berbagai pilihan makanan, lalu mulai ikut antri. Antriannya ada 4 lajur yang mengular sampai di pintu masuk gedung. Suasana sesak itu membuatku merasa sesak. Ketika kulihat di dompet, ternyata ga ada ventolin sama sekali. Kucoba tenang karena panik bikin sesakku tambah parah.

Ternyata sesak itu semakin hebat sampai ketika giliranku salaman, keringan dingin sudah mulai keluar dan aku hanya bisa tersenyum, gabisa bicara sama sekali. Setelah menyempatkan diri sms ke pak sopir, maka aku menunggu di lobi. Sesakku tambah hebat dan keringat dingin sudah membuat rambutku basah kuyup. Pak sopir belum datang juga. Rasanya sekelilingku semakin berputar dan aku semakin susah menarik nafas. Total dari awal serangan sampai akhirnya aku bisa mencapai ventolin di mobil sekitar 38 menit. Dalam waktu itu rasanya sungguh tersiksa dan ketika berlari masuk ke mobilpun, terasa semakin berputar. Perlu 4 kali semprotan sampai akhirnya aku bisa bernafas dengan baik....dan kepalaku terasa pusing luar biasa karena oksigen bisa leluasa masuk ke otak.

Detya kelihatan jauh lebih panik daripada aku karena dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dan ketika semuanya usai, dengan pelan dia berkata : "Bunda..jangan lupa lagi bawa ventolin ya.."

Ketika aku selesai cerita ke suamiku, beliau juga berpesan agar aku berusaha keras untuk tidak melupakan ventolin disisiku karena hanya aku sendiri yang bisa bereaksi cepat sedangkan orang lain hanya bisa menatap putus asa karena gabisa membantu sama sekali.

Aku sendiri? Baru kali itu aku meneteskan airmata setelah mengalami serangan karena aku jadi bisa membayangkan betapa tersiksanya dua orang yang aku ceritakan di atas itu ketika akhirnya meninggal.

Jadi aku mulai membenahi lagi lokasi ventolin yang sudah kuantisipasi...Dompet, Nakas dan Mobil..

Ah..seandainya ada ventolin kecil yang bisa kukalungkan di leherku....
Read More..

Senin, Mei 23, 2011

Koordinasi Tubuh

Kalau dalam teori multiple intelligences, aku tuh ga punya kepandaian Bodily-kinesthetic. Olahraga paling gabisa, badan ga ada lentur-lenturnya sampe goyang badan mengikuti irama pun gabisa. Dulu belajar naik sepedapun baru bisa setelah umur 7 tahun, itupun setelah malu ati melihat anak umur 3 tahunan sudah lancar bersepeda ria.

Itulah mengapa, nyetir mobil menjadi hal yang menakutkan buatku. Bagiku, nyetir itu adalah hasil koordinasi dari seluruh anggota tubuh, dari mata, kaki, tangan, kepala juga...jadinya dengan aku yang level Bodily-kinesthetic intellegence di level yang paling rendah, nyetir adalah cobaan hidup terberat.

Jadi waktu aku menyampaikan keinginanku untuk mulai belajar mengenali mobil, suamiku bertepuk tangan dengan heboh (sampe aku malu sendiri), tapi berakhir dengan menyarankanku untuk belajar berani naik motor sendiri ke pasar, baru kemudian belajar mengenali mobil. (jiahhhh....cepede).


Eniwei, dulu jaman sepatu roda sampe roller blade, aku juga ga pernah sukses bisa belajar. Dan mulai bulan April lalu, suamiku mengajak anak-anak untuk mencoba ice skating, paling tidak sebulan sekali. Karena Wisam masih belum boleh ikutan, maka amanlah aku dari kewajiban ikut ke arena ice skating.

Percobaan pertama, anak-anak dengan antusias berhasil 2 kali mengelilingi arena ice skating dengan berpegangan di pinggir, kadang kala belajar seluncur. Latihan kedua, Detya dan Javas sudah sukses meluncur dengan lancar...dan berakhir dengan memaksaku untuk mencoba memasuki arena...


Setelah gagal berkelit...maka dengan hati dag-dig-dug ga karuan aku mencoba memasuki arena es yang licin itu...dan sukses hanya berani berjalan sejauh dua meter dengan berpegangan erat di pinggir arena....

Anak-anak...maafkan Bundamu ini......gabisa memberikan contoh yang baik tentang bagaimana harus berjuang.....

Ampuuun...

Read More..

Kamis, Mei 19, 2011

Chewy Junior by Deal keren



Ketika Deal Keren menawarkan voucher New Zealand Natural, tanpa ragu-ragu aku pesan 10 voucher. Ya..terutama sih karena harganya Rp15.000,- untuk voucher senilai Rp50.000. Ternyata emang menguntungkanlah dengan cuma 15ribu bisa mendapatkan es krim yang luar biasa enak atau jus buah asli 100%.


Lalu ada voucher Le Soho Cupcake yang aku beli cukup banyak juga dengan harapan untuk merayakan ultah Wisam di TPA. Walaupun tidak jadi dirayakan di TPA, tapi cupcakenya lumayan untuk cemilan anak-anak saat weekend. Kebetulan suamiku ingin mengajarkan anak-anak main ice skating di Sky Rink MTA, jadi setiap kali ke MTA, sekaligus menukarkan voucher cupcake itu.

Nah, yang agak-agak nyesel adalah ketika beli voucher Chewy Junior. Maklum aku gatau apa sih Chewy Junior itu? Walaupun ada gambarnya, tetap saja ga yakin gimana rasanya. Dan lagi, waktu itu ga yakin juga bakal gampang main ke MTA sehingga aku memutuskan hanya beli satu voucher saja.




Ternyata oh ternyata...Chewy Junior itu rasanya enak banget. Kenyal-kenyal creamy sekaligus cruncy...gabisa menggambarkannya deh pokoknya...yang jelas suami dan anak-anakku suka banget juga. Dan 1 voucher dapat selusin itu langsung habis dalam sekejap saja.

Aaaaa...nyesel deh..kenapa hanya beli satu voucher....
Read More..

Rabu, Mei 18, 2011

Just The Way You Are

Bruno Mars - Just The Way You Are Lyrics

Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying

She's so beautiful
And I tell her every day

Yeah I know, I know
When I compliment her
She wont believe me
And its so, its so
Sad to think she don't see what I see

But every time she asks me do I look okay
I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Her lips, her lips
I could kiss them all day if she'd let me
Her laugh, her laugh
She hates but I think its so sexy

She's so beautiful
And I tell her every day

Oh you know, you know, you know
Id never ask you to change
If perfect is what you're searching for
Then just stay the same

So don't even bother asking
If you look okay
You know I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Gambar dan lirik dari sini

Aku sedang suka mendengarkan lagu ini (siapa yang tidak coba..?). Sungguh membahagiakan jika apa adanya diri ini dipuja seperti itu dan gaada yang ingin diubah dari apa adanya itu...

Hanya sayang, kenapa ceweknya digambarkan kok ga secure dengan dirinya sendiri gitu si..?
Read More..

Berdamai Dengan Tikus


Gambar dari sini

Aku sempat berpikir bahwa tikus hanya menyerang rumah-rumah lama saja yang memang inrastrukturnya sudah kuno, seperti di kompleks rumah dinas tempatku tinggal. Kompleks ini dibangun awal tahun 1980an sehingga wajar saja jika sistem sanitasinya sudah kuno dan akhirnya dihuni kawanan mbokti(kus).

Tapi setelah aku tanya teman-temanku yang tinggal di cluster-cluster baru, rupanya problem mbokti ini memang tetap ada. Intinya, dimana ada rumah tinggal, disitu akan berkembang-biak pula kawanan mbokti.

Masalahnya di rumah dinasku sekarang ini, tikusnya sungguh luar biasa banyak dan ganas. Ini karena ketika musim mutasi pejabat tiba, maka banyak rumah kosong ditinggal pindah penghuninya. Saat ini saja, dua rumah disamping kananku kosong sudah hampir tiga tahun ini. Di sayap kiri ada satu rumah yang baru beberapa minggu ini kosong. Akibatnya, mbokti yang seharusnya dibagi rata dalam mencari buruan, jadi berkurang wilayah buruannya. Akibatnya, rumahku yang paling dekat dengan rumah kosong itu, menjadi sasaran utama perburuan para mbokti.


Sudah beragam cara kulakukan untuk mengurangi serangan mbokti ini, dari yang paling kuno adalah kotak jebakan, lem tikus, sampai beragam model racun mbokti, sudah aku coba. Tapi serangan malah semakin parah yaitu naik ke meja dapur dan mengerikiti apa saja yang bisa dikerikiti. Jadi kalau lupa menyimpan makanan ke dalam ruang penyimpanan, bisa dipastikan bakal ada bekas kerikitan mbokti. Dan jika tidak ada satupun yang bisa digondol, maka peralatan apapun yang ada di meja akan ada bekas kerikitan. Sudah habis berapa banyak tupperware yang hancur karena kerikitan mbokti ini...benar-benar merugikan.

Lalu bulan lalu ketika Bapakku ada, beliau akhirnya bilang: "Ya sudahlah, daripada siti(kus) cari makanan sampai ke meja-meja begini, direlakan saja untuk menyediakan sisa makanan di pojok dapur. Karena bagaimanapun siti akan cari makanan kemana-mana."

Mendengar itu, aku jadi sedikit terpana karena aku tidak pernah berpikir seperti itu. Pikiranku hanya membasmi, membasmi dan membasmi. Tak sekalipun terpikir untuk berdamai seperti ini. Bagaimanapun mbokti ini sudah bernak-pinak entah dimana yang aku tidak tau, jadi dia akan tetap bergerilya cari makanan. Dan daripada peralatanku satu persatu ga bisa digunakan karena dibolongin mbokti, maka berdamai dengan kawanan mbokti menjadi satu-satunya pilihan.

Bukan berarti ketika memutuskan berdamai begini termasuk berhenti berusaha mengurangi populasi mbokti. Tetap saja perburuan itu ada, kalau tidak kawanan mbokti ini akan semakin merajalela. Predator utama mbokti inipun rupanya sudah menyerah, karena kucing-kucing di sekitar kompleks, lebih suka berburu makanan matang dari rumah ke rumah daripada berburu mbokti.

Jadi saat ini, selain selalu sedia pentung jika bertatap muka langsung (racun, lem dan jebakan sudah ga mempan), tiap malam aku selalu menyediakan sisa makanan hari itu (yang pasti ga kemakan lagi) untuk di letakkan di pojokan rumah tempat rute standar mbokti lewat.
Read More..

Senin, Mei 09, 2011

Mencoba Menjahit

Ketika aku menelusuri tautan Blog Dreamesh yang bertema crafting, aku jadi pengen punya mesin jahit. Aku ga bisa menjahit baju dan kalau disuruh kursus aku akan nyerah. Tapi melihat hasil kerajinan tangan sepanjang blogwalking di blog Dreamesh dan tautannya..dan tautannya lagi...dan tautannya lagi, keinginan punya mesin jahit semakin memuncak.

Sebenarnya cukup menyadari bahwa jangan-jangan ini hanya keinginan sesaat gara-gara BW kesana kemari lihat barang-barang bagus bikinan sendiri, jadinya ya gitu..pengen bikin sendiri. Tapi kupikir ga ada salahnya kalau punya mesin jahit sendiri, jadi kalau baju anak-anak ada yang perlu dijahit, ga usah nunggu tukang jahit keliling lewat.



Maka dimulailah sounding sama suami bahwa aku ingin punya mesin jahit. Setelah berbulan-bulan tidak dihiraukan (lebay), senin lalu nemu tawaran mesin jahit di Kaskus yang lumayan masuk budget tawarannya. Dan setelah, diskusi tiga hari...intinya....sekarang aku punya mesin jahit ....yaaaaaiiy....

Hari Jumat, paketan mesin jahit itu sampai dan hari sabtu waktunya praktek....:)  Beneran seneng punya mesin jahit sendiri.  Sayangnya sabtu itu seharian disulitkan dengan betapa ga taunya aku tentang mesin jahit ini. Manual mesinnya ga ada karena masih keselip kata yg jual.  Aku benar-benar bingung bagaimana memasang sekoci (bobbin)..atau masang benang sampai masuk ke jarum.  Maklum, yg kutau hanya mesin jahit Singer manual yang pakai pedal itu lo...jadi tanpa manual aku benar-benar kebingungan.

Untungnya sabtu sore itu, setelah utak atik sendiri, masalah selesai dan langsung nyoba bikin apron untuk Detya.  Dapat pola disini dan hasilnya jadi seperti ini :

Lalu Detya minta dibikinin saputangan.....terus coba bikin bantal (tapi bahannya ga lengkap) yang masih belum selesai...dan terakhir adalah menjahit handuk-handuk yang udah butut untuk dijadiin keset kamar mandi.  Lumayan lah...ngirit 25 ribu :D

Sepertinya mesin jahit memang jadi alat rumah tangga yang harus dipunyai..

Dan rasanya ga sabar nunggu weekend untuk mencoba bikin macam-macam ketrampilan.
Read More..