Jumat, November 15, 2013

Kasih Sayang Bunda

Kasih Sayang Bunda

Pencipta:Detya Naziha Wikrama

Kok bisa kasih sayangmu membuatku gelisah tak menentu. Pagi,siang,sore,malam aku pasti rindu ungin bertemu Bunda.
Aku tak tau harus apa,rasa ini terlalu hebat
Kalau ingat kata-kata Bunda,anak kecil harus sayang bundanya
Cantiknya,aku tergila-gila
Baiknya,kau buat aku sayang
O Bunda o Bunda aku harus apa
untuk membalas kasih sayang Bunda itu

#pagi-pagi beberes rumah...nemu tulisan Detya di kolong kasur....
Langsung berhenti dan secepatnya mengabadikan tulisan ini di blog...

Dua malam lalu aku harus lembur sehingga pulang rumah jam 22.30. Sepanjang lembur beberapa kalo Detya telepon dan dia terdengar sangat gelisah....mungkin saat itu dia tulis ini.

Kalau dibaca-baca...sepertinya dia menggabungkan apa yang dirasakan dengan lagu yang dia dengarkan. Eniwei...selama ini aku sering meminggirkan dia karena harus mendahulukan adik-adiknya yang super handfull..karena berpikir dia sudah lebih besar..lebih mandiri...
Kalau baca ini jadi sadar bahwa Detya pun butuh perhatianku...

Detya...Bunda loves you too Sweetheart...

Read More..

Rabu, Oktober 02, 2013

Cath Kidston

Aku mengenal Cath Kidston dari blog ini, blog cuci mataku karena dia mengaku sebagai seorang bag fetish.  Sungguh..cuci mata disini melihat tas yang cantik-cantik dan bagus-bagus..cukup menghibur hati karena gak mungkin lah aku beli tas-tas cantik itu.  Salah satu kesukaan Mbak Bag Fetish adalah barang-barang dari Cath Kidston yang merupakan produk dari Inggris.  Waktu pertama buka-buka situs itu, aku langsung ilfil sama harganya...walaupun browsing kemana-mana karena flowery pattern-nya sungguh cantik.

Lalu sekitar pertengahan bulan Juli kemarin, aku iseng-iseng saja buka situs Cath Kidston dan ternyata sedang ada Summer Sale dengan banyak barang-barang yang diskon 50%.  Akhirnya setelah berkolaborasi dengan dua teman kantor lainnya, maka akhirnya kami pesan online dengan catatan nanti semua biaya ditanggung bersama.  Ongkirnya kami rasa masih masuk akal..jadi pesan beberapa item.  Ternyata seminggu kemudian, pesanan kami sudah sampai dengan paket DHL.  Cepat juga...tapppiiiiiii.....kena bea masuk yang cukup mecengangkan... waah..nyesek juga...

Eniwei..waktu itu aku beli daybag, kaca kecil dan dompet dan semuanya diskon 50%.



Saking senangnya dengan pesananku itu, rasanya pengen pesen lagi mumpung waktu itu masih diskon...tapi bea masuknya itu loooooo....gakuat.  Lalu Bosku di kantor berencana mengantar anaknya sekolah di UK bulan September dan setelah minta izin (dengan memaksa) maka si Bos mengizinkanku jika ingin nitip beli tas Cath Kidston.  namun sayang, diskon 50% itu hanya sampai stock habis dan aku ga yakin apakah september itu, masih ada diskon atau tidak.

Maka berjuanglah aku menanyakan ke Customer Service mengenai kemungkinan bahwa barang beli saat diskon tapi diambil pada bulan September, saat si Bos kesana.  Alhamdulillah..CSnya bilang OK dan awal Agustus langsung pesan tas idaman dan pernak-pernik lain yang tentu saja sedang diskon 50%.

Senin kemarin si Bos sudah ke kantor...tapi tas pesananku baru dibawain hari selasa..   Ooooooh...sungguh menyenangkan dan tak ada satupun barang pesananku yang mengecewakan.  Kadang antara foto dengan aslinya kan beda, tapi dengan rajin membaca keterangan barang dan lihat review dari pembeli lain, ternyata semua pesananku sesuai ekspektasi...

Makasih Pak Bos...(setelah nngedumel bahwa pesananku kebanyakan...berat dan ngabisin space di koper beliau)

Tas hijau polkadot ini ukurannya kecil dan cukup ditenteng di tangan.

Tas ini disebut biker bag, walaupun aku lebih suka menyebutnya cross body bag dan dompet yang matching...love..love..love..

Ini travel sewing kit yang ukurannya kecil dan muat di genggaman, isinya alat-alat yang esensial untuk jahit kalau sedang ada yang perlu di jahit.  Akhir-akhir ini baju anak-anak sering copot kaitannya ataupun copot kancingnya dan karena ga siap alat jahit (alat jahit ada di ciledug)..seringkali akhirnya baju tetap dipakai dalam kondisi tidak lengkap.  Dengan sewing kit kecil ini, moga-moga bisa mengatasi hal-hal kecil tapi mengganggu itu.

Ooo  well....rasanya kalau lihat edisi terbaru Cath Kidston..masih aja pengen punya lagi...tapi sekarang sudah gaada diskon.  Biasanya diskon ada dua kali dalam setahun.  Summer Sale dan Christmast Sale.  tapi walaupun ada diskon...tetep aja bea masuknya bikin nyesek...


Read More..

Senin, Juni 24, 2013

Melepas Tukik di Sukamade

Perjalanan ini sebenarnya kulakukan akhir tahun lalu bersama anak-anak saat mereka libur semester.  Entahlah..semangat menulis sangat menurun jauh sehingga Humpala Kelana sebagus ini jadi tidak segera aku tuliskan.

Humpala Kelana...? Di acara radio pagi hari antara 5.30 - 6.30 di Female Radio ada segmen khusus anak-anak dan Paman Gery sebagai pengasuh mengenalkan istilah Humpala Kelana yang artinya jalan-jalan yang menyenangkan.  Bagi kami sendiri istilah itu kami gunakan jika kami sekeluarga berjalan-jalan ke lokasi wisata di Indonesia.  Sementara ini anak-anak sudah menikmati Gunung Merapi dan Candi Borobudur, Tanah Lot, Kuta dan Pantai Lovina, Kawah Ijen dan terakhir adalah Pantai Sukamade di Banyuwangi.

Perjalanan ke Sukamade kali ini cukup jauh karena ada di ujung barat daya Banyuwangi. Perlu kira-kira 5 jam menuju lokasi Penangkaran Penyu. Dua setengah jam perjalanan jalan aspal biasa dan dua setengah jam melintasi perkebunan coklat dengan jalanan yang membuat seluruh tubuh berguncang-guncang.  Untuk itu, tidak sembarangan jenis mobil yang bisa digunakan untuk melintasi jalanan ini.  Apalagi sepanjang kebun coklat terdapat dua sungai kecil dan 1 sungai yang cukup lebar, yang jika musim hujan air bisa naik dan tidak bisa dilewati.  Dan ongkos sewa mobil ini lumayan menguras kantong..tapi demi humpala kelana bersama anak-anak, ponakan, adik, kakak, ipar dan Ibukku..maka bolehlaah...



Ditengah perjalanan di antara kebun coklat, kami berhenti untuk menikmati makan siang.  Yaaah...makan siang yang menyenangkan ditengah gigitan nyamuk yang menganggu.  Sebenarnya dalam perjalanan ini ada lokasi pantai berpasir putih yang menarik untuk disinggahi...tapi karena semua sudah pengen segera sampai tujuan..maka kami hanya memandangi dari kejauhan saja.

Kalau mau melihat penyu bertelur, maka harus menginap dan ada dua pilihan penginapan. Di desa Sukamade yang masih berjarak cukup jauh dari pantai (mungkin sekitar 4-5 km) atau di Guest House yang disediakan Unit Pengelolaan Konservasi Penyu (UPKP) Sukamade yang hanya berjarak 200 meter dari pantai.  Kami memilih yang terakhir dan cukup hanya menyewa 1 kamar saja untuk kami serombongan.

Setelah cukup beristirahat maka kami mulai berkeliling dan bertanya ini itu ke Pemandu Penyu.



Dari telur penyu yang ditinggalkan induk penyu di pantai maka UPKP bertugas untuk mengamankan telur dan menyimpan di unit penetasan yang dibangun khusus.  Tiap tongkat penanda menunjukkan jenis penyu, tanggal bertelur dan jumlah telur.  Maka telur akan aman dari penjarah sampai akhirnya menetas.


Setelah menetas, maka di tampung dulu di bak khusus sampai dianggap cukup umur untuk dilepaskan.  Naah...para pengunjung diperkenankan untuk melepaskan penyu ini dengan memberikan donasi secukupnya untuk UPKP.  Proses ini mereka sebut Pelepasan Wisata.


Maka kami pun melakukan pelepasan wisata ini sore itu juga karena kami berniat besok pagi-pagi akan segera kembali demi menghindari air sungai naik.  Satu ember pun kami bawa ke pantai untuk kami lepaskan bersama-sama. 


Pantai tampak sepi dengan ombak yang berdebur-debur cukup kencang.  Anak-anak sudah tidak sabar untuk bermain dan melepaskan tukik.


Berpose dengan tukiknya masing-masing.


Proses melepaskan tukik ini sungguh membuat anak-anak senang.


Aku benar-benar terpesona dengan foto ini. jejak tukik ini seakan-akan menandakan satu langkah kecil untuk menuju lautan luas yang entah apa saja yang mungkin terjadi nanti.  Bisa saja ketika dia baru saja mencapai tengah laut, ada ikan besar yang menjadikan dia sebagai makanan.  Atau bisa juga 70-80 tahun lagi, tukik itu telah menjadi dewasa dan siap untuk bertelur di pantai yang sama.

Nah selesai melepas tukik ini, anak-anak menikmati pantai sampai puas. Dan ketika matahari beranjak tenggelam, kamipun kembali ke tempat penginapan.  Selanjutnya, pemandu penyu pun menyampaikan bahwa malam itu sekira pukul 20.00 kami sudah harus bersiap untuk memulai pencarian penyu yang bertelur.   Dari penanda yang ada di tempat penetasan telur penyu, dapat dilihat bahwa tidak setiap hari ada penyu yang bertelur.  Rata-rata seminggu bisa tiga sampai empat penyu yang bertelur.  Jadi bagaimanapun, walau dibilang bahwa bulan November sampai Maret biasanya merupakan waktu bertelur, tidak setiap hari ada yang turun ke pantai untuk bertelur.  Ada kalanya si penyu cuma mendarat saja tanpa bertelur.  Dan bisa jadi malam itu ketika kami mencoba ke pantai...tak ada satupun penyu yang mendarat.

Aku sudah menyampaikan hal tersebut kepada anak-anak agar harapan mereka tidak terlalu tinggi untuk melihat penyu.  Walaupun mereka mengerti resikonya, tak urung setiap lima menit mereka bertanya "Kapan kita ke pantai melihat penyu"...  Dan ketika sudah lewat dari pukul 20.00, pemandu masih belum juga memanggil kami, anak-anak pun semakin resah.

Ternyata, pemandu memanggil kami pukul 21.30 dan beserta rombongan lain, kami pun berangkat ke pantai.  Saat yang sama, ada rombongan anak SMA yang memanfaatkan lokasi camping ground untuk menginap disana.  Selain itu ada satu keluarga dengan 2 anak yang menginap di Desa Sukamade, juga bergabung dengan rombongan kami.  Keluarga itu rupanya memanfaaatkan jasa Biro Perjalanan, karena persiapannya sangat lengkap.  Kebetulan malam itu cuaca sedikit gerimis.  Kami sama sekali ga punya persiapan apa-apa, sedangkan mereka langsung dibagikan jas hujan dan topi.

Pada akhirnya, kami pun bersama-sama menunggu cukup lama di pantai.  Pemandu bertugas patroli sepanjang pantai.  Kami menunggu di titik tengah pantai.  Kami harus memastikan diri agar tidak menyalakan lampu dan bersikap tenang.  Jika penyu mendeteksi adanya manusia, maka dia akan kembali ke laut dan membatalkan untuk bertelur.  Malam  sebelumnya, ada 2 penyu yang hanya mampir di pantai tanpa bertelur sama sekali.  Betapa ruginya kami jika malam itu kejadiannya sama, karena kami hanya menyiapkan untuk ke Sukamade satu malam saja.  Tidak mungkin kami memperpanjang menginap, jika malam itu kami gagal melihat penyu bertelur.

Alhamdulillah, setelah satu jam bengong menunggu dan menikmati gigitan nyamuk pantai, pemandu memberi aba-aba kami untuk mendekat.  Ada penyu yang sedang bertelur.  Jika sang penyu sudah mengeluarkan telurnya, baru kami boleh menyalakan senter dan mengabadikan proses itu.


Setelah si penyu mengeluarkan 67 buah telurnya malam itu, maka dia mulai menggali pasir sekelilingnya untuk menutupi lubang telurnya.  Proses ini cukup lama, kira-kira 45 menit dan memerlukan usaha yang cukup keras dari sang penyu. Kadang-kadang dia berhenti sejenak karena kecapekan.  Saat kubangan sudah tertutup sempurna maka penyu pun kembali ke bibir pantai untuk kembali lagi ke lautan luas.  Para pemandu sudah memberi tanda lokasi telur.  Jika tidak, maka tidak nampak jejak sama sekali bahwa sebelumnya ada kubangan berdiameter hampir 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 30cm.  Telurnya sendiri ada di lubang dalam seperti kantung.  Subhanallah...penyu sudah punya mekanisme pertahanan diri terhadap kemungkinan penjarahan.  Jejak penyunya sendiri pasti akan terhapus ombak pasang keesokan paginya.


Proses Pengurukan pasir.


Dan tak lupa kami berpose ketika sang penyu sudah selesai menuruk pasir dan mulai berjalan kembali ke arah bibir pantai.


Dalam perjalanan pulang, anak-anak minta naik ke atas mobil dan menikmati perjalanan sepanjang kebun coklat.  Pagi itu, ketika  dalam perjalanan pulang, kami berpapasan dengan keluarga yang malam sebelumnya bersama kami mencari penyu.  Mereka ke arah pantai sedangkan kami ke arah pulang.  Rupanya mereka melakukan pelepasan wisata di pagi hari itu.



Dan semoga video Pelepasan Tukik ini bisa dilihat dengan baik.

Hmmmm....jadi Humpala Kelana kita selanjutnya kemana?
Read More..

Kamis, Mei 02, 2013

No More Coffee

Entahlah..sudah beberapa bulan ini aku tidak lagi menyukai secangkir kopi di pagi hari.  Mula-mula, aku masih bisa menikmati kopi ketika masih panas mengepul.  Jika sudah hangat, rasanya malah membuatkan merasa mual.

Maka aku mengurangi porsiku menjadi setengah sachet saja tiap kali menyiapkan kopi, dengan harapan, saat masih panas mengepul, setengah cangkir kopi itu akan habis dalam beberpa seruput.

Namun ternyata setengah cangkir itupun tak mampu aku habiskan.  Rasa mual selalu saja muncul jika kopi sudah mulai hangat.  Dan akhirnya..beberapa bulan ini aku sama sekali tidak sanggup minum kopi.

Maka..untuk mendapatkan kehangatan di pagi hari..aku mulai ngeteh.  Sebelumnya sudah lama aku mencari dan mencoba berbagai merek teh hijau karena suamiku sangat terkesan dengan rasa teh waktu beliau di Korea.  Dari berbagai merek yang sudah kucoba, baik Twinnings, Dilmah, Lipton ataupun merek lokal sejenis Tongdji, Sariwangi ataupun teh Gopek...tak satupunsesuai dengan selera suamiku.  Bahkan aku sengaja beli teh dari Jepang yang dijual di Hero, tetap saja tidak memenuhi selera suamiku.

Lama-lama bete juga ketika sudah berusaha mencari dengan harga teh yang lumayan mahal, tetap saja dianggap tidak cocok.  Tapi hikmahnya, aku jadi mencoba berbagai ragam rasa teh, tidak hanya teh hijau, tapi juga bunga camomile ataupun daun mint.  Dan...sekarang ini, teh-teh jenis itu yang jadi teman minumku jika aku ingin minuman panas. Paling favorit adalah Camomile Flowers...hmmmm...setiap kali menyeruputnya..terasa seperti melayang menghirup wangi bunganya..


Lalu, waktu ke Dapur Coklat beli cake untuk Wisam, aku mencoba minuman Chocolate Dipstick yang rasanya langsung membuatku jatuh cinta.  Jika ada kesempatan ke sekitaran Menteng sana, aku sempatkan untuk ke Dapur Coklat untuk dipstick ini.  Minggu lalu sengaja aku simpan 3 dipstick untuk stock bikin sendiri tanpa harus ke dapur Coklat langsung.  Tinggal memanaskan susu putih...maka dipstick dicelupin dan tunggu sampai coklat meleleh dan siap jadi coklat hangat yang sungguh yummy.


Jadi...tanpa kopi?...ga masalaaah..

Oh iya...sudah beberapa lama ini aku pengen punya peralatan poci ataupun cangkir enamel yang dulu banyak dipakai saat aku masih kecil.  Di konter Cenal-Cenil yang jualan beragam makanan dan mainan jadul harganya bikin ga tega beli.  maka ketika senin lalu makan di pasar baru dan nemu poci ini dengan harga yang reasonable...tanpa pikir panjang langsung beli untuk tempat minum teh.  Tinggal cari cangkir kecilnya.
Cantik bukaaaan...


PS:
Ternyata teh hijau yang sesuai dengan selera suamiku adalah Green Tea yang dijual di Bakmi GM.  harganya reasonable dan suamiku suka...  Jadi kalau kebetulan kita makan di Bakmi GM, maka suamiku selalu pesan Teh Hijau Panas.
Ada yang tau teh hijau yang sama bisa dibeli dimana?  Karena ketika mencoba teh hijau Jepang di Hero itu,  ternyata bukan merek yang sama.
Read More..

Kamis, April 18, 2013

Coklat Untuk Ulang Tahun Wisam

Selamat ulang tahun yang keenam Wisam...sayang Ayah dan Bunda selalu untukmu...

Semoga engkau jadi anak sholeh yang membanggakan orang tua...dan semoga Ayah Bunda bisa menjadi orang tua yang membawamu menjadi anak yang sholeh...


Wisam suka sekali makan cupcake, terutama krimnya


Mengingat setiap kali ulang tahun hanya kita rayakan berlima saja, maka cake ukuran 10x20 ini pas buat kami berlima sampai puas.  Kalau yang 20x20 dijamin bersisa dan akhirnya bikin eneg.


Sunnguh deh..setelah mencoba praline Dapur Coklat..maka cake dan cupcake untuk Wisam termasuk praline, dari dapur Coklat semua.  Rasanya enak gilaaaa...SEMUANYA.  Apalagi coklat panasnya....aduuuh...bikin nagih.
BTW, praline di atas ini campuran antara dari Dapur Coklat dan merek komersil.... tapi yang jelaaas...praline dapur Coklat paling enak dooon...
Read More..

Kamis, April 11, 2013

Inside The Pouch


Make up Pouch




Cash, Card and Key Pouch


Accessories and Tissue Pouch


Medicines Pouch
Read More..

Rabu, April 10, 2013

Pouch Organizer


Aku sudah pernah mencoba memakai bag organizer yang beberapa waktu lalu sempat banyak yang beriklan.  Tapi ternyata tetap saja aku gabisa mengorganisir isi tasku dengan baik.

Setiap kali cari sesuatu si tas, aku masih saja butuh waktu lama untuk menemukannya.  Sampai suatu ketika aku baca postingan disini, yang merupakan blog cuci mata yang wajib kukunjungi. Maka akupun mengikuti cara si empunya blog dalam mengelola isi tasnya. Bedanya, Si Ibu menggunakan banyak pouch yang branded..pouch yang aku pakai bikinanku sendiri.

Hobi menjahit jalan dengan baik...dan isi tas pun terkelola dengan lebih rapi.

Silahkan....silahkan.....jika ada yang mau order pouch.....
Read More..

Kamis, Januari 17, 2013

Kelipatan Lima

Pada waktu detya berumur 5 tahun dulu, aku menjanjikan ke anak-anak bahwa apabila mereka berulang tahun di kelipatan lima, maka mereka boleh memilih hadiahnya sendiri sebanyak kelipatannya itu.  Jadi jika umurnya 5 tahun maka berhak memilih satu hadiah apapun (asal Ayah Bunda mampu menyediakan).

Saat Detya berumur 5 tahun dulu, dia memilih laptop mainan yang saat itu sedang happening..daaaan..umurnya cuma sebulanan saja.  Javas umur 5, dia minta mobil remote yang umurnya juga hanya 2 minggu saja.  Dan saat Wisam 5 tahun, dia minta kereta thomas satu set yang sudah berbulan-bulan sebelumnya dia minta sebagai hadiah ulang tahun.  Kereta ini lumayan bagus dan sampai sekarang masih terawat baik (belum satu tahun yang lalu atau karena asli buatan Jepang yaa makanya awet) namun karena harus pakai baterai maka jarang dimainkan.

Nah...tanggal 15 Januari kemarin, Detya berulang tahun yang kesepuluh.  Dia senaaang sekali karena bisa memilih 2 hadiah apapun yang dia inginkan.  Walaupun kenyataannya dia bingung memilih 2 dari semua hal yang dia inginkan saat ini.

Akhirnya dia memutuskan bahwa hadiah yang dia inginkan adalah, berbagi makanan buat teman-temannya dan alat sekolah lengkap dengan karakter Hello Kitty.  Benarkah yang dia pilih itu cuma dua? Aaaaargh...ketika anak-anak semakin besar...mereka pun sudah pandai mengatur kalimat untuk mendapatkan keinginannya.  memang hanya dua macam saja sesuai perjanjian...tapi ternyata 2 jenis itu masing-masing bercabang.  Berbagi makanan buat teman-temannya yang dimaksud adalah teman sekolah dan teman TPA.  Sedangkan Alat Sekolah itu yang dimaksud adalah Tas, alat tulis dan buku.....

Namun sebagai orang tua yang memegang teguh janjinya (lebay)..tentu saja aku harus sukarela menyediakannya.  Untung saja sudah beberapa lama nabung belanjaan di Disdus.com, jadi saat Detya ultah kemarin, tinggal menggunakannya.  Maka dua kue tart dari Gandy  dan cookies dari Callysta yang kukemas ulang dalam wadah yang lebih kecil untuk teman-teman sekelasnya, dimakan bersama sepulang sekolah hari Selasa lalu.  Sedangkan untuk teman TPA, Detya ingin makan bersama di Pizza Hut.  Walau tidak semua teman TPA bergabung,  Detya cukup senang bisa didampingi Rahma dan Rafif dan membawa pizza untuk teman- TPAnya yang tidak bergabung..

Ow well...seperti yang adikku tulis di Facebook-ku.....ternyata Detya sudah berumur 10 tahun...ga kerasa yaaaa.. Detya bukan lagi anak kecil tapi sudah beranjak menjadi gadis kecil...  


Selamat Ulang Tahun Anak Gadisku sayaaang....cinta dan sayang Bunda selalu untukmu...

Read More..