Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mencari Bahagia

Serah Terima

Gambar
Akhirnya, Jumat 7 Desember kemarin aku sudah serah terima unit apartemen di Mentes (Menteng Square). Well...setelah mendapat surat panggilan ketiga, mau ga mau kami harus menerima unit yang jadi hak kami.   Kenapa harus menunggu sampai panggilan ketiga? ya karena tower C tempat unit kami pada dasarnya masih perlu banyak finishing...  Tapi setidaknya setelah menunggu 1,5 bulan sejak undangan pertama, kondisinya jauh lebih baik daripada saat pertama kesana. Sebenarnya masih malas untuk mulai berpikir tentang interior apartemen...tapi mau gimana lagi..tetep harus mulai ngisi kan? Ada rekomendasi ga, tukang yang biasa ngerjain furniture apartemen?  Entahlah...di lantai dasar tower B ada pameran interior....tapi aku kok ga minat pakai salah satunya yaa...

Menteng Square - Update

Setelah membaca salah satu komentar akhir bulan Juni lalu di artikel tentang Apartemen Menara Salemba Batavia yang sekarang berubah nama menjadi  Menteng Square, maka rasanya pengen cepat-cepat saja kesana untuk bisa nego serah terima. Bukan apa-apa sih, tapi ini demi kenyamananku sendiri yang tiap 3 bulan menjelang akhir tahun harus selalu naik taksi pulang duluan sama anak-anak karena pada bulan-bulan tersebut, suamiku akan sangat-sangat sibuk dan biasa pulang dini hari.  Jadi selain memudahkanku dalam hal ongkos taksi (heheheh)...juga akan memudahkan suamiku dalam beraktifitas.  Bayangkan saja, biasanya suamiku akan pulang sekitar jam 2-3 dini hari untuk kemudian jam 5 sudah harus bersiap-siap untuk berangkat lagi...  Belum lagi weekend yang nantinya bisa full di kantor bahkan ga pulang sama sekali.  Jadi harapanku, sebelum proses itu terjadi, apartemen Menteng Square sudah bisa kami tempati. Akhirnya, siang ini kami bisa datang ke lokasi untuk memp...

(Not So) Enjoying Travelling

Pada dasarnya, aku ga menikmati bersenang-senang sendiri tanpa keluarga.  Jadi walaupun berusaha menikmati lokasi dengan eksplorasi ...tetap saja rasanya kurang jika tidak bersama keluarga. Maka ketika mendapat penugasan lagi untuk training di Shanghai, aku sangat berharap suamiku kali ini bisa menemaniku disana.  Walaupun tidak full satu minggu, setidaknya tiga hari sambil jalan-jalan bareng akan terasa lebih menyenangkan. Pada awalnya suami setuju untuk menemaniku, jadi setidaknya hanya biaya satu tiket saja yang harus kami siapkan karena semua biaya perjalananku ditanggung penyelenggara.  Di tempat training juga sudah disediakan akomodasi satu peserta satu kamar, sehingga kami tidak perlu cari penginapan lain.  Surat undangan formal sudah ku terima dan aku sudah browsing sana-sini menyiapkan segala sesuatunya.  Tapi suamiku tidak juga memberi lampu hijau ketika aku ingin segera pesen tiket dan mengurus visa.  Sampai tadi malam akhirnya diput...

Teruntuk Suamiku Tersayang

Dulu aku berpikir bahwa bahagia itu adalah mendapatkan apa yang aku inginkan.  Apalah gunanya menahan perasaan dan merasa sedih kalau tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.  Mestinya ya harus berjuang sekuat mungkin sampai mendapatkan keinginan itu.  Itulah yang dulu kuanggap sebagai definisi BAHAGIA….tapi sepanjang waktu..yang terbanyak yang aku rasakan adalah justru rasa sedih karena tak kunjung mendapatkan apa-apa yang aku inginkan… Lalu seiring waktu..walau engkau tak menunjukkan padaku secara langsung… engkau membuatku memahami bahwa kebahagiaan itu bukanlah seperti yang selama ini aku percaya… Engkau membuatku tahu bahwa BAHAGIA itu adalah menerima apa-apa yang sudah kudapatkan… Tak usahlah bersedih atas apa yang tidak bisa didapatkan, namun bersyukurlah atas apa yang sudah didapat.. Maka aku bersyukur bahwa Engkau, Suamiku sayang, telah bersabar menghadapiku…menungguku mengerti sendiri bagaimana mencapai kebahagiaan yang sebenarnya… membiarkanku ber...

Jerawat Seksi

Seumur-umur aku tidak pernah bermasalah dengan jerawat. Jaman puber dulu, jerawat hanya muncul sekedarnya di jidat atau di pipi, tapi tidak pernah yang sampai meradang dan bermata kuning. Intinya, jenis mukaku yang kering ini menyelamatkanku dari bencana jerawat yang banyak dialami teman-temanku dulu. Nah, dari minggu lalu, tiba-tiba nampak bentol merah kecil di daguku yang terasa tidak nyaman ketika disentuh. Waah...kenapa tiba-tiba ada jerawat ya dimukaku. Eniwei, si bentol kecil ini rupanya meradang dan akhirnya...pagi ini aku punya jerawat meradang yang bermata kuning itu...huwaaa...rasanya nyeri tanpa disentuhpun. Dan suamiku hanya tertawa melihat jerawatku ini. Sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor, berulang-ulang aku tanya suamiku (karena aku tidak berpengalaman masalah jerawat yang begini ini), apakah perlu kupencet jerawat ini agar rasa nyerinya menghilang. Tapi suamiku meminta aku untuk membiarkannya kering sendiri...sigh... Maka setibanya di kantor, aku merasa tidak...

Rumah Dan Masalahnya

Perbincangan masalah rumah antara aku dan suamiku selalu saja berakhir dengan ga ada kesimpulan. Aku paham bahwa banyak hal yang dipertimbangkan suamiku dalam rangka mendapatkan rumah idaman, beda denganku yang hanya mementingkan tampilan umum saja. Semenjak kepindahanku dulu dari kontrakan ke rumah dinas tahun 2006, aku sudah memutuskan bahwa urusan memilih rumah aku serahkan sepenuhnya kepada suamiku. Ini dalam rangka menghindari konflik besar. Waktu pindahan 2006 dulu, kami selalu argueing tentang segala hal. Saat itu rumah dinas yang kudapatkan sangat-sangat tidak layak huni sehingga butuh renovasi lumayan besar. Nah, dalam rangka renovasi itu kami diskusi dengan emosi yang diakhiri dengan saling membentak di hadapan Bapakku. Bapakku memang datang membantu proses renovasi itu dengan membawa tukang dari kota asalku sehingga beliau juga mengamati semua pross diskusi kami tanpa sekalipun turut campur. Setelah insiden saling membentak itu, akhirnya Bapakku cerita tentang suatu hal ...

My Husband's Birthday

Hari ini suamiku ulang tahun...39 tahun ....hmmmm....He'll be fourty next year....EMPAT PULUH TAHUN.... Semenjak minggu lalu aku sering diskusi ga jelas dengan teman-temanku dan juga mengamati mereka...aku jadi berpikir dalam tentang segala hal yang menyangkut kehidupan suami istri... Betapa kehidupan komunikasi yang baik saja ga bakal cukup...aku harus memperbaiki semua aspek hubunganku dengan suami agar suamiku baik-baik saja...dan aku pun baik-baik saja.. Bayangkan...jika taun depan suamiku berumur 40 dan menemukan kesenangan baru sehingga berlanjut jadi puber kedua...apa jadinya aku?...Maka aku berpikir bahwa aku ga bisa seperti ini terus...hanya fokus ke anak-anak...atau kerjaan...sedang kehidupanku dengan suami jadi monoton...bahkan ngobrol aja seringkali ga sempat....maksudku...ngobrol yang berkualitas....berdua aja diskusi tentang segala hal... Maka mulai senin malam kemaren, setelah suamiku balik dari dinasnya, kami berjanji bahwa semua definisi hubungan kami mesti diubah...

I Love You, My Husband...

2 minggu ini aku ngerasa bete banget....bete pada semua hal... Bete kenapa selalu saja ketika aku butuh suatu barang, tidak langsung dapat terpenuhi karena lebih mendahulukan kebutuhan-kebutuhan utama yang lain. Hari senin besok ini aku harus ikut diklat di Magelang, 6 minggu penuh. Dan mengingat selama diklat itu akan banyak tugas tertulis, baik kelompok maupun perorangan, maka aku butuh laptop agar dapat menuntaskan pekerjaanku dengan baik. OK, aku ga punya laptop (bagiku laptop ga penting banget karena kerja cukup di kantor, di rumah ada PC kuno yang sekarang ga bisa hidup ...hmmm...waktunya di LEM BIRU....). Tapi temen-temen yang udah pernah diklat, selalu bilang bahwa laptop adalah kebutuhan utama karena kompi yang disediakan di tempat diklat ga bakal dapat menampung kebutuhan peserta. Lalu aku mulai kasak-kusuk kesana-kemari, nyari pinjeman laptop.... haalllooowww...minjemin laptop?..mana ada yang bakal ikhlas minjemin laptop kesayangan buat orang lain.... Tapi tetep, denga...

Artikel Medekingku Muncul di Koki...

Gambar
Hari ini aku kaget banget..ga ada ide buat nulis..cuma blogwalking dan ngeliat statistik blogku, ternyata ada juga yang browsing masalah medeking ..dan setelah kucek..ternyata artikelku tentang medeking sudah tayang di Koki dari kemaren..Padahal seminggu ini ga pernah ngecek KOKI karena sudah ngirim sebulan yang lalu..tapi ga tayang-tayang...cape deh... Eee..ga ditungguin malah sudah nongol dari kemaren.. OK, jadi selain sudah dapat tanggapan dari temen-temen kantorku , aku dapat tanggapan dari Kokiers seluruh dunia ...dan sampai saat ini sudah banyak komen yang masuk... Berikut diantaranya: Iwed : nah, ini dia. sepertinya saya sebagai anak ketiga mesti mematahkan mitos, hehehe. yak, saya lahir sebagai anak ketiga dengan tambahan yang hidup, lho! soale kalau kakak laki saya lahir hidup, mungkin saya tak akan pernah ada. saya lahir juga istimewa karena lahir sehat dengan kondisi berat lahir normal 3 KG dan panjang 48 cm, sedangkan kedua kakak saya saat lahir tidak sampai 3 KG dan adik l...

7 Tahun Yang Lalu

16 Februari 2002 aku menikah. Pas tulisan pertama itu, aku belum cerita proses in between antara lamaran dan nikahan. Kan waktu itu nulis pas 6 tahun dan dikirim ke Love Talk-nya KOKI. Jadi kalau terlalu bertele-tele malah bikin bosen. OK, aku pengen cerita tentang perwetonan..yup...mertuaku sangat peduli masalah perwetonan sedangkan orang tuaku sudah ga mikirin hal-hal seperti itu lagi walaupun masih selalu mencatat weton masing-masing anaknya. Menurut bapakku wetonku kemis legi, padahal kalau liat tanggal lahirku seharusnya wetonku rabu kliwon..dan ternyata benar, untuk akte bapak memajukan tanggal lahirku agar tidak tanggal 13..tapi kenyataannya aku lahir tanggal 13 dengan weton itu tadi kemis legi...dan ketika mertuaku tanya..tentu saja jawabanku kemis legi, tapi dengan tanggal lahir 12 maret. Maka mertuaku menghitung wetonku dan suami dengan teliti dengan hasil jika weton kemis legi maka tidak akan cocok dengan suamiku, nanti rumah tangganya ga akan langgeng dan tenang..pokokny...

I Hate You...For a While...

Setelah hampir dua bulan ga pernah pulang bareng, maka semalem kami pulang bersama..maksudku ayah, bunda, tante dan anak-anak. Suasana mobil jadi semarak karena biasanya setelah setengah perjalanan, anak-anak akan mulai ngantuk sampai akhirnya tertidur. Tapi kemaren tidak, sampai pom bensin deket rumah kami masih ngobol sana sini. Cuma Javas yang akhirnya tertidur. Sampai rumah pun masih sempat bercanda bersama Detya dan Wisam, Sampai akhirnya tiba waktu tidur. Berhubung sudah lama ga ngobrol ama pasangan hidupku ini, maka waktu bagiku untuk konfirmasi hal-hal yang dari awal bikin salah pengertian. Daripada tetap terpendam-pendam dan lama-lama bikin ga ikhlas..kan mending ditanyain. Jadi diskusinya gini: Me: "Hon, aku baca Renungan Perkawinan bahwa membahagiakan pasangan itu mesti dari pikiran sang pasangan bukan dari pikiran sendiri bagaimana yang bisa membuat pasangan kita tuh jadi seneng. So...dirimu maunya gimana?" Bojoku:"ssst...sst...ssst..." Me:"Ap...

Bahasa telepati...

Semenjak insiden kecup dan cium yang gagal, aku ga lagi melakukan ritual kecup saat berpisah...cuma cium tangan...ya...sedikit ngambek tanpa perkataan..kupikir suamiku akan notice dngan perubahan itu..tapi ternyata emang bener bahwa laki-laki itu ga akan mengerti bahasa sindiran..jika ingin sesuatu ya ngomong aja jangan pakai bahasa telepati, berharap suami akan ngerti...karena ga bakalan deh.. Ditambah lagi sudah berminggu-minggu ini kami ga pernah pulang bersama (tiap malam lembur sampe jam 12an) jadinya ga sempat ngobrol sama sekali. Sabtu pagi seperti biasanya aku suka tidur lagi sampai siang (sebenarnya ga siang-siang amat sih..paling setengah delapan maksimal) dan karena pas weekday terasa capek banget maka sabtu itu tidurku nyenyak dan tiba-tiba terbangun dengancara yang ga enak...dan suamiku yang membangunkan dengan ga enak itu. Jadi tambah sedih deh..udah mau cium ditolak..eh..dibangunin dengan ga enak..maka sukseslah bangun tidur itu dengan perasaan nelangsa. Maka acara nga...

Jawaban Atas Nikah Ulang

Semalem ngobrol lagi ama suami tentang kemungkinan nganyari nikah... dan ternyata ada dua jawaban kenapa beliau ga mau melakukan ijab kabul lagi. Ada jawaban becanda dan jawaban serius. Jawaban becandanya ya itu... bikin boros aja..masak mesti ngasih mas kawin lagi...yang pertama dulu kan udah..perkara akhirnya ilang ya ditanggung seniri duonk..!.. Jawaban serius ternyata emang bener...beliau belum ikhlas sama aku... hiks...hiks...belum bisa menerima aku apa adanya... Dan beliau ga mau kalau aku berlindung dibalik kata-kata bahwa inilah aku...ga ada lagi yang bisa diubah dari diriku ini..menurut beliau masih ada yang bisa diubah jika aku mau berusaha lebih keras lagi... Rasanya hatiku langsung sedih banget. Menurutku ini hanya masalah cara berbicaraku..cara aku bereaksi atas suatu kejadian dan ini sudah bawaan orok.. Jika aku nyadar maka aku bisa mengatur cara bicaraku sehingga orang lain tidak merasa bahwa aku seakan-akan marah. Weits..kayaknya perlu dijelaskan dulu deh.. Dari ...

Sekali lagi tentang Menara Salemba Batavia

Aduuh...ternyata itung-itungan pembayaran uang muka dan surcharge tidak sama dengan waktu yang diceritakan dulu...Betapa membingungkan...Pertama dibilang kalau biaya tambahan itu tergantung lokasi unit dan range-nya antara 38 - 45 juta, ternyata dipukul rata 43,2 juta. Dan nyicilnya juga beda.. Kemaarin dapat fax dari marketingnya dan hari ini dapat deadline tanggalnya...Hiks...Hiks...ternyata benar-benar ga mampu beli 2 unit...terpaksa hanya satu saja deh... Jadi DP dibayarkan 4 kali: (i) 5 juta Booking fee (BF) paling lambat tanggal 13 September (ii) 9 juta DP I sebulan setelah BF (iii) 9 juta DP II sebulan setelah DP I (iv) 5.8 juta DP III sebulan setelah DP II Sedangkan surcharge (SC) sebesar 43,2 juta dibayarkan 6 kali: (i) 10 juta SC I dibayar bersamaan dengan pembayaran BF paling lambat 25 September (ii) 8 juta SC II dibayar sebulan setelah SC I (iii) 7 juta SC III dibayar sebulan setelah SC II (iv) 7 juta SC IV dibayar sebulan setelah SC III (v) 7 juta SC V dibayar se...

Nikah Ulang

OK..setelah aku bisa menerima suamiku apa adanya, maka aku ingin tahun ketujuh pernikahan kami nanti menjadi momentum bagi awal yang baru untuk masa depan pernikahan kami. Maksudku, jika 16 Februari 2002 itu pernikahan resmi kami yang menyatukan dua individu yang sebelumnya barely know each others maka aku ingin 16 Februari 2009 nanti merupakan awal untuk aku yang telah menerima suamiku apa adanya. Beda kaaan, antara dulu masih penuh idealisme tentang rumah tangga ideal dengan kenyataan sekarang bahwa ikhlas itu jauh lebih penting dibanding apa pun...Naah, aku sudah ikhlas (ga tau ya suamiku) maka aku ingin tahun depan kami menikah ulang. Kalau keluarga besarku bilang tuh... Nganyari Nikah ... Hal ini sudah kuutarakan kepada suamiku tapi dia ga pernah tau ada nikah ulang gitu jadi sementara ini jawabannya masih ga mau. Dia pikir untuk apa toh ga ada masalah serius di antara kami lalu kenapa harus menikah lagi.. Memang sih..ga ada yang parah banget sampai forbidden word itu keluar. ...

Terima Saja Apa Adanya...Maka Kamu Akan Bahagia...

Tahun depan adalah tahun ketujuh pernikahan kami. Kata orang tahun ketujuh itu tahun gatal-gatalnya...Seven Years Itchy. Pasti ini sudah jadi pengetahuan umum sampai ada istilah khusus seperti itu. Katanya tahun ketujuh itu tahun ego mulai sangat dominan sehingga kalau ada masalah sedikit aja bisa bikin pasangan memutuskan untuk berpisah. Naah, kalau aku sendiri tidak memandang tujuh tahun perkawinanku itu seperti istilah itu. Aku memandang justru di tahun ketujuh itulah seluruh egoku padam dan berganti menjadi kepasrahan dan penerimaan. FYI, aku hanya kenal 4 bulan dengan suamiku ketika pada bulan keempatnya kami menikah. Tentu saja 4 bulan itu ga ada artinya dalam hal pengenalan diri antara dua individu yang sebelumnya ga kenal sama sekali. Kami memutuskan menikah karena sama-sama berniat baik...lalu kenapa harus menunda lagi demi alasan klise "saling mengenal dahulu". Ntar aja deh pas nikah aja saling kenalnya. Maka tahun pertama pernikahan kami seperti orang yang ...

Launching Menara Salemba Batavia

Tadi suamiku cerita bahwa marketing Century 21, Pak Yananto telah ngasih kabar launching Menara Salemba Batavia. Tepatnya akan di adakan hari Sabtu 13 September 2008 di Citraland. Semua pihak yang telah menyatakan memesan diharuskan hadir hari itu untuk undian nomor unitnya. Wiih...padahal dari waktu itu kami masih itung-itungan uang apakah cukup atau engga. Sampai sekarang belum ada keputusan. Kalau hanya satu sih kayaknya bisa..tapi kalau dua yaaaa...beraaaat banget. Padahal kan waktu itu sudah booking untuk 2 unit jadi sudah bayar dua juta. Kalau udah diundi nanti unitnya dapat yang mana maka mesti langsung bayar sisa kekurangan booking fee, masing-masing 4 juta. Jadi nanti pas tanggal 13 September harus bawa uang 8 juta dooong... Mana mau lebaran lagii....kan mesti pulkam dan sangunya ga tanggung-tanggung. Kemaren udah itung-itungan sangu lebaran yang mesti disiapin termasuk ongkos perbaikan mobil dan bayar pajak mobil udah bikin jantung kebat-kebit karena jelas jumlah yang...

Quality Time...100% Full Attention

Sabtu kemarin, aku dan suamiku berencana untuk ke RSAB Harapan Kita untuk cek lanjutan Wisam. Jika mungkin maka bisa langsung Tes Mantoux. Dari pergi bertiga saja seperti itu maka kami memutuskan untuk memberikan 100% full attention ke satua anak setiap waktunya. Sebelumnya kami pernah mendengarkan acara di radio favorit ketika di mobil yaitu Trijaya FM (acaranya Jamil Azzaini) yang menyatakan bahwa perhatian kepada keluarga itu bukan dibagi rata dari 100% misalnya 20 untuk kehidupan spiritual, 10% untuk istri/suami, 10% untuk masing-masing anak...dsb. Tapi perhatian itu harus diberikan 100% untuk setiap hal dalam hidup kita. Jika punya anak 3 ya masing-masing dapat perhatian 100%. Selama ini kami belum pernah melaksanakan itu. Jika mau tidur, aku selalu bercerita bersama kepada dua anak terbesarku. Jika beraktivitas di rumah pun juga demikan termasuk aktivitas di mobil. Sehingga jika ada benturan keinginan di antara anak-anakku maka mereka kuwajibkan berdiskusi sendiri untuk m...

Menara Salemba batavia

Waktu akhirnya ikutan inden untuk Apartemen Menara Batavia, kami sendiri belum mengukur keuangan keluarga. Saat itu yang terpenting total DP 20% dan jumlah cicilan perbulan berapa sehingga kira-kira keuangan keluarga bisa apa engga. Dan waktu itu ditentukan kalau bisa bahkan jika kami ambil dua unit. Tapi ternyata kami tidak memperhitungkan adanya additional charge (AC) yang ditetapkan karena adanya eskalasi harga. Waaaa...... jumlah AC itu sebesar 38 - 45 juta dan harus dicicil sebanyak 6 kali berbarengan dengan cicilan DP selama 3 kali. Jadi harga apartemen bersubsidi yang ditetapkan pemerintah adalah sebesar Rp144 juta. Harga itu ga bisa diganggu gugat walaupun harga bahan bangunan melonjak gara-gara BBM naik. makanya ada tambahan AC diluar harga pokok tadi. Mekanisme pembayarannya gini: Booking fee sebesar 5 juta dengan rincian waktu inden kemaren itu kami bayar 1 juta dan sisanya sebesar 4juta dilunasi pada akhir agustus saat unit apartemen diundi. 2 minggu kemudian kami har...

Rusunami

Rabu pas libur kemarin aku dan suamiku melihat pameran rusunami bersubsidi di Balai Kartini. Sekitar bulan Februari kemarin kami sudah ke pameran perumahan dengan tujuan cari info mengenai apartemen bersubsidi di sekitar kemayoran. Waktu itu kami ga dapat info yang dibutuhkan malah dapatnya info bahwa di Salemba dekat dengan Perpustakaan Nasioanl akan dibangun juga Apartemen bersubsidi dengan pengembang yang sama dengan di daerah Cawang dan Kebon Jeruk. Waktu itu aku langsung dengan semangat ikutan daftar karena ini daerah Salemba gitu lo...kan dekat dengan wilayah aktifitas siang kami. Eniwei sampai sebelum rabu kemarin ga ada info terbaru tentang apartemen salemba itu.. Walaupun aku sudah ikutan daftar tapi suamiku agak-agak kurang antusias karena baginya rumah itu ya di tanah bukan ke atas seperti apartemen. Tapi aku sedikit memaksa karena cari rumah susah dan mahal apalagi jika harus di sekitar wilayah kantor...duitnya ga cukup...! Sampai 2 minggu lalu tiba-tiba suamiku antu...