Postingan

Menampilkan postingan dengan label Urusan kerja

2014

Ga percaya rasanya bahwa posting terakhir yang aku lakukan adalah bulan November 2013. Aku masih suka blogwalking...jalan-jalan baca tulisan bloger yang lain.  Sambung menyambung jika ada tulisan lain yang juga menarik.  Tapi hati ini sama sekali tak tergerak untuk menulis sendiri. Banyak yang terjadi, banyak yang ingin aku bagikan, tapi tak sekalipun aku tergerak menulis. Dari banyak yang telah terjadi, satu saja yang ingin aku tuliskan. Aku Mutasi...alias pindah lokasi walaupun masih di level yang sama. Di tempatku, mutasi itu hampir-hampir seperti sesuatu yang tak mungkin terjadi. Jadi gini, dari satu unit kerja..ada beberapa direktorat.  Direktoratku yang awal,itu seperti direktorat yang terpinggirkan.  Kalaupun ada mutasi, yang paling mungkin adalah mutasi internal direktorat saja.  Ga mungkin mutasi pindah direktorat apalagi dari direktorat lain masuk ke tempatku. MUSTAHIL (pakai huruf kapital). Hari Kamis terakhir bulan Maret 2014, ...

Marseille Trip

Gambar
Problem utama pergi keluar negeri adalah mencari makanan yang halal.  Tidak semua negara menyediakan makanan halal.  Sebenarnya definisi halal bukan hanya tidak mengandung babi saja..tapi termasuk perlakuan terhadap bahan makanannya apakah sesuai syar'i atau tidak...misalnya saja mengenai cara penyembelihan binatangnya.   Walau tidak mengandung babi...apakah yakin bahwa sapi atau ayam yang disajikan itu disembelih dengan benar.  Jangan-jangan cuma disetrum saja seperti yang di TV itu.  Akhirnya, ketika pergi ke negara bukan muslim dan tidak menyediakan makanan halal...baliknya adalah ikan lagi..ikan lagi (atau any kind of seafood). Nah...setelah check in dan beberes di Mercure Marseille Center maka kami memutuskan berkeliling sekitar hotel mencari makanan halal.  Kami disini adalah aku dan partisipan dari Malaysia.  Ternyata suami istri dengan 1 anak tadi adalah salah satu peserta dari Malaysia sedangkan seorang lagi tidak berkerudung (sama s...

Jakarta To Marseille

Gambar
Well...perjalanan kali ini benar- benar kulakukan sendiri. Tak ada partisipan lain dari Indonesia. Tentu saja grogi setengah mati karena Eropa sebagai tujuannya. Entahlah....pergi ke negara yang jauh lebih maju bikin nyali jadi ciut... Bukankah negara maju justru sistemnya akan lebih mudah dimengerti.... Tapi malah bikin aku grogi.. Eniwei....setelah sampai di Kula Lumpur dan berhenti 30 menit maka perjalanan 14 jam dimulai.  Sungguh..perjalanan berangkat selama 14 jam itu dengan KLM..terasa nyaman tanpa gangguan/turbulance sama sekali. dengan transit pertama di Schipol Airport. Luas banget dan ruang cuci matanya memuaskan (baca=area belanja..saya ga mungkin belanja soalnya..) Dari konter segala macam barang bermerek maka konter bunga inilah yang paling sedap dipandang mata. Setelah 4 jam menunggu maka penerbangan ke Marseille dimulai dan sampai dalam 1 jam 45 menit.  Sampai di Bandara Marseille langsung menuju pool taksi dan langsung menuju Hotel. ...

(Hopefully) Enjoying Travelling

Oke..setelah training di Shanghai kemarin...dalam hati aku bertekad, jika nantinya ada penugasan lagi...aku akan mencari segala cara untuk MENOLAKNYA... Dan memang aku berhasil menghindari beberapa penugasan...yang terakhir adalah ke Manila pas sesudah lebaran, menemani Big Bossku yang menghadiri seminar.  Alasan klasik adalah, aku masih cuti dan tiket balik Jakarta sudah terlanjur siap...lebaran-lebaran gitu akan susah untuk mereskedul jadwal penerbangan.  Untuk penugasan yang lain alasan yang andalan adalah TIDAK DIIJINKAN SUAMI... Sungguh aku merasa tidak profesional dengan alasan terakhir...tapi mau bagaimana lagi, tanpa ada asisten yang full time gini maka jika aku pergi sampai menginap, maka akan berantakan jadwal pagi hari. Jadi gini, anak-anakku semua berangkat sekolah bareng dengan kami karena sekolah mereka dekat dengan kantor.  Jadi kapanpun kami berangkat dan pulang kantor, maka anak-anak akan mengikuti.  Pagi hari adalah saat paling ribet.....

Reduce Reuse Recycle

Gambar
Beberapa kemasan barang teramat sangat sayang jika hanya dipinggirkan begitu saja.  Terutama kotak yang kelihatan kuat dengan penutup yang bermagnetik.  Maka dengan tambahan modal lem dan koleksi kain yang ada, jadilah kotak cantik yang bisa jadi wadah apa saja.  Pernak pernik di meja kerjaku masuk ke kotak-kotak cantik itu... Kode Etik dan peraturan yang berhubungan dengan pekerjaan yang semuanya berbentuk buku saku, ada di kotak yang lain.  Pin, klip, refill cutter, ada di kotak lain yang lebih kecil.  Earphone, stiker dan lainnya di kotak lain yang berukuran sedang. Awalnya hanya bermodal kertas kado yang cantik-cantik dan lem kertas, maka kotak-kotak tadi mempunyai tampilan baru yang lebih keren.  Ada juga tempat memo yang ada wadah pulpennya itu dapat souvenir kala menympangkan darah di kantor yang rutin diadakan tiga bulan sekali.  Mengingat warnanya yang merah menyala dengan paduan silver yang malah jadi kelihatan murahan, maka ...

Shanghai Trip

Gambar
Walaupun tidak terlalu menikmati travelling kali ini....setidaknya tetap berusaha eksplorasi..   Training kali ini, aku pergi bersama 2 rekan kerja lainnya yang jauh lebih berpengalaman tentang materi training..Jadi aku hanya perlu duduk manis menikmati materi training dengan sedikit terkantuk-kantuk.  Bagaimanapun jadwal 9 to 5 gini ini akan susah membuat mataku terang benderang setiap saat. Bagian country presentation diselesaikan rekanku yang lain..jadi kami tinggal duduk manis di depan pasang tampang aja....(zzzz..enggak diiiing...giliran tanya jawab..kami bertiga bekerja sama menjawabnya) Oke....mengingat aku sangat tidak suka foto diri..maka foto yang ada hanya tentang hal-hal yang menarik buatku... Seperti bunga warna-warni yang indah dengan warna yang ga akan ada di Indonesia... Atau lokasi training di pinggiran Shanghai yang futuristik dan kalau malam terasa romantis... Atau gedung ikonik di Shanghai Okeh...ada...

(Not So) Enjoying Travelling

Pada dasarnya, aku ga menikmati bersenang-senang sendiri tanpa keluarga.  Jadi walaupun berusaha menikmati lokasi dengan eksplorasi ...tetap saja rasanya kurang jika tidak bersama keluarga. Maka ketika mendapat penugasan lagi untuk training di Shanghai, aku sangat berharap suamiku kali ini bisa menemaniku disana.  Walaupun tidak full satu minggu, setidaknya tiga hari sambil jalan-jalan bareng akan terasa lebih menyenangkan. Pada awalnya suami setuju untuk menemaniku, jadi setidaknya hanya biaya satu tiket saja yang harus kami siapkan karena semua biaya perjalananku ditanggung penyelenggara.  Di tempat training juga sudah disediakan akomodasi satu peserta satu kamar, sehingga kami tidak perlu cari penginapan lain.  Surat undangan formal sudah ku terima dan aku sudah browsing sana-sini menyiapkan segala sesuatunya.  Tapi suamiku tidak juga memberi lampu hijau ketika aku ingin segera pesen tiket dan mengurus visa.  Sampai tadi malam akhirnya diput...

Eksplorasi Ketika Dinas

Gambar
Dinas luar karena tugas kantor, kadangkala tidak bisa dihindari. Bagaimanapun aku menghindar, kadangkala tetap saja aku harus berangkat. Ketika hal itu terjadi, maka aku berusaha agar dinas itu secepat mungkin. Kalau bisa pagi berangkat, malam sudah pulang...atau kalau tidak, malam berangkat, besok sorenya sudah bisa pulang. Pertimbangan utama tentu saja aku tidak tega meninggalkan anak-anak, karena tanpa ada asisten tetap di rumah maka prosedur persiapan pagi hari akan sangat menguras waktu. Jadi jika hanya suamiku dengan tiga anak, aku ga tega mebayangkan kerepotan itu lebih dari satu hari. Jadi setiap kali tugas luar maka cari flight paling malem untuk berangkat dan flight secepat mungkin setelah acara untuk balik ke Jakarta. Ga ada waktu untuk eksplorasi daerah tugas. Nah, waktu sakit-sakit puasa lalu, atasanku meminta untuk mewakili di sebuah acara workshop di Tokyo. Hmmmmm...Tokyo...lumayan menggoda. Sejauh ini beberapa kali penugasan keluar negeri bisa kutolak deng...

Menjadi Pemimpin

Hasil tes psikologi tahun lalu ketika training di Magelang menunjukkan kalau aku ga ada kompetensi untuk jadi pemimpin. Beberapa bulan lalu juga kembali ada assessment dari kantorku dan rasa-rasanya jawaban-jawabanku masih sama saja sehingga hasilnya bisa jadi juga menunjukkan kalau aku ga ada kompetensi untuk jadi pemimpin. Bisa kumaklumi sih, karena memang itu juga yang aku rasakan. Aku ga berani mengatur sebuah tim agar berjalan dengan baik dengan pembagian pekerjaan yang adil. Aku juga kurang bisa meyakinkan diriku sendiri bahwa orang lain juga akan mengerjakan tugasnya dengan baik sehingga seringkali aku kerjakan semuanya sampai akhirnya badanku rontok sendiri. Aku juga sangat ga berani menghadapi konflik ketika ada beda pendapat dalam tim. Jadi rasanya bisa dipastikan akan susah mengharapkan aku akan bisa jadi pemimpin yang baik. OK, seharusnya aku mulai belajar menghilangkan semua perasaan negatif tentang menjadi seorang pemimpin. Aku seharusnya banyak belajar dan mengamati...

Menjadi Trainer...Part 2

Beuh...ternyata usaha untuk menghindari jadi trainer waktu itu , gagal total. Temanku, yang sukarela mengajukan diri, ternyata tetap membutuhkan satu orang lagi untuk materi yang lain. Dia bertanggungjawab untuk materi pinjaman selama 10 jamlat, sedang hibah selama 8 jamlat, dia minta aku yang melakukannya. Berhubung beberapa hari sebelumnya aku curhat ama suamiku dan jawaban suamiku bahwa aku seharusnya mencoba kesempatan itu, maka ketika temanku minta berbagi kerjaan, akupun menyanggupinya. Lalu, minggu kemarin kuhabiskan waktuku untuk nyiapin materi dan bikin powerpoint.....wuiiih....lemayan puyeng karena materi yang terstruktur masih belum ada...jadinya mesti kumpul-kumpul dulu. Sebenarnya, ketika kami membaca usulan resmi tentang siapa yang jadi trainernya, kami sudah cukup lega, karena nama yang tercantum disitu adalah salah satu Boss-ku. Jadi dengan semangat, aku susun materi dengan harapan beliaulah yang jadi trainer-nya... Hmmmmpft...ternyata harapan tinggal harapan...Boss...

Menjadi Trainer

Ada permintaan dari training center kami untuk mengirimkan narasumber sekaligus trainer pada acara pelatihan yang berhubungan dengan pekerjaanku. Dan kebetulan Big Boss minta seseorang dilevelku yang kompeten untuk jadi trainer itu. dan Bossku- menugaskan aku atau temenku untuk menjalani itu.. Waaahhhh...jadi trainer?..walaupun untuk materi yang memang aku kuasai, tapi aku merasa ga sanggup. Pertama, aku hanya pengalaman di satu lender saja....ada spesifikasi lender lain yg lebih kompleks masalahnya dan aku ga tau detil tentang itu. Aku sadar bahwa pengetahuanku sungguh parsial sehingga aku ga bisa bicara tentang bidang tugasku ini secara holistik. Kalau sekedar baca bahan siy mungkin bisa saja...tapi aku merasa ga fair dengan para peserta nantinya... Kedua, lamanya training adalah 8 jamlat jadi ya kira-kira sehari penuh...walaupun ada kurikulum yang diinginkan untuk dijelaskan...tetap saja 8 jamlat itu lama sekali...aku ga punya kompetensi untuk menyampaikan materi selama itu. kal...

Hasil Trainingku...

Aku berangkat diklat ini dengan pertimbangan bahwa adikku belum pulang kampung, sehingga jika kutinggal 6 minggu, anak-anak tetap ada yang ngurus. Makanya, walaupun tahun ini namaku ga tercantum sama sekali dalam jadwal diklatpim IV…aku nekat cari orang yang bersedia kugantiin. Dan akhirnya aku dapat…temenku beda divisi, yang rupanya ingin membatalkan keikutsertaannya dalam diklat ini. Simbiosis mutualisme pun terjadi…aku berangkat. Maksudku gini, aku berangkat tanpa target apa-apa..yang penting kewajibanku sudah gugur tanpa aku kepikiran tentang bagaimana keadaan anak-anakku. Aku percaya adikku 100%, jadi dia akan melaksanakan mauku tanpa aku harus banyak berpesan. Lalu hari pertama diklat sudah dimulai dengan penugasan pertama dan ternyata teman-temanku yang lain sudah punya contoh-contoh tugas dari diklat sebelumnya. Walaupun pada akhirnya beda, tetep saja jika sudah ada acuan, akan lebih mudah mengerjakannya. Rasanya, cuman aku yang ga punya bekal apapun dari siapapun….agak ...

Ujian

Tadi aku ujian setelah 5 minggu penuh mengikuti diklat yang ga manusiawi ini... Tadi ujian internal, sedang besok ujian eksternal..artinya soal-soalnya dari LAN. Ujian pertama tadi, standar banget...multiple choice...yang kedua...lemayan..analisa...mengasah otak...dan bikin kram jari karena banyak banget yang mesti dikomentari... Yang ga nahanin adalah ujian besok....kenapa siy LAN bikin soal yang macam gini? Bayangkan...pertanyaannya semacam gini.."Sebutkan 4 ciri kepemimpinan yang efektif!" "Sebutkan tujuan pembangunan nasional dan asas-asasnya!"..."Sebutkan definisi administrasi menurut luar dan dalam negeri dan apa kesamaanya?" Tsaaaaahhhhh...masak setua ini mesti ngejawab pertanyan macam itu? Otak ini sudah ga bisa diajak hapalan....(dari dulu juga udah ga sanggup apalan...) Hellooow...ini diklatpim...pendidikan dan pelatihan kepemimpinan....Lalu apakah dengan menjawab pertanyaan sedemikian itu terus bisa jadi pemimpin yang baik.....? Aku ga ngerti a...

Jadwal Diklatku...Yang Membuatku Bertambah Berat....hiks...

Sekarang udah minggu ketiga dari 6 minggu rencana 6 minggu diklat. Hasilnya..lingkar perutku meningkat drastis.... Waaaaaaa...aku tambah gendut.... Bangun 4.30...ngantri ke kamar mandi dan langsung sholat. 5.00 turun ke lapangan dan 5.15 mulai olah raga. 6.00 olah raga selesai dan santap snack pagi (bisa telor setengah mateng plus susu atau roti selai plus teh). Jam 7.00 setelah mandi dan dandan, langsung sarapan pagi dengan menu lengkap. 7.45 kelas dimulai....hmmm..ngantuk (kekenyangan)...buka fesbuk (biar ngantuk ilang)....ga kerasa jam 10.00 break I dengan 2 snack yang yummy dan secangkir kopi....mantap... 10.15 masuk kelas lagi, fesbuk dimulai lagi jam 12.30 istirahat siang....makan siang dengan menu beraneka ragam....(sayang...ga ada sambal)... selesai makan, balik ke kamar, sholat, dan jam 14.00 masuk kelas lagi...fesbukan lagi... 16.15...kelas siang selesai dan break II..tetep dengan 2 snack maknyus dan secangkir teh....selanjutnya istirahat sampai 18.30 makan malam yang lengk...

Outbound

Aku sudah dengar istilah ini cukup lama, dan dari denger cerita-cerita, aku bisa membayangkan, kegiatannya seperti apa. Tapi baru di diklat ini saja, aku mengalaminya sendiri. Semua permainan dirancang untuk mewakili kondisi di tempat kerja, misalnya bagaimana mengatasi masalah dengan mengutamakan koordinasi, kerjasama tim, pembagian tugas dan sebagainya. Mengapa dalam bentuk permainan? Ya tentu saja agar menyenangkan sehingga membuat yang melakukan menjadi bersemangat. Tiap kali permainan usai, kita harus mendiskusikan poin apa yang bisa dipelajari untuk bisa diterapkan di tempat kerja. Tentu saja harapannya, peserta dapat mengambil poin-poin positifnya… Lalu kenapa aku kok selalu saja memikirkan poin ga enaknya ya? Misalnya waktu melakukan waterbomb, tim yang terdiri dari 1 manajer, 6 supervisi dan 6 operator diminta mengangkat air di ember dengan menggunakan karet ban yang ditarik oleh 6 operator. Pada akhirnya agar ember bisa diangkat hanya 2 operator yang kerja keras dan 1 o...

Lembaga Pemeringkat

Sudah lama aku agak-agak bingung dengan peringkat yang diberikan oleh Rating Agency seperti Moody, OECD atau Standar & Poor.. Mungkin karena cara berpikirku yang sempit atau emang aslina ga ngerti, aku selalu heran kenapa S&P ngasih peringkat Indonesia itu BB-, atau OECD ngasih peringkat 4 (atau 5 ya...kok aku lupa). Padahal kan Pemerintah ga pernah ngemplang utang..bahkan jaman orde baru dulu Indonesia dibilang Golden Boy...ya itu tadi karena ga pernah telat bayar utangnya. Kemudian aku baru tau bahwa bukan hanya utang pemerintah saja yang dijadikan bahan penilaian tapi termasuk utang swasta. Selain itu kondisi sosial ekonomi juga diperhitungkan. Nah..petinggi-petinggi di instansiku gencar banget roadshow di berbagai negara untuk menunjukkan bahwa ekonomi kita ini stabil dan bond kita juga bagus pasarnya sehingga layak untuk dapat dinaikkan peringkatnya. Tapi ternyata utang Garuda yang default itu bikin noda hitam rating kita sehingga, sepanjang Garuda ga bisa nyelesein d...

Ngerjain Ekskul...ato..Dikerjain Ekskul?

Kalau saja aku bisa ngeles dari ekskul yang satu ini...niscaya aku akan melakukannya. Mantera andalan..hotel westin...hotel westin..hotel westin...ternyata ga cukup ampuh untuk membuatku bersemangat ngurus ekskul ini... Semenjak tahun lalu sekitar bulan Maret, aku tau Big Bossku ditunjuk jadi Ketua Bidang Substansi, dari namanya saja sudah kebayang syusyahnya...maka waktu itu aku hanya membayangkan saja betapa repotnya tanpa pernah berpikir bahwa aku akan jadi bagian di dalamnya... Seharusnya kerjaan seperti ini bukan bagian tugasku, tapi bagian orang-orang di divisi kerja sama internasional (KSI) . Maka ketika seiring waktu ternyata Big Bossku harus di back up orang-orang di bawah beliau, maka mau tidak mau aku menjadi bawahan yang ketiban sampur menyiapkan semua detil (karena aku nangani pinjaman-pinjaman dari ADB). Aku benar-benar kesulitan bekerja bersama dengan orang-orang dari divisi KSI karena keputusan itu bisa berubah dalam itungan detik (ga juga siy...maksudku..aku biasa k...

Hikmah Ekskul

Pagi ini hectic banget buatku.. besok ada seminar yang mesti disiapin dan sekarang mesti nyiapin semuanya. Dari pagi telepon berdering terus-terusan..dari yang telepon sampe kirim sms untuk konfirmasi. Pfuiiih...bener-bener overload. Gitu masih ada telepon bahwa ada permintaan negosiasi pinjaman, yang desainnya aja belum beres...walah..what should I do..? sudah sempat diskusi sama stafku..tapi lebih baik konfirm dulu ke bosku. Daaaaannnn...ternyata jam 11an di panggil ama bosku termasuk teman sebelahku juga dan bos menyampaikan bahwa mengingat aku akan fokus ke ekskul-ku sampai mei nanti maka pekerjaan rutin yang urgent itu dipegang temenku...wiqiqiqiqi....seenggak-enggaknya...aku ga double tasking lagii...deuuh senengnya... Sementara itu, seharian ini, urusan seminar itu ga beres-beres..sampe sore ini aku masih menunggu materi seminar. Jadi sekalian nunggu..ngeblog dan ngfesbuk aja deh... Rasanya sudah berulang kali terjadi deh...jika sudah ikhlas maka selalu dimudahkan jalannya. ...

Kegiatan Ekstrakulikuler

Di MI Istiqlal, semester ini telah dimulai kegiatan ektrakurikuler. Macem-macem pilihannya, jadi pulang sekolah jam 14.30 langsung berlanjut ke kegiatan ekskul itu sampe pukul 17.00 (jadi fullday school deh). Karena teman-teman Detya di TPA ikut ekskul semua, dia pun pengen ikutan ...tapi ternyata setelah konfirm ke kepala sekolah RA, cuma anak-anak MI yang bisa ikut ekskul.. Jadinya Detya ga bisa ikutan...manyun deh dia.. Kalo Detya manyun gara-gara ga bisa ikut ekskul...aku malah BT gara-gara kepaksa ngurusin ekskul...hmmmpt...bosen banget deh... OK deh.. aku tunjukin kegiatan ekskulku yang bikin masalah ini... jadi panitia Sidang Tahunan Dewan Gubernur ADB 2009.... keliatannya keren tapi...bikin puyeng... Kalau mau tau apa itu ST ADB 2009 klik aja link ini . Apapun yang kulakukan di ST ADB ini ga bakalan kebaca disitu karena yang kukerjakan di belakang layar semua. Sebagai orang yang belajar untuk selalu berpikir positif...lebih baik ngambil manfaatnya aja deh daripada mikir p...

Komentar yang Bikin BT...

Heran deh...kenapa sih divisiku ini sering banget dikecilin ama divisi-divisi lain? Bikin BT banget..dan kalau BT, aku jadi ikutan komen yang ga mutu.. Barusan dapat info bahwa SOP divisiku mesti di rumah untuk menunjukkan bahwa divisiku layak jadi sebuah divisi.. Aaaaaargh....jengkel banget...apa sih mau mereka? Jauuuuh...sebelum unitku ini tercipta..divisiku ini sudah ada... sudah berubah bentuk menjadi berbagai macam nama tapi tetep tugasnya ya ini...cari pinjaman ke bank-bank laen di luar negeri..baru-baru ini aja ditambah nyari pinjaman ke bank dalam negeri...makanya namanya jadi berubah. Lalu kenapa kami harus merubah lagi SOP kami untuk menunjukkan kalau kami layak jadi sebuah divisi? Duh..Bu Menteri...kalau unitku tercipta untuk mengurangi pinjaman tapi menambah utang dalam negeri..lalu kenapa sekarang..pas pasar lagi berantakan gini..kami ditekan-tekan lagi untuk cari pinjaman ke bank-bank luar sana? Gitu aja masih tetap dikecilin ama divisi lain.. dengan disuruh meruba...