Postingan

(Not So) Enjoying Travelling

Pada dasarnya, aku ga menikmati bersenang-senang sendiri tanpa keluarga.  Jadi walaupun berusaha menikmati lokasi dengan eksplorasi ...tetap saja rasanya kurang jika tidak bersama keluarga. Maka ketika mendapat penugasan lagi untuk training di Shanghai, aku sangat berharap suamiku kali ini bisa menemaniku disana.  Walaupun tidak full satu minggu, setidaknya tiga hari sambil jalan-jalan bareng akan terasa lebih menyenangkan. Pada awalnya suami setuju untuk menemaniku, jadi setidaknya hanya biaya satu tiket saja yang harus kami siapkan karena semua biaya perjalananku ditanggung penyelenggara.  Di tempat training juga sudah disediakan akomodasi satu peserta satu kamar, sehingga kami tidak perlu cari penginapan lain.  Surat undangan formal sudah ku terima dan aku sudah browsing sana-sini menyiapkan segala sesuatunya.  Tapi suamiku tidak juga memberi lampu hijau ketika aku ingin segera pesen tiket dan mengurus visa.  Sampai tadi malam akhirnya diput...

Askes Center

Pengalaman mengurus Detya dirawat inap maka sebagai PNS yang punya ASKES maka langkah pertama ketika harus rawat inap: CARI INFORMASI DI ASKES CENTER   JANGAN MENGANDALKAN INFORMASI DARI PETUGAS RUMAH SAKIT Jika memang tidak ada ASKES CENTER di Rumah Sakit tersebut, maka bisa mengajukan klaim perorangan dengan prosedur yang bisa dibaca di  “Buku  Petunjuk Layanan bagi Peserta Askes Sosial” Informasi seperti ini, jika belum pernah mengalaminya sendiri, memang tidak akan mudah diketahui.  Akibatnya biaya rawat inap Detya lalu, terpaksa ditanggung sendiri karena ketidaktahuan itu.  Dan jumlahnya cukup lumayan. Seandainya saja waktu itu sudah mengetahui tentang ASKES CENTER, tentu manfaat ASKES seperti yang aku alami tahun lalu bisa kami dapatkan. Mengenai Wisam sendiri, mengingat dia adalah anak ketiga dan ga ditanggung ASKES..banyak-banyaklah ikut asuransi yang juga mencakup biaya rawat inap.  Walaupun tidak 100% diganti, setidak...

Teruntuk Suamiku Tersayang

Dulu aku berpikir bahwa bahagia itu adalah mendapatkan apa yang aku inginkan.  Apalah gunanya menahan perasaan dan merasa sedih kalau tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.  Mestinya ya harus berjuang sekuat mungkin sampai mendapatkan keinginan itu.  Itulah yang dulu kuanggap sebagai definisi BAHAGIA….tapi sepanjang waktu..yang terbanyak yang aku rasakan adalah justru rasa sedih karena tak kunjung mendapatkan apa-apa yang aku inginkan… Lalu seiring waktu..walau engkau tak menunjukkan padaku secara langsung… engkau membuatku memahami bahwa kebahagiaan itu bukanlah seperti yang selama ini aku percaya… Engkau membuatku tahu bahwa BAHAGIA itu adalah menerima apa-apa yang sudah kudapatkan… Tak usahlah bersedih atas apa yang tidak bisa didapatkan, namun bersyukurlah atas apa yang sudah didapat.. Maka aku bersyukur bahwa Engkau, Suamiku sayang, telah bersabar menghadapiku…menungguku mengerti sendiri bagaimana mencapai kebahagiaan yang sebenarnya… membiarkanku ber...

Boneka Yoyo dari Cemprut

Gambar
Jauh sebelum ulang tahunnya, Detya sudah bilang kalau dia ingin mengajak teman-teman dekatnya untuk main ke rumah.  Tapi ternyata teman sekolahnya merasa rumah kami ini kejauhan.  Jadi aku mengusulkan agar bisa piknik bersama di Lapangan Banteng.  Toh lokasinya sama saja dengan berangkat sekolah, nanti bikin acara permainan yang semarak saja disana dan untuk makanan kan bisa pesan delivery. Suamiku inginnya di Monas, tapi kan Monas terlalu crowded.  Rasanya jadi kurang spesial. Tapi Detya sendiri sama sekali tidak tertarik dengan ide piknik itu.  Akhirnya dia memilih untuk mengajak teman-teman TPAnya saja yang pasti mau berkunjung ke rumah.  Tetap saja, ide mengundang orang ke rumah itu membuat suamiku agak-agak ragu.  Menurut suamiku, rumah kami ini sangat tidak layak untuk dipakai menjamu orang lain...hehehehe.  Sampai hari terakhir, aku masih belum mendapat persetujuan dari suamiku.  Banyak yang jadi pertimbangan beliau, acaranya apa ...

Detya - 9 tahun

Gambar
ki - ka : Nov 2006 - Juli 2011 Tanggal 15 Januari lalu Detya berulang tahun yang kesembilan.  Tak terasa, Detya sudah jadi anak gadis yang mandiri... yang membuatku bersyukur bahwa aku punya anak perempuan .  Anak yang bisa menjadi tambatan hatiku, teman kecilku, asisten pribadiku, teman ngobrolku, kebanggaanku, dan yang paling utama...jadi anak gadisku.... Membicarakan Detya ga akan pernah bisa membuatku berhenti, prestasi sekolahnya, pujian dari gurunya, mandiri sekaligus manjanya, pengertian sekaligus rajukannya, dan selera pribadinya yang berbeda 180 derajat dari seleraku. Coba bayangkan, waktu aku kecil dulu, aku selalu ga suka pilihan baju dan sepatu ibu untukku yang tidak jauh dari bling-bling dan monte kerlap-kerlip.  Tapi aku ga bisa menolak pilihan itu.  Apa yang terjadi sekarang, saban kali cari baju atau sepatu untuk Detya, arah pilihan Detya selalu yang bling-bling berkerlap-kerlip disana sini. Waktu kecil dulu, aku selalu menangis saat Ibu me...

Seri Rumah Kecil - Laura Ingalls Wilder

Gambar
Waktu SMP dulu, aku pernah baca salah satu buku Seri Rumah Kecil karangan Laura Ingalls Wilder.  Itu looo, yang film serinya pernah ditayangkan di stasiun TVRI saat aku masih SD dulu.  Saat baca novelnya itu, aku benar-benar terkesan dengan jalinan ceritanya, namun apalah daya..buku pinjaman itu hanya 1 dan aku tak pernah tau bagaimana kelanjutan dari cerita itu. Buku yang aku baca adalah Rumah Kecil di Padang Rumput, yang menceritakan pengalaman Laura ketika mencari lokasi tempat tinggal yang cocok, dan kemudian membangun kehidupan dari nol.  Sayangnya di akhir cerita, rumah itu tetap tidak cocok untuk jadi tempat tinggal permanen, sehingga mereka harus berpetualang lagi.  Bisa dibayangkan kan, kalau aku sangat penasaran dengan kelanjutannya.  Aku tidak tau, film seri yang ada di TVRI itu mengacu pada buku yang mana.  Makanya aku penasaran sekali dengan seri buku ini. Nah, sudah lama aku mencari-cari di toko buku tapi tak pernah menemukan satu ...

Narnia

Gambar
Akhirnya, pesanan box set Narnia sudah ada dan harganya pas dengan sisa voucher Deal Keren - Gramedia waktu itu. Maksud hati beli ini adalah agar anak-anakku tertarik untuk mulai baca buku tebal dengan tulisan kecil.  Aku ingat sekali bahwa minat bacaku tumbuh saat kelas tiga SD dan membaca biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang bukunya segede bantal.  Buku gede itu sama sekali tidak mengintimdasiku karena ceritanya sangat menarik dan membuatku betah baca buku itu sampai selesai. Sekarang Detya sudah kelas tiga...tapi semua buku cerita tipis-tipis nampaknya tidak membuatnya tergugah untuk serius baca...  Adakah ide untuk merangsang nafsu baca anak-anak? Saat ini, yang aku lakukan adalah membacakan cerita itu kata-per kata, dengan intonasi yang bisa menggambarkan betapa menariknya cerita itu.  Rupanya mereka sangat tertarik dengan bacaanku itu, dan betah mendengarkan berlama-lama.  Hanya saja mulutku rasanya jadi sariawan gara-gara kelamaan ...