Postingan

Menemukan Rujak Soto di Jakarta

Gambar
Kuliner khas Banyuwangi yang paliiiing aku suka adalah Rujak Soto .  Kalau pulang ke Banyuwangi, pasti harus makan rujak soto ini. Dulu, ada penjual rujak soto yang menurutku paling enak, yaitu Bik Seni.  Sayang sekali beliau sudah meninggal dan rupanya anak-anaknya tidak ada yang bisa mempertahankan warung rujak soto ini.  Dan sampai saat ini, aku masih belum menemukan rujak soto yang seenak rujak Bik Seni itu. Nah, suatu ketika, aku membaca artike l di Detik Food tentang rujak cingur Pak Hadi.   Selain bercerita tentang rujak cingur, juga cerita tentang soto sulung Madura, di lokasi yang sama, maka aku berpikir bahwa jika dua menu ini digabung, maka akan jadi rujak soto.  Selama ini, rujak cingur langgananku ada di Stasiun Senen, sedangkan soto sulung kesukaanku ada di Pintu Air Pasar Baru, jadi jika berniat menggabung rujak cingur dan soto sulung, maka tidak akan bisa segar. Warung Pak Hadi ini letaknya di Jalan Wachid Hasyim dan karena lo...

Kawah Ijen

Gambar
Dulu waktu masih kecil, aku berangan-angan bahwa nanti setelah aku kerja, aku masih tetap akan berpetualang ke tempat-tempat eksotis yang susah ditempuh.  Bapakku yang menjadi contohku, karena walaupun sibuk bekerja, tapi masih sempat berpetualang bersama teman-temannya.  Walaupun beberapa bulan sekali, tapi lokasi wisata di Banyuwangi yang susah dicapai, tetap menjadi tujuan Bapak dan teman-temannya. Tentu saja duniaku dulu hanya Banyuwangi saja, pergi paling jauh adalah ke rumah nenekku yang memerlukan satu jam perjalanan dengan kendaraan umum.  Jadi melihat bapakku yang menjelajahi ujung-ujung Banyuwangi, merupakan sesuatu yang menginspirasi hidupku.  Bapakku pernah ke Baluran , melihat Banteng Jawa.  Pernah ke Sukamade , melihat penangkaran penyu .  Pernah ke Plengkung atau lebih dikenal dengan G-Land , yang kata orang adalah salah satu spot surfing paling terkenal di dunia. Dan yang paling sering adalah ke Kawah Ijen , tempat penambangan belerang, ya...

Sunatan Javas

Gambar
Sudah sejak lama, mungkin sejak TK B, Javas berikrar bahwa dia akan sunat nanti kalau naik kelas 3.  Dan liburan kenaikan kelas kemarin adalah waktu yang dia tunggu-tunggu, Javas naik kelas tiga yang artinya dia bisa sunat. Bagi Javas, pokoknya dia mau sunat, apapun metodenya.  Sedangkan bagi kami, setelah sangat tergoda dengan sunat bogem, akhirnya memilih SMARTKLAMP dengan alasan kepraktisan.  Yaaa...ternyata smartklamp itu praktis di awal tapi agak tricky di penyembuhan.  Jika anaknya tidak banyak beraktivitas, maka seminggu setelah alat dicopot, maka bekas luka akan sembuh sempurna.  Sedangkan Javas yang Alhamdulillah adalah anak yang aktif, bahkan setelah 3 minggu, lukanya masih ada yg belum kering. Eniwei, saat Javas berikrar dulu, saat itu juga Ibukku ingin agar nanti slametan Javas dilaksankan di Banyuwangi.  Aku tidak terlalu banyak berpikir untuk itu, toh masih lama.  Tapi sejak awal tahun ini Ibukku semakin gencar mengingatkan agar...

Menteng Square - Update

Setelah membaca salah satu komentar akhir bulan Juni lalu di artikel tentang Apartemen Menara Salemba Batavia yang sekarang berubah nama menjadi  Menteng Square, maka rasanya pengen cepat-cepat saja kesana untuk bisa nego serah terima. Bukan apa-apa sih, tapi ini demi kenyamananku sendiri yang tiap 3 bulan menjelang akhir tahun harus selalu naik taksi pulang duluan sama anak-anak karena pada bulan-bulan tersebut, suamiku akan sangat-sangat sibuk dan biasa pulang dini hari.  Jadi selain memudahkanku dalam hal ongkos taksi (heheheh)...juga akan memudahkan suamiku dalam beraktifitas.  Bayangkan saja, biasanya suamiku akan pulang sekitar jam 2-3 dini hari untuk kemudian jam 5 sudah harus bersiap-siap untuk berangkat lagi...  Belum lagi weekend yang nantinya bisa full di kantor bahkan ga pulang sama sekali.  Jadi harapanku, sebelum proses itu terjadi, apartemen Menteng Square sudah bisa kami tempati. Akhirnya, siang ini kami bisa datang ke lokasi untuk memp...

Melarikan Diri

Judul yang provokatif.... Tapi memang begitulah keadanku ketika aku benar-benar memikirkannya dan bersikap jujur.  . Jika orang bertanya kenapa aku tinggal di Jakarta sedangkan keluarga besar semua ada di Banyuwangi, aku selalu bilang ya takdir saja yang membuatku seperti ini.  Berawal dari penerimaan PMDK IPB yang membuatku keluar pertama kalinya dari Banyuwangi, berlanjut dengan kerja yang diterimanya ya di Jakarta ini.  Akhirnya jauhlah aku dari keluarga besarku. Padahal kalau saja aku mau, aku bisa saja mencari kerja di Jawa Timur saja sehingga paling jauh aku hanya akan tinggal di Surabaya.  Tapi itu kan tidak aku lakukan.  Tetap saja aku memilih Jakarta dengan alasan bahwa daerah ini lebih familiar bagiku dibanding Surabaya.   Sesungguhnya, pilihanku menjauh ini karena aku ingin melarikan diri....menjauhi potensi masalah yang dari kecil dulu sudah bisa aku bayangkan.  Aku menyayangi keluargaku..itu sudah tak perlu dipertanyakan lag...

Tutorial : How To Make Initial Pillow

Gambar
Selama ini aku telah sangat terbantu dengan adanya tutorial-tutorial di blog crafting & sewing. Ada tutorial membuat baju bayi dan sepatunya..bahkan ada juga tutorial celana dalam penutup diapers.  Jadi, ketika ada teman yang baru saja melahirkan anak perempuan, pelan-pelan menyiapkan set baju bayi ini. Reversible dress Sayangnya, ga sempat mengabadikan foto set bayi itu dengan baik dan detil, jadi hanya tampak bersama-sama seperti di atas itu yang bisa terabadikan. Nah...berhubung tutorial apapun sangat bermanfaat, maka aku juga ingin menyumbang satu tutorial yang rasanya masih belum banyak...(mungkin karena terlalu mudah..jadi ga ada yang mau bikin tutorial heheheh) Bantal Initial  Bagi yang ahli, membuat pola bisa langsung saja menggambar di kain inisial huruf yang diinginkan.  Tapi berhubung otak kananku sangat tidak kreatif, maka aku menggunakan sarana komputer.  Pertama buat word art di microsoft word sesuai inisial yang diingi...

Reduce, Reuse, Recycle II

Gambar
Seragam sekolah anak-anakku yang kekecilan, sungguh jadi masalah.  Mau dibuang sayang, dilungsurkan (diturunkan ke anak lain yang lebih kecil) ga pantes karena terlalu dekil.   Ada yang didaur ulang jadi tas punggung , tapi ternyata tetap saja ga ada yang menggunakan tas itu. Ada juga yang didaur ulang menjadi kerudung yang matching dengan seragam tersebut. Bawahan Detya ada yang kuubah jadi rompi seragam Javas dan yang terakhir adalah rok Detya (sekolah menyebutnya pop rock, karena sebenarnya celana panjang tapi ada lapisan penutupnya sehingga tampak depan adalah rok) yang aku  gunting-gunting untuk jadi 3 barang baru yaitu, lapisan dalam tas, lapisan dalam dompet dan pelapis bantal untuk kursi. Berhubung proses menjahit berbanding lurus dengan semangat menjahit yang timbul tenggelam maka harap dimaksumi kalau dari rencana 3 barang, hanya satu saja yang sudah jadi yaitu lapisan dalam tas mukena.... yang penting kan urusan potong memotong telah selesai... tinggal ...