Catatan harian : Asertif
Sebelum aku kenal istilah asertif, sungguh bicaraku spontan banget. Apapun yang ingin kukomentari, akan aku komentari tanpa memilih kalimatku. Baru setelah kalimat-kalimat spontanku itu keluar, aku sadar bahwa mungkin saja lawan bicaraku jadi tersinggung dengan ucapanku. Setelah training softskill competency beberapa waktu lalu , aku mulai belajar mengatur kalimatku sehingga sedapat mungkin lawan bicara merasa nyaman. Misalnya ketika niatnya akan mengkritik kesalahan, maka bagaimana kalimatku itu tidak sampai menyinggung tapi justru membangun. Dengan berpikir terlebih dahulu, sifat spontanku menjadi jauh berkurang. Ketika aku tetap tidak menemukan kalimat positif yang baik, maka lebih baik aku diam saja. Nah, ketika aku ingin menyampaikan sesuatu ke suamiku aku juga berpikir terlebih dahulu karena dulu seringkali adu argumen hanya karena aku selalu bicara spontan. Kalau ke orang lain berusaha selalu asertif, kenapa sama suami tidak? Akibatnya, jika aku tidak kunjung menemukan kal...