Jumat, Februari 27, 2009

Pembagian Kerja Terbaru:Menyenangkan atau Menyedihkan?

Sore ini posisi yang satu level denganku ditempat kerja bakal terisi..ada pelantikan buat yang baru-baru. Dan hasil diskusi dengn bosku dan teman sebelahku, sudah disusun pembagian beban kerja yang baru, yang kami harap seimbang sehingga 4 orang yang menangani detil pekerjaan bakal punya beban kerja yang sama. Maka kerjaan yang sebelumnya ditempatku, akan dibagi dua...

Pfuuiiihh...aku merasa lega sekali.. sebelumnya dengan kerjaan rutin yang ada aja tiap hari ditambah kegiatan ekskul yang demanding, aku ngerasa overloaded. Untung aja kemaren, sama bosku ada beberapa kerjaan baru, dipindah ke temen sebelahku. Nah dengan tambah lagi tenaga baru maka kerjaan rutinku akan sangat sangat berkurang.

Tappiiii....muncul juga kekhawatiranku...jika sudah berkurang gini...bukankan akan banyak waktu luang buatku? apa yang harus kulakukan...? Ngeblog...blogwalking...nge-fesbuk..?..(yaoloh...malah kegiatan sampingan gini yang dipikirin..sadar..sadar..sadar..)

........................******Sadar Buk.....bukankan kemaren sudah berencana bahwa jika sudah terbagi rata gini artinya waktu buat anak-anak bakal nambah?..bukannya pengen selain jadi pekerja yang baik..pengen juga jadi ibu yang luar biasa..? So..inilah jawabannya...jangan malah berpikir bahwa waktu buat dunia mayamu jadi nambah******....................................

OMG...betapa egoisnya aku ini...

Read More..

Adik Terkecilku

Aku dengan adik bungsuku beda umur 12 tahun. Aku ingat sekali proses kelahirannya dulu pas aku kelas satu SMP. Dia lahir di rumah subuh-subuh karena udah ga nahan lagi buat ibuku pergi ke klinik atau bidan. Jadinya aku dan sepupuku kebagian jemput bu bidan di rumahnya. Sepanjang proses persalinan, aku mendengar semua prosesnya dari kamarku yang ada disamping persis kamar orang tuaku..walaupun begitu, tidak banyak yang kudengar. Kupikir bakal ada teriakan atau gimana ternyata hanya desis-desis kecil dan sedikit suara aktivitas orang (ketika mengalaminya sendiri baru nyadar bahwa yang ada di film-film itu semuanya ga pas...)

Jadi dengan adanya adik bungsuku, aku tidak lagi menjadi anak perempuan satu-satunya..dan selanjutnya ketika aku keluar rumah untuk nerusin sekolah dan ga pernah balik lagi secara permanen..maka adikkulah yang menjadi Daddy's Little Girl..

Pas dia balita dulu aku masih di rumah, tapi rasa-rasanya aku tidak begitu mengikuti masa batitanya karena budeku ingin adikku ini tinggal bersama mereka...kira-kira waktu dia umur 1,5 - 3 tahun. Karena jidatnya yang nonjol kami ingin memanggilnya nonong, tapi bude bersikeras memanggilnya nonik..jadilah sampai sekarang kami memanggilnya nonik. Waktu TK aku ingat sering mengantarnya sekolah dan ketika dia sudah bosan sekolah..maka dia hanya memilih waktu-waktu tertentu untuk berangkat sekolah yaitu setiap sabtu, minggu ketiga. Apa yang melatar belakangi?..ternyata karena hari itu adalah waktunya makan bersama di sekolah...(kecil-kecil sudah oportunis tuh..)

Nah, pas dia mulai masuk SD adalah waktu bagiku untuk nerusin sekolah di bogor. Jadi setelah itu aku sama sekali ga mengenalnya kecuali 2 minggu pas libur semester dan 1 bulan pas libur akhir tahun ajaran. Satu hal yang kuinget tiap liburan adalah ledekan masalah kulit.. Aku selalu ngeledek dia kulitnya item sekali dan dia ga bisa ngebales ledekanku itu...tahun berikutnya dia mulai bisa ngebales dengan : biar item tapi kan kayak manggis..dalemnya putih..manis lagi...daripada kuning kayak belimbing sayur...kecuuuuuuutttt....(kira-kira mulai kelas 3 sd dia udah mulai jawab seperti itu)

Pas dia masuk SMP, aku sudah mulai kerja sehingga dia dan kakaknya selalu kukirim uang saku untuk sebulan. Maksudku untuk mulai ngajari dia bertanggung jawab dan mengelola uang agar cukup buat jajan dia sebulan. Disamping itu, aku ga ingin dia mengalami yang kurasakan dulu..hiks..aku ga pernah dapat uang jajan dari bapakku. Semua kebutuhan sekolah pasti terpenuhi..tapi tidak uang jajan..(ada siy..tapi sekali atau dua kali seminggu yang hanya cukup bwt beli es lilin).

Selanjutnya tahun 2001 pas adikku akhir SMP bapakku pensiun dan otomatis sekarang tidak hanya uang jajan yang menjadi tanggunganku...tapi semua kebutuhan dia dan kakaknya kutanggung...Betapa ingat aku waktu itu, gaji ga seberapa tapi harus nanggung dua anak yang sudah SMA. Tapi yang bikin aku heran..selalu saja ada rejeki buat mereka. Pernah suatu ketika adikku nelpon bahwa dia butuh sekian ratus ribu buat beli buku...waktu itu aku langsung bilang iya walaupun aku tau aku sama sekali ga punya uang segitu...dan sorenya saat aku bengong mikirin mesti minjem uang siapa..tiba-tiba Bosku membagikan amplop untuk anak buahnya dan yang keterima persiiiss sejumlah yang dibutuhkan adikku...Berkali-kali itu terjadi sehingga aku yakin Allah akan memberi jalan jika kita berniat baik..

Selanjutnya adikku lulus SMA tahun 2005 dan setelah nyoba ikut tes prodip dia langsung berangkat ke jakarta untuk tinggal bersamaku. Maka dimulailah saat pertama bagi kami untuk saling mengenal lebih dekat. Sebagai adik tentu saja dia kebagian peran menyesuaikan diri dengan yang sudah ada. Dia ambil diploma 1 dengan pertimbangan tahun berikutnya dia nyoba untuk ikutan tes prodip lagi, ternyata dia tetap tidak lulus tes itu..

Maka dimulailah masa nyari kerja sana-sini sampai akhirnya dia ingin jadi pengasuh di penitipan anak yang ada di kantorku..mulai Maret 2007. Walau gaji dibawah UMR tapi dia mau melakukannya dengan harapan mencari pengalaman dan surat rekomendasi jika dia berhenti nanti. Setelah jadi pengasuh inilah dia memutuskan untuk sekolah lagi di PGSD..dia ingin jadi guru/pengajar untuk anak-anak kecil..TK ataupun SD.. Jadi setiap hari dia berangkat kerja bersamaku sedangkan sabtu-minggu dia kuliah di PGSD itu.

Juli 2007 dua anak terbesarku masuk RA Istiqlal dan karena ga ada pembantu di rumah maka si bungsu yang masih 2 bulan juga kutitipkan di TPA kantor. Maka semenjak itu kami serumah, aku, suami,3 anak dan adikku selalu berangkat dan pulang bersama-sama. Bisa dibayangkan kesibukan di pagi hari menyiapkan keberangkatan kami... Dan saat-saat inilah aku sangat-sangat bersyukur bahwa ada adikku yang membantu semua persiapan itu. Tanpa adikku ini..apa jadinya aku..pasti lebih high temper lagi..karena selalu diburu-buru waktu..untuk preparation di pagi hari.. Sekarang jadi lebih mendingan lagi karena aku bisa ninggal si bungsu di rumah karena sudah ada pengasuh yang jagain dia.

Mulai Januari kemaren adikku berhenti dari TPA selain karena dia harus praktek ngajar, dia juga ingin pengalaman baru yang lain. Maka setelah praktek ngajar 2 minggu di SD negeri, ga bayak yang dia lakukan selain tiap selasa sore ngajar privat anak SD. Dengan demikian anak bungsuku lebih terjaga lagi karena ada adikku yang sangat kreatif menstimulasi anak bayi ini (pengalaman waktu di TPA dan hasil belajar di PGSD..). Sekali lagi...tanpa adikku..apa jadinya aku..

Akhir-akhir ini aku berpikir sendiri..sampai kapan aku ngandalin adikku untuk membantuku seperti ini..dia punya kehidupan dan cita-cita sendiri..jadi ga bisa aku mengharapkan dia untuk selalu bersama kami. Hmmmm...sampai saat itu tiba..aku tetap sangat mensyukuri setiap bantuan adikku ini..

Setelah hidup bersama-sama hampir 4 tahun ini, dia sangat-sangat mengerti aku dan suamiku...dia tau bagaimana harus bersikap ketika aku high temper...dia tau bagaimana menyikapi demandingnya suamiku..dia bisa menenangkan anak-anakku ketika mulai tantrum..dia tau bagaimana memotivasi anak-anakku untuk mandiri pada saat aku sendiripun lebih memilih memanjakan mereka...dia tau bagaimana mengelola uang biar mendapat manfaat maksimal...
Rasa-rasanya dia tau lebih banyak daripada aku diumur yang sama...
Bayangkan..saat aku 22 tahun, mana ngerti aku tentang merawat bayi dan anak-anak...aku hanya tau harus segera menyelesaikan kuliah..bahkan mau kerja dimana akau juga belum punya tujuan sama sekali..

Adikku sudah tau bahwa dia ingin jadi guru dan sedini mungkin sudah nambah-nambah ilmu sehingga bisa jadi guru teladan dan penghasilanpun ga kurang...

Minggu lalu aku agak-agak kawatir karena dia nyari lowongan di koran dan ada lowongan untuk jadi fulltime helper buat anak autis di salah satu rumah di pondok indah sana..syaratnya harus sabar dan bisa aktif berbahasa inggris. Aku ngingetin dia bahwa mungkin wording-nya bagus..fulltime helper..tapi kata lainnya kan kayak babysitter gitu...dia bilang ga masalah asal dia dapat kesempatan untuk nyelesaiin kuliahnya tiap sabtu minggu..

Aku mau ngaku disini bahwa kekhawatiranku itu murni hanya tentang aku sendiri. Bahwa jika dia fulltime ada disana..lalu bagaimana denganku? siapa yang akan membantuku lagi..? Apakah ini saatnya bahwa adikku akan punya kehidupan sendiri yang sama sekali terpisah dariku...?

OMG...betapa egoisnya aku....
Read More..

Rabu, Februari 25, 2009

Berapa Penghasilanmu?

Kok judulnya provokatif begitu ya? Aku bingung mau ngasih judul apa. Akhir-akhir ini aku kepikiran banget dengan berapa penghasilan orang-orang yang sudah kerja banting tulang dari pagi sampai sore..

Awalnya aku mikirin..apa ya yang nanti aku lakukan pada saat pensiun? pasti penghasilanku akan berkurang drastis dan karena sudah terbiasa dengan pola sekarang maka aku mesti nyari cara biar pengnhasilan itu ga turun drastis-drastis amat. Lalu aku membayangkan, jika buka warung kecil, berapa ya keuntungan bersih dalam sehari? paling poll juga 50rb. Lalu jika jualan air minum isi ulang, berapa untungnya ya untuk tiap botol..(ada temen kantor yang baru aja pensiun katanya buka isi ulang gini)..lalu tiap hari bakal laku brapa ya?

Kalau punya konter di mall..apakah aku tahan duduk manis di toko nunggu pembeli datang?..OK..mungkin bukan aku sendiri yang bakal nungguin..tapi tetep aja kepikir begitu..aku ga bakalan tahan tanpa ada kesibukan yang nyata..lalu pikiran-pikiran yang masih bingung itu, kuhadapkan dengan realitas yang kulihat sehari-hari..

Ada tukang jual beras yang jual pakai sepeda. Kira-kira ada 100 kg yang ada di boncengannya dan dia keliling jualan dari pagi sampe sore..berapa yang dia dapet? 300 sekilo? ga mungkinkan dapet 500 sekilo? maka jika 100kg yang dia bawa itu laku semua, dia bisa bawa pulang 30.000. Haaaahhhhh...30ribu setelah seharian penuh ngegoes sampe pegel?

Belum lagi ibu-ibu yang jualan telur bebek yang lewat depan rumah setiap pagi. Jika aku beli di pasar harganya 1200 sebutir, ibu itu jual 1500 sebutir.. aku ga mungkin mbayangin dia bisa jual 100 butir sehari..OK paling 50 butir sehari..maka dia hanya bisa bawa pulang 15ribu setelah muter-muter kompleks dan teriak sampe serak nawarin dagangannya.. OMG...

Lalu sabtu kemaren, tukang jahit keliling yang sedang memperbaiki pakaian-pakaian kami berkomentar..."enak ya jadi orang kaya, kalau libur gini bisa jalan-jalan kemana-mana...ga perlu kerja lagi..". Kami hanya bisa tersenyum pahit...tanpa tau harus menjawab apa..karena rasanya pembelaan diri ga diperlukan disini...dia hanya ingin mengemukakan apa yang ada dipikirannya walau definisi kaya sangat-sangat tergantung dengan persepsi masing-masing orang...

Belum lagi jenis-jenis kerjaan yang lain, aku semakin puyeng denger cerita bahwa guru-guru anak-anakku yang luar biasa itu hanya dapet gaji yang sedikit lebih tinggi dari UMR...padahal mereka kerja sehari penuh tanpa ada kesempatan untuk cari tambahan penghasilan...padahal mereka berangkat pagi-pagi sekali dengan kendaraan umum dan baru pulang ketika ashar sudah berlalu...padahal murid-muridnya selalu dianter dengan mobil-mobil bagus yang kadang gonta-ganti...padahal mereka sudah luar biasa mendidik murid-muridnya...padahal...padahal...aku hanya bisa mendesah...GURU..akankah selalu begitu...sangat dibutuhkan tapi minim penghargaan..

Jadi aku hanya bisa puyeng melihat dan membayangkan berapa penghasilan orang-orang yang tiap hari terlihat di depan mataku...tanpa bisa melakukan apa-apa...hanya miris di hati..

Read More..

Ekspektasi Pada Anak

Ketika baca lagi presentasi Bu Aries tentang anjuran dalam berkomunikasi, ada satu poin yang akhir-akhir ini kudiskusikan juga dengan suamiku..tentang "ubah ekspektasi kita".

Sampai sekarang Detya ga terlalu dekat dengan ayahnya walaupun aku sangat-sangat ingin dia bisa jadi Daddy's Little Girl.. Dan dari hasil diskusi kami, aku bisa menduga bahwa ekspektasi Ayah terhadap Detya tidak sesuai dengan kenyataan sehingga Ayah jadi selalu menilai Detya dan Detya ga nyaman dengan penilaian itu. Ayah ga pernah punya saudara perempuan dan satu-satunya perempuan yang dikenal ayah adalah Ibunya sehingga harapan ayah ya perempuan itu seperti ibunya..seorang guru dan ibu rumah tangga yang mengabdi.. Namanya juga double tasking, jadi ibu mertuaku itu cekatan dan mandiri..juga open (bahasa jawa lo..) terhadap anak-anaknya..

Sedangkan Detya sendiri, menurutku sangat-sangat perempuan..(walau aku ga begitu..jadi heran darimana dia melihat dan mencontoh karakter merengek-rengek seperti itu). Dia penakut..ga berani coba-coba sesuatu yang baru..suka menempel-nempel dan gelendotan ga jelas ke semua orang.. Akibatnya Ayah seringkali jengkel sendiri ketika mencoba beraktifitas dengan Detya tapi Detya menolak untuk mencoba dengan alasan takut..berulang kali terjadi akhirnya ayah dan detya sama-sama malas mencoba bekatifitas bersama-sama..dan akhirnya mereka ga pernah dekat...

Aku sudah mencoba agar ayah mencoba untuk mengerti ketakutan Detya dalam mencoba...lalu mencari solusi dan memotivasi dia dengan cara yang baik..aku yakin Detya hanya butuh diyakinkan dengan alasan yang jelas... Seperti pas belajar naik sepeda..ayah sudah nyerah ketika 2 kali membantu tapi Detya terus ketakutan..sedangkan denganku...tetap kumotivasi dan kubantu ketika dia khawatir..maka dua kali weekend..dia sudah sukses bersepeda...

Jadi intinya..jangan terlalu mengharapkan yang tinggi..sesuaikan harapan kita dengan usia anak..tiap tahapan usia..masing-masing anak punya kematangan sendiri-sendiri...maka berpikirlah dari sudut pandang anak, jangan dari tahapan pikiran kita sendiri...
Setelah itu ayah sudah mulai berusaha menyesuaikan diri walaupun masih saja ekspektasinya seringkali terlalu tinggi..

Tadi pagi juga mulai lagi diskusi masalah Javas...betapa Javas suka sekali patah semangat ketika mencoba menggambar tapi ga bisa-bisa..atau cara Javas mewarnai yang masih kaku dan sulit untuk tetap dalam garis...Yang bikin Ayah khawatir adalah kemampuan Javas yang jauh di bawah Detya dalam usia yang sama....Rasanya gubrak deh..bukankan aturan yang paling utama dalam membesarkan anak adalah "Jangan pernah membandingkan anak"...hiks..jadi aku hanya bisa mengingatkan ayah tentang hal itu plus agar ayah mengubah ekspektasi terhadap anak..

Bukankan sudah sangat membahagiakan bahwa Javas punya inisiatif untuk bereksperimen mencoba menggambar mainan yang dia sukai..mencoba membuat mainan itu sendiri dari kardus bekas..dan ketika dia mencoba semua itu, dia begitu tekun berkonsentrasi dan ketika tidak bisa maka akan segera meminta pertolongan orang tuanya.. OK..memang ketika sudah tidak bisa nyoba sendiri, dia akan kesal sehingga kesannya jadi memaksa-maksa kita untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sendiri.. tapi ga ada salahnya kan membantu dia agar lebih mudah sehingga dia bisa melanjutkan sendiri kegiatannya itu.. Pada saat-saat seperti inilah..ayah merasa Javas kurang berusaha...

So...benar-benar deh...ekspektasi kita harus sesuai dengan kemampuan dan kematangan anak...jangan hanya berpikir dari sudut pandang kita sendiri sebagai orang tua..

Read More..

Senin, Februari 23, 2009

Komunikasi Dengan Anak : Berlatih Untuk Tidak Bilang "Jangan"

Pas pertemuan komite sekolah bulan Januari lalu, ada sedikit tema tentang komunikasi dengan anak. Ada banyak yang dibicarakan siy..(teutama ngingetin tentang 12 gaya populer dan mendengar aktif) tapi yang sangat-sangat nempel di otakku adalah tentang mengatakan apa yang kita inginkan untuk anak lakukan....instead of ngelarang-larang mereka dengan kalimat "JANGAN....."

Misalnya jika anak lari-lari maka otomatis kita bilang "Jangan lari-lari..!" maka anak akan tetep lari..karena yang diterima anak adalah kata kerjanya..."lari-lari"..maka kita harus mengatakan apa yang kita inginkan, yaitu: "Lebih baik kamu jalan saja karena tidak aman, banyak orang yang lalu lalang..". Jadi fokuskan ke kata kerja yang kita inginkan dan sebutkan alasannya apa.

Lalu Bu Aries yang memberi materi pelatihan ngasih kita PR untuk merubah kalimat yang pakai awalan JANGAN dengan kalimat positif. Maka aku ingin berlatih disini. Setelah pertemuan itu, otomatis kalimatku akan berhenti setiap kali akan memakai kata JANGAN dan berusaha untuk nyari kalimat positifnya...ternyata menyenangkan ada jeda seperti itu dan membuat aku berusaha menyusun kalimat sebaik mungkin sehingga nada marah yang terselip di kalimat JANGAN pun menjadi hilang..

Jadi poin pada persentasi itu ada dua hal, anjuran dan larangan berkomunikasi:

Anjuran Komunikasi:
Katakan ”ayah/bunda sayang kamu” setiap hari
Buktikan kalau kita mendengarkan anak
Ajari anak untuk bernapas
Berikan kata-kata yang dapat digunakan anak
Benar-benar dengarkan anak
Hormati perasaan anak
Belajar mengendalikan frustasi kita
Ubah ekspektasi kita
Gunakan humor – buat mereka tertawa
Tetap sederhana
Bernegosiasi – tidak apa-apa asalkan orangtua tetap menang
Izinkan anak mengekspresikan perasaannya – seperti marah bukan hal yang terlarang
Bagaimana menunjukkan kebahagiaan

Larangan Komunikasi:
1. Jangan buat janji yang tidak bisa ditepati
2. Jangan kira bohong demi kebaikan akan selalu manjur
3. Jangan paksa anak berbicara jika dia masih marah
4. Jangan terlalu sering berkata ”JANGAN”
5. Jangan katakan ”coba dengar dulu”
6. Jangan berteriak
7. Jangan membandingkan anak kita dengan saudaranya atau anak lain
8. Jangan anggap masalah akan hilang dengan sendirinya
9. Jangan mendisiplinkan anak ketika kita masih kesal

Bu Aries ngasih PR buat kami untuk merubah larangan komunikasi itu dengan kalimat positif, dan aku ingin mencobanya disini:
1. Tepatilah janji yang sudah diucapkan
2. Bicaralah yang jujur
3. Biarkan anak mengekspresikan perasaannya
4. Hindari untuk berkata "JANGAN"
5. Tanyakan perasaan anak daripada memaksa mereka mendengarkan apa yang kita inginkan
6. Bicaralah dengan nada tegas dengan lembut
7. Selalu menganggap tiap anak adalah unik
8. Selesaikan masalah yang ada, jika tidak bisa saat ini janjikan untuk diselesaikan lain kali (selanjutnya ingat poin 1.)
9. Bicara dengan anak tentang peraturan ketika perasaan sudah netral bukan pada saat sedang marah.

Wiqiqiqi..ternyata susah juga merubah kalimat "JANGAN" di atas..mesti mikir cukup lama...ga bisa spontan..

Terima kasih Bu Aries..buat reminder-nya..

Read More..

Jumat, Februari 20, 2009

Menuruti atau Tegas Menolak

Bingung mau ngasih judul apa...yang jelas semuanya berawal ketika bulan Desember kemaren, aku kenal sama teman maya dari sebuah postingan blog orang. Lalu kami mulai berdiskusi dan bales-balesan email dengan topik yang ga jelas...bisa apa saja dan karena kami sama-sama ga kenal dan ga tau kira-kira lawan email kami seperti apa maka bahan cerita bisa apa saja..artinya ya apa saja..sampe urusan sepele mengenai mengatasi bosen saat ikut training yang cukup lama pun kita bicarakan (dan saran edan dia adalah...flirting dengan sesama trainee...WADOH..)

Nah, senin kemaren ada email terbaru dia yang rupanya cukup serius sehingga aku ingin membahasnya disini...karena kupikir bisa jadi pengingat buatku.
ini email dia setelah editing sana sini:

I have a problem. 4 bulan ini aku dekat sama seseorang karena dia sekretaris di organisasi yang aku pimpin. Jadi sebatas dekat dalam hal kerjaan, dan biasalah aku klo nyapa dia agak gombal gitu, tapi ama dia dimasukin hati. Akibatnya dia naksir abis samaku, dan dia pikir aku juga begitu ke dia. Dia punya suami dengan 3 anak. Yang aku ga abis pikir, dia sama suami & anak2nya - menurut aku - baik2 saja. Suaminya memenuhi semua keperluan keluarga : rumah, mobil, etc.
Sebagai sekretaris, dia gesit, self starter, pegang tanggung jawab, dan nurut apapun yang aku minta dia kerjakan. Everything is running well.
Selain kerjaan di organisasi, makin hari dia makin memperhatikan aku & anak2 aku. Beli'in makanan & dikirim ke rumah. Yang paling berat, dia secara implisit ngajak aku.. selingkuh. Aku emang badung, tapi ga gitu2 amat.
Kemarin aku sama dia "berantem" lewat sms... masalah kerjaan. Karena menurut aku udah keterlaluan, aku ngga ngebales lagi sms & tlf dia sampai detik ini. Dia sms & email minta maaf... Malahan barusan sms dia isinya klo dia udah minum semua obatnya yang dikasi ama dokter (dia leukemia). Aku jadi serba salah nih, Wi. Aku ngga punya tempat buat cerita...

baca cerita dia..aku jadi speechless...jadi selingkuh itu ga melulu diawali dari keagresifan si cowok...(ato aku yang ga gaul ya..bahwa sekarang ini...semua pihak baik cowok ato cewek bisa memulai untuk menyerang dengan ganas gitu)..

reaksi pertamaku yang kukirim ke dia seperti ini (karena keburu-buru mau rapat):

Gini ini niy typical karakter perempuan..suka kegeeran kalau ada sedikit perhatian dari cowok.
Saran paling awal...sudah..jangan karena kasihan terus nurutin apa yang dia mau...cewek itu kalau ditegesin..bakal tau diri kok..kecuali kalo cowoknya juga mo senang-senang juga.
Lebih baik tegasin dari awal ya..

Lalu setelah ada waktu buat mikir mikir lagi..aku jadi inget anakku yang cewek yang rupanya sudah mulai melakukan hal-hal yang typical cewek lakukan. jadi aku ngingetin seperti ini:

Beneran deh..aku ga punya saran lain...selain ketegasanmu itu.
Tau ga..anakku yang cewek tuh juga sudah bisa main-main dengan rengekan dan ancaman. misal niy..setiap pulang sekolah..entah aku atau ayahnya yang jemput..selalu saja dia minta dibelikan es jus, mintanya sambil merengek-rengek gitu...dan aku selalu sukses untuk nolak sedangkan ayahnya gagal nolak permintaannya karena ga tahan ama rengekannya...dan itu dia jadikan senjata untuk terus merengek-rengek ke ayahnya buat dibelikan jus. aku kasih tau ke suamiku untuk tetap bertahan nolak permintaannya apapun yang terjadi (tentu saja dengan alasan-alasan yang masuk akal) dan benar..ketika suamiku tegas menolak permintaan anakku..maka anakku akan menerima dengan biasa saja tanpa nangis..karena itu tadi..dia sudah tau bahwa dengan merengek dia bisa membuat ayahnya menuruti permintaannya..kalau ga sukses..ya ga akan bikin dia sakit hati...
kondisi di atas itu rasanya berlaku buat banyak cewek deh...temenmu itu sedang menggunakan senjata kelemahan perempuan untuk bikin kamu nurutin apa yang dia mau...karena dia menduga..kalau dia cerita yang sedih-sedih maka kamu akan ga tega dan akhirnya menuruti apa yang dia mau...(inget ya poinnya..COBA-COBA...!!)
Sekali kamu menuruti keinginannya maka dia akan terus memanfaatkan kesedihannya itu untuk menjeratmu..
Jadi ya tetep tegas bilang tidak (tentu saja dengan bahasa yang lembut dan santun..karena perempuan itu pada dasarnya halus perasaannya) maka semoga saja dia tidak menganggumu dengan semua permintaannya.
Langkah selanjutnya...hati-hati berteman ama cewek..kalau emang ga pengen maen-maen..maka jangan suka ngegombal..OK?

respon dia yang terakhir siy..dia mau bersikap tegas..

Selanjutnya aku jadi wondering sendiri..apakah memang, cewek itu suka memanfaatkan kelemahannya sendiri untuk memanipulasi orang lain..?..(termasuk aku-kah?)

Jadi pengen deep thinking buat self assessment...

Read More..

Kamis, Februari 19, 2009

Pengembangan Diri

Sebelumnya gara-gara ikutan daftar placement test untuk TOEFL Prep, jadi nyadar bahwa aku hampir dipertengahan tigapuluh...(gosh...getting older...not getting wiser..). Waktu itu perhatianku lebih pada kesempatan untuk ikut gratisan dari kantor jadi berkurang karena jika umur sudah lebih dari 35 maka ga ada kesempatan buat dapat gratisan... Maka berhubung masih ada kesempatan, ikutlah aku test TOEFL itu walau sebenarnya dikhususkan untuk yang lulus S1 dan ingin nyari S2 di luar...
Aku ingin ikut karena pengen pengembangan diri... baik-baikin grammarku (biar pas nulis surat ga perlu lagi nanya-nanya ke teman sebelah) dan ngomongnya biar lancaran dikit (biar kalau ada tamu, aku bisa ngomongin apa yang ada di pikiranku..bukan cuma ngobrol ama bosku biar dia yang nyampein pendapatku dengan lebih baik..)

Kupikir-pikir lagi..TOEFL Prep kan hanya untuk yang nyari nilai bagus biar kalau mau sekolah, gampang dapat gratisan..?..La..aku kan udah ga perlu sekolah lagi dan untuk S3 pun juga udah ga mampu mikir lagi..?

Tapi tadi pagi aku tetep berangkat setelah kemaren sore dapet surat tugas dari HRD. Baca surat tugasnya juga bikin aku malu sendiri karena yang ikutan daftar ternyata temen-temen yang memang masih muda dan pada belum S2. OK...belajar memang ga mengenal batasan umur, sepanjang masih ada kemauan..ya jalanin aja terus.. Nyampe di tempat tes malah bikin aku lebih malu lagi, karena sepertinya para peserta masih muda-muda dan ada di pertengahan 20 th.

Pas mulai tes dan ngisi jawaban..baru benar-benar nyadar bahwa jika ingin baikin grammar dan ngelancarin ngomong bukan TOEFL Prep yang mesti kuikuti...mestinya conversation class atau malah regular course aja ya..lalu ngapain aku capek-capek tadi berangkat pagi sekali dan naik bis trans jauh-jauh dari kantorku. Mana nanti kursusnya nun jauh di blok M sana dan 3 minggu pula..(padahal kerjaan lagi seabreg dan ga bisa ditinggal semuanya)..

Kesimpulan..lain kali pikir dalem-dalem deh sebelum mutusin ikut apapun..(biarpun itu gratisan...)

Read More..

Rabu, Februari 18, 2009

Artikel Medekingku Muncul di Koki...

Hari ini aku kaget banget..ga ada ide buat nulis..cuma blogwalking dan ngeliat statistik blogku, ternyata ada juga yang browsing masalah medeking..dan setelah kucek..ternyata artikelku tentang medeking sudah tayang di Koki dari kemaren..Padahal seminggu ini ga pernah ngecek KOKI karena sudah ngirim sebulan yang lalu..tapi ga tayang-tayang...cape deh...
Eee..ga ditungguin malah sudah nongol dari kemaren..

OK, jadi selain sudah dapat tanggapan dari temen-temen kantorku, aku dapat tanggapan dari Kokiers seluruh dunia...dan sampai saat ini sudah banyak komen yang masuk...
Berikut diantaranya:

Iwed : nah, ini dia. sepertinya saya sebagai anak ketiga mesti mematahkan mitos, hehehe. yak, saya lahir sebagai anak ketiga dengan tambahan yang hidup, lho! soale kalau kakak laki saya lahir hidup, mungkin saya tak akan pernah ada. saya lahir juga istimewa karena lahir sehat dengan kondisi berat lahir normal 3 KG dan panjang 48 cm, sedangkan kedua kakak saya saat lahir tidak sampai 3 KG dan adik lelaki saya malah lahir prematur dengan berat lahir di bawah 2 KG. di masa pertumbuhan saya sempat juga mengalami sakit-sakitan, termasuk bisulan di wajah yang pecah setiap saat sehingga saya sering dikira menangis air mata darah. setelah berkali-kali minum obat antibiotik, eh, penyakitnya malah sembuh dengan makan sop ular! sakit-penyakit di masa saya tumbuh itu membuat saya jadi ketergantungan dengan antibiotik, tapi syukurlah sejak masa dewasa awal sampai sekarang saya justru alergi terhadap antibiotik. soal prestasi akademik, saya selalu termasuk 5 besar di kelas bahkan pernah mendapatkan ranking 1. benar memang menjadi anak ketiga memang istimewa. termasuk saya yang berani "berontak" terhadap orang tua dengan memiliki pola pikir yang berbeda. tapi berontak di sini dalam artian positif, ya. bahwa saya bisa buktikan kepada orang tua, kalau menjadi berbeda itu bukan merupakan kesalahan. dari empat bersaudara, saya si anak ketiga yang paling mampu banyak menguasai beberapa bahasa asing meski pasif, paling sering travelling, paling sering mendapat keberuntungan dan banyak lagi keistimewaan yang lain mengikuti saya sampai sekarang jika mau dihitung. maka untuk saya, istilah medeking yang berkonotasi negatif itu TIDAK BERLAKU buat saya karena saya berani melawannya! jadi Iwed, berpikirlah positif dan berani lawanlah pikiran negatifnya, supaya nanti energinya jadi positif juga, ke anak ketiganya, ya.
Posted by: LindaPT | Selasa, 17 Februari 2009 | 11:34 WIB

Halo Iwed, sudahlah jangan memikirkan medeking yang sudah terlanjur menjadi mitos di daerahmu, fokus saja untuk merawat dan menjaga anakmu yang ketiga, karena usianya masih balita, masih butuh perawatan super ekstra, jadi buang jauh2 pikiranmu itu ok! Semoga hasilnya nanti negative ya..aku doakan. aku juga punya pengalaman yang bikin aku panik sekali, ketika anakku dinyatakan pneomonia pada usia 2 tahun, saat itu lagi heboh2nya flu burung, kok ya pas gitu setelah aku transit di Hongkong, langsung anakku kena pneomonia, aku bersyukur sampai sekarang anakku baik2 saja. Ok Iwed, buang jauh2 pikiranmu tentang medeking ya...aku disini hanya urun rembug saja(saran), karena aku bukan anak ke 3, dan anakku bukan anak ke 3, salam.
Posted by: dewi aichi | Selasa, 17 Februari 2009 | 11:47 WIB

aku anak ke-3, dari dua kategori mbak itu, aku gak masuk sama sekali. Di bilang pinter juga gak, pas2 dibanding saudaraku semua, paling ngepas otak e. Masalah sakit2an hampir tidak pernah, masuk RS juga baru pertama kali 2005 kemarin itu pun gara2 di tabrak motor, habis dijahit trus pulang.
Ibuku biasanya percaya mitos kayak gitu, tapi kok gak pernah ngobrol juga masalah "medeking".
Posted by: sukabridge | Selasa, 17 Februari 2009 | 11:54 WIB

Semoga ini bikin tenang yach... Aku anak ke 3, waktu bayi mama kandung meninggal, aku diangkat anak sama adik mama, dibanding ke 2 saudara di atasku hidup masa kecil berkecukupan , bahagia, prestasi di sekolah bagus. Pas SD aku sempat sekolah di ST. Ursula, umur 17 punya mobil merci C200 atas nama aku sendiri (bukan aku yg beli tp ortu). Umur 20 mulai bisnis sendiri, benar2 sendiri gak ada sangkut pautnya sama bisnis ortu, sempat punya pemasukan 50 jt/bln ( itu 10 thn lalu lho). Umur 22 menikah, umur 23 punya anak, punya suami (skrg ex), controlling, bisnis hilang semua hilang. Trs ke amrik ikut suami, lalu cerai. And sekarang aku sdh kawin lagi, suami bule, suami skrg belum pernah menikah, and gak ada anak, sedangkan aku janda, punya anak 1. Mertua aku, wah jangan ditanya baiknya bukan main, ipar aku jg funky punya. Tentu banyak juga yg burk di hidup aku, seperti suami controlling, trs mau bunuh aku sampe aku lari and tinggal di perlindungan, bayangin di amrik gak ada keluarga, inggris jg pas2an, banyagin dr di Indo hidup enak, di amrik apa2 sendiri, kemana mana naik bis, pokoknya hidup skrg bener2 dr nol lg. Tp dr semuanya ini aku melihat hidup aku is a BLESSING. Mnrt aku sich mau anak 3 or berapapun, namanya hidup ada susah and senangnya, jd jgn kuatir yach :) God Bless.
Posted by: honeybear | Selasa, 17 Februari 2009 | 11:56 WIB

Dear Iwed, saya baru tahu ada istilah medeking ini. Tapi kebetulan suami saya anak ke-3, dan memang dari dulu mami mertua saya cerita kalo anaknya ini lain dari kakak2nya.
Saat yang lain ngga mau sekolah, dia sudah pergi sendiri sekolah tanpa mau diantar/ditunggui sejak TK, saat yang lain pulang sekolah main, dia duduk baca koran dari SD, dan saat yang lain belajar pas ujian, dia sudah kelar nyicil ..pas hari H sudah tinggal tidur. NEM juara 3 se Jatim, TOFI angkatan pertama, dan beasiswa Tokyo Univ hingga S3.
Saya tidak tahu apakah benar ini fenomena medeking yang group 1. Saya hanya memberi contoh, menghibur Iwed dan supaya jangan ragu menghilangkan ketakutan Iwed terhadap anak ke-3nya. Yang pasti nasib kita di tangan kita sendiri, betul lho komentarnya Linda .... mesti berjuang dalam hidup.
Semua anak punya kelebihan dan kekurangan masing2. Tinggal pinter2nya kita orang tua melihat dan mengasahnya. Lagipula ukuran kesuksesan tiap orang beda beda khan, lha suami saya itu sama sekali ngga bakat bisnis ... bisa bangkrut hehehehe, dan kalo seandainya dia terjun ke bisnis, dijamin deh jadi masuk medeking yang group 2 hehehehehe :)
OK, selamat berpikir positif ya! Salam hangat dari Tokyo :)
Posted by: Piper | Selasa, 17 Februari 2009 | 12:49 WIB

DAKU ANAK KETIGA!......ntu contoh baek ato buruk yaxx?....hiksss moga22 dirimu ga tambah pengen muntah yaaaa!
Posted by: LEA | Selasa, 17 Februari 2009 | 12:14 WIB

medeking? aku anak ketiga tp g merasa medeking. waktu kecil aku juga enggak sakit-sakitan, tp prestasi akademik aku juga g bagus2 amat, tapi alhamdulillah sisi ekonomi aku bagus dan semoga lancar selalu. amin
Posted by: ibot | Selasa, 17 Februari 2009 | 12:10 WIB

kata ortuku sih bener - anak ke 3 agak susah - contohnya adikku dari kecil sakit-sakitan sudah dewasa sering merepotin orang tua.
Posted by: Onesi | Selasa, 17 Februari 2009 | 12:05 WIB

dear Iwed, saya anak ke3. Rasanya dr kecil saya nggak ada sejarah penyakit yg aneh2. Biasa2 aja, walau nilai/prestasi di sekolah nggak se wah adik saya. Tidak menonjol tp juga nggak jongkok hehe. Rata2 air deh. Hanya sejak kuliah "langka" saya yg paling "panjang" dibanding saudara2 saya krn saya tukang kluyuran. Tidak termasuk kategiori 1 dan 2 kan? Semoga ini bis amembantu Iwed berpikir positif dan yg penting semoga ananda bisa sehat (anak saya juga susaaaah sekali naikin BBnya)
Posted by: Pipit | Selasa, 17 Februari 2009 | 14:20 WIB

wah kok kebalikan nya sama saya nih, temen 2 saya yang punya anak 3 , anak ke tiga nya ,memang special, tapi "special " khusus alias malah rada bloon (sorii)....jadi lain doonk pengalamannya dengan aku, hehehehe tapi kalau aku sih anaknya cuman 2 , hehehehe...
Posted by: dewi meong | Selasa, 17 Februari 2009 | 14:07 WIB

baru tau mitos ini. anak saya yg ketiga baru berumur 2,6 thn. moga2 jd yg terbaik ya....soalnya emang beda ma kakak2nya, dari fisik lebih cantik (ehmmm...), trus lebih lincah, lebih cepat nangkep, lebih bijak, jarang sakit, paling batuk pilek aja, gak lebih dari seminggu, lebih segala2nya lah menurut saya...akhh....semoga emang beda ya...tp beda yg bagus..ya.....kl gitu sih saya percaya sama medeking deh.....hahaha.....
Posted by: endang | Selasa, 17 Februari 2009 | 13:39 WIB

Saya anak ke-3. Dari saya lahir hingga besar di Jogja belum pernah dengar istilah ini. Baru tahu sekarang ini, setelah baca artikel Iwed. Saya rasa apa yang menjadi mitos suatu daerah ato keluarga akan mensugesti seseorang. Saya sendiri dari kecil alhamdulillah jarang sakit, prestasi sekolah lumayanlah, bisa masuk ke sekolah2 bagus, meskipun dari segi ranking masih kalah dibanding kakak pertama saya yang selalu langganan juara 1 ato 2... Saya juga yang pertama kali 'keluar dari rumah' untuk bekerja di Jkt. Mungkin anak ketiga 'bebannya' tidak terlalu berat seperti anak sulung yang harus selalu jadi panutan adik2nya sehingga 'langkahnya' bisa lebih jauh. Jadi, mbak Iwed, lawanlah sugesti itu....berpikir positif, mudah2an si no.3 akan jadi anak yang membanggakan ortunya.
Posted by: elnino | Selasa, 17 Februari 2009 | 17:16 WIB

aku anak ketiga, alhamdulillah waktu kecil ga terlalu sering sakit2an juga, sampe sekarang cuman sekali harus opname di RS karena kena DB, itupun pas aku udh kuliah...dan sekarang lg hamil anak ketiga, positif thinking aja mudah2an anak yg lahir sehat. Buat Iwed moga2 anaknya cepet sembuh.
Posted by: friska | Selasa, 17 Februari 2009 | 17:12 WIB

adikku anak ketiga si... waktu kecil emng dia sering sakit. Asma terutama. Tapi emng ada keturunannya. Menurutku semua emng ada yang kodratnya bukan karena anak ketiga, kedua atau pertama....... Karena kita tdk bisa meminta seperti apa pada saat kita dihidupkan.
Posted by: ndut81 | Selasa, 17 Februari 2009 | 16:24 WIB

saya tertarik dengan istilah mendeking... ternyata anak saya yang ke tiga , ko sakitnya flu ama batuk terus.. sedangkan yang laennya ok aja.. padahal soal makan, olahraga, kebersihan sudah dijaga.. aneh juga..baru denger masalah mendeking.. ngga jadi berpikiran negatif.. hanya ternyata ko bisa mirip ceritanya.. ada yang punya solusinya?
Posted by: tedrain | Selasa, 17 Februari 2009 | 17:57 WIB

Iwed, jangan percaya hal macem itu..percayalah Tuhan Maha adil dan Maha berkehendak. Setiap orang tua ingin anak nya dalam keadaan sehat dan baik dalam kehidupannya . Berfikir positif lah dalam hidup TERUTAMA thd Kehendak Allah...........amiiin
Posted by: negro | Selasa, 17 Februari 2009 | 17:50 WIB

Baru denger istilah ini. Bukan anak ketiga. Adik ipar yang anak ketiga, pas kecil memang sakit-sakitan. Karena makan apa-apa ga mau sih.
Sekarang tubuhnya kekar, karena rajin olahraga dan doyan banget makan :-)
Studi dan karirnya juga lancar :-)
Posted by: Silvia U | Selasa, 17 Februari 2009 | 17:41 WIB

Mbak Iwed, Saya dan pasangan juga sama2x anak ketiga. Dan sejauh ini baik2x saja. Kalau dibilang masuk kategori yang ke-satu, saya biasa2x aja tuh. Cuma bisa selesai S1 dengan catatan hampir DO akhirnya diuber2x ikut ujian comprehension. sedangkan pasangan saya, malah cuma diploma karena saat itu program yg diambilnya tiba2x direvisi departemen pendidikannya sana dan turun derajat. tapi kalau masuk yang kedua, kami berdua dari kecil jarang banget sakit. Kalau saya memang pernah operasi 2 kali karena mata yang bermasalah, tapi berkali kali saya menang balita paling sehat sekampung. hehehhehe. ga jamin ah. percaya aja, mbak, kalau semua tuh udah ada yang atur dan rejeki masing2x orang ga sama. apapun urutan kelahirannya.
Posted by: sweetmaria | Selasa, 17 Februari 2009 | 17:28 WIB

AKu jg anak ketiga, masa kecil biasa aja, pernah sakit tp tak ada yg sampai dirumah sakit, alhamdulillah sampai skrg dan seterusnya spy tidak menghabiskan uang n bisa dipakai untuk yg lain, masalah prestasi kayaknya aku masuk yg pertama deee, ha ha memang agak lain dr semua saudara cuma saya yg memilih jalur bukan kaki tangan pemerintah. githu deee lain2nya ada memang tp lain karena prestasinya aja.....
Posted by: Ayat | Selasa, 17 Februari 2009 | 17:27 WIB

Yang terjadi pada kakak saya justru sebaliknya. Kakak saya anak ke tiga, dia sangat cantik, cerdas dan sangat independent...Malah menurut saya kakak saya adalah a wonder woman...Memuji kakak sendiri masi legal dan manusiawi kan sodara2??
Posted by: Penyanyi Dangdut | Selasa, 17 Februari 2009 | 19:17 WIB

Iwed, jika kita percaya hal positif maka hal positif yang akan terjadi. Juga sebaliknya. Jadi tidak usah percaya Madeking, anak saya yang ke-3 tidak ada masalah apa-apa, alhamdulillah sehat seperti 2 kakaknya.sepertinya sama pintarnya dan sama sehatnya seperti kakak-kakaknya. cuma agak manja, barangkali karena merasa paling kecil. salam
Posted by: Cempedak184 | Selasa, 17 Februari 2009 | 18:17 WIB

BORO> setuju dgn koreksi anda.soal anak yg super aktif .saya pernah mengikuti satu forum tentang kanak2 bistari...menurut seorang pembentang forum tsb..salah satu punca anak2 super aktif bisa juga dibilang lasak dan nakal tapi bukan jahat/degil lho..!! adalah satu penyebabnya makanan tidak seimbang..kanak2 disuguhkan makanan ringan (yg dijual diwarung2/mall) yg tiada khasiatnya ,hanya dipenuhi perasa/pengawet/ajinomoto yg tidak dikawal ,juga makanan fastfood yg dimakan tiada kontrol langsung..Beberapa masa kemudian peserta forum ,bila mengamalkan/menjauhkan makanan2 tsb diatas pada anak2 mereka ,Alhamdulillah ada menampakkan kesan positif pada kanak2 super aktif.InsyaAllah.
Posted by: KPanji | Rabu, 18 Februari 2009 | 04:18 WIB

Thanks panji buat infonya; angat bermanfaat, saya juga merasakan hal yang sama mengenai fenomena anak yang ke 3 ini, walaupun Alhamdulillah yang "appeared" adalah yang positif namun saya tetap saja kewalahan terutama dengan super aktif nya, sekedar berbagi mengenai apa yang pernah saya pelajari justru karakteristik anak dapat dibedakan menjadi 4 kelompok dan itupun dipengaruhi oleh urutan laki/perempuan dan system yang dianut oleh keluarga "PAT atau MAT" namun secara umum anak pertama akan dominan dan cenderung "pendikte". jika anak tersebut perempuan dan kemuadian diikuti oleh laki-laki maka peranan anak pertama yang dimiliki oleh perempuan akan diambil alih oleh silaki-laki, anak kedua adalah pemberontak, jika anak pertama mempunyai jenis kelamin yang sama baik laki maupun perempuan. anak Ketiga si "pembeda" baik laki atau pun perempuan dia akan berbeda dengan kedua kakaknya anak keempat adalah "loser/pecundang" jika dia menjadi bungsu namun "winner" jika memiliki adik lagi, mungkin saja pemahaman saya tidak tepat namun begitulah informasi yang saya dapatkan dari bebrapa buku yang saya baca
Posted by: boro | Rabu, 18 Februari 2009 | 03:45 WIB

enomena anak ke3 .atau disetengah daerah dipanggil fenomena anak yg tengah,,yg lucunya anaknya 7.orang tapi yg no.3 digelar juga anak yg tengah,sebenarnya apapun istilahnya maksud medeking itu bagi sesetengah masyarakat jawa adalah upacara buang sial..Kita tidak menyalahkan masih ada masyarakat yg percaya pada hal2 tersebut,karna budaya kejawen yg masih menebal.Contoh ada masyarakat mengadakan upacara "Lenggang perut" maksudnya upacara selamatan saat kandungan hamil 3 atau 4 bulan..Kalau upacara itu dibarengi doa2/salawat rasul serta kenduri kecil2an ,mohon kehamilannya baik2 aja ..toh itukan positif tidak ada unsur2 kurafat seperti sesajen2 diletakkan dibawah pokok2 dsb.Jadi untuk IWED .toh berdoalah kpd Allah SWT agar dijauhkan dari pikiran2 berbau khurafat..kalau mau bikin medeking juga ,jangan terbawa2 lagi budaya hindu/kejawen yg akan menjerumuskan diri/keluarga pada kehinaan disisi Allah SWT....Wallahua'lam bissawab.
Posted by: KPanji | Rabu, 18 Februari 2009 | 03:21 WIB

Iwed. Sebaiknya kita percaya hal2 yg positif saja buat anak2 kita. Saya anak nomor 3. Alhamdulillah kehidupan saya lancar2 saja. Sehat jasmani dan rohani. kehidupan ekonomi saya/ kel lancar2 saja. Dan sekarang saya sudah punya anak nomor 3. Mudah2an sih jadi si ragil. Anak saya no 3 pun sehat2 saja. Pintar dan lincah seperti kakak nya. Cuma sedikit bedanya, anak no 3 saya, kalau menangis lebih kencang dari tangisan kakak2nya.
Posted by: chie | Rabu, 18 Februari 2009 | 02:57 WIB

saya ingin menceritakan adik bungsu saya (anak ke3), boleh dibilang dia malah anak yang menonjol di keluarga, di SD dia punya prestasi yang bagus, masuk ke SMP terbaik di bandung, begitupula waktu masuk SMA. setelah lulus SMA dia coba daftar AKABRI dan langsung lulus pada percobaan pertama dan saat pendidikan dia mendapat pujian dari pelatihnya karena mempunyai fisik yang bagus, jadi saya rasa ibu jangan khawatir, setiap orang pasti punya kelebihan masing2 dan punya peran dan kontribusi yang pasti dalam hidup. so be positive...
Posted by: bram | Rabu, 18 Februari 2009 | 11:56 WIB

ehhmmm saya ini juga anak ke tiga...waktu kecil emang pernah sakit..tapi tidak sering. yang paling parah juga patah tulang...itupun karena kecelakaan. saya setuju dengan elnino...hidup manusia gak di tentukan berdasarkan urutan lahir...jdi bersyukur saja dgn apa yang sudah di berikan Tuhan. selalu berpikir yang positif!! semangat!!
Posted by: berryz | Rabu, 18 Februari 2009 | 11:17 WIB

Waduh mbak fabiola. kan lagi bicara medeking. pengen bilangin ke iwed aja, kl anak ketiga itu baek2 aja. saya juga baru tau istilah ini. emang anak saya yg ketiga beda sama kk2nya. bukan cuma saya lho yg bilang, kakak2nya pun ngakuin, para tentangga jg bilang spt itu. untuk urusan perhatian, gak usah di ragukan lah......semua anak dpt perhatian yg sama (emang ada ortu yg beda2in anaknya dari fisik ya??? itu bukan saya !)
Posted by: endang | Rabu, 18 Februari 2009 | 11:09 WIB

Aduuhh Emaknya Cempluk rupanya py Asthma juga toh!! sama dunkkk :-) tersiksa ya kl udah kumat :-( daku jg termasuk yg asthma berat, tapi sejak daku gila olahraga dan jaga makanan2 yg dilarang nggak dimakan (terutama yg ada kandungan MSG dan pengawet mknan lainnya) thanks God si asthma jarang kambuhnya. Hi hi hi yg gak pernah lupa selalu ada di tas adalah Inhayler (obat yg kalo udh mulai kumat asthmanya langsung dech buru2 sedot/hisap) Aaaahhh abis gitu lega. Mak Cempluk rajin2 olahraga ya kt dokter org asthma hrs berolahraga supaya banyak asupan oksigen ke otak kecil yg sewaktu2 kl lagi kambuh persediaan oksigen ada dan kita msh bisa tertolong utk dibawa ke RS (kalau perlu) or sempet minum obat/pake inheylernya. Take care ya Mak Cemplukkkk :-)
Posted by: Saras | Rabu, 18 Februari 2009 | 08:51 WIB

Iwed, saya mau menambahkan 'sisi gelap' kehidupan saya supaya fair. Saya lulus S-1 pada 'detik2 terakhir' setelah teman2 satu jurusan tinggal beberapa gelintir. Kalo bukan karena kasihan pada ortu yang sudah susah2 membiayai sekolah mungkin saya tidak pernah akan selesai kuliah (masih bisa dapat nilai sangat memuaskan :p). Setelahnya saya diterima bekerja yang mengharuskan saya sekolah lagi. Gubrakk!! Ini benar2 mimpi buruk untuk saya. Lha lulus S-1 aja udah untung. Syukurlah saya bisa melewatinya dengan baik. Yang paling berat untuk saya, begitu bekerja di Jakarta yang polusinya sangat keterlaluan, asma saya muncul dan cukup parah. Sementara adik2 saya yang asmanya muncul waktu kcil sekarang justru baik2 saja. Akhirnya, susah senang, sehat sakit, sukses gagal itu memang jatah semua orang, tidak peduli mau urutan ke-3 atau ke-13. Itulah yang mewarnai hidup. Nggak kebayang kalo hidup harus dilalui dalam satu garis lurus...so boring... Jadi Iwed, lupakan saja nomer urutan anak2mu. Percayalah, hidup manusia tidak ditentukan berdasarkan urutan lahirnya.
Posted by: elnino | Rabu, 18 Februari 2009 | 08:24 WIB

Hadoh...banyak juga yang ngasih masukan...semuanya setuju untuk tidak memikirkan masalah ini sebagai hal yang besar..dan aku juga sudah memutuskan untuk ga mikirin masalah ini lagi...kalau Wisam harus sakit ya karena imunitas dia sedang rendah..jadi banyak-banyakin vitamin aja biar daya tahan tubuhnya meningkat..
Walau tadi pagi dia baru ke dokter lagi sama Ayah dan Tantenya..(sedang Bunda..sibuk ngurusin kerjaan..benar-benar ibu macam apa aku ini ya... duh Gusti...) setelah 3 hari ini batuknya makin parah..pakai muntah-muntah segala semalem 3 kali...dan dokter bilang...nothing wrong with him..just ordinary cought....maka...antibiotik lagi...racikan lagi....

Hhhhaaahhhh..sampai kapan dia mesti dicekokin antibiotik kayak gini...



Read More..

Senin, Februari 16, 2009

7 Tahun Yang Lalu

16 Februari 2002 aku menikah. Pas tulisan pertama itu, aku belum cerita proses in between antara lamaran dan nikahan. Kan waktu itu nulis pas 6 tahun dan dikirim ke Love Talk-nya KOKI. Jadi kalau terlalu bertele-tele malah bikin bosen.

OK, aku pengen cerita tentang perwetonan..yup...mertuaku sangat peduli masalah perwetonan sedangkan orang tuaku sudah ga mikirin hal-hal seperti itu lagi walaupun masih selalu mencatat weton masing-masing anaknya. Menurut bapakku wetonku kemis legi, padahal kalau liat tanggal lahirku seharusnya wetonku rabu kliwon..dan ternyata benar, untuk akte bapak memajukan tanggal lahirku agar tidak tanggal 13..tapi kenyataannya aku lahir tanggal 13 dengan weton itu tadi kemis legi...dan ketika mertuaku tanya..tentu saja jawabanku kemis legi, tapi dengan tanggal lahir 12 maret.

Maka mertuaku menghitung wetonku dan suami dengan teliti dengan hasil jika weton kemis legi maka tidak akan cocok dengan suamiku, nanti rumah tangganya ga akan langgeng dan tenang..pokoknya hasilnya ga bagus deh sehingga mertuaku ga setuju (sebelumnya, mertuaku juga ga setuju dengan pacar terdahulu suamiku karena wetonnya ga cocok..dan suamiku nurut). Tentu saja suamiku udah bingung sendiri antara menuruti lagi keinginan orang tuanya atau tetep menikah denganku..(hiks...pilihan yang ga enak..waktu itu..rasanya hatiku sudah bolong..masak mo gagal lagi..)

Hitung hitung lagi ternyata kalau aku memakai tanggal 12 maret maka wetonku menjadi rabu kliwon yang jika dicocokin dengan weton suamiku maka akan cocok sekali...jadi kami semua sepakat bahwa tanggal lahir yang tercantum di akte-lah yang jadi patokan..(mengenai riwayat kemis legi...harus disimpan rapat-rapat..)..suamiku sudah ga ingin gagal lagi menikah gara-gara weton..dan aku ga mau batal lagi setelah sudah tunangan/lamaran...

kadang-kadang..aku pikir mertuaku ini kalau urusan perwetonan mau enaknya sendiri...jika weton pasangan anaknya menunjukkan hasil yang ga bagus maka dia ga setuju anaknya menikah..tapi jika weton anaknya sendiri yang ga bagus hasilnya..beliau tetep ingin anaknya itu menikah dengan gadis berweton bagus...gimana siy..kan terbukti dua kali dengan suamiku..kalau saja akta lahirku juga berbunyi 13 maret maka bisa dipastikan aku gagal menikah dengan suamiku..(waktu itu rupanya prosesnya cukup ribet dan melihat pengalaman terdahulu..suamiku akan menuruti semua keinginan orang tuanya)..untung aja ada jalan keluarnya. Untuk adik iparku, weton adik iparku itu menunjukkan hasil bahwa sampai nanti dia akan sakit-sakitan dan susah bahagia, tapi hasil itu ga ditunjukin ke istri adik iparku. aku sendiri kebetulan aja ngebaca catatan yang tergeletak disamping tas suamiku..

Eniwei, cukup tentang weton..dari dulu sampai sekarang aku ga pernah percaya dengan perwetonan. Jika memang rumah tanggaku naik turun..kupikir semua rumah tangga juga gitu..bukan hanya aku saja..namanya juga dua pribadi yang berbeda, yang dibesarkan dengan cara berbeda. Yang penting adalah bagaimana berkompromi, mencari jalan untuk menjadi lebih baik lagi..

Pagi ini seperti biasa..setelah nganter anak-anak sekolah..suamiku nganter aku ke kantor, cukup sampai depan saja ga perlu sampai ke lobby..dan sebelum turun, cium tangan dan aku ngucapin.."Happy anniversary ya..." dan langsung nutup pintu..kulihat suamiku bengong sesaat dan kemudian ketawa..dia memanggilku kembali dan bertanya..."anniversary ya..?"..(ga kaget..suamiku emang gitu...ga romantis..ultah sendiri aja ga inget..)..

Cuman pertanyaan lanjutannya yang bikin aku bengong.."Mau dirayain dimana nih..?"..

Read More..

Jumat, Februari 13, 2009

Nagasasra dan Sabuk Inten atau Blogwalking...?

Pas donlot Senopati Pamungkas waktu itu, aku juga ngumpulin donlotan Api di Bukit Manoreh dan sudah mulai baca beberapa jilid. Tapi 2 temen kantorku meyakinkan bahwa tulisan S.H. Mintarja yang paling bagus adalah Nagasasra dan Sabuk Inten dan beberapa teman lain juga cerita bahwa buku ini enak dibaca. Senopati Pamungkas fokus banget nyeritain jurus-jurus silat sampai ke detil gerakannya (dan aku yang jago skimming..pastilah ga baca detil gerakan silat itu...buat apa? ga mempengaruhi jalan cerita ini..). Nah kalau Api di Bukit Manoreh, kata temenku lebih berbelit-belit jalan ceritanya dan lagi penulisnya meninggal ketika cerita masih jauh dari tamat. Jadi daripada nanti penasaran, lebih baik ga nerusin never ending story itu.

Maka aku mulai baca buku N & SI itu yang minjem dari teman sejiwaku dalam membaca (dia sering banget beli buku di inibuku.com..belum lagi ketika gramed diskon 30%... dan banyak yang belum sempat dia baca, bahkan segel buku masih utuh..maka akulah yang kadang memerawani buku-bukunya..). Buku N & SI ini ada 3 jilid, masing-masing 700an halaman, aku sendiri baru mulai baca kemarin dan baru nyampe halaman 200. Sejauh ini memang menarik, beda jika dibandingkan dengan api di bukit manoreh yang baru baca di halaman seratusan gitu...
Aku ga suka plot cerita yang bertele-tele dan terkesan mbulet (seperti tulisannya LKH itu) dan awal di api di bukit manoreh juga terkesan bertele-tele...satu masalah dijelasin panjang lebar.. makanya kali ini mau fokus baca N & SI ini.

Taaapppiiiii....kegiatan membaca buku ini rupanya harus bersaing dengan kesukaan baruku...BLOGWALKING...(hmm..jadi malu..). Bener-bener memalukan, bukankah kalau mau ngeblog artinya juga harus blogwalking..? Sudah hampir setaun ini menulis di blog..tapi baru sebulan ini jalan-jalan liat blog orang lain (bener-bener egois). Jadinya baru sadar bahwa ada aturan tak tertulis tentang nge-blog..(jangan-jangan malah ada aturan formalnya juga). Menulis, pertama kali hanya coba-coba yang kemudian bikin aku nyandu, selanjutnya jadi penyaluran pikiran yang sumpek dan pengingat buatku..jadi ga mikir apakah ada yang baca atau engga.

Dan ketika klak-klik yang dimulai dari blog-nya LEA maka ternyata menjalar kemana-mana dan blog-blog yang kubaca memang bener-bener menarik. Maka aku hanya bisa tengsin sendiri..kenapa aku begitu selfish hanya berkutat di tulisanku sendiri (yang ga mutu ini) dan cuma wajib baca dua blog favoritku..dan jaraaaaang banget komen di blog favorit itu (padahal sudah mengklaim sebagai blog favorit...!!). Ga tau deh mesti gimana..karena setelah jalan-jalan sampai jauh itu ternyata juga ngabisin waktu...!! (dua hari ini bisa muasin blogwalking karena target kerjaan sudah beres dan si Bos juga keluar kota)

Jadi...aku sangat-sangat heran, bagaimana para blogger lainnya memanage waktu antara bikin tulisan (banyak blogger yang punya lebih dari satu blog) dan baca tulisan orang lain sekaligus memberi komentar... Padahal masing-masing blogger juga punya kerjaan rutin... Karena base on my 2 days experience...aku ga bisa ngatur waktu..!!

Maka sore kemarin kepalaku terasa nyut-nyutan..karena nglembur tulisan orang diselingi baca N & SI dan njemput anak-anak sekolah (makan siang aja sampe lupa)...kemaren fullday sama sekali ga ngerjain kerjaan rutin (kecuali ngirim email dianggap kerja).

Mesti sadar diri niy..jangan sampe kena euphoria seperti yang Bang Trainer bilang...

Read More..

Kamis, Februari 12, 2009

Bagi Perempuan yang Mengagungkan Kecantikan

My Jacob senin kemaren forward email yang dia dapat entah dari siapa. Dia cuma nulis "Sekedar bacaan...jangan terlalu serius"

dan inilah emailnya:

GADIS CANTIK INGIN MENIKAHI ORANG KAYA

Seorang gadis muda dan cantik berharap untuk menikahi pria kaya, seorang yang bekerja di finansial memberikan balasan yang fantastis.

Seorang gadis muda dan cantik, mengirimkan surat ke sebuah forum terkenal, dengan judul :

Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya ?

Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. tahun ini saya berumur 25 tahun. saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan gaya . saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $ 1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York . persyaratan saya tidak tinggi. apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun ? apa kalian semua sudah menikah? yang saya ingin tanyakan:

Apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda ? yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $ 250rb/tahun. bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York , penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup. dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:

Dimana para lajang2 kaya hang out? kisaran umur berapa yang harus saya cari? kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar ? saya pernah bertemu dengan beberapa cewe yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya ?? bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istri mu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?


Si Cantik


============ ========= ========= ========= ========= == ====


Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Finansial Wall Street:

Saya telah membaca surat mu dengan semangat. saya rasa banyak gadis2 di luar sana , dan punya pertanyaan yang sama. ijinkan saya untuk menganalisa situasimu sebagai seorang profesional.

Pendapatan tahunan saya lebih dari $ 500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak berpikir saya main2 di sini. Dari sisi seorang bisnis, merupakan keputusan salah untuk menikahi mu. jawabannya mudah saja, saya coba jelaskan... coba tempatkan "kecantikan" dan "uang" bersisian, dimana anda mencoba menukar kecantikan dengan uang: pihak A menyediakan kecantikan, dan pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal.

Tapi ada masalah disini, kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. faktanya, pendapatan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun. karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial.

Jika aset anda hanya kecantikan, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang dari aturan yg kita gunakan di dunia bisnis, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda juga merupakan posisi tukar.

Jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya, dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama, seperti pernikahan yang anda inginkan. mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar akan di jual atau "disewakan". siapapun dengan penghasilan tahunan $ 500rb, bukan orang bodoh, kami hanya berkencan dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.

Saya akan menyarankan, agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang kaya. lebih baik anda menjadi orang kaya dengan pendapatan $ 500rb/tahun. ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya yang bodoh. Mudah2an balasan ini dapat membantu. jika anda tertarik untuk servis "sewa pinjam", hubungi saya.

ttd,
J.P. Morgan


My note:
Sudah lama sadar diri bahwa penampilan fisik tuh ga akan abadi.
Anak satu...nambah 3 kilo dan ga balik-balik asal..anak kedua, tiga kilo lagi dan ga balik ke kondisi pas anak pertama dan anak ketiga nambah lagi tiga kilo yang menyesakkan dan pengen balik ke kondisi anak kedua aja..ga bisa-bisa... (untung aja cukup tinggi sehingga pelebaran kesamping ini masih cukup mengimbangi tinggi badan)..Belum lagi kondisi bagain tubuh yang lainnya..yang luar biasa berubah...
Tapi analisa finansial seperti tulisan di atas itu bener-bener membuka pikiran bahwa..modal cantik aja ga bakalan cukup...
Jadi inget acara infotainment kemaren sore, tentang Tommy yang dikabarkan deket dengan Chaterine Wilson..Tommy juga pernah deket dengan bintang-bintang cantik yang semuanya cantik luar biasa..dan tidak satupun berakhir cukup lama dengan Sang Don Juan kaya raya itu..
Aku jadi berpikir, pasti si Tommy ini menggunakan azas si ahli financial ini makanya gonta-ganti cewek cantik sesering yang dia suka..

Jadi emang bener...semestinya tuh jadi perempuan mesti punya 3B..Brain, Beauty and Behaviour...(ada B yang lain ding...Be Yourself & Be Tough)

So Perempuan Cantik....baca bener-bener tulisan orang di atas dan lebih baik tambahi diri dengan sesuatu yang beda, jadi cowok kaya akan tetap menginginkanmu sebagai istri..bukan hanya teman kencan..

Read More..

Rabu, Februari 11, 2009

Bunda, Sebenarnya Mau Belajar Sabar Ga sih..?

Yup...Tadi pagi di mobil Detya dengan suksesnya mengingatkan aku yang high tone aja sedari dia mandi pagi..."Bunda, sebenarnya Bunda mau belajar sabar ga sih..?"...weits...reaksi pertama : mo tambah marah...reaksi kedua : ya ampun..Detya..inget aja pesenku bahwa kalau aku sudah mulai bernada tinggi, dia harus mengingatkan aku...reaksi ketiga : aku masih belum ingin bicara..perasaanku sama sekali belum netral, reaksi yang keluar : "Maaf Detya, tolong jangan ajak Bunda bicara..Bunda masih ingin menenangkan diri"...(Pfuiih...ngeles yang egois..daripada tetep ngomong tapi nada masih juga tinggi..lebih baik bereaksi gitu).

Dan Detya pun tidak mengusikku, dia menyibukkan diri dengan membaca dan bercanda dengan Ayah dan adiknya...aku sendiri masih diam dan berusaha self assessment....tarik napas......deep thinking (sebenarnya sih ngelamun aja..)..Oh anak gadisku..ga percuma nyekolahin dia di RA Istiqlal...Mungkin bener kata mbak devi yang sengaja nerusin sekolah anak-anaknya di Istiqlal demi untuk perbaikan diri sendiri... pribadi anak-anak jadi luar biasa, pribadi sendiri pun ikut berubah menyesuaikan diri untuk yang terbaik... Aku yakin jika Detya sekolah di tempat lain, mungkin dia akan lebih baik secara akademis tapi dia akan jadi seperti aku yang dididik dengan high tone sama ibuku...sehingga kata seseorang itu..aku jadi orang yang meledak-ledak.
Sungguh mati aku ga ingin Detya tumbuh seperti aku..tapi kenapa jadi seperti berulang ya..

Ada banyak hal dari ibuku yang sama sekali tidak ingin aku lakukan tapi ternyata jadi otomatis keluar ketika aku tidak berpikir...(dan tidak berpikir adalah kebiasaanku....) aku sungguh tidak ingin seperti itu..
Sepertinya yang kualami akhir-akhir ini adalah petunjuk dari Yang Di Atas sana untuk tetap memilih MI Istiqlal buat terusan sekolah Detya. Akademis masih bisa dikejar dengan banyak-banyakin waktu buat nemenin Detya belajar..tapi perilaku jika sudah tertanam dari kecil maka akan tetap melekat sampai dewasa nanti..(just take it from me...hiks..)

Ketika deep thinking tadi pagi...ok deh...ngelamun tadi pas di mobil..aku hampir saja menyalahkan PMS...aku juga hampir menyalahkan orang lain yang melakukan sesuatu tidak seperti yang aku inginkan (ya terang aja..dia kan punya keinginan sendiri)...sehingga amarahku jadi seperti tersulut...tapi kemudian aku sadar bahwa kenapa sih aku membesarkan masalah yang sebenarnya kecil..? Kemaren aku blogwalking dan nglembur hampir semua tulisan bookmark baruku : Yessymuchtar. Disitu ada tulisan tentang..Masalah besar dikecilin aja, masalah kecil diilangin aja..

So..ketika orang lain ga melakukan seperti yang aku inginkan...bukankah ini masalah kecil..ya masalahku sendiri..kenapa aku besar-besarin sehingga bikin aku BT sendiri dan yang lain-lainnya jadi kebawa ga enak..dan akhirnya high tone ke anak-anakku... Seharusnya aku ilangin aja..ga penting amat siy BT gara-gara hal-hal kecil...udah dianggap ilang aja deh..

hhhhhheeehhhh.....kalau sudah tenang gini, memang aku bisa berpikir positif seperti ini..tapi kenapa tadi pagi ga bisa ya..?
Udah ah..no regret...apa yang sudah terjadi ga usah dipikirin lagi...mending mikirin next step aja deh..bentar lagi mau jemput anak-anak untuk ke dokter gigi..sekalian deh mo minta maaf sama mereka...

Maafin Bunda ya sayang...

Read More..

Senin, Februari 09, 2009

Hikmah Ekskul

Pagi ini hectic banget buatku.. besok ada seminar yang mesti disiapin dan sekarang mesti nyiapin semuanya. Dari pagi telepon berdering terus-terusan..dari yang telepon sampe kirim sms untuk konfirmasi. Pfuiiih...bener-bener overload. Gitu masih ada telepon bahwa ada permintaan negosiasi pinjaman, yang desainnya aja belum beres...walah..what should I do..? sudah sempat diskusi sama stafku..tapi lebih baik konfirm dulu ke bosku.

Daaaaannnn...ternyata jam 11an di panggil ama bosku termasuk teman sebelahku juga dan bos menyampaikan bahwa mengingat aku akan fokus ke ekskul-ku sampai mei nanti maka pekerjaan rutin yang urgent itu dipegang temenku...wiqiqiqiqi....seenggak-enggaknya...aku ga double tasking lagii...deuuh senengnya...

Sementara itu, seharian ini, urusan seminar itu ga beres-beres..sampe sore ini aku masih menunggu materi seminar. Jadi sekalian nunggu..ngeblog dan ngfesbuk aja deh...

Rasanya sudah berulang kali terjadi deh...jika sudah ikhlas maka selalu dimudahkan jalannya. Tahun lalu juga gitu..ketika aku sudah ikhlas menerima ekskul ini sebagai bagian dari tugasku...bosku langsung setuju untuk membagi pekerjaan rutin yang selalu harus cepat ke temanku itu. Sekarang juga begitu..saat rasa BT itu muncul lagi...tapi aku berusaha ikhlas (sambil mbayangin.... hotel westin...hotel westin...hotel westin....) dan hasilnya..aku bebas tugas rutin....

Terimakasih Bos...terima kasih temenku...moga-moga dirimu juga se-ikhlas aku..
Read More..

Jumat, Februari 06, 2009

Kegiatan Ekstrakulikuler

Di MI Istiqlal, semester ini telah dimulai kegiatan ektrakurikuler. Macem-macem pilihannya, jadi pulang sekolah jam 14.30 langsung berlanjut ke kegiatan ekskul itu sampe pukul 17.00 (jadi fullday school deh). Karena teman-teman Detya di TPA ikut ekskul semua, dia pun pengen ikutan ...tapi ternyata setelah konfirm ke kepala sekolah RA, cuma anak-anak MI yang bisa ikut ekskul.. Jadinya Detya ga bisa ikutan...manyun deh dia..

Kalo Detya manyun gara-gara ga bisa ikut ekskul...aku malah BT gara-gara kepaksa ngurusin ekskul...hmmmpt...bosen banget deh...

OK deh.. aku tunjukin kegiatan ekskulku yang bikin masalah ini... jadi panitia Sidang Tahunan Dewan Gubernur ADB 2009.... keliatannya keren tapi...bikin puyeng... Kalau mau tau apa itu ST ADB 2009 klik aja link ini.

Apapun yang kulakukan di ST ADB ini ga bakalan kebaca disitu karena yang kukerjakan di belakang layar semua. Sebagai orang yang belajar untuk selalu berpikir positif...lebih baik ngambil manfaatnya aja deh daripada mikir puyengnya.

Manfaat:
bisa tau karakter pegawai yang lain
belajar manajerial
belajar melakukan pekerjaan lain diluar kerjaan rutin
belajar nyuruh-nyuruh lembaga lain...(wiqiqiqi..yang penting bolanya ga ditanganku lagi)
belajar ikhlas biar kerjanya juga nyaman.
apalagi ya...ntar kalo kepikir ditambah lagi deh..

satu lagi yang paling penting...ntar bisa jalan-jalan ke Bali lagi...nginepnya di hotel terbagus di Bali...di Westin Hotel Nusa Dua.... (gile..harga kamarnya $250 semalem..segitu aja udah pake government rate..)

Jadi seneng ato ga seneng ikutan ekskul tetep aja ada nilai tambahnya..baik buat pegawai seperti aku ini ato untuk anak sekolahan seperti yang didamba-dambakan Detya...
Read More..

Bookmark Baru

Kemaren pas baca tulisan LEA aku nemu blog yang menarik. Blognya Yessy Muchtar.. Ga tau kenapa yang jelas enak banget baca tulisan-tulisannya, terutama yang fiksi.

OK, aku suka baca novel...se ga menarik apa pun tulisan seseorang..tetep aja aku kagum dengan imaginasi pengarang. Aku nulis cuman apa yang sedang kualami dan emang patut ditulis... Tapi kalau sampai bisa berimajinasi menjalin cerita..menurutku hanya orang dengan kreatifitas tinggi yang bisa begitu..

Nah, Yessy ini banyak juga nulis cerpen yang menarik dengan gaya nulis yang ringan jadi mengalir aja ketika baca. Tulisan-tulisan lain juga menarik baik tentang obrolan sana sini atau pengalaman dia sehari-hari.

Ternyata kalau keseringan blogwalking itu, bikin aku sadar bahwa tulisan ecek-ecekku ini beneran ga ada apa-apanya dibanding tulisan orang lain. Makanya yang baca blogku ini cuma diriku sendiri dan paling dua pembaca tetap (sapa ya..?mbak devi? satunya sapa ya?..) lainnya adalah orang-orang nyasar yang nyari artikel Breaking Dawn atau lagi puyeng ngadepin kutu rambut..(wiqiqiqi..ada manfaatnya juga waktu itu nulis di KOKI tentang kutu rambut..karena banyak juga yang ngadepin masalah kutu rambut..).

OK..mau banyak-banyak blogwalking lah biar semakin tau diri....(lah...kerjanya kapan?...padahal nge-fesbuk jalan terus...baca ebook juga jalan terus...beneran pegawai yang tidak berguna aku ini)
Read More..

Kamis, Februari 05, 2009

Paris Pandora

Pas pesen buku Breaking Dawn kemaren ke inibuku.com, aku juga pesen bukunya Fira Basuki : "Paris Pandora". Iseng aja, buat ngepasin pesen biar di atas 100rb, jadi ga usah bayar ongkos kirim..(wiqiqiqi..kentara orang pelit..ngeluarin 3500 aja ga mau malah lebih suka nambah beli satu buku lagi seharga hampir 50rb). Eh, engga juga ding...kupikir-pikir, novel dalam negeriku sangat terbatas. Cuma punya karya Pramoedya, Andrea Hirata, Habiburahman, dan Langit Kresna Hariadi. Lainnya novel terjemahan semua...makanya pas ngeliat Fira Basuki ngeluarin novel terbaru, langsung aja pengen tau gimana cara dia menulis.

OK..aku cinta mati ama tulisan Pramoedya yang menghentak-hentak, aku juga cinta berat sama tulisan Andrea yang mengelus-elus lembut dan gaya humornya yang sempurna. Habiburahman...emmmm..kalau dia nulis lagi aku ga akan beli dan rasanya untuk LKH aku sudah menuliskan komentarku dalam tulisan umum, tulisan khusus yang sampe nyambung segala..

Kalau baca Paris Pandora ini keliatan bahwa sudah ada buku sebelumnya dengan tokoh-tokoh yang sama karena ada cerita tentang kejadian sebelumnya (dan emang bener...di bagian cerita tentang penulis, ternyata buku sebelumnya berjudul Astro Astria). Aku jadi memahami kenapa dalam buku berseri terjadi pengulangan-pengulangan cerita terdahulu. Karena selama ini aku selalu urut bacanya sehingga pas baca buku selanjutnya jadi kerasa menyebalkan membaca cerita yang diulang-ulang. Karena untuk buku Fira Basuki ini aku langsung baca buku kedua maka pengulangan cerita pada seri pertama tidak terasa menganggu, malah bisa jadi petunjuk untuk mengerti cerita yang sekarang.

Eniwei...baca bab-bab pertama monoton banget, malah jadi kayak handbook kalau mau pergi ke Paris dan mampir ke Belanda..(eniwei, kalo emang bener mau kesana, ga usah nyari handbook lain deh..bener..bawa buku ini aja cukup). Bab-bab selanjutnya..OK..sampai akhirnya tamat..ya begitulah... Jadi nasib Fira Basuki akan sama seperti Habiburrahman...kalau ada buku baru lagi..aku ga akan beli.

Selanjutnya pengen baca novelnya Ayu Utami aja deh..

Ada lagi ding yang ingin kutulis...tokoh utama novel ini, Astriasima, terlalu sempurna..(jangan-jangan Fira pengen jadi seperti ini tapi ga sanggup)...cantik (model internasional)..pintar (arsitek jempolan yang disenangi kliennya)...punya indra keenam (bisa melihat dan komunikasi dengan makhluk alam lain)..alim (sholat bukan karena kewajiban lagi tapi karena beribadah kepada Allah SWT, jadi sifat yang lain pasti lebih bagus lagi lah). Jadi lengkap lah Beauty, Brain and Behaviour... Duh...semoga memang bukan terlalu sempurna ya...semoga tokoh seperti itu emang ada yah..jadi Detya kan bisa juga seperti itu...(keinginan egois emak-emak yang punya anak gadis)

Satu lagi, Fira kan nulis bigrafi-nya Wimar Witoelar..nah dibuku ini juga dikutip salah satu bagian dari buku "Hell, Yeah!"..jadi terasa ga nyambung dan ngeselin..apa sih maksudnya? biar kita mo beli buku itu juga ya...ga asyik ah...

Iiiiiih..kadang gemes banget aku, pengen diskusi ama orang yang juga baca buku ini, apakah berpikir yang sama denganku ato aku emang anomali ya... buku-buku yang kubilang ga menarik kok malah best seller ya...atau memang ada yang ga pas dengan pemahamanku terhadap buku-buku itu?...

Ga taulah...
Read More..

Thirty Something

Gila...baru nyadar aku kalo umurku taon ini sudah hampir middle 30. Kemaren-kemaren rasanya masih pecicilan dengan perasaan serasa seperti masih SMA (kalo pas ketemu teman SMA) atau paling engga serasa masih kuliahan aja.. Tiba-tiba baru sadar pas ada tawaran ikut TOEFL prep dari kantor.

Syarat:
lulus S1 atau sederajat (check)
umur maks 35 tahun (check)

Pas baca syarat kedua ini niy...nyadarnya...bahwa taun ini dan taun depan adalah taun terakhir untuk mencari gratisan di kantor. Biasanya beasiswa sekolah juga dibatasi maksimal 35 tahun..jadi kalo ga dari sekarang niat mo sekolah lagi ya...lupakanlah selamanya.

Dan, ya ampun..aku bener-bener udah tuwir.. Detya aja udah kelihatan jadi anak gadis yang sudah bisa menentukan apa-apa sendiri...kok di hatiku masih berasa seperti ini siy...masih pecicilan seperti ini. Perasaan dulu pas liat orang-orang lain mencapai umur ini, mereka kelihatan matang dan dewasa, penuh pengendalian diri..tapi kenapa aku masih merasa ringan seperti ini ya? benar-benar masih meledak-ledak, kurang kontrol, masih ada ketidakrelaan alias ga mudah ikhlas....hiks...gimana mau jadi ibu yang baik? gimana mau jadi istri yang baik? gimana mau jadi pegawai yang baik?

Jadi kalau aku ga nyadar-nyadar betapa sudah panjang umurku tapi perubahan sikapku ga ada yang signifikan, bagaimana aku bisa mengklaim bahwa dengan umur segini, aku ini sudah dewasa?

Aku bisa bilang bahwa aku bukan ibu yang baik ketika seringkali hatiku seperti teriris pas liat detya menirukan gaya marahku ketika dia marah kepada adiknya. Aku juga bisa bilang bahwa aku bukan istri yang baik ketika aku masih saja menyimpan ketidakrelaan walau aku sudah berikrar untuk ikhlas? Bahkan aku juga bisa bilang bahwa aku bukan pekerja yang baik ketika aku ga bisa ngontrol emosiku dalam mengatur pekerjaan.

Lalu apa yang bisa kubanggakan ketika aku sudah mencapai umur thirty something ini? Semua yang kulakukan rasanya masih setengah-setengah..

Mengenai saran seseorang untuk cari bantuan profesional....apakah memang harus aku lakukan ya?
Hiks...baca buku udah..dengerin talk show motivasi udah...tapi kok ga penuh-penuh ya (masih setengah terus).
Gimana yaaaa.....

Read More..

Rabu, Februari 04, 2009

Pil KB

Tiba-tiba ingat untuk menulis masalah Pil KB ini setelah kemaren aku membeli pil kb cadangan untuk periode depan.

Yup..semenjak kelahiran Wisam, aku bertekad untuk menjaga diri agar ga kebobolan lagi. Dulu, waktu Detya lahir aku bertekad untuk tidak hamil lagi dulu sebelum aku bisa belajar mengatur nafasku sehingga pas melahirkan prosesnya bisa lebih mudah. Ternyata baru sekali mens, bulan berikutnya sudah positif hamil lagi anak kedua, makanya jarak antara mereka hanya 14 bulan. Setelah itu aku dilanda keraguan mengenai medeking sehingga berusaha agar tidak hamil lagi sebelum mentalku siap. Untung saja suamiku training ke luar negeri setahun penuh sehingga jaraknya agak lemayan karena 6 bulan setelah suamiku balik, aku sudah positif hamil lagi.

Jadi mau ga mau setelah Wisam lahir aku harus memilih kontrasepsi karena dengan 3 anak yg masih balita, bagaimana aku bisa mengatur waktu jika ternyata kebobolan lagi. Maka aku puyeng banget menentukan kontrasepsi jenis apa yang mau kupakai. Aku ga ingin pake IUD karena bagaimanapun itu benda asing yang ditaruh di dalam sana (apalagi harus berada dalam posisi begitu lagi untuk memasangnya...ga sanggup..). Ga mau pake yang hormonal karena pasti mempengaruhi fungsi tubuh. Kalo begitu mo pake kontrasepsi apa lagi? Pantang berkala terbukti ga manjur (karena salah itung..)... kondom bikin aku ga nyaman... makanya sepanjang kehamilan Wisam aku berusaha menentukan jenis KB yang ingin kupakai.

Sampai suatu ketika, aku beli intisari dan disitu ada brosur tentang pil kb YASMIN, ada hotline nya juga sehingga setelah lahiran aku langsung tanya-tanya. Mereka menanggapi dengan baik dan menjelaskan dengan detil kelebihan dan kekurangan masing-masing alat kontrasepsi (walaupun dasarnya aku sudah cari tau kesana kemari tentang alat kontrasepsi..tetap saja penjelasan mereka bisa nambah pengetahuan). Lagipula, sebelumnya aku baca di koran bahwa ada pil KB merk Yasmin yang bisa mengontrol hormon sehingga selain untuk kontrasepsi, bisa juga untuk memperhalus kulit dan menjaga berat badan. WOW..siapa yang ga tergiur coba...? makanya setelah lahiran aku langsung telpon hotline-nya.

Dari penjelasan itu aku jadi yakin untuk memilih pil sebagai kontrasepsiku. Tapi ternyata, petugasnya menyarankanku untuk memakai Diane 35 daripada Yasmin karena keunggulan Yasmin adalah menjaga berat badan. Jika BB tidak terlalu menjadi masalah maka Diane 35 lebih tepat digunakan. Maka aku pakai Diane 35 sebagi alat kontrasepsi pilihanku. Selanjutnya baru aku tau bahwa perbedaan diane 35 dan yasmin juga termasuk pada harga, yasmin hampir 2 kali lebih mahal dari diane....hmmmmmm...(FYI, aku beli di toko obat pasar baru..jadi harga bisa beda 15an ribu dibanding beli di apotik, kalau di situ Diane 35 dapet 70rb sedang yasmin nyampe 130 ribu..weks..)

Kenapa aku menulis tentang pil kb ini, karena ternyata diane 35 memang terbukti menjaga kehalusan kulit..!! Banyak yang bilang kalau pake pil kb akan menimbulkan bercak-bercak hitam di pipi. Tapi diane 35 tidak, sebulan setelah pakai, teman sekantorku berkomentar bahwa kulit mukaku kelihatan berbeda...wiqiqiqiqi..jadi kesenengan deh.. (FYI, kulitku ini termasuk kulit sangat kering, walo ga pernah bermasalah dengan jerawat tapi kulit kering gampang bikin keriput...maka keliatan sedikit kenyal saja sudah sangat menyenangkan..daripada keriput dini...) Jadi walaupun tiap hari harus minum pil di jam yang sama, aku ga keberatan karena efek sampingnya juga menyenangkan. Lemayan, ga perlu ke dokter kulit dan ga perlu beli vitamin mahal-mahal utnuk muka.. Ibuku juga bilang bahwa bukan hanya kulit mukaku saja yang beda tapi seluruh tubuh juga terasa lebih halus dan bersih (berdasarkan cerita tukang pijat yang memijatku yang cerita ke ibuku).

Maka sudah ada dua temanku yang mengikutiku memakai pil diane 35 ini, walau menurut mereka perubahan pada kulit tidak terasa..tapi mereka tetap memakai pil kb untuk kontrasepsi..

Eniwei, bagi yang ingin pakai alat kontrasepsi, suntik adalah metode yang sangat tidak disarankan karena hormon yang dipakai kadarnya sangat tinggi sehingga akibatnya pun lebih buruk (jika ingin hamil lagi akan sangat susah..belum lagi masalah hormonal lainnya). Kalaupun ingin pakai suntik, pilih yang disuntik sebulan sekali, setidaknya kadar hormonnya tidak terlalu besar.


My Note:
Tulisan terkait:
Lebih Lanjut tentang Diane 35
Diane atau Yasmin
Read More..

Selasa, Februari 03, 2009

Orang Dengan Otak Kanan atau Otak Kiri?

Dapat email dari milis angkatanku...lemayan buat mengira-ngira..

ORANG DENGAN OTAK KANAN ATAU OTAK KIRI ?

(1) Satukan dan lipat jari-jari kedua tangan seperti saat orang nasrani berdoa. Perhatikan tangan anda - apa yang terlihat ?

Jika jempol kiri di atas jempol kanan --> otak kiri
Jika jempol kanan di atas jempol kiri --> otak kanan

(2) Sekarang lipat lengan tangan menyilang di depan dada (seperti saat duduk di bangku SD).

Tangan kanan di atas tangan kiri --> otak kiri
Tangan kiri di atas tangan kanan --> otak kanan

Dari kedua pengamatan di atas (1+2), di bawah ini adalah interpretasi dari kepribadian anda :

* * * * *

KANAN-KIRI

Penuh pertimbangan, tradisional, jenis tidak langsung. Secara naluri bisa membaca emosi orang lain, dan tanggapannya secara alamiah bersahabat. Walaupun tidak terlalu berinisiatif dalam melangkah maju, tetapi akan selalu memberikan dukungan di belakang orang lain. Memiliki kepribadian yang stabil dan penuh pertimbangan, sehingga memberikan perasaan terlindungi bagi orang lain. Tetapi kelemahannya adalah mereka tidak bisa berkata "tidak" meskipun sebetulnya tidak ingin, mereka tetap akan berusaha menyenangkan orang lain.

* * * * *

KANAN-KANAN

Tipe orang yang menyukai tantangan Berterus terang. Satu kali mereka memutuskan satu hal, akan segera mengambil tindakan. Sangat ingin tahu dan menyukai tantangan. Berani menghadapi tantangan tanpa berpikir jauh (kadang kala dengan bodoh). Kelemahannya adalah mereka tidak mendengarkan orang lain, dan hanya menyaring apa yang ingin mereka dengar dalam suatu percakapan, serta sangat subyektif. Bagaimana pun juga, karena sikap terus terangnya, mereka
cenderung dengan wajar menjadi orang yang populer.

* * * * *

KIRI-KIRI

Berdedikasi, dingin, perfeksionis sangat logis dalam semua aspek. Satu-satunya cara untuk mengalahkan (atau mempengaruhi) mereka adalah dengan memberikan alasan-alasan yang tepat.
Mereka punya banyak kebanggaan, dan merasa kuat untuk melalukan hal-hal yang benar.. Jika mereka menjadi temanmu, mereka sangat bisa dipercaya. Akan tetapi jika mereka adalah lawan, maka akan sangat susah untuk membuat kesepakatan dengan mereka. Karena mereka bisa begitu perfeksionis, maka biasanya mereka meninggalkan kesan yang buruk karena susah untuk membuat kesepakatan saat pertama kali bertemu.

* * * * *

KIRI-KANAN

Suka memperhatikan orang lain, tipe pemimpin. Punya kemampuan mengamati yang tajam dan dingin dalam memandang melalui berbagai situasi, dan bahkan masih bisa menimbang untuk kebutuhan yang
lain. Karena mereka memiliki pembawaan yang kalem dan dingin, dan rasa tanggung jawab yang kuat, mereka bisa menjadi pemimpin dalam kelompok. Populer diantara orang lain. Bagaimana pun, mereka mungkin tidak bisa menahan dirinya untuk mencampuri urusan orang lain karena mereka selalu punya keinginan yang kuat untuk memperhatikan orang lain. Selalu peduli dengan pandangan orang lain tentang dirinya, dan selalu waspada.
-------

My result : KIRI-KIRI

Berdedikasi (OK, setuju),
dingin (ga juga sih..menjaga jarak untuk berhati-hati aja),
perfeksionis sangat logis dalam semua aspek (kayaknya engga perfeksionis sih..jauh malah..tapi kalau logis emang iya..lagian kalau ga sesuai nalar siapa yang akan percaya sih?).
Satu-satunya cara untuk mengalahkan (atau mempengaruhi) mereka adalah dengan memberikan alasan-alasan yang tepat (deu..aku ini gampang sekali terpengaruh...ga perlu pake alasan tepat kalau sudah terpengaruh ya gampang banget ikut..makanya ga pengen anakku seperti itu..dan sekarang belajar keras buat ga seperti itu).
Mereka punya banyak kebanggaan, dan merasa kuat untuk melalukan hal-hal yang benar..(setuju...!!)
Jika mereka menjadi temanmu, mereka sangat bisa dipercaya (I really hope so..).
Akan tetapi jika mereka adalah lawan, maka akan sangat susah untuk membuat kesepakatan dengan mereka. Karena mereka bisa begitu perfeksionis, maka biasanya mereka meninggalkan kesan yang buruk karena susah untuk membuat kesepakatan saat pertama kali bertemu (kayaknya ga gitu-gitu amat deh..).
Read More..

Senin, Februari 02, 2009

Dilema Memilih Sekolah Untuk Detya

Minggu lalu jika ada yang nanya aku akan menyekolahkan Detya kemana maka aku 100% yakin akan menjawab bahwa aku ingin menyekolahkan Detya di MI Istiqlal. Walaupun aku belum sepenuhnya yakin akan kualitas MI Istiqlal, karena belum menghasilkan lulusan sama sekali (tahun ini murid tersenior adalah kelas 5). Tapi aku ingin memberi dasar yang cukup untuk pendidikan agama dan akhlak, makanya aku ingin Detya melanjutnya SDnya ke MI Istiqlal. Aku sudah bersiap-siap dengan planning selanjutnya jika harapanku atas kualitas lulusan MI ini ternyata tidak terpenuhi. Tahun ketiga di MI (artinya sudah ada 2 lulusan MI), maka aku bisa mengevaluasi apakah Detya bisa lanjut tetep di MI atau perlu segera nyari sekolah lain. Makanya aku ga nyari pilihan sekolah yang laen untuk Detya.

Aku juga bilang ke suamiku bahwa aku ga punya pilihan lain selain Istiqlal, jadi kalau memang beliau ga berkenan dengan Istiqlal maka harus secepatnya nyari alternatif lain karena sekolah bagus mulai buka pendaftaran Februari ini. OK, beliau ga berkenan karena lingkungan sekolah yang dalam gedung di lantai bawah sehingga sirkulasi udara kurang sehingga terasa ga sehat. Sudah berkali-kali aku ingetin, tapi sampai tadi siang ga ada respon sama sekali. Mungkin terlalu percaya dengan alternatif pilihanku itu.

Taaappppiiiii....minggu ini aku ga bisa 100% yakin lagi. Gara-garanya, jumat minggu lalu aku ikutan acara observasi untuk Detya. Artinya aku bisa mengikuti agenda harian Detya, sehari penuh, dari materi pagi sampe makan siang...(OMG...betapa banyak yang bisa kupelajari sehari itu, khususnya dalam menghadapi anak-anak..aku sama sekali ga ada seujung kukunya para guru Istiqlal itu...). Dan tentu saja aku ngobrol dengan para ibu yang ikutan observasi (ada 4 ibu termasuk aku). Ada seorang ibu yang gaya bicaranya bener-bener persuasif sehingga yang lain mau-ga mau jadi terpengaruh (termasuk aku...hihihihi...). Maka 100%ku tadi jadi agak-agak goyah.

Lalu aku berpikir untuk menghubungi temanku yang anaknya sekolah disitu dan merupakan angkatan pelopor, jadi sekarang anaknya sudah kelas 5. Aku ga tau nomor hp-nya, ato gimana cara menghubunginya..jadi aku hanya memendam keinginan saja dengan harapan minggu ini aku akan berusaha nyari tau. La, ndilalah...siang tadi aku berpapasan di jalan (what a coincident..). Padahal dia udah ga kerja di tempatku lagi. Jadi aku anggap, ini jawaban atas keragu-raguanku.

Dan dari obrolan itu aku jadi semakin ga 100% yakin lagi.. gimana niy..? Dan setelah sharing pengetahuan baruku ini dengan suami, beliau malah lebih bingung lagi... Sebenarnya skenario awal masih bisa dijalankan. Temenku tadi bilang. Dasar MI Istiqlal sudah bagus apalagi setelah ada assessment dari Lembaganya Arif Rahman. Sudah ada perbaikan mendasar sehingga tinggal dipicu sedikit saja Istiqlal akan meledak bagus.

Sebenarnya ada temanku yang lain juga menyekolahkan anaknya di MI Istiqlal. Ada yang udah kelas dua dan ada yang masih kelas satu. Tapi aku yakin bahwa mereka menyekolahkan anaknya di sana karena ingin memberi pondasi agama yang bagus dan kalau di Istiqlal ga perlu dipertanyakan lagi. Masalah kurikulum, mereka berusaha sendiri untuk menambah pembelajaran anak di rumah (dan aku yakin mereka komit luar biasa terhadap anak-anaknya, beda denganku yang masih ingin mendapat dua-duanya..kerja dan keluarga...).

Jadi sekarang ini aku puyeng berat mikirin gimana nyari sekolah buat anak-anak, karena pasti kalau di sekolah unggulan persaingan masuknya ketat sekali dan detya tidak pernah dipersiapkan untuk itu..

Puyeng...deh..
Read More..