Kamis, Maret 31, 2011

Avail

Sebelum baca, aku mesti ngingetin dulu kalau ini tentang urusan perempuan. Jadi kalau bukan perempuan, silahkan baca yang lain :D...

Ini tentang problemaku saat datang bulan


Sudah dua tahun lebih ini aku selalu iritasi saat datang bulan sehingga jadi sangat terganggu. Bagaimanapun aku mensiasati, dari ganti tiap dua jam bahkan kurang dari itu atau mencoba berbagai merek dari yang biasa diiklankan sampai yang dipajang di konter supermarket.

Semuanya berakhir dengan iritasi. Sempat terpikir untuk memakai tampon, tapi....membayangkan saja aku jadi ngeri. Jadi opsi mencoba tampon harus dicoret. Lalu ketika waktu itu aku papsmear di Yayasan Kanker Indonesia, petugas di bagian administrasi sempat menawarkan produk pembalut khusus tanpa pemutih dan mengandung bahan herbal yaitu Avail yang diklaim dapat mencegah kanker rahim. Tapi karena harganya yang berkali-kali lipat dibanding pembalut biasa, maka aku sama sekali ga berminat untuk tau lebih lanjut mengenai pembalut itu.

Sampai beberapa bulan lalu, saat aku browsing sana sini nyari belanjaan online...banyak juga yang menawarkan pembalut Avail. Disamping aku sudah dalam tahap bingung mau diapain lagi iritasi ini dan juga ada temanku yang punya problem sama, maka kami memutuskan untuk nyoba Avail. Mengingat temanku itu sedang dalam upaya untuk hamil, maka aku dulu yang akan mulai mencoba.

Percobaan pertama adalah saat aku sedang menstruasi, jadi selama mens aku pakai pembalut itu. kesan pertama adalah rasa dingin seperti mentol saat jam pertama memakai pembalut. Lalu aromanya seperti....ngg..seperti apa..sampai saat ini aku belum menemukan istilah yang tepat. Kalau dibilang seperti bau herbal...engga juga...bukan seperti jamulah.. Sekilas-sekilas kadang malah terbaui seperti aroma sayur asem betawi yang berbumbu lengkap...

Inti dari percobaan itu adalah...kalau ga diganti dalam waktu lama..tetap saja terasa iritasi.
Lalu ketika mens berakhir dan aku ga pakai lagi pembalut itu, masalah awal dimulai....dibawah sana..aromanya jadi menyengat dan sangat menganggu. Tidak ada rasa gatal hanya aroma yang menganggu.

Setelah browsing sana sini tentang Avail ini maka aku mencoba untuk satu bulan penuh memakai semua produk avail...dari pantyliner sampai night use dan day use. Hasil browsing adalah dimungkinkan akan terjadi perubahan pada waktu seminggu pertama yang artinya kondisi dibawah sana pada dasarnya tidak sehat. Pemakaian agar tetap diteruskan karena kandungan herbal akan menyembuhkan ketidakseimbangan kondisi organ dalam.

Namun ternyata setelah satu bulan aku coba produk itu, aroma menyengat masih mengganggu dan suamiku meminta untuk menghentikan pemakaian.

Lalu aku ke dokter kandungan karena merasa tidak nyaman dengan kondisi yang ada dan dokter sangat tidak menganjurkan pemakaian apapun jenis pantyliner. Apalagi yang mengandung herbal karena ternyata aku malah mengalami keputihan.

Kenapa aku (dan dokter) bisa menyimpulkan bahwa justru memakai Avail itu malah menyebabkan keputihan adalah karena sebelumnya aku tidak mengalami apa-apa. Tidak berbau dan tidak gatal, semuanya normal hanya iritasi dibagian luar setiap kali menstruasi. Jadi menurut dokter...kandungan herbal itu tidak cocok untukku dan untuk menghindari kejadian yang sama maka anykind of pantyliner ga boleh dipakai, bahan underwear harus dari katun dan longgar, hindari pemakaian celana jins atau celana ketat, dan tidak usah memakai underwear pada malam hari.

Tentu saja untuk menyembuhkan keputihanku saat itu perlu obat yang langsung dimasukkan di daerah bawah sana.

Jadi teman....Avail memang bukan untukku...(walau ada salah satu pembeli tetap di koperasi kantorku yang selalu memborong produk ini saban kali baru stok)



update:
25 Juni 2012
Beberapa teman sekantorku ada yang pakai Avail ini dan ga ada maslah buat mereka.  Bahkan satu temanku yang ingin hamil dan sempat dua kali keguguran, kemudian pake avail ini (baik yg untuk heavy period maupun yang harian) selama 2 bulan akhirnya sukses hamil lagi dan melahirkan dengan selamat.. Read More..

Rabu, Maret 30, 2011

Ulang Tahun Javas

Setelah menyiapkan semuanya...pagi ini acara melukis kaos berlangsung.

Dari pagi Detya sudah ribut sendiri, minta salah satu dari kami (ayah atau bunda) untuk menemani. Aku janji jam 9an bakal ke TPA dan ( tepat Detya langsung telpon memintaku segera datang....ONTIME...sigh...

Intinya...ini kegiatan melukis kaos mereka



Hampir semuanya memulai dengan mewarnai namanya. Hanya Rafif yang langsung mewarnai gambarnya.

Karena Javas ingin berhati-hati dengan kaosnya, dia banyak minta bantuanku untuk mewarnai batas-batas pinggirnya...(tentu saja hasilnya jadi lebih rapi :D dan aku sendiri menikmati proses mewarnai itu...haghaghag)

Dan ini hasil lukisannya



Senaaaang sekali....semua jerih payahku ribet sendiri terbayar melihat ekspresi anak-anak ketika mulai melukis.....

Semua kegiatan kreatif memang ga ada matinya....

Bagi yang ingin merayakan ultah anak dengan cara berbeda bisa melakukan hal yang sama...melukis kaos..menghias kue.....melukis kaleng susu untuk jadi tempat pensil...

Ga cuma potong kue ditemani badut...di restoran cepat saji...

Selamat Ulang Tahun Javas....semoga kebahagiaan di hari ulang tahunmu ini bisa menjadikan kamu anak sholeh yang lebih baik lagi.....

I love you my dearest son....kiss kiss..muahh.muahh..

Read More..

Selasa, Maret 29, 2011

Perayaan Ulang Tahun

Dari dulu, aku ga ingin merayakan ultahku atau anak-anakku dengan mengundang teman-teman. Bagiku ulang tahun adalah sesuatu yang pribadi yang mestinya dibagi hanya untuk orang-orang terdekat.

Jujur saja, dalam satu kelas waktu sekolah, biasanya hanya beberapa orang saja yang merupakan teman dekat. Jadi menurutku kalau mengundang semua teman malah ulang tahun jadi kehilangan maknanya.

Waktu masih di Banyuwangi dulu, ulang tahunku atau saudara-saudaraku cukup dirayakan dengan beli mi pangsit yang luar biasa enak (dan mahal) untuk kami makan bersama di rumah. Sebungkus untuk 2 orang. Jadi kami bertujuh cukup beli 4 bungkus (Bapak tentu saja satu bungkus sendiri). Jadi jelas, kami makan mi pangsit itu setahun hanya 6 kali (ultah ibuku ga kehitung, karena kami semua gatau kapan ultah ibuku :D)

Mi pangsit itu sampai sekarang menjadi makanan wajib yang harus kumakan ketika pulang kampung.


Nah untuk anak-anakku juga begitu, aku ga minat sama sekali merayakan ultah mereka di sekolah atau dimanapun. Ultah kami hanya diperingati dengan makan bersama di luar atau beli kue untuk kami makan bersama di rumah.

Tahun ini aku ingiin sekali melakukan sesuatu yang berbeda untuk ultah mereka. Waktu ultah Detya Januari lalu, sebenarnya aku ingin agar anak-anak melakukan sesuatu yang kreatif di TPA. Kenapa TPA, karena teman-teman TPA adalah teman-teman yang paling dekat dengan mereka. Bahkan dari bayi Detya dan Rahma sudah berada di satu TPA dan akhirnya mereka berdelapan ya satu TPA saja sampai sekarang. Jadi bisa dianggap kakak dan adik sendiri.

Waktu itu, aku pengen anak-anak TPA menghias kue seperti waktu Dhiya dan Naura ultah. Tapi karena mis komunikasi jadi batal. Lalu aku pikir, sebaiknya di ultah Javas saja dirayakan dengan sesuatu yang kreatif. Pilihanku jatuh pada melukis kaos.

Sepanjang Januari-Februari, aku browsing tentang melukis kaos ini sampai akhirnya ketemu situs SIDKAR yang merupakan EO untuk acara ulang tahun yang kreatif. Tidak hanya sebagai EO, SIDKAR juga menyediakan beragam pilihan sovenir edukatif untuk ultah yang salah satunya adalah melukis kaos. Hanya saja harganya cukup mahal, walaupun paketnya sudah lengkap termasuk cat/krayon dan kuasnya serta tas pembungkus.

Sambil masih browsing sana-sini, aku anggap harga segitu masih sepadan lah..toh cuma 8 anak ini. Tapi akhirnya aku putuskan untuk sedikit berusaha yaitu dengan menyiapkan sendiri secara terpisah.

Lalu browsing tentang toko kaos onlen...tentang sablon/cetak..tentang cat akrilik..dan contoh mewarnai gambar. Kegiatan browsing ini sempat terhenti karena nyari toko cat onlennya susah...sablon/cetaknya harus satu paket dengan kaos,ga bisa bawa kaos sendiri. Intinya keputusan akhir baru final minggu lalu.

Maka langsung pesen kaos ke GROSIR KAOS POLOS, harganya murah dan kualitasnya bagus banget..halus dan lembut. Pengirimannya pun ontime, begitu kita konfirm sudah transfer, barang langsung dikirim dan besoknya barang sudah sampai.

Cat akrilik dan kuas beli di Gunung Agung sedangkan tas pembungkus beli di Pasar Senen.

Pola mewarnai gambar bisa browsing di disini, disini, disini atau disini. Cetak di kertas A4 dan kemudian dijiplak di kaosnya pakai pensil. Jiplaknya bisa dengan menaruh kertas di bawah kaos lalu dijiplak atau dengan menggunakan kertas karbon dengan resiko warna hitam karbon bisa meleber kemana-mana. Aku memilih cara pertama.

Ah..ternyata kalau mau susah sedikit...semuanya bisa terlaksana dengan baik....tinggal besok pelaksanaannya gimana....

Read More..

Senin, Maret 21, 2011

Kontes Cal-Vin Giveaway

Aku sedang rapi-rapi foto jaman dulu dan kebetulan di blog Bang Trainer....(as always..) ada posting tentang kontes Maret Ceria. Berhubung nafsu narsis yang luar biasa...maka disamping Detya kuminta posting dan ikutan, aku sendiri tentu saja ga mau ketinggalan.



Ah...anak-anak selalu saja mengundang gairah untuk mengabadikan keseharian mereka. Foto-foto di atas dimulai dari saat Wisam (si bungsu) baru beberapa hari (April 2007) sampai yang paling akhir adalah saat kami liburan ke Bali dengan Wisam yang sudah bisa mengacungkan dua jarinya membentuk V-sign (Oktober 2010).

Kalau menuruti hasrat narsis...rasanya semua foto pengennya diikutsertakan....tapi syaratnya satu blog hanya satu foto.

Jadi Mbak Lidya....foto ini saya sertakan untuk Cal-Vin Gaveaway ya...
Read More..

Birthday Present from Detya II



Postingan telat tapi sungguh sayang jika tidak dimasukkan sebagai arsip....terutama sebagai reminder buat diriku sendiri.

Seperti tahun lalu, Detya juga menyiapkan kado buat ulang tahunku kali ini. Dia juga sudah kasak kusuk ingin bikin sendiri bunga buatku. Rencananya dia mau praktek ketrampilan yang ada di buku/majalah yaitu bunga dari sedotan plastik. Mengingat ketrampilan ini melibatkan lilin yaitu dengan memanaskan susunan sedotan itu di atas api lilin, maka aku agak-agak resisten karena kuatir lelehan plastik bisa melukai kulit. Lagipula....ini bagian terburukku sebagai ibu....aku agak2 malas menyimpan hasil-hasil karya anak-anak. Disamping ga ada tempat, juga biasanya ketertarikan (excitement) untuk ngumpulin itu cuma sesaat...lalu semuanya berakhir di pembuangan.

Maka demi untuk memudahkanku menyimpan hadiah-hadiah ultah dari Detya, maka kemarin dia kuarahkan untuk menulis ucapan saja..atau puisi. Hmm....benar-benar ibu yang mau enak sendiri saja... :(

Lalu pada saat Detya main ke kantorku, dia memutuskan untuk mendesain gelang sebagai hadiah ulang tahunku. Ya, peralatan aksesorisku masih banyak dan beberapa waktu lalu aku sempat mengisi ulang persediaan beberapa onderdil.

Dengan tekun dia menyusun manik-manik yang ada di kotak dan meminta bantuanku ketika harus memutar kawat. Lalu dia susun sedemikian rupa sehingga jadi gelang yang cukup manis.

Ah...ucapannya itu yang membuatku terpana....

"Bunda selamat ulang tahun supaya lebih sabar, lebih baik sama kita dan supaya juga sayang sama Wisam, Javas, Detya dan Ayah"

Dan agar aku setiap saat bisa lebih sabar lagi...maka kartu ucapan itu jadi wallpaper HPku....biar inget terus kalau lepas kontrol...

Ya Allah...jadikanlah aku manusia yang selalu sabar... amien...
Read More..

Kamis, Maret 17, 2011

9 Summers 10 Autumns dari Kota Apel ke The Big Apple


Saya ingin mengulas buku yang ditulis oleh teman baik saya waktu kuliah dulu, Iwan Setyawan. Ia penulis novel “9 Summers 10 Autumns dari Kota Apel ke The Big Apple”.

Sebelumnya, Iwan telah menerbitkan buku puisi dan fotografi berjudul “Melankoli Kota Batu”, kota tempat kelahiran si penulis. Pada saat itu, secara simultan, Iwan juga tengah menyelesaikan memoir pribadinya. Tetapi kemudian ditawar oleh salah satu penerbit besar di Indonesia untuk diterbitkan menjadi novel fiksi yang berangkat dari kisah nyata penulisnya.

Saat ini, novel-novel berdasarkan kisah nyata penulisnya telah banyak beredar, mulai dari novel Andrea Hirata sampai, yang baru terbit terakhir, karya A. Fuadi. Jadi mungkin saja terjadi pengasumsian bahwa novel ini akan bergaya yang sama dengan novel-novel sejenis yang duluan terbit. Terus terang, saya tidak pernah tuntas membaca karya A. Fuadi karena terlalu tenggelam dalam karya Andrea Hirata. Saya khawatir, buku “9 Summers 10 Autumns” ini memiliki pola bercerita yang sama dengan Andrea Hirata.

Tentang Iwan Setyawan sendiri, saya mengenalnya saat kuliah di IPB dulu dengan kesan yang sangat menyenangkan. Iwan ini unik, menurut saya. Dia tipe yang tidak pernah absen bersenang-senang tapi selalu mendapat nilai terbaik di kelas. Jadi saya sempat berpikir, kapan Iwan ini belajar kalau setiap acara bermain kami, selalu saja dia tak pernah ketinggalan. Kalau teman yang pintar tapi tidak gaul, cukup banyak (apalagi di IPB). Tapi yang seperti Iwan ini sangat jarang. Di buku ini baru saya tahu, bagaimana pola belajar Iwan, sehingga akhirnya menjadi lulusan terbaik di fakultasnya.

Nah, Iwan ini baru balik dari New York setelah 10 tahun bekerja di sana. Beberapa bulan sebelum dia pulang kampung selamanya, saya sering membaca status-statusnya di Facebook yang mengisyaratkan dia telah mencapai semuanya. Baik secara materi maupun spiritual, terutama dari spiritualnya. Tentang betapa yoga telah membuat dia terinspirasi dan merasa kembali murni di dalam hatinya. Tentang perjalanannya keliling dunia. Saya pikir dia telah mencapai suatu nilai spiritual dari semua pengalaman hidupnya.

Sedikit banyak motivasi saya memiliki buku ini adalah Iwan Setyawan sendiri. Dia teman baik dalam menjalani kehidupan Kampus IPB dalam kegembiraan. Humor-humor Iwan yang tidak pernah kelihatan sedih membantu saya dalam mengatasi ketidakberdayaan, saat homesick maupun saat kelabakan mengerjakan tugas ataupun juga saat stres menghadapi ujian.

Namun, ternyata membaca pengantar buku ini membuat saya menyadari bahwa saya hanya mengenal teman-teman sebatas kulit luarnya saja. Saya hanya tahu Iwan yang menyenangkan, pintar, dan penuh humor. Saya tidak tahu bahwa untuk sekolah di IPB, dia harus berjuang keras sedari kecil. Jadi motivasi saya ingin mempunyai buku ini bukan hanya sekedar bahwa dia teman baikku, tapi karena saya ingin mengenal lebih dekat teman baikku ini.

Cerita dibuka dengan kejadian pada tahun pertama Iwan berada di New York. Saat itu, dia harus menghadapi hidup dan mati ketika mengalami penodongan oleh dua laki-laki hispanik dan kulit hitam. Pada saat panik seperti ini, dia melihat sosok bocah kecil berbaju putih merah seperti seragamnya saat SD. Selanjutnya cerita bergulir dan sosok bocah tadi menjadi sosok sentral sepanjang cerita.

Dengan gaya cerita kilas balik, dia bercerita kepada sosok bocah kecil selama di New York. Novel ini menjadi mengalir dan membuat saya tidak ingin berhenti membacanya. Bagaimanapun, efek mengenal langsung penulisnya membuat gambaran dalam novel ini terasa nyata. Saya menjadi sangat terkejut membaca prolog penodongan itu. Saya membayangkan Iwan, yang fisiknya mungil, harus menghadapi dua laki-laki tinggi besar.

Berkat novel setebal 211 halaman ini, saya menjadi merasa mengenal lebih dekat dengan Iwan. Bahwa dibalik sikap cerianya pada waktu kuliah dulu, tersimpan jiwa kesepian yang merasa tidak cocok berada di semua tempat. Namun rasa sepi yang dia alami tidak lantas membuat dia mundur, malah menjadi cambuk buat Iwan untuk lebih berhasil dalam hidupnya. Sudah sepantasnya kita mendapat motivasi dari semangat seperti itu.

Pada akhirnya, semua kesuksesan Iwan saat berkarir di New York merupakan buah dari kesabaran dan perjuangan hidupnya saat kecil. Dan, tekad Iwan yang kuat untuk merubah kehidupannya sendiri.

Jadi jika ingin membaca novel fiksi yang berdasar kehidupan nyata dan ingin lepas dari pengaruh tulisan Andrea Hirata, saya sarankan untuk membaca novel ini.
Read More..

Senin, Maret 14, 2011

Klarifikasi Pertanyaan Atas Diane 35

Inilah susahnya ngeblog hanya untuk catatan pribadi tapi mengandung informasi umum. Sebagai catatan pribadi, aku tidak selalu membaca semua komen yang masuk dan menanggapinya. Seringkali hanya membaca komen-komen ditulisan terbaru dan ga sadar sama sekali bahwa ditulisan yang lalu banyak yang bertanya dan membutuhkan jawaban.

Seperti tulisanku tentang Lebih Lanjut Tentang Diane 35, ternyata banyak sekali yang menanggapi dan akhirnya bertanya di artikel tersebut. Seharusnya, ketika tau bahwa artikel itu punya hit tertinggi dalam blogku ini, mestinya sering-sering dilihat untuk ngecek, mungkin saja ada pertanyaan atas tulisanku itu.

Eniwei, berhubung butuh banyak penjelasan dari semua pertanyaan itu, maka lebih baik kutulis terpisah daripada menjawab di kolom komentar.

Aku mau menjawab dan sekalian klarifikasi:

  1. Aku memakai Diane ini bukan anjuran siapa-siapa, pilihanku sendiri setelah menimbang-nimbang dari semua pilihan kontrasepsi. Dan pas saat ingin memulai, CS Diane menelpon (setelah sebelumnya aku SMS ke hotline) dan menjelaskan cara pemakaiannya yaitu pada hari pertama Mens. Disamping itu, siklus mens dimulai dari hari pertama mens (ini sudah ilmunya). Lagipula, hari pertama mens itu selalu pasti tapi saat mens berakhir bisa berbeda2 setiap bulannya, jadi bisa dipastikan bahwa siklus awal mens adalah hari pertama mens. (semoga bisa menjawab pertanyaan kapan harus mulai..kalau masih belum yakin, lebih baik konsultasi ke dokter kandungan saja)
  2. Tentang toleransi 12 jam, aku juga sudah tanya ke dokter kandunganku, selama masih dalam rentang 12 jam maka masih belum dianggap terlambat minum. Jadi kalau lewat 5 - 10 jam..masih aman dan tidak perlu penanganan khusus.
  3. Mengenai terapi hormon dengan pil KB ini..waah...kalau itu mestinya tanya dokternya. Cuman kalau logikaku si karena pil itu memang mengatur hormon estrogen dan progesteron sehingga pas dan dianggap cukup menipu siklus alami tubuh, mungkin saja penggunaan pil KB, tujuannya agar hormon seimbang sehingga tubuh pun bisa merespon keseimbangan itu dan sel telur akan terbiasa dengan siklus yang standar. Biasanya kan kalau hormonnya ga pas, siklus mens jadi lompat-lompat dan susah ditentukan perualangannya. Jadi kapan sel telur matang menjadi susah diperkirakan.
  4. Mengenai jerawat berlebihan setelah memakai pil ini...aku gabisa menjawabnya karena aku ga jerawatan dan setelah pakai pil ini juga tetap ga bermasalah. Mungkin lebih baik ditanyakan ke dokter kandungan saja (atau dokter kulit ya...:D).
  5. Untuk pengalaman telat di minggu ketiga, waktu itu untuk kasusku aku berhentikan saja minumnya (karena dompetku ilang dicopet dan pil sisa adanya disitu :D) dan memulai lagi dari awal yaitu saat hari pertama mens. Jadi aku tidak mengikuti apa yang disarankan di brosurnya. Mens berikutnya muncul sama seperti jadwal kalau pil habis. Aku pikir, kalau sampai hari kelima belum mens juga mungkin karena stres (kepikiran hamil atau engga ya :D) dan ini sering juga kualami, kecapekan...atau tubuh masih adaptasi dari hormon yang diminum berurutan dalam 2 bulan tanpa berhenti. Intinya, minggu ketiga ini adalah minggu paling aman bagi para pil KBers....:D
  6. Ada pertanyaanya dari Ditta tentang telat minum di minggu I. Jadi gini hitungan minggu pertama adalah saat minum pertama kali pil KB. Jadi jika kita sudah berada di bulan kedua atau ketiga minum pil ini maka awal minum pil bukan berarti adalah hari pertama mens. Jadi jika pil yang diminum masih dalam 7 deret pertama itulah minggu pertama. Misalkan mens hari senin dan jadwal minum pil pertama adalah hari Kamis. Lalu hari minggu lupa minum pil, maka hubungan yang dilakukan dari hari senin sampai minggu harus diwaspadai...karena mungkin saja sudah conceive. Dan 7 hari selanjutnya harus melakukan pengamanan tambahan.

Disclaimer: Aku mencoba menjawab ini bukan karena aku ahli atau bagaimana, tapi karena yang aku alami selama ini ya seperti ini. Sepanjang memahami dan melaksanakan dengan benar petunjuk pada brosur, insya Allah hasilnya lebih terprediksi dan memudahkanku untuk berKB. Semuanya akan lebih meyakinkan kalau kita berkonsultasi dengan yang lebih ahli yaitu Dokter Kandungan.


UPDATE:
19 Februari 2015

Berhubung page ini banyak dijadikan rujukan, saya mau update kondisi terkini.  Saya sudah ga pakai Diane 35 atau Yasmin lagi sejak Oktober 2014.  

Pertama karena memang sudah 7 tahun pake pil KB.  Sesuai penjelasan dokter kandungan dan hasil browsing, memang pil KB perlu dihentikan sementara atau ganti alat kontrasepsi setelah 7 tahun.  Saat ini belum pakai alat kontrasepsi apa-apa karena dulu memutuskan pakai pil KB dengan banyak pertimbangan.  Rencananya setelah 1 tahun jeda, saya akan pakai pil KB lagi.  Masalah merek atau jenisnya, nanti saya akan konsultasikan dengan dokter kandungan karena saya sudah menjelang menopouse.  Ada pil KB khusus untuk orang-orang yang menjelang menopouse tapi harganya luar biasa.  Entahlaah...masih Oktober nanti...

Kedua karena beberapa bulan terakhir sebelum berhenti, tekanan darahku naik tinggi sampai 190/110.  Makan sudah diatur, olahraga tiap hari (biarpun cuma joging di treadmill 20 menit dan yoga), kopi berhenti...pkoknya berusaha hidup sehat deeh.  Tapi ternyata tensi masih tinggi.  Sekitar bulan September 2014 (sebulan sebelum waktunya berhenti), saya baca artikel bahwa hipertensi juga bisa disebabkan pemakaian pil KB.  Saya lanjutkan dengan baca brosur di box pil KB, ternyata memang demikian.  Jika terjadi hipertensi maka pemakaian harus dihentikan.  

Yaa..karena memang waktunya berhenti dan saya juga kena hipertensi, maka akhirnya saya berhenti pakai.

Sebagai peringatan buat para pemakai pil KB, jangan lupa untuk selalu konsultasi dengan dokter kandungan/bidan untuk pemakaian pertama, dan jangan malas untuk baca brosur yang selalu disediakan disetiap box pil KB.  Hal ini akan membantu jika terjadi hal-hal yang diluar kebiasaan.
Read More..

Sabtu, Maret 12, 2011

Deal Keren

Berawal dari ketertarikan melihat iklan di fesbuk, maka iseng saja aku klik iklan Deal Keren yang mengklaim bisa memberikan diskon up to 70% untuk berbagai hal, dari makanan, hotel sampai hiburan.

Sebenarnya agak-agak ragu ketika mencoba daftar, tapi karena saat pertama lihat itu penawarannya adalah Panecook yang lokasinya biasa kami lewati setiap hari, maka aku memutuskan untuk beli 4 voucher dengan diskon 50%.

Rencananya akan kupakai dinner waktu anniversary kemarin, namun rupanya selalu saja kecapean tiap malam jadi malas mampir. Lalu karena hari ini adalah ulang tahunku, maka siang- siang sengaja pergi kesana untuk mencoba voucher dan lagian anak-anak adalah penggemar pancake, jadi paslah.

Ternyata memang voucher ini bisa dipakai dengan mudah dan tanpa proses yang berbelit-belit. Ketika datang aku langsung ke kasir menanyakan prosedurnya gimana, dan langsung diterangkan bahwa voucher ini berlaku untuk harga makanannya saja, sedangkan service charge dan tax harus ditanggung terpisah. Cukup fair menurutku karena toh total slip yang tertera tidak sebesar yang kita bayar, padahal vendor harus mempertanggungjawabkan nilai yang ada di slip. Jadi wajar jika aturannya tidak termasuk pajak.



Panecook sendiri rupanya restoran kelas atas, yang tidak biasa aku kunjungi dengan menu-menu yang wah dengan penampilan yang mempesona. Jadi ketika datang dan melihat makanan di meja orang-orang, kami cukup melongo dan lumayan kawatir apakah 4 voucher ini bisa menutupi harga pesanan kami.

Tapi karena spesialisasi resto ini adalah pancake dan anak-anak sangat suka pancake maka kami memesan tiga macam pancake dengan penampilan luar biasa. pancake-nya sendiri rasanya gabeda jauh dengan yang biasa kubikin dirumah, tapi karena penampilannya menarik maka anak-anak jadi doyan banget. Kesimpulan: jika ingin keliatan menarik maka penampilan luar biasa harus diutamakan :D

Setelah mencoba voucher Panecook maka saatnya menggunakan voucher berikutnya...New Zealand Natural.....hadoh...ini ice cream-nya jangan ditanyaka lagi deh...enak dan bahannya natural. Untuk voucher 50ribu rupiah aku cukup membayar 15ribu saja. Jadinya 3 voucher sudah terpakai untuk dinikmati sekeluarga daaan..masih ada 7 voucher lagi... Lemayan untuk nraktir anak-anak pas Ultah Javas nanti.



Setelah dua pengalaman yang menggembirakan itu...ga sabar pengen nyoba Deal keren lainnya..

Mari teman-teman.....kita nikmati makan enak dengan harga diskon..... Lidah puas...kantong tak jebol...

*BTW..kalo berminat pake link saya doon...biar dapat kredit....

DEAL KEREN



Read More..

Senin, Maret 07, 2011

Door Prize dan Bonus

Acara-acara umum seperti Java Jazz, Bobo Fair, Pesta Buku dan lainnya sering menjadi sarana promosi bagai banyak pihak. Dari Grup Penerbitan yang menawarkan harga khusus untuk berlangganan, sampai yayasan yang ingin menggalang dana untuk keperluan target yayasan tersebut.

Biasanya dalam penawaran tersebut pastinya akan ditawarkan sesuatu hadiah tambahan, entah bonus langsung ataupun doorprize.

Nah, di acara Java Jazz kemarin, aku mendapat bonus dan juga door prize dari dua penawaran berbeda

Dulu aku sempat beli buku diskon yang dikeluarkan oleh Sampoerna Foundation dengan tag Save A Teen, seharga 100 ribu. Niatku adalah menyumbang, perkara diskonnya aku pakai atau tidak, itu lain lagi. Aku pikir dari 100rb itu sebagian besar akan masuk untuk program Save A Teen. Ternyata setelah kubaca ulang disalah satu sudut buku diskon yang ditulis dengan huruf yang sangat kecil, bagian untuk Save A Teen hanya sebesar 10ribu saja. Yaaah..cukup kecewa, apalagi benar aku hanya menggunakan dua kupon saja dari satu buku itu.

Maka ketika di Java Jazz ada booth Yayasan Sampoerna yang menawarkan program Save A Teen, aku jadi agak curiga saja. Walaupun dana yang dikumpulkan hanya 25ribu, namun aku kawatir bahwa tidak semua untuk programnya sendiri. Bayangkan, dari 100rb saja hanya 10rb kontribusinya. Lalu bagaimana dengan 25ribu? Namun setelah dipastikan bahwa 100% untuk Save A Teen, maka akupun turut serta. Dapat bonus gelang plastik Save A Teen, dan pilih undian door prize. Nah, aku dapat kursi lipat yang kemudian menjadi sangat berguna.



Pada waktu ngantri Santana yang mengular seperti lingkaran, aku bisa gunakan untuk duduk nyaman. Saat nonton Santana sendiri, kursi aku gunakan sebagai injakan agar lebih tinggi, sehingga viewnya luas banget dan nampak jelas.... Wah..kursi door prize yang sangat bermanfaat. Sampai di rumah sendiri, langsung jadi mainan anak-anak.

Lain lagi ketika masuk booth Grup Femina, ada berbagai macam majalah yang ditawarkan untuk berlangganan seharga 250ribu. Dari harga segitu bisa dapat beberapa edisi dari 6 edisi sampai 17 edisi, tergantung jenis majalahnya. Biasanya aku tidak cukup tertarik karena kalau beli di toko majalah dekat kantor, diskonnya bisa sampai 25%.

Tapiii....bonus tambahannya sangat-sangat menarik. Ada dua macam bonus, bonus umum dan bonus tambahannya. Bonus umum bisa memilih berbagai macam tas, tempat minum, tempat perhiasan atau jaket, sedangkan hadiah tambahannya dari kacamata, softlens plus pembersihnya, paket perawatan muka atau jaket. Beuh...bonusnya sangat mengundang selera. Bayangkan saja, tasnya ada yang dari Capriasi senilai 250 - 350 ribu. Kacamatanya dari SpexSymbols senilai 180 - 220 ribu.

Maka dengan alasan langganan majalah untuk anak-anak (Winnie The Pooh) sebanyak 13 edisi, aku dapat bonus tas lengan Capriasi dan kacamata hitam itu.... Rasanya pengen nyengir saja.... Sebenarnya niat beli majalahnya atau pengen dapat bonusnya?.... heheheh


Cuman yang menjadi pertanyaannya untuk yayasan non profit itu...bukannya biaya untuk sewa booth di Java jazz dan nyiapin door prizenya jadi ga sebanding dengan dana yang didapat saat itu? Ah..mungkin sasarannya adalah sosialisasi ke masyarakat luas agar lebih mengenal yayasan ini untuk kemudian diharapkan dapat memberikan sumbangannya dengan lebih kontinyu...(buktinya aku langsung nyari situs www.sampoernafoundation.org dan browsing lebih lanjut disitu)

Read More..

Minggu, Maret 06, 2011

Santana

Kalau Java Jazz tahun lalu, daya tariknya buatku adalah Toni Braxton. Ditambah dengan penawaran spesial dari kartu kredit BNI maka harga tiket jadi ringan buatku. Pada akhirnya, penampilan yang paling menarik buatku adalah dari Maliq & D'essensial (yang akhirnya menjadi salah satu band favoritku). Penampilan TB sendiri, menjadi mengecewakan karena sound system yang berantakan.

Tahun ini, daya tarik Java Jazz adalah Santana. Walaupun cukup tertarik, aku tidak segera mencari tiket penawaran spesial dari BNI. Karena suamiku tidak memberi tanda-tanda tertarik menemaniku nonton. Lah, kalau aku berangkat sendiri ya repot dan tentu saja ga asik.

Jadi walau diawal penjualan tiket, harganya sungguh-sungguh jauh di bawah harga normal, aku tidak segera beli tiket. Ya sudahlah...kalau tidak nonton Santana.

Bagiku sendiri, Santana menjadi sangat menarik ketika berkolaborasi dengan penyanyi yang populer saat itu dengan membawakan Maria dan Smooth. Dan ketika mendengarkan lagu Oye Como Va, samar-samar aku ingat Bapakku dulu sering banget memutar lagu ini. Jadi kalaupun ingin nonton Santana, aku harap lagu-lagu yang familiar di telingakulah yang dinyanyikan.

Lalu sekitar hari Rabu lalu ada teman baik yang punya lebihan tiket untuk kami gunakan. Lengkap dengan tiket Santana. Wah...kalau sudah jodoh ga akan lari kemana

Ya sudah, kami akan nonton Java Jazz lagi dan kali ini harus well prepared. Jangan seperti orang bingung kayak tahun lalu. Kali ini harus jelas mau nonton apa saja.

Ternyata semua orang punya planning yang sama denganku. Setelah keluar dari panggung Elfa Secioria dan berniat untuk antri buat Santana, antrian sudah mengular dan membentuk lingkaran. Sial, ga akan bisa berada di baris depan kalau begini. OK lah, demi Santana. Dan antrian yang mengular hampir satu jampun itu akhirnya masuk dan pertunjukan Santana segera dimulai.

Wah, rasanya puas banget, dibuka dengan Maria dan menjelang closing dengan Smooth, belum lagi lagu-lagu diantaranya...pokoknya puas puas puas.

Selesai dengan Santana, kami langsung menuju Maliq dan ternyata ruangan sudah sangat penuh. Maliq tetap menarik, tapi setelah puas dengan penampilan Santana, Maliq menjadi biasa saja. Rasa yang didapat ketika nonton Maliq tidak seperti tahun lalu.

Penampilan Maliq memakai tema dan sangat terencana. Kejutannya adalah, ada lagu yang diaransemen ulang sehingga menjadi upbeat dan 2 lalu Grease yang dicuplik untuk salah satu penampilan mereka. 'You're the One That I Want dan Summer Loving'...wah...dua lagu paling favorit buatku dari lagu-lagu Grease...

Ah, seandainya saja Java Jazz tahun depan ada yang menampilkan keseluruhan Grease aku akan sangat senang sekali :D

Oiya...aku harap Bondan & Fade 2 Black bisa juga ikutan ajang ini. Tentu akan menarik.
Read More..

Kamis, Maret 03, 2011

My Favourite Quote

Dari senin kemarin, aku diklat di Blok M dan diawal diklat panitia langsung membagikan formulir yang harus diisi. Biasalah pertanyaannya, nama, alamat, ttl, sampai hobi segala.

Pertanyaan yang agak unik adalah yang terakhir, motto hidup. Hadew...serasa masih SMP dulu kalau ngisi buku kenangan teman,pasti ada pertanyaan tentang motto

Ternyata aku ga bisa langsung mengisinya, aku masih harus berpikir apa yang menjadi mottoku saat ini.

Aku ingat, setelah lulus dulu aku selalu menulis 'No Regret' sebagai shout out-ku. Aku berpikir, bahwa apa yang pernah dilakukan jangan pernah disesali, semua terjadi karena keputusan saat itu. Kalaupun ternyata salah, maka cari hikmahnya, cari pembelajaran dari kesalahan itu. Berkubang dalam penyesalan hanya akan membuat diri sendiri ga bergerak maju.

Sampai saat ini No Regret tetap jadi acuanku. Hanya saja kupikir harus ada perbedaan setelah lebih dari 10 tahun.

Lalu aku ingat satu quote yang aku lihat saat nonton film Bambi sekitar 3 tahun yang lalu. Dan ketika soft skill training waktu itu yang salah satunya adalah asertif maka quote itu jadi menempel di otakku dan jadi pengingatku ketika bicara.

Jadi mottoku saat ini yang aku tulis di formulir itu adalah
"If you can't say something nice, don't say anything at all"

Jadi itulah mengapa ketika aku tidak bisa menemukan kalimat positif ketika bicara, maka lebih baik aku diam sampai menemukan kalimat yang baik.
Read More..