Senin, November 28, 2011

Tiga Akun Untuk Deal Keren

Ya...aku punya tiga akun untuk Deal Keren. Biasalah, konsumen yang ga mau rugi..karena DK menyediakan kredit Rp20.000,- bagi akun yang bisa mengundang konsumen baru. Jadi aku yang lumayan sering beli kupon DK, daftar baru lagi ketika akan beli kupon yang lain dan karena ada 3 alamat email yang aku punya..akhirnya aku punya tiga akun di Deal Keren.

Pertama memang tujuannya hanya untuk menambah kredit di akun utama, tapi ternyata tiga akun ini sangat bermanfaat ketika ada deal yang membatasi pembelian kupon. Dan biasanya, pembatasan ini untuk deal-deal yang benar-benar hot.

 Woaaahh...bayangkan saja ice cream Haagen-Dazs yang rasanya luar biasa dan tidak meninggalkan sisa rasa di lidah yang mengganggu seperti es krim populer lainnya. Satu akun dibatasi hanya boleh beli 4 kupon dan waktu itu aku hanya sempat beli di 2 akun saja sebelum akhirnya sold out dalam waktu beberapa jam saja. Lagipula 8 kupon untuk ice cream saja sudah cukup laaah..




Terus ada lagi penawaran diskon 40% untuk Pizza Hut..waaah..siapa yang ga suka makan di Pizza Hut?..Anak-anakku penggemar Pizza Hut dan hampir tiap bulan selalu mampir ke Pizza Hut ini, jadi ketika ada penawaran ini dengan batasan satu akun hanya boleh membeli 2 kupon, aku juga langsung beli di 2 akun sebelum akhirnya sold out ketika mencoba beli di akun ketiga... Menyesal juga ga sempet beli di semua akun.



Dan yang paling akhir...50% diskon untuk Gramedia...haduuuuh..kali ini ga mau ketinggalan. Tiga akun itu semua HARUS terbeli..dan syukurlah..masih sempat kebeli sebelum akhirnya sold out. Ooooh buku-buku yang indah...aku akan mendapatkanmu dengan 50% off...
Read More..

Selasa, November 08, 2011

Kehilangan Semangat

Entahlah..akhir-akhir ini aku merasa kehilangan semangat untuk hal-hal yang biasanya aku cintai. Aku suka menulis hal-hal yang aku anggap penting, tapi lihat saja postinganku beberapa bulan ini, hanya ada sedikit saja yang aku tuliskan. Padahal ada banyak hal yang sebenarnya cukup berarti bagiku.

Hal yang paling mengerikan adalah semangat membaca, sudah berbulan-bulan aku tidak berhasrat membaca. Bagiku ini mengerikan, karena membaca adalah hal yang sangat aku senangi. Sudah kurangsang dengan membeli beberapa buku baru yang sepertinya menarik, tapi tak satu halamanpun kubuka.

Kucoba mengatasi dengan membaca ulang novel-novel lama yang paling aku sukai, lumayan membantu tapi tetap tidak mengembalikan hasrat membacaku.

Dan sekarang...untuk melanjutkan cerita tentang asisten rumah tangga saja aku tak berhasrat...padahal kejadian yang paling akhir benar-benar mematahkan kepercayaanku terhadap asisten rumah tangga dan saudara...dua hal yang saat ini kupercaya bahwa tidak bisa digabung...

Huwaaaaa...kembalikan kecintaanku pada menulis dan membaca... Read More..

Senin, November 07, 2011

Asisten Rumah Tangga

Sebagai ibu bekerja, kebutuhan akan asisten rumah tangga menjadi mutlak diperlukan. Siapa lagi yang akan menjaga anak-anak di rumah jika bukan Sang Asisten? Ga mungkin kan meminta bantuan orang tua, apalagi juga orang tua ada di kampung sana.

Jadi ketika punya anak pertama dulu, aku sudah berusaha mencari asisten untuk membantuku nanti ketika aku sudah harus kerja lagi. Namun sampai waktunya kerja, tetap saja belum ada sehingga dengan sangat terpaksa meminta ibuku untuk datang menemaniku kembali (waktu baru melahirkan sampai 3 minggu kemudian, ibuku sudah datang dan membantu merawat anakku). Namun setelah waktu berlalu dan masih belum ada asisten, aku jadi tidak tega berlama-lama menahan ibuku. Alhamdulillah, akhirnya ada Tempat Penitipan Anak di kantorku, tepat saat Detya berumur 3,5 bulan sehingga ibuku bisa segera pulang (saat itu 2 adikku masih SMA).


Kehidupan tanpa ada yang bantu kujalani sejak itu. Aku dan suamiku bahu membantu mengerjakan seluruh urusan rumah. Cuci baju tiap malam sepulang kerja hanya kami kerjakan untuk baju-baju Detya, sedangkan baju-baju kami, diselesaikan pada sabtu minggu, suami bagian nyuci, aku yang menyetrika. Buat kami berdua, makanan bisa didapat dimana saja kecuali makanan Detya harus disediakan fresh karena kami menghindari makanan bayi yang sudah jadi. 


Kondisi ini berlangsung sampai Detya berumur 6.5 bulan dan kemudian aku harus mencari asisten karena aku mendapat beasiswa sekolah lagi dan tidak perlu ke kantor. Dengan demikian, tanpa bisa menitipkan anak di TPA, harus ada yang menemani Detya di rumah. Dan kebetulan aku hamil lagi anak kedua. Alhamdulillah ada saudara yang berminat ikut denganku. Walaupun dia harus membawa anak-laki-lakinya, aku terima saja karena aku sangat membutuhkan orang untuk jaga anakku dan saudara sendiri jadi terasa lebih baik. Jadilah kami berlima, tinggal bersama di rumah petak kecil, mulai bulan Agustus 2003. 


Alhamdulillah ketika 2 tahun kuliah sampai akhirnya harus kembali bekerja, saudaraku itu masih bertahan membantuku bahkan ketika aku harus kembali bekerja. Beberapa bulan setelah bekerja, aku berkesempatan menempati rumah dinas kantor sehingga akhirnya sekitar bulan Juli 2006 aku pindah ke rumah dinas. Nah, saudaraku tadi ternyata tidak ingin ikut pindah karena mendengar cerita-cerita seram di rumah dinas yang kutempati itu. 


Yaah, mau gimana lagi, walaupun dengan proses berhenti yang tidak bisa dibilang lancar, bahkan cukup bermasalah, maka akhirnya ketika pindah di rumah baru itu, kami mulai lagi tanpa ada asisten rumah tangga. Untungnya adik perempuanku sudah ikut aku sehingga masih ada yang membantu urusan ini itu. 


bersambung.. Read More..