Rabu, Januari 12, 2011

Catatan harian : Asertif

Sebelum aku kenal istilah asertif, sungguh bicaraku spontan banget. Apapun yang ingin kukomentari, akan aku komentari tanpa memilih kalimatku. Baru setelah kalimat-kalimat spontanku itu keluar, aku sadar bahwa mungkin saja lawan bicaraku jadi tersinggung dengan ucapanku.

Setelah training softskill competency beberapa waktu lalu, aku mulai belajar mengatur kalimatku sehingga sedapat mungkin lawan bicara merasa nyaman. Misalnya ketika niatnya akan mengkritik kesalahan, maka bagaimana kalimatku itu tidak sampai menyinggung tapi justru membangun. Dengan berpikir terlebih dahulu, sifat spontanku menjadi jauh berkurang. Ketika aku tetap tidak menemukan kalimat positif yang baik, maka lebih baik aku diam saja.

Nah, ketika aku ingin menyampaikan sesuatu ke suamiku aku juga berpikir terlebih dahulu karena dulu seringkali adu argumen hanya karena aku selalu bicara spontan. Kalau ke orang lain berusaha selalu asertif, kenapa sama suami tidak?

Akibatnya, jika aku tidak kunjung menemukan kalimat positif itu, maka aku jadi memendam perasaan. Seperti minggu lalu saat menghadapi macet yang akar utamanya karena suamiku terlalu detil mengurus anak-anak, aku tidak kunjung menemukan kalimat positif sehingga rasanya ingin banget ngomel. Sampai seminggu kemarin aku juga masih belum menemukan kalimat positif yang bisa membuat suamiku lebih bergegas ketika preparation pagi hari. Hasilnya dari 5 hari sekolah, 3 kali anak-anak jadi terlambat masuk sekolah.

Akhirnya yang bisa kulakukan adalah mengingatkan tentang betapa inginnya kami agar Detya dan Javas bisa disiplin ketika berangkat sekolah. Lah bagaimana kami bisa mendisiplinkan mereka kalau berangkat saja, kami selalu di luar batas waktu. Jadi aku harap suamiku bisa lebih bergegas lagi sehingga target utama agar anak-anak bisa memahami tepat waktu sekolah bisa tercapai.

Tentang asertif sendiri, aku sangat merasakan manfaatnya karena debat kusir yang ga perlu yang dulu sering muncul karena spontanitasku dalam berkomentar, sekarang semakin jarang kami lakukan.


UPDATE:
Senin,17 Januari 2011
Sudah berusaha bergegas, apalagi ada mertuaku di rumah, ternyata sampai sekolah anak-anak tetap telat 5 menit...sigh.....Jakarta emang macet!!
Read More..

Jumat, Januari 07, 2011

Catatan Harian : Berhenti Ngomel

Ketika suatu masalah sudah terjadi, benar-benar ga ada gunanya bagi kita untuk ngomel panjang pendek mengenai penyebabnya. "Kamu sih ga dengerin...udah dibilang bla..bla..bla..". "Coba tadi kita bla..bla..bla...".

Nah, untuk berhenti ngomel seperti itu, bagiku butuh usaha yang keras karena seperti otomatis saja mulut ini pengen ngomel 'kalau saja..'...'kalau saja..'

Hari Kamis kemarin aku terlambat ke kantor karena kena macet. Kenapa kena macet, ya karena berangkatnya kelewatan cukup banyak. Kenapa berangkatnya kelewatan..ya...karena suamiku terlalu detil mengurus ini itu sehingga mandinya kesiangan. Sudah sepanjang pagi sudah kuingatkan agar ga usah terlalu detil...biar saja anak-anak mengurus dirinya masing-masing. Tapi tetap saja beliau ga tahan. Akhirnya ya itu tadi....kena macet.

Sepanjang menghadapi macet, rasanya mulut ini sudah ga tahan aja ngomel panjang pendek. Tapi sungguh aku berjuang untuk diam saja..menutup mulut rapat-rapat. Apalagi suamiku sudah tau diri dan meminta maaf kepada kami semua. Tapi hasrat ngomel itu sungguh tak terbendung..sehingga butuh penyaluran dengan masang status di fesbuk..(garing banget...status kok "pengen ngomel").

Alhamdulillah..sepanjang perjalanan akhirnya ga ada omelan satupun yang keluar...jadi orang lain pun ga perlu bete denger ocehanku.

Mengenai ngomel ini, aku harus berusaha lebih keras untuk hal lainnya karena rupanya Detya juga sudah mulai mengomel dengan gaya yang sama persis seperti aku. Mengomelkan..'aku kan tadi sudah mau bilang..tapi Bunda nyela aku..'...'aku kan...bla..bla..bla..'

Hmpft...serasa mendengarkan diri sendiri....

Jadi daripada hanya ngomong 'kalau saja...', lebih baik cari solusi bagaimana hal yang sama jangan terjadi lagi... "lain kali kita harus...'
Read More..

Rabu, Januari 05, 2011

Merasa Nyaman

Alhamdulillah...saya sedang ingin bersyukur...sangat ingin bersyukur dengan keadaan saya, baik sebagai anak...sebagai ibu...sebagai istri..sebagai pekerja.... Ah..sebagai semua fungsi saya di hidup ini... Saya sungguh merasa nyaman.

Tadi malam, kami sampai di rumah sekitar jam 8 malam. Dengan anak-anak yang sudah tertidur di mobil menjelang sampai di rumah. Kurasa, anak-anak juga tertidur dengan perasaan puas...walau sempat rebutan mainan di mobil. Javas dan Wisam sudah aku suapin sepanjang perjalanan pulang. Detya sendiri sudah menghabiskan jatah makannya di TPA. Di mobil, suasananya meriah karena ada Wisam yang sudah mulai mendominasi jenis musik yang harus didengarkan. Kami mendengarkan anak-anak bercerita segala rupa... Sampai akhirnya keadaan menjadi hening menjelang sampai di rumah.

Sampai di rumah, keadaan rumah sudah bersih. Walaupun tidak ada housemaid yang tinggal di rumah, tapi ada yang bantu cuci setrika dan beberes, sehingga ketika pagi hari kami tinggalkan rumah dalam keadaan berantakan, malam hari ketika sampai di rumah...semuanya sudah bersih. Dari sini saja aku sudah marasa sangat bersyukur, ada orang yang bantu beres-beres...bayangkan jika sampai di rumah dengan keadaan yang sama seperti pagi tadi...bisa butek mukaku sepanjang waktu....kecapean..

Makanya, aku ga pernah protes seperti apapun hasil pekerjaan housemaid tadi. Ga peduli setrikaannya ga rapi..ga peduli cuciannya masih banyak kotornya (terutama dengan 3 anak aktif seperti itu..mana pernah baju bisa bersih kinclong)..ga peduli walau masih harus ngasih tau ini itu kepada housemaid tadi...yang penting..ketika malam hari kami sampai di rumah...semuanya dalam keadaan rapi tampak mata... kalau ternyata masih ada yang tidak memuaskan...ah biar saja. Ini beda utama kebutuhan housemaid saya dengan suami. Suami saya perfectionist..jadi selalu berharap maksimal ke orang lain. Jadinya seringkali tidak puas dengan hasil kerja para housemaid yang pernah kerja sama kami. Maka tadi malam adalah momen yang tepat untuk menyampaikan kepada suamiku bahwa...yang penting bagiku yang sudah seharian berkutat di kantor...adalah rumah bersih ketika kita datang dan ga perlu bingung ketika ditinggal berangkat kerja dalam keadaan berantakan...

Yang jelas...aku merasa senang ketika sampai di rumah.. Efeknya.. aku juga merasa senang ketika preparation buat besok hari. Kalau anak-anak sudah tertidur gini, maka semua persiapan saya lakukan sendiri. menyiapkan baju sekolah anak-anak..baju ganti TPA..buku pelajaran besok. Tinggal mereka cek lagi pagi hari saat hampir berangkat.

Ah...dulu aku sempat tergantung pada adikku yang selalu membantuku preparation setiap hari. Sempat kuatir juga bagaimana menjalani pagi hari tanpanya. Ternyata semuanya baik-baik saja. Aku ga perlu kepikiran bagaimana Wisam di rumah karena dia sekarang ikut ke TPA juga. Biarlah..urusan sekolah di dekat rumah itu jadi berhenti begitu saja..toh 6 bulan lagi dia akan memulai TK-nya di Istiqlal. Wisam pun sudah mulai mengikuti irama harian kami. Pagi bangun, bersiap dan dititipkan di TPA. Sempat menangis di hari pertama, sedikit bingung dan protes di hari kedua dan hari ketiga ini...sukses berdada-dada ketika aku tinggal di TPA.

Ah..apa lagi yang aku inginkan..kalau semuanya sudah ada di hadapanku. Maka ketika semalam aku tau bahwa Ibuku kembali harus rawat inap...aku tidak terlalu khawatir karena ada adikku yang akan mengurus segala sesuatunya.

Pagi tadi pun semua berjalan dengan mulus...pagi langsung bergegas menyiapkan sarapan dan bekal anak-anak...semuanya berlangsung tepat waktu dan kami pun berangkat tanpa hambatan. Jalanan lancar dan akhirnya sampai di sekolah anak-anak tepat waktu.

Ah..apalagi yang aku inginkan....aku memang tak bisa memasak..tapi setidaknya bekal dan sarapan pagi ini kusiapkan sendiri dengan bahan-bahan siap masak (nugget, burger, salad timun dengan mayonis...setidaknya memenuhi kaidah karbohidrat, protein dan vitamin kan...)...semua kulakukan tanpa kerut di dahiku...

Alhamdulillah...terimakasih ya Allah..atas limpah karunia-Mu untukku...

I love my life....
Read More..