Kamis, Oktober 21, 2010

Missing Wisam






Missing Wisam so much.....
Read More..

Rabu, Oktober 20, 2010

Parents Day

Just Copy Paste From My FB's Note

Pada dasarnya, pihak Komite Sekolah sudah merencanakan agenda apa saja yang akan Komite lakukan bersama sekolah. Namun waktu pelaksanaannya sepertinya belum teragenda dengan baik. Jadi ketika mid-test telah dilaksanakan, pihak sekolah baru menyampaikan bahwa Komite bisa melakukan salah satu agendanya sambil mengisi waktu saat para guru mengkoreksi hasil ujian anak-anak. Praktis hanya ada 3 hari untuk menyiapkan segala sesuatunya. Dari agenda yang mana yang akan didahulukan, yaitu Career Day dan Cooking Class, bagaimana format dan prosedur pelaksanaannya, sampai menentukan siapa saja yang akan mengisi acara tersebut.

Karena agenda utamanya adalah Parents Day, maka peran orang tua sangat diharapkan agar acara bisa berjalan. Pihak Komite Sekolah, yang dimotori Mba Devi dan suami, sibuk menghubungi orang tua yang bersedia menjadi narasumber untuk menjelaskan profesi mereka maupun untuk mendampingi anak-anak pada waktu cooking class. Dan mengingat waktu yang terbatas maka yang dihubungi adalah orang tua yang biasa aktif di kegiatan sekolah. Saya ga ikutan di Komite Sekolah, juga bukan orang tua yang aktif di kegiatan sekolah. Tapi karena Mba Devi adalah teman baik di kantor dan juga anak-anak kami berada di penitipan yang sama, maka mau ga mau saya juga selalu terinformasi tentang kondisi terkini di sekolah. Jadi ketika dihubungi untuk bisa ikut serta, ya gimana lagi....cukup antusias walaupun sedikit bingung ketika harus menjadi narasumber Career Day.

Bagaimana tidak bingung, wong cuma PNS di Kementerian Keuangan kok ya disuruh nerangin profesi begitu. OK, walaupun bisa dibungkus sebagai profesi ‘Pengelola Keuangan Negara’, tetap saja tidak bisa dibandingkan dengan profesi Dokter, Akuntan, Koki, Pedagang dan profesi spesifik lainnya. Itupun juga masih bingung, apakah mesti menjelaskan Utang Negara seperti yang saya kerjakan saat ini, masak sih..anak SD mesti dikenalkan dengan Utang, belum lagi kalau nantinya merembet ke masalah bunga, ini kan Madrasah...masa mau menjelaskan tentang utang dan bunganya. Akhirnya berpikir untuk menjelaskan tentang tugas Kementerian Keuangan secara keseluruhan. Toh anak-anak tidak butuh rincian yang detil. Mereka hanya butuh dikenalkan dengan berbagai profesi yang mungkin bisa mereka pikirkan untuk karir di masa depan.

Nah, pada waktu pembagian kelas, rupanya guru sekolah menginginkan agar kelas IV bisa mendapat materi tentang utang negara....yowislah...penjelasan secara keseluruhan untuk kemudian fokus ke pembiayaan alias utang.

Jadi yang saya lakukan untuk mengawali adalah menjelaskan bahwa sebagaimana rumah tangga, pemerintah juga harus melakukan belanja sehingga perlu ada pendapatan. Nah jika pendapatannya kurang padahal belanja yang akan dilakukan itu penting, maka butuh pembiayaan. Samalah seperti ketika suatu rumah tangga butuh beli rumah padahal uangnya belum mencukupi sehingga perlu KPR. Intinya nerangin APBN lah...

Uniknya, ketika memancing pertanyaaan apa yang harus dilakukan ketika belanja lebih besar dari pendapatan, maka sebagian besar anak-anak menjawab agar pemerintah mengurangi gaji pegawainya agar dananya mencukupi. Permintaan ini berkali-kali disampaikan sampai ga bisa menahan tawa. Sepertinya jawaban ini mewakili permintaan rakyat juga ya... Ah, mereka kebanyakan baca berita tentang kenaikan gaji DPR dan Menteri saja. Kami-kami para pegawai biasa kan gajinya juga secukupnya, tidak berlebihan sehingga dengan apa lagi kami hidup, kalau penghematan dilakukan dengan mengurangi gaji pegawai. Bagaimanapun, ide anak-anak itu mestinya dibaca sebagai penghematan dalam semua belanja pemerintah agar digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang penting saja. Bukan sekedar kosinyering dan sosialisasi saja.

Dan anak-anak itu juga sangat tertarik dengan pajak, pertanyaan mereka cukup detil dan kritis. Misalnya siapa saya yang harus bayar pajak, apakah semua orang mesti bayar pajak, besarnya pajak berapa, gunanya uang pajak untuk apa, bahkan juga bertanya tentang korupsi dan penanganannya. Duh, saya harus berhati-hati menjelaskan masalah itu karena pada dasarnya, korupsi itu ulah oknum saja. Masih banyak pegawai yang menjalani hidupnya dengan lurus dan ikut sakit hati atas ulah para koruptor itu. Diakhir penjelasan, ternyata tak satupun dari anak-anak itu berminat untuk jadi pegawai seperti kami ini. Sepertinya penjelasan saya yang kurang menarik sehingga tidak menggugah minat mereka untuk jadi pegawai pemerintah. Lah gimana mau menarik, wong ga ada bahan sama sekali, saya cuma ngomong dan nulis di depan kelas. Next time mesti nyiapin sedikit tulisan yang menarik atau foto-foto apalah sehingga mereka lebih bisa mendapat gambaran tentang apa sih yang dilakukan Pemerintah. Dan mengingat pertanyaan tentang pajak ini cukup detil, lain kali pegawai pajak saja yang diminta mewakili Kementerian Keuangan, biar penjelasannya lebih baik lagi.

Dan sayangnya pula, saya hanya sempat memberikan presentasi di satu kelas saja. Tidak sempat pindah ke kelas lain karena ada panggilan dari kantor. Sedangkan penjelasan dari profesi lain tetap berjalan.

Jadi paket kegiatan Parents Day ini ada 3 hari. Hari pertama diisi dengan Penjelasan Jurnalistik, yang dilakukan oleh salah satu orang tua murid yang pernah ikut di Misi Kemanusiaan di Kapal Mavi Marmara yang waktu itu sempat diserang Israel. Hari kedua diisi Career Day untuk kelas 3 – 6, sedangkan kelas 1 dan 2 mengikuti Cooking Class. Hari ketiga dengan pengaturan terbalik yaitu anak kelas 1 dan 2 mengikuti Career Day sedangkan kelas 3 - 6 mengikuti Cooking Class namun dengan penjelasan tentang prinsip-prinsip berdagang. Bahkan di akhir jam sekolah, anak-anak itu diminta untuk berdagang di lobby sekolah.

Hari terakhir ini yang penuh improvisasi bagi saya. Karena ingin berpartisipasi juga, maka hari terakhir ini saya juga ikut menemani Cooking Class. Nah, dua orang yang jadi tutor utama di kelas itu juga belum paham konsep pengajarannya bagaimana. Apakah harus praktek memasak dulu baru menjelaskan prinsip berdagang, atau hasil praktek tersebut apakah akan dijual juga atau cukup mereka nikmati saja, juga belum kami ketahui, prinsip berdagang sejauh mana yang harus diterangkan. Akhirnya kami bertiga berimprovisasi saja sehingga hasil akhirnya jadi berbeda-beda antara kelas satu dengan kelas lainnya. Selembar materi yang dibagikan panitia ketika sudah masuk kelas, malah membuatku puyeng karena hanya poin-poin utama saja yang ditulis. Lah..manalah saya ngerti sedetil itu. Jadi pas nerangin prinsip berdagang itu ya ngikutin plek apa yang tertulis di kertas itu, ga bisa mengembangkan lebih jauh.

Dengan penjelasan dari kami yang seadanya itu, ditambah daya imajinasi anak-anak kelas tiga yang belum seadvance anak-anak kelas di atasnya, maka ketika hasil cooking class mereka dibandingkan dengan hasil kelas lain, nampak jelas perbedaannya.

Ah sudahlah, yang penting mereka antusias dan sangat menunggu momen berdagang di akhir jam sekolah. Dan seperti hari sebelumnya, saya tidak bisa bergabung sampai akhir acara, artinya saya melewati momen berdagang mereka. Kalau dengar cerita sesama tutor di kelas itu, sepertinya kelas yang kami bimbing malah rugi jualannya...hueheheheh...salah siapa ya?...salah tutornya....

Satu hal yang saya ingat sehingga menambah apresiasi saya terhadap guru-guru sekolah adalah betapa susah membuat anak-anak itu fokus terhadap materi yang kami sampaikan. Sepertinya sekali lagi karena penjelasan kami yang kurang menarik sehingga mereka jadi sibuk sendiri. Belum lagi harus berbicara dengan lantang agar semuanya bisa mendengar sehingga energi lebih harus dikeluarkan. Salut untuk para guru yang mampu membuat anak-anak fokus di sepanjang pelajaran. Betapa besar energi yang mereka keluarkan dan betapa mereka harus menjaga emosi agar tetap stabil.

Semoga pengalaman dan pendapat saya ini bisa berguna untuk evaluasi Komite Sekolah untuk pelaksanaan Parents Day berikutnya.
Read More..

Minggu, Oktober 17, 2010

Percakapan Sambil Lalu

Olahraga

Latar belakang : Diskusi dengan guru kelas Detya saat mengambil laporan hasil evaluasi Mid semester

Guru : "Alhamdulillah, nilai Detya cukup bagus semuanya...bla...bla....bla....na...na...na... Nilai terendah ada di Olahraga yang diambil berdasarkan hasil ujian praktek. Nilainya 76."

Ayah : "Bu, kira-kira ujiannya seperti apa ya? Saya itu inginnya anak-anak belajar hidup sportif melalui olah raga. Jadi bisa belajar menerima kekalahan dan tetap rendah hati ketika menang. Tapi Bu...susah sekali membuat Detya itu berminat di olahraga. Saya sudah siapkan raket bulutangkis, bola sepak, bola basket. Tapi Detya susah sekali diajak bergerak. Kira-kira gimana ya Bu, biar Detya berminat olahraga?"

Bunda : "....." (sambil merasa sedih kenapa penjelasan gurunya bagian Detya bisa mengemukakan argumennya untuk menilai jawaban temannya itu benar atau salah dan itu nilai lebih untuk anak seusianya, tidak membuat ayah kagum.)


Melihat Aurat

Latar belakang : di mobil setelah setengah harian berpuas-puas menikmati Festival Makanan Korea di Gandaria City.

Javas : "Mbak Eta, tadi aku liat auratnya muslimah yang liat pertunjukan korea tadi"

Detya : "Maaf Javas, seharusnya kamu ga usah cerita-cerita. Itu kan rahasiamu sama Allah, ga usah diceritakan ke orang lain"

Ayah & Bunda : ".........." (sambil saling berpandang-pandangan.... bengong)


Berpikir Positif

Latar belakang : di rumah, sedang melihat-lihat hasil mid-test Detya dan Javas. Anak-anak sendiri sudah tidur.

Bunda : "Ayah, ga nyangka nih, Javas bisa juga menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Padahal Javas sering ngeluh ga bisa pas pelajaran bahasa inggris."

Ayah : "Javas nyontek temennya kali..."

Bunda : "........." (sambil melemparkan lirikan maut ke Ayah yang selalu saja melihat sisi negatif dari keberhasilan anak-anaknya.


Read More..

Rabu, Oktober 13, 2010

Legenda Banyuwangi



Saya ingin berbagi cerita tentang asal muasal Banyuwangi, kota kelahiran saya. Keinginan saya ini diawali waktu menghadiri pertemuan Halal Bihalal IKAWANGI (Ikatan Keluarga Banyuwangi) yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di Anjungan Jawa Timur. Baru kali itu saya mengikuti acara Halal Bihalal Ikawangi, walaupun telah lama saya dengar bahwa acara ini selalu diadakan di TMII. Saya cukup heran, kenapa diadakan di TMII? Kenapa selalu saja ada Rombongan Budaya dari Banyuwangi langsung yang ikut datang di acara ini?

Rupanya, acara Halal Bihalal ini memang diselenggarakan bersamaan dengan waktu Budaya Banyuwangi dipagelarkan di Anjungan Jawa Timur. Hampir tiap minggu, Anjungan Jawa Timur mengadakan pagelaran budaya yang bergiliran dari semua daerah di Jawa Timur yang bersedia berpartisipasi. Misalnya di bulan Oktober ini, selain Pagelaran Budaya Banyuwangi yang diadakan tanggal 3 Oktober, juga ada Pagelaran Kesenian Madiun pada tanggal 17 Oktober dan Pagelaran Kesenian Pacitan pada tanggal 31 Oktober.

Nah, Pagelaran Budaya Banyuwangi kali ini mengambil tema Upacara Adat “Jelujur Laku Kemanten Adat Using”, Aneka Tari dan Sendratari “Sidopekso – Sritanjung”. Pagelaran ini selain memperagakan adat pernikahan ala Banyuwangi, termasuk pakaian khas pengantin Banyuwangi, juga terdapat sendratari yang menceritakan asal muasal daerah Banyuwangi.

Sungguh saya sangat terhibur dengan berbagai tarian dan lagu-lagu daerah yang ditampilkan di acara itu. Disamping kedatangan yang terlambat, saya juga tidak sempat mencatat nama-nama tariannya, sehingga tidak bisa saya jelaskan detil disini. Ada satu tarian yang dibawakan oleh para laki-laki yang berdandan Gandrung Bayuwangi, dan diakhir tarian ada bagian mereka kembali jadi laki-laki. Sangat menarik sehingga saya pikir tarian ini adalah tarian hermaprodit. Dijelaskan oleh pembawa acaranya bahwa tarian ini memenangkan penghargaan internasional.


Hampir di akhir acara, sebelum “Jelujur Laku Kemanten Adat Using”, ada penampilan Sendratari “Sidopekso – Sritanjung”. Nah, sendratari ini menggambarkan asal kata Banyuwangi. Dikisahkan bahwa Sang Raja sangat menyukai istri Patih Sidopekso sehingga merancang suatu penyakit agar menyerang seluruh rakyatnya. Nah Raja memerintahkan Patih Sidopekso untuk mencari obat yang hanya ada di hutan nun jauh disana dan sangat berbahaya. Maksudnya adalah agar Sidopekso pergi sehingga istrinya, Dewi Sritanjung, bisa didekati. Padahal senyatanya, obat itu tidak pernah ada dan Raja berharap Sidopekso bisa gugur dalam tugas. Maka ketika Sidopekso akhirnya pergi, leluasalah Sang raja menggoda Sritanjung.

Tak disangka-sangka, ternyata Sidopekso bisa kembali dan mendapatkan obat untuk penyakit yang menyebar itu. Agar ulah Raja menggoda Sritanjung tidak diketahui, maka Raja langsung memfitnah bahwa Sritanjunglah yang menggoda dan ingin diperistri Raja. Sidopekso yang termakan fitnah itu, langsung membunuh Sang Raja dan setelah itu menyerang Sritanjung. Sritanjung yang tidak merasa bersalah dan sudah sekarat, akhirnya menceburkan diri di sumber air kotor di dekat rumahnya dan berkata bahwa jika dia tidak bersalah, maka sumber air itu akan berubah jadi jernih dan wangi. Maka saat sumber air itu benar-benar jadi jernih dan wangi, menyesallah Sidopekso sambil terus menerus menggumamkan kata-kata ”banyu wangi...banyu wangi....”(air wangi). Maka itulah asal muasal kata Banyuwangi yang selanjutnya diabadikan menjadi nama daerah itu.



Walaupun saya sangat menikmati sendratari ini, tak urung saya jadi bertanya-tanya. Sepanjang yang saya tahu sejak jaman SD dulu, asal kata Banyuwangi melibatkan cerita tentang Raden Banterang dan Dewi Surati. Cerita itu juga melibatkan ketidakpercayaan pihak laki-laki atas kesetiaan pasangannya. Akhir ceritanya juga sama, Surati menceburkan diri di sungai yang kotor dan berkata bahwa sungai itu akan bersih dan wangi jika dia tidak bersalah. Dan menyesallah Banterang karena sungai akhirnya menjadi wangi.

Karena saya penasaran, maka saya coba cari informasi sana-sini. Dari bertanya ke orang tua, sampai menjelajahi internet. Orang tua saya mengkonfirmasi cerita sendratari itu sesuai dengan yang beliau ketahui, tapi beliau tidak tahu tentang kisah Banterang – Surati. Hasil browsing malah bikin saya bingung, ada satu versi lagi yang saya temukan. Walaupun sama-sama tentang Sidopekso dan Sritanjung, namun detilnya berbeda. Cerita ini melibatkan fitnah dari Ibu Sidopekso yang menyatakan bahwa anak sritanjung bukanlah benih Sidopekso. Bagian akhirnya masih tetap melibatkan sumber air kotor yang berubah jadi wangi.

Pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa, jika bertanya pada penduduk asli Banyuwangi maka cerita Sidopekso – Sritanjung versi sendratari akan lebih banyak dapat konfirmasi. Namun jika mengacu kedekatan lokasi antara Banyuwangi dan Bali, maka cerita tentang Banterang dan Surati lebih menggambarkan kedekatan itu.

Bagi saya pribadi, walaupun cerita Banterang – Surati lebih dulu saya kenal, tapi sebagai Lare Osing, saya lebih menyukai cerita versi sendratari.

Read More..

Sabtu, Oktober 02, 2010

Menang Undian

Pernah ga memperhatikan bahwa ada orang-orang tertentu yang selalu dapat keberuntungan. Orang itu mudah sekali dapat doorprize, menang undian, dapat hadiah langsung...ya sama seperti si Untung Bebek yang selalu beruntung di cerita Donald Bebek.

Nah,aku bukan termasuk orang yang beruntung. Seringkali aku berkhayal, aku menang undian mobil dari bank anu...seperti temanku yg menang Honda CRV, atau menang mobil sedan dari undian bank itu, seperti temanku yang lain....yaaah....cuman sekedar berkhayal....tanpa pernah terjadi.

Jangan yang itu deh...bahkan doorprize di acara gathering kantorku saja, aku ga dapat sama sekali. Padahal jumlah doorprize-nya separonya jumlah peserta. Artinya kan kemungkinan dapat doorprize mencapai 50%. Tetap saja doorprize terkecilpun ga dapat. Kalau suamiku masih agak beruntung di bidang doorprize, pernah dapat sprei dan bedcover dari dua acara yang berbeda.

Jadi aku agak-agak malas ikutan undian-undian apapun itu. Misalnya ngisi-ngisi kupon belanja yang nanti diundi...paling males deh. Kalau dapat kupon gitu...langsung remas-remas trus buang ke sampah.

Suatu ketika, sekitar 2-3 bulan lalu, aku juga dapat kupon sejenis dari pusat kulakan Makro yang sekarang berubah jadi LotteMart. Aku sudah hampir meremas-remas kupon undian itu, tapi kubatalkan. Malah akhirnya kuisi dan kumasukkan ke tempat undian.

Waktu itu syaratnya bagi pembelanjaan senilai 500 ribu berhak atas satu kupon undian. Namanya pusat kulakan, jadi batasan nilainya cukup besar. Hadiahnya pun cuma 3 macam yaitu 1 mobil pick up, 5 TV LCD, dan 10 modal usaha sebesar satu juta. Aku isi kuponnya karena cuma ada 3 kupon, dan karena undian ini berlaku di tiap-tiap cabang LotteMart. Iseng-iseng deh pokoknya.

Aku sudah lupa tentang undian ini sampai hari senin siang lalu aku dapat telepon pemberitahuan. Tapi nelponnya ga informatif gitu sehingga aku menjawabnya pun dengan judes. Bayangkan...tiba-tiba ada telpon yang bilang bahwa Anda menang undian. Di tengah-tengah berita penipuan yang berkedok undian seperti saat ini...tentu saja aku juga curiga duluan. Setelah bertanya jawab sebentar dan dia memberi tau tentang undian yang kumenangkan adalah dari Lottemart, maka aku jadi lumayan tenang karena toh aku bisa konfirmasi langsung ke Lottemart Meruya sepulang kerja nanti. Yaaa..jadi agak-agak ngarep gitu..walau tetep maunya berhati-hati.

Ketika malamnya aku dapat konfirmasi ke Meruya bahwa undian ini belum resmi diumumkan...maka aku sama sekali berhenti berharap walau customer service-nya memastikan bahwa no telepon yang telpon aku siangnya adalah memang nomor telpon Lottemart. Yaa..keberuntungan hanya milik orang-orang tertentu...bukan milikku. Namun besok paginya, si penelpon aku sebelumnya kembali menelpon dengan permintaan maaf karena memang belum resmi diumumkan... Ah..whateverlah..kalau memang rejeki kan ga akan kemana.

Dan pagi ini, CS lottemart kembali nelpon dan memastikan bahwa pengumuman resmi sudah dipasang dan jika aku mau mengklaim hadiahku maka aku harus membawa KTP dan kartu belanja plus bukti setor pajak undian 25%

Jadilah sepanjang hari ini aku senyum-senyum sendiri menyadari bahwa kali ini aku termasuk salah satu yang beruntung itu.

Jadi teman-teman....jika kamu pernah meragukan dirimu sendiri seperti yang pernah kulakukan....berhentilah..... Yakinkan bahwa keberuntungan itu bisa terjadi pada siapa saja.... Jika Allah sudah memberi rejeki..jalannya bisa darimana saja...

Dan sekarang....aku sudah ga sabar mau bayar pajak undian untuk mengklaim TV LCD 32 inchi itu....
Read More..