Rabu, Agustus 27, 2008

Histats.com

Kemaren sore buka blog-nya Mas Jeepiid dan melihat statistik pengunjungnya bagus banget ternyata linknya berasal dari histats.com . Langsung aja ngeklik, dan memang komprehensif dibanding yang kupakai sebelumnya, bahkan counting-nya bisa mengecualikan komputer yang kupakai. Jadi fair kan datanya.

Makanya mulai kemarin, pakai hit counter terbaru dengan data yang jujur, artinya mulai dari nol dan walau aku klak-klik sesukaku, ga akan kehitung sebagi pengunjung.

Weits...sebenarnya tujuanku apa sih? Bukannya yakin kalo blog ini ga mutu? Soo..sapa yang mo baca..? Tapi mengingat ada juga yang ngasih komen maka wajar dong kalau aku pengen tau sapa pembaca blogku ini...

OK..untuk histats recommended banget deh...silahkan kalau mo pake ini juga...silahkan...silahkan...
Read More..

Selasa, Agustus 26, 2008

Under Pressure

Minggu lalu sampai senin kemaren bener-bener masa-masa yang penuh tekanan buatku. Dan karena Bosku sedang cuti maka aku in charge atas semua hal. Belum lagi kerjaan rutin yang tiba-tiba datang menumpuk ada satu konsinyering yang harus ku handle. Kemudian pre-nego dan puncaknya kemaren negosiasinya.

Pas sore kemaren sebelum ngecek final nego, aku sudah ngerasa ga enak badan. Selalu saja begini, saat aku berada under pressure, semua energi terkumpul dan membuatku bersemangat melakukan tugasku. Tapi saat tekanan sudah menurun maka badanku baru protes kecapekan dengan cara meriang. Dan ketika di mobil, migren juga langsung menyerang dengan ending yang menjijikkan...muntah...yaiks..

Walaupun tekanan sudah berkurang, tapi kenapa ya perasaanku kok ga enak? Seakan-akan masih ada yang belum tuntas dan masih perlu perhatian lebih..? Sampai-sampai semalem susah banget untuk merem, hanya bengong menunggu pikiran terlelap.

Apa karena draft nego belum ditandatangani?...mungkin juga ya...Puyeng deh..
Read More..

Senin, Agustus 25, 2008

Quality Time...100% Full Attention

Sabtu kemarin, aku dan suamiku berencana untuk ke RSAB Harapan Kita untuk cek lanjutan Wisam. Jika mungkin maka bisa langsung Tes Mantoux. Dari pergi bertiga saja seperti itu maka kami memutuskan untuk memberikan 100% full attention ke satua anak setiap waktunya.

Sebelumnya kami pernah mendengarkan acara di radio favorit ketika di mobil yaitu Trijaya FM (acaranya Jamil Azzaini) yang menyatakan bahwa perhatian kepada keluarga itu bukan dibagi rata dari 100% misalnya 20 untuk kehidupan spiritual, 10% untuk istri/suami, 10% untuk masing-masing anak...dsb. Tapi perhatian itu harus diberikan 100% untuk setiap hal dalam hidup kita. Jika punya anak 3 ya masing-masing dapat perhatian 100%.

Selama ini kami belum pernah melaksanakan itu. Jika mau tidur, aku selalu bercerita bersama kepada dua anak terbesarku. Jika beraktivitas di rumah pun juga demikan termasuk aktivitas di mobil. Sehingga jika ada benturan keinginan di antara anak-anakku maka mereka kuwajibkan berdiskusi sendiri untuk menentukan pilihan utama mereka. Nah...dari pergi bertiga saja dengan Wisam maka kami memutuskan untuk membuat quality time masing-masing anak dengan perhatian penuh 100% buat mereka. Sebelumnya aku juga merasakan, untuk Javas, waktu kujemput untuk periksa gigi, perilaku Javas terlihat beda sekali. Dengan hanya kami berdua, Javas sangat komunikatif dan ceria sehingga terasa menyenangkan. Makanya, ide untuk 100% full attention ini kami sambut dengan antusias.

Dua hari kemarin sih masih percobaan jadi jika banyak kekurangan ya kami akan berusa lebih baik. Akhirnya setelah sabtu bersama Wisam maka minggu pagi bersama Javas dan minggu sore bersama Detya. Semoga minggu depan bisa lebih well organized
Read More..

Jumat, Agustus 22, 2008

Pengaturan Ruangan Rapat

Sejak kantorku pindah, maka kami selalu kerepotan dalam mengatur jadwal rapat. Di lantai kami hanya ada satu ruang di tempat Bos Besar dan itupun hanya ruang kecil. Di lantai dasar ada satu ruang rapat yang lumayan besar, dan ruangan ini sering jadi rebutan karena ada 3 divisi yang menempati gedung ini.

Aku pernah dengar ada temanku yang sudah pinjam ruangan rapat ini tapi pada hari H harus pindah karena dipakai oleh divisi yang menempati lantai dasar (jadi mereka merasa ruang rapat itu milik mereka). Maknya dari minggu lalu aku sudah tanya ke sekretariat mengenai pengaturan ruangan rapat tersebut dan mereka menjawab bahwa itu merupakan wewenang sekretariat bukan masing-masing divisi. Maka dengan tenang aku langsung ngetek untuk tanggal 22 dan 25 Agustus.

Namun apa yang terjadi? Disaat semua persiapan sudah matang tiba-tiba kemaren sore ada telpon dari divisi lantai satu bahwa mereka akan pakai ruangan itu. Wiiiiiii...tentu saja aku defend bahwa aku sudah pesan dari minggu lalu. Dia langsung lapor atasannya dan atasannya itu langsung lapor Bos Besarnya. Waaaaa...ga fair, masak mereka langsung lapor ke Bos Besar mereka sedangkan aku belum lapor sama sekali. Kupikir ga usahlah Bos Besarku ikutan ribet masalah ruang rapat. Lagian aku tau bahwa Bos Besarku ga terlalu peduli masalah remeh temeh gini, asal ada jaminan ruangan beliau OK OK saja mau rapat dimana saja..

Aaaargh...jengkel juga rasanya bahwa pada saat semua sudah siap tapi ada ganjalan gini. Yang bikin tambah jengkel adalah aku merasa sudah mengantisipasi masalah ini sebelumnya dan dijamin ga ada masalah. Jadi kesalahan siapa dong?

Eniwei, kemaren sore akhirnya harus sms ke beberapa undangan bahwa tempat di pindah. Dan pagi ini mesti nyiapin pengumuman pindah ruangan di semua pintu masuk. Kesannya jadi ga pro banget. Mana rapat pagi ini seharusnya bisa di tempat orang lain (lawan deal kami ini) tapi demi perubahan dan kepercayaan diri maka diadakan di tempat kami (ini untuk pertama kali lo).

Catatan:Next time mesti lebih...lebih...lebih...well prepaired lagi..
Read More..

Kamis, Agustus 21, 2008

Fitur Penghias Blogku

Waah, ngeblog emang bikin kecanduan. Sebelumnya nyandu KoKi (Kolom Kita, Kompas Komunitas), sekarang malah nyandu ngeblog. Sama aja deh..

Setelah beberapa waktu lalu sukses membuat fitur "Baca selengkapnya..." selanjutnya coba-coba semua fitur. Dari cara nulis link dalam artikel, nambahin shout out box, who's online (padahal siap sih yang mo baca blogku..? wong blog ga mutu gini..). Terus ngasih asesoris jam dan terakhir statistik yang nge-hit..

Wah nyampe yang terakhir ini aku malah sedikit curang (walo niatnya ga mau curang). Kan ada pilihan mau start di angka brapa...nah karena aku punya story khusus ama 1303 maka kupilih itu... Makanya jangan kaget kalo tiba-tiba angkanya sudah segede itu. Satu lagi pas aku sendiri ngeklik untuk lihat blog setelah posting juga langsung kehitung...jadi menurutku ga fair lah...bisa-bisa buat naikin data (biar kelihatan keren)klak-klik aja sendiri...

Wis..pokoke tujuan utamaku mencoba semua fitur and aksesoris ngeblog...
Sooo...what do you think? Is it cool enough?
Read More..

Tawaran Beasiswa

Barusan baca nota dari HRD nawarin beasiswa "Scholarship for Young Professionals from Indonesia for Postgraduate Studies in Germany 2009-2010". Informasi dan aplikasi selengkapnya dapat dilihat disini

Hmmmmm.....tawaran menggiurkan. Tapi sekali lagi, benarkah ini yang aku inginkan? Sampai sejauh inikah? Apakah dapat beasiswa S2 masih kurang? Bagaimana dengan keluarga? Terutama anak-anak? Bukankah sudah menyadari bahwa pencapaian pribadi ga ada artinya dibanding keberhasilan anak-anak?

Weits...itu pertanyaan yang muluk-muluk kayaknya. Ada yang lebih simpel, mampukah otak yang udah makin mengkerut ini diajak mikir buat sekolah S3? Wihihihi...kayaknya engga deh...diajak double tasking jadi ibu ama pekerja aja sering error, apalagi jika mesti ditambah dengan sekolah lagi... lama-lama malah bisa jadi hang trus sama sekali ga bisa nyala....ngeri ah..

Mestinya hidup itu dibuat enjoy aja..jangan menuntut yang terlalu tinggi...
Kesimpulannya.....udah ah...nota itu dibaca aja dan kasih kesempatan buat yang lebih muda untuk jadi lebih baik..
Read More..

Sekali Lagi Tentang Pembagian Kerja

Kalau minggu lalu aku merasa pembagian kerjaku sendiri kurang adil, maka kemarin ada solusinya. Divisiku sudah di ubah nomenklaturnya menyesuaikan tugas tambahan baru. Sekalian momen ini digunakan untuk merubah nomenklatur di levelku, yang dulunya 3 seksi teknis dan 1 perjanjian/peraturan maka sekarang semuanya seksi teknis. Makanya pas rapat urjab kemarin, Bosku saranin untuk dibagi lagi yang rata.

Langsung aja nyusun strategi bareng susi. Seksi A tetap, seksi B, C dan D harus dibagi rata. Usulku sih seksi D pegang yang kemarin kubagi untuk Ipul. Nah, B dan C dibagi ulang sesuai sektor bukan K/L lagi. Wah, aku langsung aja senyum-senyum kegirangan.

BTW mungkin ini jawaban atas kebingunganku atas pilihan mau jadi perempuan bekerja yang sukses atau ibu rumah tangga yang hebat. Dengan beban kerja yang menurun, menurutku aku tetap bisa mencapai dua-duanya.

Alhamdulillah, memang Allah Maha Penyayang....
Read More..

Jumat, Agustus 15, 2008

Ibu yang baik

Dalam materi pelatihan tadi pagi juga membicarakan mengenai pilihan hidup kita, pengajar bilang ga mungkin kita bisa sukses baik di rumah tangga dan pekerjaan. Mestinya ada trade off yang harus kita korbankan. Kalau kita fokus ingin sukses di kerjaan maka ya...kita pasrahkan anak kepada pasangan kita atau keluarga terdekat. Jika ingin sukses di keluarga maka pasti kerjaan ga akan fokus 100%.

Ada satu kalimat dia yang aku setuju banget..."Seberapa hebatnya pencapaian diri pribadi pasti akan lebih membanggakan jika melihat keberhasilan anak-anak kita". Setuju banget tuh...ga peduli aku sudah S2, sudah kasi, sudah punya mobil, sudah ini..sudah itu...bagiku biasa aja ga ada istimewanya..tapi ketika bu guru Detya memberikan pujian atas kepribadian Detya yang lebih dibandingkan teman sebayanya...hidungku rasanya melar guedee banget. Waktu orang-orang heran..Javas dan Wisam sudah bisa jalan ketika berumur 10 bulan...kepalaku rasanya perlu helm biar ga ngembang. Waktu ibu mertuaku memuji Javas yang dianggap cerdas dan cepat tanggap, rasanya mulutku tambah lebar ga bisa nahan senyum bangga. Ah...anak-anakku adalah kebanggaanku.

Tapi mengenai trade off itu, aku jadi berpikir sudahkan aku menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku? Aku bisa saja beralasan bahwa aku sudah berusaha memberikan yang terbaik yang bisa kulakukan untuk mereka. Tapi apakah benar demikian? Bukankan aku seringkali masih mementingkan pekerjaanku?Bahkan semalam aku lebih memilih nginap di hotel daripada pulang naik taxi jam 10 malam dan dalam pikiranku malah kuanggap sebagai libur sekali dari bangun 3x dalam semalam untuk nyiapin susu. Atau aku lebih memilih mendahulukan rapat daripada menjemput anak-anak pulang sekolah padahal mereka senang sekali jika aku yang menjemput.
Kalau membaca blog mbak devi rasanya selalu saja minder karena dia dedicated banget hidupnya buat keluarga. Dia juga kerja tapi sepertinya pilihannya sudah bulat bahwa keluarga adalah yang utama. Sedangkan aku masih dalam posisi tanggung, ingin jadi perempuan bekerja yang sukses dan ibu yang hebat. Padahal kenyataannya trade off itu mutlak...dan sampai sekarang aku belum menentukan pilihan...aku tetap berusaha untuk kedua-duanya...Aaaaargh...

Read More..

Pengakuan dan Kepuasan

Ada Diklat dari kantor yang kuikuti 2 hari ini. Materinya sih tentang urjab yang ada di divisi lain, jadi in-case ada rolling antar divisi, paling engga kita sudah tau apa aja kerjaan mereka. Ada beberapa angkatan dan dipisahkan antara level pelaksana dengan level struktural. Materinya sih sama aja, cuman karena pesertanya beda level gitu jadinya tanggapannya beda-beda.

Sebelum berangkat kemarin pagi, stafku cerita kalau ada pengajar dari divisi lain yang ngomongkan ga enak di hati karena terkesan menyepelekan divisiku. Para peserta sih diem aja dan ga ada yang komentar, cuman pas di kantor pada ngeluh dan ngomel-ngomel. Aku bilang mestinya kalau ada yang ga kena di nalar kita ya harus ada yang counter biar yang lainnya ga berpikiran yang sama.

Eniwei, materi tadi membicarakan mengenai kepatuhan dan kode etik. Bagaimana kita mengelola diri sendiri agar mencapai tahap kepuasan yang advance, bukan lagi terpaku pada pemenuhan sandang pangan dan papan. Dan pengukuran kepuasan bukan lagi dari segi materi sehingga apa yang kita kerjakan pun lebih merupakan pencarian pengakuan kemampuan kita oleh orang lain.

Naaah...aku menyinggung masalah bahwa ada yang beranggapan bahwa "BEBAN KERJA KITA TINGGI LHO MAKANYA KITA DAPAT TUNJANGAN TAMBAHAN" kalo dari logika matematika: Jika A maka B, kebalikannya jika tidak B maka tidak A. Artinya kalimat itu sama dengan "jika tidak dapat tunjangan tambahan maka beban kerjanya tidak berat". Ketika ada kalimat itu pikiranku langsung menghubungkan dengan kondisi balikannya dan itu bikin aku geemmeeez banget. Divisiku kan ga dapat tambahan tunjangan...sooo...artikan sendirilah....

Makanya pas disampaikan masalah pengakuan tadi maka aku katakan bahwa jika rekan kerja internal sendiri tidak mengakui kita maka akan wajar jika semangat menjadi menurun yang akibatnya kinerja menjadi rendah. Apakah hal-hal ini ga jadi perhatian? Aku pribadi sudah dalam tahap "peduli amat internalku menganggap divisiku seperti apa yang penting stakehoder yang biasa kerja denganku merasa puas". Tapi tetep saja jika ada omongan kecil-kecil yang bikin aku panas, perasaan ga puas itu muncul lagi.

Aaaaargh...aku ingin internalku juga mengakui kualitas kerja dan divisiku...!! Itu akan membuat level kepuasanku lebih advance lagi..
Read More..

Kamis, Agustus 14, 2008

Apakah aku sudah adil..?

Kemaren sore dapat sms dari Wuri mengenai curhatan Ipung tentang pembagian kerja. OK, rasanya perlu penjelasan nih, stafku ada dua Ipung dan Ipul...wihihihi..bingung kan..? aku aja sering salah manggil mereka. Ipung sudah sejak awal 2007 bareng kerja denganku sedangkan Ipul baru awal 2008 ini masuk ke tempatku.

Karena Ipung lebih lama maka dia in charge untuk pekerjaan yang on-going sedangkan Ipul untuk tugas yang datang sewaktu-waktu tapi lumayan sering juga. Sampai siang kemarin aku memutuskan bahwa Ipul harus juga in-charge untuk program. Tapi ga tau gimana curhatan awalnya yang jelas Wuri sms ngasih tau kalau Ipung merasa ga ada bantuan sama sekali dari Ipul untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Menurutku sih, dengan Ipung ngurusi project (rutin tiap saat selalu saja ada perkembangan) dan Ipul ngurusi program (biasanya numpuk breg di akhir tahun) plus kerjaan seporadis maka beban akan seimbang. Tapi sampai sekarang aku tetap kepikiran..apakah memang sudah adil?..mungkin aku perlu diskusi dengan susi.

Eniwei...kalau ngomongin adil apa engga..aku juga ngerasa pembagian kerja antara aku dan susi juga ga adil...hiks...hiks...Definisi kerja susi jelas..dia pegang 5 K/L, selain itu semuanya jatuh padaku..termasuk clearance, workshop/seminar, RETA daaaaan program (ini nih yang menguras pikiran karena semua orang maunya cepat...cepat...cepat..)
Read More..

Senin, Agustus 11, 2008

Menara Salemba batavia

Waktu akhirnya ikutan inden untuk Apartemen Menara Batavia, kami sendiri belum mengukur keuangan keluarga. Saat itu yang terpenting total DP 20% dan jumlah cicilan perbulan berapa sehingga kira-kira keuangan keluarga bisa apa engga. Dan waktu itu ditentukan kalau bisa bahkan jika kami ambil dua unit.

Tapi ternyata kami tidak memperhitungkan adanya additional charge (AC) yang ditetapkan karena adanya eskalasi harga. Waaaa......jumlah AC itu sebesar 38 - 45 juta dan harus dicicil sebanyak 6 kali berbarengan dengan cicilan DP selama 3 kali.
Jadi harga apartemen bersubsidi yang ditetapkan pemerintah adalah sebesar Rp144 juta. Harga itu ga bisa diganggu gugat walaupun harga bahan bangunan melonjak gara-gara BBM naik. makanya ada tambahan AC diluar harga pokok tadi. Mekanisme pembayarannya gini: Booking fee sebesar 5 juta dengan rincian waktu inden kemaren itu kami bayar 1 juta dan sisanya sebesar 4juta dilunasi pada akhir agustus saat unit apartemen diundi.

2 minggu kemudian kami harus bayar DP I sebesar 9juta sekian, sebulan kemudian 9juta sekian lagi dan sebulan berikutnya sebesar 4juta sekian dan finally totalnya 20%.
Untuk AC maksimum sebesar 45juta dicicil 6 kali dan 3x pertama berbarengan dengan pembayaran DP I, II, dan III. Sisanya dicicil 3 bulan berikutnya.

Jadi akhir agustus nanti kami harus membayar 8juta untuk pelunasan booking fee 2 unit.
15 September harus sedia uang 35jutaan untuk DP I
15 Oktober juga mesti sedia 35jutaan
15 November sedia 24jutaan
15 Desember sedia 15juta
15 Januari juga 15juta
15 Februari terakhir nyediain 15juta
Totalnya sekitar 147jutaan...HAAA...!!!
DO WE HAVE THAT MUCH MONEY...? Duuuuh susahnya ya kalau pengen seneng...?...
Read More..

Kamis, Agustus 07, 2008

B2W ke-4...Jalur pulang..

Seharusnya selasa kemaren aku B2W mencoba jalur pulang tapi karena balik dari rapat sudah pukul 18.00 maka takut malah nyampe kemaleman. Maka rabu kemarin aku coba jalur pulang.
Setelah selesai pelatihan pasar modal di Bursa Efek Indonesia, aku langsung ke pasar baru beli vitamin dan pil KB (ditambah baju anak-anak. Kemudian langsung ke TPA, ganti kostum dan berhaha-hihi sama anak-anak. Pengennya 17.00 langsung berangkat biar ga kemaleman tapi Javas malah pakai acara ngambek dulu...akhirnya baru 20 menit kemudian sukses berangkat.

Seperti biasa masalah yang kuhadapi adalah belok ke kanan. Sebenarnya ketika keluar dari lapangan banteng timur aku bisa langsung ambil jalur biasa tapi karena kendaraan cukup padat, aku malah masuk jalur bis trans. Kupikir karena aku ga melihat ada bis trans maka aku beranikan diri saja lewat situ..sampai ketika sudah setengah jalan busway tiba-tiba aku merasa aneh..pas aku lihat belakang ternyata sudah ada bis trans yang membuntutiku pelan-pelan tanpa suara. Langsung saja aku panik setengah mati dan kugenjot kuat-kuat agar segera keluar dari busway...Pfuih.....lega rasanya setelah keluar jalur bis trans.
Tapi ada lagi masalah menghadang...aku harus belok kanan menuju istiqlal..!! Cukup lama aku menunggu di pojokan situ, mengumpulkan keberanian untuk belok kanan.. sampai kemudian ada bapak-bapak yang mau nyeberang. Segera saja aku ikutin..dan sukses...aku bisa belok kanan (masak samapi nanti aku tetap dengan trik ini?).

Adikku menyarankan jika sudah lewat harmoni ke arah cideng maka lebih baik aku langsung ambil kanan dan masuk ke jalur bis trans teruma lajur balik arah karena dijamin lancaaaar naget. Tapi..as always..mana berani aku motong ke arah kanan. Akhirnya aku konsisten ambil jalur kiri dan lumayan lancar kok walau jadi melambat.

Selebihnya ya begitu-begitu aja dan bisa kuatasi dan aku memilih lewat kanan tol dengan pertimbangan aku ga perlu memutar di kebon jeruk. Lurus saja sampai di Kawan Lama aku masih terus dan memutar lewat jembatan menuju Meruya. Karena jalurnya nanjak maka sambil putar balik ke jembatan aku memilih menuntun sepedaku dan kurasa keputusan itu ga lebih baik karena malah terasa berat di kaki sambil nuntun sepeda.

Ga ada masalah lagi sampai akhirnya nyampai rumah pukul 18.50....not bad untuk jalur yang kutakuti sedari awal..
Jalur pulang...ga seseram yang dibayangkan...
Read More..

Handphone itu ya di tangan..

Selasa siang kemarin ada 2 rapat berturut turut di Bappenas jam 14.00 dan 16.00 sehingga aku baru kembali ke kantor pukul 18.00. Anak-anak dan adikku menunggu di mejaku sehingga pas nyampe tentu saja berhaha-hihi dulu dengan mereka baru kemudian aku laporan sama Bos karena kulihat beliau masih di ruangannya.

Handphone baruku masih kustel ke mode getar karena namanya juga sedang rapat dan lupa untuk balikin ke mode normal..Jadinya aku sama sekali ga denger ketika suamiku nelpon sampai 3 kali untuk jemput aku dan anak-anak, lagipula aku kan sedang laporan dulu sama si Bos biar hasil rapat ga basi nunggu besok laporannya.
Pas selesai laporan, Detya bilang kalau ayah sudah nunggu di bawah. Yaa..tentu saja sebelum ke bawah, beres-beres meja dulu dsb baru 5 menit kemudian nyampe mobil. Kulihat wajah suamiku kok tanpa ekspresi sama sekali...

Sampai kemudian di pertengahan perjalanan dia bertanya kenapa HP kok ga diangkat. Aku menjelaskan permasalahan dengan tanpa merasa apa-apa..karena kupikir wajar-wajar saja habis rapat aku laporan dulu sama bos, apalagi pas berangkat rapat tadi suamiku sendiri yang nganterin sekalian jemput anak-anak. Tapi tiba-tiba suaranya mengeras pas dia bilang "Yang namanya Handphone itu ya untuk di bawa pakai hand biar anytime dihubungi bisa.."

Ya ampun...ga pangerten banget sih...aku sudah jelasin dengan sabar kok masih ga terima aja padahal baru 3 kali misscall..langsung aja suaraku juga ikutan meninggi mengingatkan bahwa pada hari aku kehilangan handphoneku aku juga miscall dia dari jam 17.00 sampe 18.00 tanpa ada jawaban sama sekali..perasaanku dari panik sampai jengkel hingga kemudian marah sudah kuutarakan lewat sms. Tapi jawaban suamiku adalah bahwa ada panggilan mendadak dari bosnya sehingga dia ga bisa ngabari aku sama sekali dan ga sempet bawa handphonenya..saat itu aku bisa ngerti dan ga kuperpanjang masalahnya. ya tentu saja waktu itu sepanjang perjalanan aku ga banyak bicara untuk mengendapkan jengkelku. waktu itu aku sama sekali ga ngingetin ucapan dia bahwa handphone itu ya untuk dibawa di tangan kemana aja..sama sekali ga kusinggung itu..karena kau tau bagaimana kalau ada panggilan mendadak dan kita ga sempat berpikir apa-apa.

Lalu kenapa ketika giliranku melakukan hal yang sama..kok ga ada sedikitpun empati..?
Akhirnya sepanjang perjalanan pulang itu kami sama-sama diam ga bicara sama sekali...
Duuuuuh...kenapa ya kalau aku yang melakukan jadinya It's a big deal tapi kalau suamiku sendiri yang melakukan maka..It's nothing at all....
Paayaaaah...

Read More..

Selasa, Agustus 05, 2008

Kehilangan Lagi

Aduh...aku ini emang bener-bener tukang sial atau apa ya..? Masak HPku ilang lagi..baru aja April kemarin aku kilangan satu tas komplet di KA Gajayana..eee sekarang kilangan lagi..Ga mutu banget..!

HP itu baru kubeli akhir April segera setelah nyampe Jakarta. Cuma Nexian dual on yang paling murah, maksudnya biar kalau ilang lagi ga nyesek banget di dada ini. Bayangkan yang ilang sebelumnya kan sengaja beli PDA HTC Touch dan baru berumur 5 bulan... Aaaaargh..mana duitnya dapet ngumpulin uang saku pas di Manila kemarin lagi... Makanya pas pda ilang ga bisa beli ganti yang sama, mampunya beli yang sejuta kurang seribu aja. Itupun sekarang udah ilang...hiks..hiks..

Aku sendiri masih ga percaya kalau ilang beneran. tgl 29 Juli kemarin aku ingnat banget kalau HP sudah masuk ke tas. Setelah suami jemput di kantorku langsung saja ke mobil dan pulang. Mampir sih ke Slipi..tapi pas mampir itu aku cuman gendong Wisam..ga bawa apa-apa lagi.. Sampai besoknya hari Rabu pas mau lihat pameran rusunami, nyari-nyari HP malah ga ketemu.

Hari ini aku sudah menyerah..kurelakan kalau ternyata memang benar-benar hilang. Dan pagi ini langsung ngurus surat kehilangan untuk ngurus ganti sim card. Ternyata ke Grapari ga perlu surat kehilangan. Langnsung aja lapor dan kartu langsung diganti.. GRATIS...!! Selesai dari Grapari langsung ke Atrium Senen beli HP baru apapun yang termurah..! Dapetnya LG K100 harganya 370 ribu..

Kenapa ya aku sial terus..?Temanku ada yang nyindir apa karena zakat dan sodaqohnya kurang...? I don't think so...aku selalu menyisihnya 2.5% dari semua rizki yang kudapat..Brarti emang aku RATU TELEDOR....^_^
Read More..

Senin, Agustus 04, 2008

Coba Atur Blog

Pagi ini buka link untuk membuat blog dan aku mencoba bagaimana membuat "Read more..."
Sudah kucek berulang ulang tapi kok ga bisa ya..?
Ngeceknya tadi sih untuk yang edit posting lama..kalau yang ini mau coba untuk posting baru. Bisa ga ya...? coba dulu ah...
Hehehe...dari pagi nyobanya ternyata jadinya baru sore hari. Eniwei...yang penting sekarang sudah bisa. Tadi ngelink ke sini Cara Membuat Blog . Ini ada di blognya Fatih Syuhud.
Naah, karena sudah sukses mencoba satu tips maka selanjutnya akan coba semua tipsnya satu persatu. Semoga sukses...
Read More..

Jumat, Agustus 01, 2008

Rusunami

Rabu pas libur kemarin aku dan suamiku melihat pameran rusunami bersubsidi di Balai Kartini. Sekitar bulan Februari kemarin kami sudah ke pameran perumahan dengan tujuan cari info mengenai apartemen bersubsidi di sekitar kemayoran. Waktu itu kami ga dapat info yang dibutuhkan malah dapatnya info bahwa di Salemba dekat dengan Perpustakaan Nasioanl akan dibangun juga Apartemen bersubsidi dengan pengembang yang sama dengan di daerah Cawang dan Kebon Jeruk. Waktu itu aku langsung dengan semangat ikutan daftar karena ini daerah Salemba gitu lo...kan dekat dengan wilayah aktifitas siang kami. Eniwei sampai sebelum rabu kemarin ga ada info terbaru tentang apartemen salemba itu..

Walaupun aku sudah ikutan daftar tapi suamiku agak-agak kurang antusias karena baginya rumah itu ya di tanah bukan ke atas seperti apartemen. Tapi aku sedikit memaksa karena cari rumah susah dan mahal apalagi jika harus di sekitar wilayah kantor...duitnya ga cukup...! Sampai 2 minggu lalu tiba-tiba suamiku antusias membicarakan kemungkinan tinggal di apartemen salemba itu gara-gara teman-teman sekantornya juga membicarakan apartemen itu...ih...sebel deh..selalu saja gitu..jika aku sendiri yang berinisiatif...suamiku ga akan langsung dengerin...tapi jika semua orang di dekatnya ngomong apa yang aku omongin...baru deh..dia antusias juga. Biar deh...yang penting sekarang antusias juga...makanya pas rabu ngajak lihat pameran..aku pun turut serta dengan senang tapi dengan catatan ga ngajak anak-anak...karena pasti ga bisa fokus cari informasi...yang ada malah ngejer-ngejer anak-anak..yang tentu saja aktif luar biasa..
Dan benar...! setelah muter satu area, ada satu konter yang rame banget pengunjungnya dan ternyata konter apartemen Batavia Salemba...! ini kan lokasi yang aku ingini...
Dan kulihat semua orang yang rame nyari info disitu sekaligus sudah memberi uang tanda booking sebesar 1 juta rupiah...waaaaa..kami kan ga siap sama sekali...dan ternyata lantai yang tersisa tinggal lantai 15 ke atas...waaaaaaaaaaa...langsung saja aku minta suamiku untuk booking minimal satuuuuu aja...dan senangnya...suamiku setuju bahkan langsung minta untuk pesan 2..wehehehehe....paling engga kalo ntar ga cukup duitnya buat dp..satunya bisa di operin ke temen yang mau..
Coba bayangin...kalau kami tinggal di daerah perapatan pramuka sana...betapa senangnya...dekat dengan kantor dan sekolah anak-anak...ga bakal terburu-buru takut kena macet lagi deh....tinggal luuurrruuussss aja nyampe kantor...ngangkot sekali juga nyampe...
Wuuiiiiihhhhh pokoknya aku seneng lagi. Hal yang bisa nyaingin senengku saat ini cuma...punya rumah di daerah kramat I-VII atau di cempaka putih seluas 150 m2...hihihihi..ga mungkin ya..

Read More..

B2W ke-4...ah...gagal..

Pagi ini terasa setengah demam. Dari semalam tumben-tumbenan terasa kedinginan sampai menggigil. Jadinya rencana B2W pagi ini kubatalkan...hiks...hiks...
Semoga selasa depan bisa mulai lagi..kan rencananya mo ambil jalur pulang...
OK Wish me luck... Read More..