Rabu, Agustus 24, 2011

Menikmati The Noodle Cafe dan Talaga Sampireun dari Deal Keren

Habis dapat tambahan kredit dari Deal keren waktu itu, bikin aku agak-agak ga mikir panjang ketika mau beli kupon. Pertama beli 5 kupon Talaga Sampireun dan selanjutnya beli 3 kupon The Noodle Cafe, ditambah waktu itu dapat bonus 10% kredit untuk pembelian kupon-kupon itu.

Pertimbangan kenapa 2 tempat itu ya karena Talaga Sampireun cukup dekat dengan rumah, dan pernah liat lokasinya yang emang bagus sehingga pengen nyoba makan disana. The Noodle Cafe sendiri karena lokasinya ada di MTA dan memang hampir sebulan sekali kami kesana untuk mengajak anak-anak ice skating.

Kupon yang pertama kami pakai adalah The Noodle Cafe karena waktu itu ingin merayakan ultah suami dengan main ice skating di MTA..jadi sekalian makan disana. Hasilnya? Sungguh kecewa sangat dengan rasa makanannya sehingga akhirnya acara ultah suami agak berantakan karena makanan sama sekali bukan selera kami, walaupun kami semua biasanya sangat menyukai nasi dan mi goreng. Tapi anak-anak sangat menikmati ice skating-nya sehingga kekecewaan tidak berlarut-larut.

Gara-gara kecewa dengan The Noodle Cafe itu, aku agak berhati-hati mau ngajak keluarga ke Talaga Sampireun. Tapi minggu lalu, saat menyadari bahwa batas akhir pemakaian kupon adalah tgl 25 Agustus, maka langsung meluncur kesana, dan apapun nanti hasilnya...kami akan menikmati saja.

Ternyata sama sekali tidak mengecewakan. Rasa makanan standar makanan sunda, sama seperti resto sunda lainnya. Lokasinya luar biasa luas dan nyaman. Tapi waktu itu sangat banyak yang berbuka puasa disana sehingga harus mengantri.

Intinya....kupon Deal Keren tetap membantuku mengeksplorasi aneka jenis makanan. Jika ternyata rasanya ga sesuai selera, setidaknya aku dapat harga diskon.
Read More..

Senin, Agustus 22, 2011

Mukena Untuk Detya

Semenjak blogwalking di blog crafting, maka jadi kenal sama toko-toko kain online yang koleksinya benar-benar menguji iman. Ada kain katun lokal, Jepang dan juga Amerika. Katun yang benar-benar menguji kantong adalah katun Amerika, disamping dijual dalam ukuran yard, harganya itu benar-benar ga nahanin. Jadi sampai sekarang, paling pol aku hanya punya kain katun jepang.

Beberapa waktu lalu belanja di Jojo Fabrics di fesbuk yang juga punya website sendiri. Dapat beberapa kain cantik yang aku sendiri bingung mau dibuat apa. Itupun setelah menahan diri agar tidak terlalu kalap ketika memilih kain.

Demi ingin menikmati kain cantik itu dalam bentuk jadi, maka ditengah-tengah serangan asma yang menganggu, aku alihkan pikiranku dengan menjahit mukena untuk Detya. Weekend kemarin melengkapi mukena itu dengan membuat sajadah dan tasnya sekalian. Pertama sebenarnya ingin menjadikan sajadahnya sebagai tas, tapi karena malas berpikir bagaimana meletakkan pegangan dan ikatannya maka aku bikin aja tas tersendiri, yang penting dengan stok kain yang ada, cukup untuk bikin semuanya.

Dan....satu set mukena untuk Detya, siap dipakai untuk Sholat Idul Fitri nanti..

Bahan:
Katun full bloom 1 x 1.5m
Katun broken white 1 x 1.5m
Katun pink 1 x 1.5m

Read More..

Kamis, Agustus 18, 2011

Menikmati Askes

Setelah ke RSPAD berusaha mengelola asama dengan baik waktu itu, ternyata serangan asmaku semakin parah dan menyiksa, sehingga Bapakku sengaja mengirim obat herbal. Dan demi obat herbal itu aku menunda penggunaan controller Seretide yang sudah disarankan dokter.

Namun ternyata, setelah obat herbal itu hampir habis, batuk asmaku masih saja menyiksa. Dan ada saran juga untuk mengkonsumsi hati kelelawar, maka satu kelelawar dan satu kalong seharga 300ribu (gilaaak..mahal amat) juga aku konsumsi agar merasa lebih baik. Namun ternyata, sampai minggu malam masih belum beres juga. Jadinya senin pagi langsung meniatkan diri untuk ke RSCM

Di RSCM, aku sempat mengalami serangan sehingga akhirnya dokter menyarankan untuk diobservasi di IGD. Hadew...sempat ketar-ketir, kenapa juga harus ke IGD. Ternyata prosedur emang seperti itu. Untuk penyakit yang belum diketahui tingkat keparahannya, maka perlu observasi di IGD. Intinya, observasi itu berarti melakukan segala macam tes yang diperlukan untuk mendiagnosa penyakitnya, sehingga jika hasil tes itu ada bisa diketahui apakah si pasien perlu rawat inap atau cukup rawat jalan.

Nah kalau rawat jalan biasa, kita akan direkomendasikan untuk melakukan tes ini dan tes itu, dan dari surat pengantar dokter itu, kita yang jalan kemana-mana tergantung tempat tes yang diminta itu. Jadinya kita harus punya tenaga dan kesabaran ekstra karena semua proses itu pasti perlu antrian.

Ketika observasi di IGD itu, kita cukup masuk ke IGD, disediain tempat tidur dan selanjutnya pengantar tes ini itu cukup diserahkan ke bagian kasir (bukan pasien loo yang nganterin, makanya wajib ada pendamping ketika masuk IGD), selanjutnya perawat yang akan mendatangi tempat tidur kita untuk kemudian melakukan tes ini itu. Kalau tes darah, ya saat itu juga langsung diambil darahnya, kalau perlu rontgent atau CT Scan, maka tempat tidur kita akan di dorong menuju ruang radiologi. Kalau mau tes urine..ya kita sendiri aja yang jalan ke toilet terdekat...heheheh.

Intinya, untuk kondisiku yang capek sedikit aja langsung bikin sesak napas, observasi di IGD itu sangat-sangat membantu. Pertanyaannya adalah...bakal berapa besar biaya yang harus aku keluarkan untuk prosedur observasi ini?

Hadew...walaupun pikiran tentang biaya ini berkali-kali muncul di permukaan, aku sudah menutup mata tentang berapa tagihan nanti yang akan disodorkan dimukaku. Aku ingin menyelesaikan serangan asma ini secepatnya, sehingga apapun konsekuensinya..itu urusan nanti.

Pasang infus sudah, nebulizer I sudah, urine sudah, rontgent sudah... Agak malam dikit, nebulizer lagi...tapi hasil darah ga keluar-keluar jadinya masih ketar-ketir, mau dirawat inap atau boleh pulang.

Sekitar jam 22.00 baru keluar hasil tes darah yang intinya jika digabungkan semua hasil tes lain, kondisiku cukup baik sehingga ga perlu rawat inap. Alhamdulillah...seneng sekali..karena sebelumnya sempat berurai air mata membayangkan bagaimana anak-anakku kalau aku harus rawat inap..siapa yang merawat mereka?...siapa yang merawat aku?...kan hanya ada suamiku seorang yang mesti merawat semuanya..

Nah...saat urusan resume sakit ini selesai, tibalah saat membayar tagihan. Sore harinya sempat melihat seorang Bapak-Bapak yang komplain masalah pembayaran. Kalimat yang kutangkap seperti ini:
"Ini rumah sakit apa hotel sih..tagihannya ga kira-kira. Rumah sakit kok kayak lintah..."

Doooh..semakin menambah pikiran tentang biaya aja niii.

Suamiku tentu saja langsung ke bagian kasir dan kembali dengan membawa slip pembayaran. Tertulis angka Rp1.571,00 dan otakku langsung membaca 1,5 juta...hadew... Suamiku hanya senyam-senyum saja melihat reaksiku dan memintaku membaca ulang.

Jadi benar....tagihannya hanya seribu lima ratus tujuh puluh satu rupiah sajaaa...

Wooohooo...thanks to ASKES...semua proses di IGD yang tadi kujalani, ditanggung semua oleh ASKES...

Untung tadi sengaja bawa kartu ASKES...

Dan rabu kemarin, saat suamiku kena gunting di tangannya dan harus ke IGD..tak lupa kubawa kartu ASKES..dan voila...hanya ada tagihan untuk biaya tindakan dokter jaga. Padahal harus dilakukan 4 jahitan dan suntik anti tetanus sekalian...

Maka teman-teman...jika memang punya ASKES...jangan lupa untuk selalu sedia saat harus ke IGD...
Read More..

Jumat, Agustus 05, 2011

Asma yang Menetap

Setelah serangan asma yang diluar kebiasaan waktu itu, aku memang sudah berniat untuk segera ke dokter untuk mencari solusi atas asmaku yang semakin tidak terkontrol ini. Tapi ternyata niat ini hanya menjadi niat saja tanpa ada tindakan apa-apa.

Sampai minggu lalu, batukku yang sudah sebulan lebih semakin menghebat dan sangat menganggu kegiatanku. Maka Jum'at minggu lalu aku meniatkan diri untuk langsung ke dokter paru dan pernafasan. Dan hasilnya, walau hasil rontgen tidak menunjukkan sesuatu yang berarti, tapi asmaku menjadi menetap dan tidak terkontrol. Maka dari itu, batukku pun tak sembuh-sembuh sebelum asmaku diselesaikan.

Dan memang, ventolinku menjadi tidak efektif ketika bernafaspun susah apalagi menahan nafas agar ventolin sempat bekerja. Pada akhirnya Sang Dokter meresepkan obat asma oral. Walaupun aku sudah menyampaikan bahwa aku tak tahan obat oral karena membuat dadaku berdebar tak terkontrol, dokter tetap mewajibkanku minum obat dengan setengah dosis karena bagaimanapun, ventolin sudah tidak membantu.

Akibatnya Jumat malam setelah minum obat pertama, aku jadi susah tidur, bahkan besoknya (sabtu) praktis aku tidak tidur 36 jam karena baru minggu malam aku bisa menidurkan diriku sendiri. Sehari semalam lebih itu aku dalam keadaan sadar, segar, ga ngantuk dan ga capek sama sekali. Aku jadi ngeri sendiri, karena teringat jaman dulu saat masih labil dulu, aku pernah merasakan perasaan sejenis ketika bersama saudara-saudaraku sepupuan mencoba dugem dan ada yang menyodori seperempat pil kecil untuk kita rasakan bersama-sama. Sensasinya sama, ga ada capek, ga ada ngantuk, ga ada lapar, ga ada rasa apa-apa kecuali semangat yang berlebihan. Bedanya, ketika sepupuku menjadi bahagia berlebihan, aku menjadi paranoid berlebihan sehingga aku bersumpah..ga akan mencoba pil kecil itu lagi.

Maka ketika sensasi obat asma itu sama dengan sensasi pil kecil itu, aku jadi ketakutan. Haruskah aku teruskan atau aku hentikan? Tapi karena hasrat mengontrol asmaku ini lebih besar maka efek aneh itu aku tahan saja dan memang pada hari ketiga aku sudah bisa tidur normal, walau masih dengan rasa tanpa capek dan tanpa lapar.

Hari ini waktuku untuk kontrol lagi dan mencoba pengobatan controller agar asmaku ini lebih terkontrol dan tidak kambuh tanpa sebab seperti saat ini.

I wanna get better so that my daughter won't worry about me again...

Wish me luck...
Read More..

Senin, Agustus 01, 2011

Selamat Ulang Tahun Adikku

Awal puasa kali ini menjadi momen spesial untukmu...karena tepat menandai 24 tahunmu.

Maka adikku sayang..jadikanlah momen spesial ini penanda untukmu. Penanda untuk mendapatkan masa depan yang indah yang selalu dalam ridho Allah SWT.

Tak cuma sekali Bapak cerita tentang batas umur 70 tahun, dan aku yakin kau pun pernah diceritai 70 tahun itu.
Maka sayangku, harapan Bapak atasmu menjadi wajib kau pikirkan, karena 70 tahun itu sebentar lagi.

Bagiku sendiri, kau tetap adik kecilku tersayang berapapun umurmu. Dan dirimu yang tak pernah berhenti belajar, terutama dari mengamati, menjadi hal yang sangat membahagiakanku.

Selamat Ulang Tahun Sayang...semoga Allah SWT selalu memberkahi kehidupanmu...

Peluk cium erat-erat....

Miss you a lot.
Read More..