Kamis, November 27, 2008

Energi Pelukan

Tiba-tiba pengen buka email lama yang mungkin bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan dapet yang ini:

Energi Pelukan
Oleh Azimah Rahayu


Suatu hari di gua Hira, Muhammad SAW tengah ber'uzlah, beribadah kepada Rabbnya. Telah sekian hari ia lalui dalam rintihan, dalam doa, dalam puja dan harap pada Dia Yang Menciptanya. Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dalam ujud sesosok laki-laki. "Iqra!" katanya.

Muhammad SAW menjawab, "Aku tidak dapat membaca!" Laki-laki itu merengkuh Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian mengulang kembali perintah "Iqra!" Muhammad memberikan jawaban yang sama dan peristiwa serupa pun terulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan lelaki itu. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui Muhammad di gua Hira.

Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah isterinya dan berkata, "Selimuti aku, selimuti aku!". Ia gemetar ketakutan, dan saat itu, yang paling diinginkannya hanya satu, kehangatan, ketenangan dan kepercayaan dari orang yang dicintainya. Belahan jiwanya. Isterinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya, memeluknya dan mendengarkan curahan hatinya. Kemudian ia menenangkannya dan meyakinkannya bahwa apa yang dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.

***


Suatu hari dalam sebuah pelatihan manajemen kepribadian. Para instruktur yang jugapara psikolog tengah mengajarkan berbagai terapi penyembuhan permasalahan kejiwaan. Dari semua terapi yang diberikan, selalu diakhiri dengan pelukan, baik antar sesama peserta maupun oleh instrukturnya.

Namun demikian, mereka mempersilakan peserta yang tidak bersedia melakukan pelukan dengan lawan jenis untuk memilih partner pelukannya dengan yang sejenis. Yang penting tetap berupa terapi pelukan. Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi paling mujarab hampir dari semua penyakit kejiwaan dan emosi. Pelukan akan memberikan perasaan nyaman dan aman bagi pelakunya.

Pelukan akan menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian dari yang memeluk kepada yang dipeluk. Pelukan akan mengendorkan urat syaraf yang tegang. Saya yang saat itu menjadi salah satu peserta, memilih menggunakan pilihan kedua ini. Pelatihan itu, di kemudian hari memberikan perubahan besar dalam stabilitas emosi dan kejiwaan saya.

***

Apa yang saya inginkan pertama kali ketika saya sedang bersedih, marah atau apapun yang secara emosi mengguncang perasaan saya? Dipeluk suami. Pelukan itu akan menenangkan saya, membuat saya nyaman dan tenang kembali. Apa yang kami berdua lakukan setelah berantem? Saling memeluk.

Pelukan itu akan menurunkan tensi emosi di antara kami. Pelukan itu akan merekatkan kembali ikatan cinta di antara kami setelah luka dan kecewa yang sempat tertoreh. Pelukan itu, akan membuat kehidupan rumah tangga kami menjadi makin mesra. Segala sedih, segala marah, segala kecewa, dan segala beban hilang oleh kehangatan pelukan.

Pelukan itu, kemudian tidak hanya berlaku ketika saya terguncang secara emosi. Setelah setahun lebih kami menikah, pelukan telah menjadi satu kebiasaan dalam hari-hari kami. Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di rumah sepulang dari kantor atau dari bepergian adalah memeluk suami. Memeluknya erat-erat. Itu saja. Tak Lebih. Hal pertama yang saya inginkan ketika saya bangun dari tidur adalah memeluk dan dipeluk suami saya. Memeluknya kuat-kuat. Itu saja.

Bukan yang lainnya. Jika kami bangun pada jeda waktu yang tak sama, maka 'utang' kebiasaan itu dilakukan setelah shalat lail atau shalat subuh. Jika kami tidur di kamar yang berbeda, biasanya jelang subuh atau habis shubuh, salah satu dari kami akan menyusul yang lainnya. Hanya untuk satu hal saja: memeluk dan dipeluk.

Saat malam menjelang tidur, kami terbiasa tiduran dan saling memeluk, berlama-lama sambil berbincang tentang aktifitas kami seharian. Ada kata-kata yang minimal tiga kali sehari saya ucapkan kepada suami saya, "I Love U" dan "Minta peluk!" Rasanya ada yang kurang jika kekurangan pelukan dalam sehari. Pelukan memberiku rasa aman dan nyaman. Pelukan, saya rasakan memberikan kehangatan yang tak tergantikan oleh apapun.

****

Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh empat kali pelukan per hari untuk bertahan hidup, delapan supaya tetap sehat, dan dua belas kali untuk pertumbuhan. Jika ingin terus tumbuh, kita butuh dua belas pelukan per hari. Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita. Pelukan membuat kita merasa istimewa. Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa akrab dengan keluarga dan teman-teman.

Riset membuktikan bahwa pelukan dapat menyembuhkan masalah fisik dan emosional yang dihadapi manusia di zaman serba stainless steel dan wireless ini. Bukan hanya itu saja, para ahli mengemukakan bahwa pelukan bisa membuat kita panjang umur, melindungi dari penyakit, mengatasi stress dan depresi, mempererat hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak. (The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen.")

Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit "hati" dan merangsang hasrat hidup seseorang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh.

Hasil hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecenderungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan. Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.

Sayangnya, banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya pelukan adalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita mungkin merasa tidak nyaman minta dipeluk dan memeluk. Kita mungkin pernah digoda sebagai "si anak manja" jika sering memeluk atau dipeluk Ayah, Ibu atau saudara kandung kita. Dan jadilah kita atau remaja-remaja kita saat ini, tumbuh dengan kekurangan energi pelukan.

Bisa jadi, kekurangan energi pelukan ini adalah termasuk salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus ketidakstabilan emosi manusia seperti yang terjadi belakangan ini: tingginya angka kriminalitas dan narkoba pada golongan anak dan remaja, kesurupan di berbagai sekolah dan sebagainya.

Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: Pemberian pelukan kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang tuanya. Bukankah Rasulullah sangat gemar memeluk isteri, anak, cucu, dan bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan pelukan kasih sayang? Bahkan pernah ada satu kisah ketika Rasulullah mencium dan memeluk cucunya, seorang sahabat menyatakan bahwa hingga ia punya 10 orang anak, tak satu pun yang pernah ia curahi dengan peluk cium.

Rasulullah saat itu berkomentar, "Sungguh orang yang tidak mau menyayang (sesamanya), maka dia tidak akan disayang." (riwayat Al-Bukhari)

Rasanya, sudah sangat cukup alasan bagi saya, untuk mencurahi anak saya nanti dengan pelukan kasih sayang. Insya Allah!

MY NOTE : Emang enak dipeluk erat-erat, sering sebelum tidur aku minta berada dalam pelukan suamiku walau paling 2 menit kemudian udah lepas, karena aku ga tahan berdekatan gitu (asmaku bisa kambuh!!).. Tapi kenapa aku jarang melakukannya kepada anak-anakku ya.. Aku suka sekali memeluk Javas karena dia kecil mungil sehingga aku selalu ingin melindunginya dengan pelukanku. kalau Wisam, pas gendong atau mo bobo selalu kupeluk dan kuelus-elus sampe tidur. Detya..?...hmmmm...rasa-rasanya dia jarang sekali kupeluk.. malah seringkali aku singkiran ketika dia mulai nggelendot-gelendot ga jelas...aku risih sekali kalau dia nempel-nempel gitu sehingga sering kuucapkan bahwa bunda ga suka ditempel-tempel kayak gini..
Kuacian deh Detya..Aku harus merubah diriku sendiri untuk Detya, anak gadisku ini.. Sudah ayahnya ga gitu akrab dengannya..masa bundanya ikutan ga ngerti kebutuhan dia akan pelukan ini...
OK...semangat untuk Detya..!!

Read More..

I Hate You...For a While...

Setelah hampir dua bulan ga pernah pulang bareng, maka semalem kami pulang bersama..maksudku ayah, bunda, tante dan anak-anak. Suasana mobil jadi semarak karena biasanya setelah setengah perjalanan, anak-anak akan mulai ngantuk sampai akhirnya tertidur. Tapi kemaren tidak, sampai pom bensin deket rumah kami masih ngobol sana sini. Cuma Javas yang akhirnya tertidur.

Sampai rumah pun masih sempat bercanda bersama Detya dan Wisam, Sampai akhirnya tiba waktu tidur. Berhubung sudah lama ga ngobrol ama pasangan hidupku ini, maka waktu bagiku untuk konfirmasi hal-hal yang dari awal bikin salah pengertian. Daripada tetap terpendam-pendam dan lama-lama bikin ga ikhlas..kan mending ditanyain.

Jadi diskusinya gini:
Me: "Hon, aku baca Renungan Perkawinan bahwa membahagiakan pasangan itu mesti dari pikiran sang pasangan bukan dari pikiran sendiri bagaimana yang bisa membuat pasangan kita tuh jadi seneng. So...dirimu maunya gimana?"

Bojoku:"ssst...sst...ssst..."

Me:"Apaan sih ..ga denger..."

Bojoku:"ssst...sst...ssst..."

Me:"Apaan sih..bener..ga denger..kupingku kan budhek..ga bisa denger jelas kalo bisik-bisik gitu" (ini sering kubilang ama Detya yang akhir-akhir ini suka berbisik-bisik...beneran ga denger..!!)

Bojoku:"I hated you...for a while.."


Me:Gubrak..mo pingsan rasanya... "Aku ga salah denger nih...kenapa kok benci ama aku... Bukannya pas habis SMS yang dulu itu aku udah nanya artinya apa dan karena dirimu ga jawab-jawab ya udah aku berusaha ngartiin sendiri" (sebelumnya 2 minggu yang lalu suamiku sms bilang kalau dia ngerasa kayak bujangan aja, semuanya serba sendiri, ga ada perhatian sama sekali)

Bojoku:...diem...

Me:"Dari smsmu itu aku berusaha tiap bangun, nyempetin ngerebus air juga untuk mandimu. Aku tau kalau kecapean gitu, mandi air hangat bikin dirimu segar lagi. Terus aku minta adikku untuk tiap pagi nyupirin kita ke kantor biar dirimu sempat tidur lagi selama di mobil dan anak-anak kuminta untuk tidak mengganggumu sehingga tambahan istirahat di mobil bisa cukup berarti untuk jaga kesehatanmu.. Itu ga cukup ya..?" (mulai merasa sedih...kecewa...)

Bojoku:"Hmm..aku sih maunya yang simpel-simpel aja..ga perlu berat-berat. Kata orang berumah tangga itu 10 tahun pertama itu kayak masa pacaran...maunya dilayani, disayang..ya kayak orang pacaran gitu deh. 10 tahun kedua jadi pertemanan...Ya..melayani itu ga perlu yang berat-berat. Ngomong ga perlu nyenthe-nyenthe (apa ya bahasa indonesianya..yang jelas ini yang menurutku sudah jadi cara bicara bawaan itu dan suamiku ga suka sama sekali)...Aku berterima kasih karena tiap pagi disiapin air hangat, tapi kebutuhanku bukan itu. Dulu pas masih ada lek Sul (yang ngasuh anak-anakku dulu) tiap pagi selalu disiapin teh..diminum ato engga tetap aja disiapin. Pengennya ya kayak gitu..apapun yang kamu siapin..akan membuatku senang.."

Me:sudah dalam posisi mo nangis kecewa pada diri sendiri...kenapa ga kepikir sama sekali bwt nyiapin teh kayak gitu. "Ya..maafin aku...(sambil nangis).. Pernah kepikir ga sih..betapa repotnya aku di pagi hari...bangun tidur langsung preparation buat anak-anak...nyiapin bekal anak-anak..sarapan anak-anak..mandiin anak-anak..bantuin make baju anak-anak..aku sendiri seringkali lupa minum bahkan ga sempet pipis pas bangun tidur karena harus multitasking...kupikir yang udah bisa ngurus diri sendiri ya sukarela aja melakukan semuanya sendiri..."

Bojoku:....diem...

Me:nerusin nangis...apa sih beratnya bikin teh? bukannya mo ikhlas mencintai suami tanpa syarat? Lagian kenapa sih kok ga kepikir nyiapin minuman gitu? Bukannya tiap weekend aku selalu bisa nawarin suamiku mo minum apa? Lalu kenapa pas weekdays jadi ga sempat sama sekali gitu? bukannya kalau ada buah juga sempat bikinin jus buat suami..masak bikin teh/kopi aja ga sempat?..ok..besok pagi mesti bisa nyempetin bikin minuman buat suami...HARUS BISA...(dalam hati sudah bertekat bulat...harus ikhlas...harus ikhlas...)

Bojoku:...zzzzz....zzzzz...zzzzz

Dan pagi tadi, bangun 15 menit lebih pagi lagi..dan nyempetin bikin kopi...
Me:"Hon...nih kopinya ya biar seger..."

Bojoku:"Terima kasih ya..."

Dan tadi ketika di nyampe kantor....
Bojoku:"Maaf ya yang tadi malem...."

Me:"Gapapa...untuk ngingetin aku juga.."

Wuih..berat banget untuk ikhlas dan ngasih unconditional love... Dalam hatiku masih saja muncul keinginan untuk "saling". Kalau pengen "saling" gitu artinya bukan unconditional love lagi dong...

HARUS IKHLAS...HARUS IKHLAS...
Read More..

Selasa, November 25, 2008

Just for Laugh

Anak temenku ngasih tebak-tebakan ini pas kami ke Bali..

Tebakan I
Hewan apa yang suka bertengkar? ...
Hewan Perwakilan Rakyat... (wuih..dalem banget..)

Tebakan II
Bahasa inggrisnya "keramas"? ...
Golden Monkey, bingung? don't be..it's "kera mas"


Tebakan II
Kera apa yang ditendang, dibanting ga bakal marah tapi pecah? ...
Keramik

Tebakan IV
Si kembar masuk lubang, terus gantung diri..apakah itu?
Anting-anting

Ada lagi sih..tapi lupa..ntar lagi deh..

Nah kalau yang ini dapet dari milis angkatanku..

Doa Slamet
Slamet masuk ke toko obat dan membeli sebiji kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya. "Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya" , katanya sambil menyeringai.
Kondom pun berpindah tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. "Saya minta satu lagi", katanya. "Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur...".
Kondom kedua berpindah tangan.

Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi. "Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati...".

Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah menunggu. Slamet pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa. Dua menit. Slamet terus komat-kamit -- cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius".

Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan suara hampir menangis: "Saya juga baru tahu ayah kamu ternyata pemilik toko obat...."


SMS bulan madu

Alkisah ada 3 orang saudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni
yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka
pergi berbulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni
pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali.

Namanya orangtua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua
orangtua mereka minta dikirimi kabar tentang segala yang terjadi
selama mereka berbulan madu.

Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka
menggunakan slogan-slogan iklan. Supaya praktis, murah, dan tidak
mengganggu waktu bulan madu maka berita dikirim via SMS.

Tiga hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah
sebuah SMS... yang rupanya dari VIRA di Pulau Batam. Isi beritanya
cukup sederhana, "STANDARD CHARTERED". Setelah membaca berita tersebut
mereka mencari iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah
tulisan besar berbunyi, "BESAR, KUAT dan BERSAHABAT!" .

Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira. Hari ke
4 datang SMS kedua, yang rupanya berasal dari Voni di Kepulauan
Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu, "NESCAFE". Setelah
membaca surat tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orang tua mereka
mencari koran dan membaca iklan NESCAFE yang berbunyi, "NIKMATNYA
SAMPAI TETES TERAKHIR".

Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit
haha.. hihi.. Hari ke 5 ditunggu tidak ada SMS yang datang. Hari ke 6
begitu pula tidak ada sebuah SMS pun. Hari ke 7 begitu pula tidak ada
kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu... Mereka
mulai khawatir..

Pagi-pagi dihari ke-8... akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS
juga dari Veni yang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup
singkat, "CATHAY PASIFIC".

Segera kedua orang tua mereka mencari iklan penerbangan Cathay Pasific
yang ada dikoran, dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan
besar, "7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP". Waaw?.



Just for Laugh.....wiqiqiqiqi...

Read More..

Senin, November 24, 2008

Cinta Butaku pada PKS

Yup...PKS...Partai Keadilan Sejahtera atau dulu PK...Partai Keadilan. Aku percaya 100% ama PKS jadi apapun pilihan PKS pasti aku pilih. Seperti baru-baru ini di kota Tangerang ada pilkada, calonnya walikota yang udah pernah menjabat, satunya calon dari PKS. Aku tau kalau calon yang udah menjabat pasti menang karena hasil kerjanya ga ada yang mengecewakan, tapi karena PKS punya calon maka dengan tanpa mikir aku pilih aja calon dari PKS.

Semua berawal dari pemilu pertama dulu setelah reformasi, tahun 1999. Partai Keadilan Sejahtera yang baru berdiri merupakan partai dengan tema yang sama persis dengan keadaan teman-temanku pas waktu kuliah. Dengan semangat yang sama persis, dan aku tau kualitas orang-orang seperti itu, mereka orang-orang amanah dan jujur yang memang berusaha untuk menjadi lebih baik sesuai syariat Islam. Karena aku yakin dengan kualitas teman-temanku itu maka sejak pemilu 1999 aku sudah memilih PK.

Selanjutnya karena ga memenuhi electoral threshold maka PK berubah jadi PKS dan hasilnya semakin kelihatan nyata. Maka semakin butalah pilihanku pada PKS. Pemilu 2004 sudah pasti milih PKS dan pas milih presiden, mesti nunggu dulu pengeumuman PKS mau mendukung siapa. Dan ketika detik terakhir mendukung SBY maka aku pun memilih SBY. Jika waktu itu PKS bilang menyerahkan pilihan pada anggotanya (yang pasti ga mungkin...selalu ada komando) maka aku ga akan memilih siapapun alias golput. Hal yang bikin aku yakin adalah PKS tidak akan begitu saja mendukung seseorang, pasti ada tanggung jawab yang harus dipenuhi jika bekerja sama. Makanya sejak itu aku akan mendukung apapun yang ditetapkan PKS...inilah yang kumaksud cinta buta..(aku ga perlu mikir lagi apa dan kenapa tapi tinggal menjalankan apapun pilihan PKS)

Juga pas Pilkada Jakarta...suamiku yang juga punya hak pilih sudah kurayu untuk ikutan milih calon PKS, tapi karena waktu itu ga enak badan maka ga ikut milih deh. Sama halnya dengan pilkada Tangerang, sambil jalan ke tempat nyoblos, suamiku nanya mesti milih yang mana dan dengan pasti aku menjawab calonnya PKS...

Sampai insiden kemarin pas hari pahlawan, PKS beriklan tentang para pahlawan dan memposisikan Suharto sebagai salah satunya. OK, aku sama sekali ga nge-fans ama Suharto tapi juga ga benci-benci amat. Biasalah...kalau ada sesuatu selalu saja kejadian yang terakhir yang diingat-ingat..nah kejadian terakhirnya Suharto kan jelek banget makanya orang sudah antipati. Dan ketika PKS beriklan seperti itu maka pikiranku pun juga terbuka bahwa ga seluruhnya Suharto itu jelek, di awal orde baru dulu program-programnya bagus dan dengan trilogi pembangunan (weits..apa pula ini) Indonesia pun lumayan terkenal.. Cuma ya itu tadi..kekuasaan yang terlalu lama bikin orang jadi lupa diri dan menjadi diktator... So..argumen PKS lagi-lagi masuk akal. Seperti halnya Sukarno, hal yang pasti adalah beliau proklamator dan orator yang ulung, negosiator yang luar biasa tapi karena terlalu lama menjabat maka pikiran udah ga netral lagi dan kekuasaan jadi menjerat perilaku... Tapi kita tetap menyebut beliau pahlawan kan..?

Sebelum itu ada berita bahwa PKS mau berkoalisi dengan PDIP dan suamiku sempat menanyakan kenapa ini bisa terjadi, kok pada akhirnya PKS sama saja..hanya cari kesempatan saja. Argumenku adalah..rasa-rasanya PKS ga pernah menyebutkan secara eksplisit akan berkoalisi dengan PDIP, yang disampaikan adalah PKS mungkin bekerja sama dengan partai yang mempunyai visi misi jangka panjang dan visi-misi itu sejalan dengan PKS. Saat ini selain PKS, partai yang punya visi misi cuma PDIP (dan itupun belum tentu sejalan) dan press sudah menyimpulkan bahwa PKS akan berkoalisi dengan PDIP. Ah..itu hanya kesimpulan pendek aja... Lagian jika memang pada akhirnya visi misi PKS sejalan dengan PDIP..kenapa engga, kalau mungkin berkoalisi. Walau belum tau, aku yakin (sekali lagi..cinta buta) kalau visi misi PKS berkualitas..dan jika menganggap visi misi partai lain selaras maka artinya visi misi itu juga berkualitas...then why not?

So...rasa-rasanya, cintaku pada PKS akan tetap buta...dan apapun pilihan PKS akan tetap kudukung..

Go..PKS...go..
Read More..

Fitur di Kameraku

Pas di bedugul minggu lalu..ketemu banyak tukang foto yang sekaligus bawa pencetak foto pocket sehingga bisa langsung nyetak foto di tempat. Dari situ penasaran banget ama pemakaian fitur-fitur kamera yang dipakai tukang foto itu.

Pada dasarnya kameraku bukan kamera saku biasa...apa sih istilahnya.. Jadi mestinya bisa diexplore lebih jauh..Cumaaa...karena malas menggauli buku manual maka yang dipake fitur otomatisnya aja.

Dan setelah tanya sana-sini ama tukang foto itu jadi tau bahwa lensanya bisa di setting jadi tele ataupun close up (Dari dulu pengen banget moto close up gini). Nah setelah itu langsung semangat meng-close up semua obyek.

Ini hasilnya...
Monyetnya lagi pose manja..



Dari dulu pengen moto bunga sedekat ini...






Yang ini anak-anakku..entah mellihat apa...


Read More..

Jumat, November 21, 2008

Bali...What a Place...

Sudah dari selasa kemaren berangkat ke Bali untuk urusan kerja...(dan ga lupa jalan-jalan) dan balik jumat sore. Seharusnya baru balik sabtu sore sih..tapi berhubung para ibu-ibu sudah merasa bersalah telah ninggalin anak-anaknya maka ga mau merasa lebih bersalah lagi, kami semua sepakat untuk memajukan pulang jadi jumat sore.

Hari kamis semua rombongan sepakat untuk ngerjain PR di kantor aja dan kamis seharian kita jalan jalan aja. Diawali ke Bedugul dengan perjalanan selama 2 jam dari sanur maka kami menikmati lamanya perjalanan dengan menikmati udara yang masih fresh dan berimpit-impitan dalam mobil (wih..puyeng banget). Tapi kepuyengan terobati ngeliat suasana bedugul dan makan strawberi yang manis segar, sama sekali ga ada asemnya...yummy... Dan gambar bedugul yang ini sama dengan gambar di uang 50rb-an. Ga percaya...bandingkan saja...


Selanjutnya jalan ke Alas Kedaton, sebenarnya ga pengen sih..cuman karena rombongan..ya mau ga mau..ngikut aja.. Disini ngeliat monyet dan kelelawar raksasa yang bergelantungan.
Monyetnya lumayan galak..suka nyamber apapun yang dicurigai sebagai makanan, sedang kelelawarnya..karena siang..ya mereka cuman nyantol di pucuk-pucuk pohon kayak daun kering. Gambar yang layak tampil adalah gambar "Kasih Ibu"..ga manusia..ga monyet..kalau urusan merawat anak, ya sama saja..


Kalongnya keliatan kayak daun kering aja tuh..



Selanjutnya pergi ke Tanah Lot, kayaknya ga perlu komen apa pun deh..Menyenangkan ngeliat Tanah Lot sekarang ini. Dulu pas tahun 1995 pernah kesini tapi masih belum direstorasi jadi kelihatan mulai rusak, tapi setelah restorasi jadi keliatan menarik lagi..


Pas disini tergoda untuk bikin tato hena...(emak-emak kecentilan..!! Dah bisa ngebayangin reaksi Detya kalau dia ngeliat gambar tato ini..)


Habis dari Tanah Lot..balik lagi ke Hotel dan besok paginya, sebelum pulang, ngeliat sunrise di Pantai Sanur....Subhanallah..indah sekali..cuma pas mataharinya benar-benar muncul, malah ketutup awan.. Jadinya gambar pas mo muncul aja deh yang layak tayang


Jadi inget acara anak-anak di Female FM tiap pagi jam 6 - 7 bersama Paman Gerry (tau acara ini juga dari Mbak devi) dan ada sesi khusus Humpala Kelana (katanya sih artinya Jalan-Jalan yang Menyenangkan) untuk menyambut Visit Indonesia Year 2008. Acara ini mengenalkan pada anak-anak wisata yang ada di Indonesia. Dan ngebayangin ini, anak-anakku pasti seneng kalau bisa ber-Humpala Kelana ke Bali..atau Kawah Ijen di daerah asalku..atau kemana aja di Indonesia saja. Tapi bisa ngebayangin deh..biayanya mesti berapa? Hiks..hiks..ga ada anggaran sama sekali buat berlibur bersama anak-anak gini..(kalau ABIDIN gini ya bisanya cuma diri sendiri aja..ga bisa sama anak-anak ...)

Tapi target tahun ini pas liburan nanti..harus ber-Humpala Kelana...paling engga ke Tangkuban Perahu aja deh..yang deket dan ga mahal-mahal amat. Semoga anak-anak senang..
Read More..

Komentar yang Bikin BT...

Heran deh...kenapa sih divisiku ini sering banget dikecilin ama divisi-divisi lain? Bikin BT banget..dan kalau BT, aku jadi ikutan komen yang ga mutu..

Barusan dapat info bahwa SOP divisiku mesti di rumah untuk menunjukkan bahwa divisiku layak jadi sebuah divisi.. Aaaaaargh....jengkel banget...apa sih mau mereka? Jauuuuh...sebelum unitku ini tercipta..divisiku ini sudah ada... sudah berubah bentuk menjadi berbagai macam nama tapi tetep tugasnya ya ini...cari pinjaman ke bank-bank laen di luar negeri..baru-baru ini aja ditambah nyari pinjaman ke bank dalam negeri...makanya namanya jadi berubah.

Lalu kenapa kami harus merubah lagi SOP kami untuk menunjukkan kalau kami layak jadi sebuah divisi? Duh..Bu Menteri...kalau unitku tercipta untuk mengurangi pinjaman tapi menambah utang dalam negeri..lalu kenapa sekarang..pas pasar lagi berantakan gini..kami ditekan-tekan lagi untuk cari pinjaman ke bank-bank luar sana? Gitu aja masih tetap dikecilin ama divisi lain.. dengan disuruh merubah SOP biar sama dengan divisi lain? Kerjaan kami ini beda ama yang bagian nyari utang domestik, jangan disama-samain duonk..

OK, buat other divisions....sini aku kasih tau.. Pada dasarnya SOP kami seragam.. yang beda cuma lendernya aja maka kami susun seperti yang sudah ada sekarang biar ga redundant. Untuk apa dipisah-pisah menjadi per lender kalau isinya sama aja dan sedikit aja bedanya? Kalau memang biar tebal...OK sini kami akan rubah... Lalu kenapa kalau sudah tebal? Apakah akan merubah penilaian kalian terhadap divisi kami? Apakah akhirnya kami juga berhak dapat tambahan seperti kalian? Kalau engga... kenapa harus repot kami ubah? Bagi kami yang penting adalah hasil kerja kami memuaskan bagi stakeholders kami...bukan bayaknya kerjaan yang telah kami lakukan... kalau kerjaannya banyak tapi ga beres.. buat apa coba?... seperti target pembiayaan 112T tapi terpenuhi cuma 54,7T... Apa itu bisa disebut BERES!!

Rasanya masih pengen ngomel-ngomel..tapi kok ga berkelas sama sekali... whateverlah..
Pokoknya kerja sebaik mungkin..biar semua orang yang kerjasama denganku puas...peduli amat dengan divisi lain..(biar Boss dan Big Boss aja deh yang ngurus..)
Read More..

Kamis, November 13, 2008

Bahasa telepati...

Semenjak insiden kecup dan cium yang gagal, aku ga lagi melakukan ritual kecup saat berpisah...cuma cium tangan...ya...sedikit ngambek tanpa perkataan..kupikir suamiku akan notice dngan perubahan itu..tapi ternyata emang bener bahwa laki-laki itu ga akan mengerti bahasa sindiran..jika ingin sesuatu ya ngomong aja jangan pakai bahasa telepati, berharap suami akan ngerti...karena ga bakalan deh..

Ditambah lagi sudah berminggu-minggu ini kami ga pernah pulang bersama (tiap malam lembur sampe jam 12an) jadinya ga sempat ngobrol sama sekali. Sabtu pagi seperti biasanya aku suka tidur lagi sampai siang (sebenarnya ga siang-siang amat sih..paling setengah delapan maksimal) dan karena pas weekday terasa capek banget maka sabtu itu tidurku nyenyak dan tiba-tiba terbangun dengancara yang ga enak...dan suamiku yang membangunkan dengan ga enak itu. Jadi tambah sedih deh..udah mau cium ditolak..eh..dibangunin dengan ga enak..maka sukseslah bangun tidur itu dengan perasaan nelangsa.

Maka acara ngambek pun berlanjut (tetap dengan ngambek tanpa perkataan, harapannya sih dengan diem aja suami bakal ngerti..). Ditambah lagi pas minggu sore ada masalah dengan gas di rumah yang habis dan ga ada upaya apa-apa dari suamiku membuat acara ngambek menjadi bertahan lama... Dan sekali lagi bahwa "janganlah menggunakan bahasa telepati jika ingin berkomunikasi dengan suami" sangat ditekankan..karena ngambekku itu ternyata tidak dihiraukan sama sekali oleh suamiku...

Suamiku malah menganggap aku tidak melakukan kewajibanku sebagai istri karena dia merasa sebagai bujangan yang sendiri ga ada perhatian sama sekali dari istrinya....weleh-weleh..aku yang ngambek pengen diperhatiin malah dianggap ga merhatiin suami...gini deh..makanya komunikasi lisan...jangan pakai bahasa telepati.. Tapi tetep, sampai tadi malam pengennya suamiku notice bahwa ada yang kuinginkan..tapi karena beliau ga ngerti-ngerti..akhirnya sadar diri bahwa mesti ngalah pake lisan dan akhirnya kirim sms deh (secara beliau masih lembur juga ga pernah sempat ngobrol)...

Sampai saat ini masih belum ada tanggapan tapi hatiku sudah tenang (sebelumnya..resah banget setiap hari..ga enak makan..ga bisa fokus kerja..), seenggak-enggaknya beliau sudah membaca apa yang aku permasalahkan.. mengenai hasilnya gimana..ya nunggu ngobrol dulu...(kalau ada waktu....)

Kapan ya ada waktu..?

Read More..

Selasa, November 11, 2008

Tema Bulan Ini...Tibalah Pernyataan Itu

Jumat sore waktu jemput Detya di TPA:
"Bunda, aku mau pakai jilbab...aku harus menutup auratku"

Gedubrak deh....bener-bener sesuai prediksi, minggu kemarin setelah dapat tema bulan ini dalam seminggu pasti ada reaksi dari anak-anakku dan Detya mengawalinya. Untung saja bukan pertanyaan yang masih kucari jawaban elegannya..tapi pernyataan bahwa dia mau menutup auratnya.

Fiuh....waktu mau kutanya kenapa rupanya pikirannya sudah teralihkan dengan hal yang lain jadi pembicaraaan stop untuk sementara. Sampai di mobil pernyataan itu muncul lagi dan entah kenapa teralihkan oleh hal yang lain. Tapi aku sudah bersiap menuruti apa maunya, pasti dia akan minta dibeliin kerudung.

Dan benar, hari minggu ketika jalan-jalan mau beli sepatu untuk anak-anak, Detya minta dibeliin kerudung...dari berbagai macam kerudung, dia minta semuanya..tentu saja ga bisa kami kabulkan (duitnya ga cukup) dan ga membiasakan untuk memenuhi semua permintaan dalam satu waktu. Selalu negosiasi..biar dia ga terbiasa berpikir bahwa apapun dan kapanpun dia minta sesuatu maka akan selalu terpenuhi...belajar membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan.

Maka saat itu juga, kerudung yang dibeli langsung dipakai walaupun ga matching, pake celana sedengkul dengan kaos biasa tapi berkerudung..yang penting dia senang.

Tapi ada satu yang bikin aku ga habis pikir...ketika lewat di toko pakaian renang detya langsung minta baju renang yang two piece itu...yang model bikini...sudah lama dia menanyakan model yang begini padahal sudah kubelikan baru yang terusan dengan rok pendek.. Dulu dia punya yang begitu dan senang sekali dia pakai, tapi karena punya yang baru maka baju renang itu turun ke kakak sepupunya.. Nah..sekarang walaupun dia minta kerudung untuk menutupi auratnya..dia tetap ngeyel minta pakaian renang yang bikini itu...

Apa ya yang ada di pikirannya?
Read More..

Jumat, November 07, 2008

D World Need Indonesia

Aduh..barusan baca email dari milis angkatanku dan jadi bersemangat oiy...Kita harus mengambil hikmah dari email ini

Ayo...bersemangat bersama-sama untuk menjadi yang lebih baik

Berani dan Bernyali utk mengembargo diri sendiri ?
Selamat Membaca dan Mari Mengembargo diri sendiri !!
>>

Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

" Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia"

"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world"

"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"

" Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? Apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia , ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China . Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo.. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."
(regard, ABU HANA)


Waaah..jadi merinding bacanya...setidak-tidaknya mulailah dari diri sendiri untuk selalu cinta buatan Indonesia... Mari Meng-Embargo Diri Sendiri...!!
Read More..

Survey Membuktikan....

Sebenarnya bukan survey secara langsung tapi rata-rata jawaban atas sebuah pertanyaan dalam sesi ice breaking pada saat training di Singapore kemaren.

Keinget pernyataan ini juga karena ga sengaja, tadi baca situsnya Jamil Azzaini dengan artikel Rinduku, jadi keinget deh hasil jawaban rata-rata ini.

Waktu itu ada beberapa pertanyaan salah satunya adalah:"Apakah Anda menghabiskan waktu sedikitnya sejam sehari dengan orang-orang tercinta anda? Jika ya duluan mana, dengan pasangan atau dengan anak terlebih dahulu?" Maka jawaban rata-rata untuk pertanyaan kedua adalah:
Laki-laki: dengan anak-anak dulu baru dengan istri
Perempuan: dengan suami dulu baru dengan anak-anak


Jadi emang pada dasarnya laki-laki dan perempuan punya pandangan yang beda terhadap sesuatu..(you know..men are from mars and women from venus)
Dan cerita Pak Jamil dalam situsnya itu menegaskan hasil rata-rata jawaban pertanyaan tersebut. Jawabanku sendiri waktu itu adalah bahwa aku melakukannya bersama-sama, tidak ada yang didahulukan. Karena aku membayangkan situasi di mobil baik saat berangkat atau pulang (hmmm second thought..kayaknya emang lebih mendahulukan anak deh..secara kalo ngobrol..anak-anak ga mau disela sama sekali...jadi aku dan suamiku seringkali ga bisa ngobrol apapun).


Tapi kupikir-pikir lagi, kalau dirumah suamiku yang sering kudahulukan. Misalnya ketika nyiapin sarapan pagi selalu suamiku yang kutanya duluan apa yang dia maui..baru kemudian anak-anak (dan suamiku selalu protes..."jangan mikirin aku dulu ah, yang penting sarapan anak-anak dulu").
Waaaaah..berarti emang benar hasil survey itu ya..?
Jadi sebenarnya apa ya yang ada dipikiran para Bapak-Bapak tentang istrinya...?

Kalau aku pribadi, kenapa selalu suami yang kutanya dulu adalah karena kuanggap dia adalah Rajaku...jadinya..My King first then my assets...(anak kok dibilang aset..)

Eniwei...biarpun para suami lebih mendahulukan anak-anaknya, yang penting masih ada sedikit tempat buat istrinya...jangan sampai masih kalah ama pekerjaaan dan olahraga...(Cape dreh...kayaknya ini berlaku buatku..secara saat ini adalah waktu pembahasan dan suamiku lembur terus...kalah deh ama pekerjaan)
Read More..

Air Kacang Hijau

Setiap pagi, hal pertama yang kulakukan setelah bangun tidur adalah masak air buat mandi pagi anak-anak dan ngrebus kacang hijau untuk bekal minum anak-anakku pas di sekolah. Setelah itu baru yang ngerjain lain-lainnya (parah ya...bahkan belum cuci muka udah ngisi air di panci..).

Rebusan kacang hijau itu pertama kali diminta suamiku pertengahan tahun lalu ketika anak-anak mulai sekolah. Karena kupikir bagus juga untuk tambahan protein nabati anak-anak maka dengan senang hati tiap pagi kusiapkan air rebusan itu untuk bekal anak-anak. Anak-anak pun menyukai karena mereka pikir itu teh manis, dan selanjutnya mereka menyebutnya teh kacang hijau.

Yang menjadi masalah adalah semenjak tahun ajaran baru ini mereka jadi jarang banget minum bekal susu kotak mereka. Teh kacang hijau selalu habis, tapi susu ga keminum. Bukankan mereka sedang daalam masa pertumbuhan jadi susu untuk kalsium masih sangat dibutuhkan. Kupikir mereka bosan dengan rasa susu, maka segala jenis susu aku coba dan reaksinya masih sama. Tapi kalau susu kental manis mereka masih semangat. OKlah..biar kandungannya lebih banyak manisnya...asal masih ada unsur susu maka kupenuhi kalau mereka minta susu di rumah.

Minggu lalu pas hari kamis, karena agak kesiangan bangun maka ga sempat lagi masak kacang hijau dan hanya ada susu di tas anak-anak (dan snack tentunya). Hasilnya ketika ngecek tas pas pulang sekolah...susunya diminum..!! Langsung aja besoknya sengaja ga bikin rebusan kacang hijau itu..dan susunya selalu diminum... senengnya...

Jadilah minggu ini ga ada rebusan kacang hijau.. Tapi bagaimana tanggapan Detya? Hari Rabu dia protes berat..sampe nangis-nangis.. Dia bilang bahwa dia sudah ga suka susu lagi..susu hanya untuk bayi dan dia bukan bayi lagi. Detya maunya hanya teh kacang hijau buat bekal minumnya... Berulang-ulang dia mengatakan itu dengan tangis yang sengaja dibuat keras. Kalau tangisan model begini sih...mesti bisa membujuk biar dia tetep mau minum susunya. Maka kami pun bikin perjanjian (termasuk javas) kalau hari kamis akan dibekalin teh kacang hijau dan susu. Tapi kalau susu ga diminum maka teh kacang hijau ga ada lagi.
Hasilnya Kamis kemaren susu habis dan teh kacang hijau juga habis. Sekarang tinggal lihat konsistensi mereka untuk hari-hari selanjutnya.

Tapi yang bikin bertanya-tanya..sebenarnya sampai kapan sih wajib minum susu? Tadi pagi malah minta dibekalin buavita aja..(karena denger iklan fruitarian itu lo..).
kalau diskusi dan perjanjian kemaren sih..wajib minum susunya sampai umur 10 th. Dalam hatiku sih...secara keuangan keluarga..kalau sudah kurang susunya malah bisa meringankan tuh... (dasar emak-emak ga mau rugi..)
Read More..

Kamis, November 06, 2008

Daddy's Little Girl

Barusan baca ulang Sang Pemimpi dari Andrea Hirata dan air mataku menetes lagi ketika sampai di Mozaik 12 Sungai Lenggang. Di awal buku, Andrea mendedikasikan buku ini untuk ayahnya.."Ayah juara satu seluruh dunia" dan di bab itu cerita tentang semangat belajar Ikal yang menurun dan mengakibatkan rangkingnya turun dari 3 menjadi 75 dan hal yang sangat disesali Ikal adalah membuat ayahnya kecewa (walau sang ayah tidak pernah menunjukkan ekspresi apapun).

Jadi ingat dengan bapakku sendiri dan betapa sayangku pada beliau. Rasanya bahwa anak perempuan itu selalu jadi anak kesayangan ayah itu berlaku padaku. Makanya ketika anak pertamaku perempuan aku sangat berharap dia bisa dekat dengan ayahnya. Tapi harapanku sepertinya susah menjadi kenyataan. Detya dan ayahnya rasa-rasanya ga akan bisa dekat. Mereka seperti berbeda arah... Suamiku sangat demanding bahkan terhadap anak-anaknya dan seringkali Detya tidak memenuhi harapan beliau sehingga suamiku lebih sering bermain dengan anak-anak lelakinya. Dan Detya sendiri karena sering tidak memenuhi harapan ayahnya lebih memilih dekat padaku karena aku selalu bisa menerima apapun pencapaian dia.

Rasanya sedih sekali bahwa kekaguman yang kurasakan pada bapakku dan penghormatan yang bapak berikan padaku tidak terjadi pada Detya dan ayahnya. Ingin aku memperbaiki keadaan ini dengan memberi masukan pada suamiku mengenai bagaimana berhubungan dengan anak perempuan. Maklum saja, suamiku adalah 3 bersaudara yang semuanya cowok dan hubungan beliau dengan ayahnya biasa saja. Suamiku cenderung sebagai anak ibu daripada anak bapak. Dan yang beliau tau tentang ibunya adalah perempuan mandiri yang bisa melakukan apa saja. Sehingga harapan ideal tentang seorang perempuan ya sosok ibunya itu.

Ah..aku sendiri yang sudah hampir tujuh tahun menikah masih belum memenuhi kriteria itu apalagi anak perempuannya yang baru akan berumur 6 tahun. Harapan yang terlalu tinggi untuk dibebankan ke anak seumur itu.

Lebaran kemarin, Bapakku memperhatikan ketidakdekatan Detya dengan ayahnya dengan menanyakan kondisi sehari-hari kepada adikku...tanggapan bapakku sungguh jawanisme sekali..."mungkin weton lahir mereka sama, jadinya seperti itu..ga akan pernah akur". Sebagai bukti adalah ibuku dan adikku pas, mereka punya weton yang sama dan mereka ga pernah akur..tiap hari ada aja yang diperdebatkan dan dua-duanya ga ada yang mau ngalah..tapi mereka berdua saling memikirkan satu sama lain jika tidak sedang bersama.

Lalu aku tanyakan ke suamiku apa wetonnya dan apa weton detya..tapi dia ga tau..dan kuceritakan juga tentang dugaan ayahku itu dan beliau hanya ketawa.. dan tetap ga mau mengakui ketidakdekatannya dengan detya..beliau beralasan karena Detya yang ga mau dekat dengan ayah dan lebih suka ke bunda...jadinya kayak ayam ma telur..siapa yang duluan merasa ga dekat..

Gimana ya biar Detya bisa merasakan gimana enaknya jadi Daddy's Lil Girl..
Read More..

Selasa, November 04, 2008

Suamiku Sayang..

Pagi ini rasanya aneh deh... semalem kami ga pulang karena aku ada konsinyering. Jadi pagi ini setelah nganter anak-anak maka aku turun di dekat gerbanng depan..seperti biasa pas aku turun dan pisah seperti ini, aku cium tangan dan kecupan kecil di bibir..(maksudku biar rasa semriwing itu tetap ada)..dan pagi ini karena kami pisahnya di gerbang depan maka aku pengen nambah dengan sedikit ciuman (tau kan bedanya kecup dan cium). Tau ga gimana respon suamiku?

Beliau menolak dan waktu kubilang untuk memelihara rasa, beliau menjawab.."tidak harus dengan itu kalau maunya memelihara rasa..". Deg.... hatiku rasanya langsung hilang...tiba-tiba langsung kebayang apa kata-kata selanjutnya yang ga akan diucapkan suamiku...dan itu membuat perasaanku ga enak. sampai sekarang masih terasa ga enak...

Ya karena aku tau bahwa suamiku belum ikhlas menerima aku apa adanya..bahwa menurutnya aku masih bisa lebih lagi dalam berubah menjadi seperti yang beliau inginkan...rasanya sedih banget...apa yang selama ini aku usahakan masih belum ada artinya...masih dianggap kurang...

Kalau sudah begini maka rasa ikhlasku terhadap beliau menjadi sedikit teracuni...
artinya jika sebelumnya aku sudah memilih bahwa apapun yang dipikirkan suamiku aku akan tetap ikhlas dengan hanya memberi tanpa meminta kesetaraan, tanpa meminta..rasa saling.. Tapi dengan tuntutan suamiku yang terucap maka dihatiku terbersit lagi keinginan untuk "saling" itu...(berat banget sih untuk cinta tanpa syarat).

Jika sudah mulai teracuni lagi seperti ini maka yang bisa kulakukan adalah buka-buka situs inspirasiku...bagaimana mengumpulkan EPOS (energi positif)..bukan ENEG (energi negatif). Dan dengan membaca-baca lagi kisah-kisah disitu, hatiku menjadi tenang kembali. Sudahlah..apa salahnya jika nanti suamiku ingin aku menjadi begini atau begitu, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya..itung itung memperbanyak EPOS. Toh yang beliau minta padaku adalah hal-hal yang memang bagus...(cuman syusyahnya itu..)

OK...aku harus tetap ikhlas....jangan datang hei racun-racun pikiran...
Suamiku sayang...aku cuman ingin mencintaimu tanpa syarat apapun...
Read More..

Senin, November 03, 2008

Tema Bulan Ini...Pakaian untuk Menutup Aurat

Aduh..tadi udah nulis seabreg ternyata ga kesimpen...terpaksa harus ngulang lagi nih... Padahal udah harus berangkat konsinyering..Besok aja deh lanjutannya..

Eh..ini dia lanjutannya (kayaknya beda ama yang udah kutulis kemaren..tapi poinnya sama ding)

OK, hari sabtu kemarin adalah pertemuan komite sekolah dan kami sekeluarga berangkat bersama (maklum adik masih belum balik dari nengok ibu yang dirawat dan aku ga ada pengasuh). Pas absen dan dapat materi bulan ini aku langsung speechless...temanya ya itu tadi "Pakaian untuk menutup aurat" lengkap dengan ayat-ayat yang mendukung dan apa saja yang akan diterangkan mencakup semua aspek tentang pakaian...

Hmmm....mungkin ini lanjutan dari pengumuman sebelum puasa kemaren bahwa bagi muslimah yang menjemput anak-anaknya harus tertutup semua auratnya.. Waktu itu sempat shock karena selain masalah pemakaian kerudung juga mengenai model pakaian yang tidak menyerupai laki-laki dan tidak ketat di badan....Sebenarnya kalau menilai diri sendiri sih...hanya kerudung aja yang ga kupakai..tapi pakaianku selalu celana (dan aku merasa apakah ini yang dimaksud dengan tidak menyerupai laki-laki..makanya waktu itu sempat libut ngantar jemput anak-anak). Eniwei setelah diskusi ama m devi..akhirnya kuputuskan bahwa biar aja pakai celana yang penting ga ketat dan pake keurdung (biarpun cuma kerudung lilit).

Satu hal yang menjadi pikiranku adalah bagaimana aku menjawab ketika anak-anakku nanti bertanya masalah ini..mungkin minggu depan setelah mereka mendapat materi ini secara penuh. Kalau selama ini mereka tidak pernah mempermasalahkan apakah aku pakai kerudung atau tidak..dan ketika pas pengumuman itu aku sempat tidak mau menjemput karena ngerasa ga enak, Javas malah menenangkan hatiku dengan berkata "Gapapa kok Bunda...Bunda masih kelihatan cantik walau ga pake jilbab"...(langsung melayang deh rasanya..) Tapi pernah juga ketika kami melihat ada perempuan memakai rok mini dan dengan bercanda kutanya Javas.."Bunda boleh ga pakai rok segitu?" Javas dengan enteng menjawab..."Boleh aja Bunda..tapi Bunda ga usah jemput aku ke sekolah ya.."...(Gubrak deh)

O ya..mengenai jawabanku itu..kalau mau jujur (dan ini ga mungkin kujawab buat anak-anakku) jawabanku adalah karena belum siap (klise banget dreeeh..). Dulu waktu kuliah aku pakai jilbab dengan baju yang longgar banget (tapi bukan jubah begitu..tapi kerudungku cukup lebar..bukan yang mini-mini model sekarang ini) sampai aku lulus kuliah... tapi pas lulus dan mulai kerja di sini aku putuskan untuk ga pakai lagi...karena patah hati (ehem..ehem...ga mutu ya) dan merasa perilakuku yang pecicilan ini ga pantes banget dengan kerudung, sehingga nekat ga pakai lagi. Sampai sekarang aku juga masih belum siap..sekali lagi karena aku merasa masih pecicilan jadi ntar malah memalukan bagi para pemakai kerudung.

Sedapat mungkin dan semaksimal mungkin aku selalu berusaha menutup auratku (tanpa kerudung tentunya) dan ga mungkin juga pakai baju ketat secara bodi juga udah kemana-mana ga ada yang bisa ditunjukin lagi...jadi menurutku cara berpakaianku juga tidak mengundang...(malah mengundang orang buat ngelempar pakai batu kaleee).

Enihau...aku belum nemuin jawaban yang elegan nih buat anak-anakku...semoga saja mereka ga ..tanya kenapa...


Read More..