Rabu, Februari 22, 2012

Askes Center

Pengalaman mengurus Detya dirawat inap maka sebagai PNS yang punya ASKES maka langkah pertama ketika harus rawat inap:

CARI INFORMASI DI ASKES CENTER 
JANGAN MENGANDALKAN INFORMASI DARI PETUGAS RUMAH SAKIT

Jika memang tidak ada ASKES CENTER di Rumah Sakit tersebut, maka bisa mengajukan klaim perorangan dengan prosedur yang bisa dibaca di “Buku  Petunjuk Layanan bagi Peserta Askes Sosial”


Informasi seperti ini, jika belum pernah mengalaminya sendiri, memang tidak akan mudah diketahui.  Akibatnya biaya rawat inap Detya lalu, terpaksa ditanggung sendiri karena ketidaktahuan itu.  Dan jumlahnya cukup lumayan.

Seandainya saja waktu itu sudah mengetahui tentang ASKES CENTER, tentu manfaat ASKES seperti yang aku alami tahun lalu bisa kami dapatkan.

Mengenai Wisam sendiri, mengingat dia adalah anak ketiga dan ga ditanggung ASKES..banyak-banyaklah ikut asuransi yang juga mencakup biaya rawat inap.  Walaupun tidak 100% diganti, setidaknya cukup untuk mengganti biaya kamar yang sekarang ini ternyata semakin mahal saja...setara sama nginep di hotel.

Read More..

Kamis, Februari 16, 2012

Teruntuk Suamiku Tersayang

Dulu aku berpikir bahwa bahagia itu adalah mendapatkan apa yang aku inginkan.  Apalah gunanya menahan perasaan dan merasa sedih kalau tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.  Mestinya ya harus berjuang sekuat mungkin sampai mendapatkan keinginan itu.  Itulah yang dulu kuanggap sebagai definisi BAHAGIA….tapi sepanjang waktu..yang terbanyak yang aku rasakan adalah justru rasa sedih karena tak kunjung mendapatkan apa-apa yang aku inginkan…

Lalu seiring waktu..walau engkau tak menunjukkan padaku secara langsung… engkau membuatku memahami bahwa kebahagiaan itu bukanlah seperti yang selama ini aku percaya… Engkau membuatku tahu bahwa BAHAGIA itu adalah menerima apa-apa yang sudah kudapatkan…
Tak usahlah bersedih atas apa yang tidak bisa didapatkan, namun bersyukurlah atas apa yang sudah didapat..

Maka aku bersyukur bahwa Engkau, Suamiku sayang, telah bersabar menghadapiku…menungguku mengerti sendiri bagaimana mencapai kebahagiaan yang sebenarnya… membiarkanku berkembang dengan sendirinya tanpa pernah meminta aku berubah…karena engkau tahu bahwa berubah karena paksaan tak akan pernah bertahan lama…tapi berubah karena memang berkembang…akan selalu menjadi bagian dari diri sendiri..

Aku bersyukur bahwa Engkau, Suamiku sayang, begitu bersemangat untuk menjalin kasih yang baik dengan anak perempuanmu yang sangat manja itu…  Aku tahu kemanjaan anak gadismu itu sebenarnya tidak membuatmu nyaman, tapi tetap saja kau sambut dia dengan kesabaranmu.

Aku bersyukur bahwa Engkau, Suamiku sayang, benar-benar memahami bagaimana menghadapi dua anak laki-lakimu yang bertolak belakang sehingga mereka sama-sama mendapatkan yang terbaik dari perhatianmu.

Aku bersyukur bahwa Engkau, Suamiku sayang, begitu menghormati orang tuaku dan menyayangi saudara-saudaraku walaupun tak banyak kata kau ucapkan untuk itu…cukup perhatian yang tulus dan kemudahan-kemudahan yang kau upayakan untuk mereka.

Aku bersyukur bahwa Engkau, Suamiku sayang, benar-benar bekerja sepenuh hati dan pikiran demi untuk membuat kami semua nyaman dan bahagia… Tak apalah sampai saat ini rumah idaman masih belum kita dapatkan karena engkau hanya menginginkan yang terbaik saja untuk kami.  Aku yakin, saat nanti kita benar-benar mendapatkan tempat tinggal maka itu akan menjadi rumahku istanaku….tempat kita mendapatkan masa-masa yang lebih indah…

Sungguh, 10 tahun kebersamaan kita ini membuatku menjadi orang yang jauh berbeda dibanding saat sendiri dulu…

Maafkan aku..jika kau rasa seringkali kadang-kadang sikap egoisku masih saja muncul dan menyusahkan hatimu…  Percayalah bahwa momen seperti itu hanya rajukan sesaatku dan bersabarlah menghadapinya…  Yakinlah bahwa pada saat itu, sebenarnya jauh di dalam hatiku..aku menyadari bahwa tak patut lama-lama kupelihara sikap egois itu… 

Sungguh bagiku Engkau adalah Garwoku…sigaring nyowoku… Read More..

Jumat, Februari 03, 2012

Boneka Yoyo dari Cemprut


Jauh sebelum ulang tahunnya, Detya sudah bilang kalau dia ingin mengajak teman-teman dekatnya untuk main ke rumah.  Tapi ternyata teman sekolahnya merasa rumah kami ini kejauhan.  Jadi aku mengusulkan agar bisa piknik bersama di Lapangan Banteng.  Toh lokasinya sama saja dengan berangkat sekolah, nanti bikin acara permainan yang semarak saja disana dan untuk makanan kan bisa pesan delivery. Suamiku inginnya di Monas, tapi kan Monas terlalu crowded.  Rasanya jadi kurang spesial.

Tapi Detya sendiri sama sekali tidak tertarik dengan ide piknik itu.  Akhirnya dia memilih untuk mengajak teman-teman TPAnya saja yang pasti mau berkunjung ke rumah.  Tetap saja, ide mengundang orang ke rumah itu membuat suamiku agak-agak ragu.  Menurut suamiku, rumah kami ini sangat tidak layak untuk dipakai menjamu orang lain...hehehehe.  Sampai hari terakhir, aku masih belum mendapat persetujuan dari suamiku.  Banyak yang jadi pertimbangan beliau, acaranya apa sehingga orangtuapun bisa terlibat, makanannya gimana, kan kami ga punya peralatan makan untuk banyak orang. Bagaimana kalau anak-anak nanti bosan, dan sebagainya, dan sebagainya.  Ah..padahal yang diundang hanya dua keluarga saja.

Pada akhirnya, pas hari ulang tahun Detya itu, dua keluarga itu memang ada undangan walimahan di daerah Kedoya yang cukup dekat dengan rumah kami.  Jadi seandainya kami ajak langsung ke rumah, juga tidak terlalu memberatkan.

Maka hari Sabtu itu, setelah agak memaksa suami, kami sepakat untuk mengajak teman-teman kami itu ke rumah (siapa lagi kalo ga keluarga Mbak Devi dan Mbak Riri).  Jadi hari minggu itu kami mengadakan main bersama di rumah.  Agendanya bikin boneka yoyo, yang bukunya sengaja kubeli untuk bikin bersama Detya (ternyata buku itu ketlisut entah kemana, jadi kami hanya mengandalkan tutorial Dragonfly yang ada di blog Cemprut)

Waaah...ternyata walaupun intinya hanya gunting dan jahit kainnya dengan jahitan jelujur, rumit juga membuat boneka yoyo ini.  Sebentar saja, anak-anak sudah bosan dan akhirnya main sepeda dan waveboard di luar.  Tinggal ibu-ibu yang terpaksa menyelesaikan boneka ini.  Hasil akhirnya adalah 3 boneka dragonfly yang sudah jadi untuk masing-masing keluarga, dan satu lagi berupa bahan-bahannya saja yang siap untuk dikerjakan di rumah.

Jadi menurutku pribadi, mengundang teman untuk bermain bersama itu sebenarnya tidak sulit, main di luar selalu jadi solusi yang paling ampuh untuk mengatasi kebosanan.  Sedangkan urusan makan, selalu ada delivery yang sangat membantu, ga punya perlatan makan yg cukup pun bisa teratasi.  Daaaan...siapkan kupon-kupon diskon yang membantu misalnya kue-keu kering untuk cemilan atau delivery Pizza Hut yang akhirnya jadi murmer...

Mengenai boneka yoyo tadi, aku sungguh penasaran untuk mencoba bikin satu lagi, tapi bukuku masih juga belum ketemu.  Maka mengandalkan foto yang ada di Blog Cemprut, maka mencoba bikin jerapah.

Huhuhuhu...masih belum puas.....gambar aslinya kan gini
sumber dari sini

Kenapa jerapahku lehernya jadi letoy gitu yaaaaa.....

Mau coba sekali lagi, semoga bisa bagus.. Read More..