Selasa, Januari 31, 2012

Detya - 9 tahun

ki - ka : Nov 2006 - Juli 2011

Tanggal 15 Januari lalu Detya berulang tahun yang kesembilan.  Tak terasa, Detya sudah jadi anak gadis yang mandiri...yang membuatku bersyukur bahwa aku punya anak perempuan.  Anak yang bisa menjadi tambatan hatiku, teman kecilku, asisten pribadiku, teman ngobrolku, kebanggaanku, dan yang paling utama...jadi anak gadisku....

Membicarakan Detya ga akan pernah bisa membuatku berhenti, prestasi sekolahnya, pujian dari gurunya, mandiri sekaligus manjanya, pengertian sekaligus rajukannya, dan selera pribadinya yang berbeda 180 derajat dari seleraku.

Coba bayangkan, waktu aku kecil dulu, aku selalu ga suka pilihan baju dan sepatu ibu untukku yang tidak jauh dari bling-bling dan monte kerlap-kerlip.  Tapi aku ga bisa menolak pilihan itu.  Apa yang terjadi sekarang, saban kali cari baju atau sepatu untuk Detya, arah pilihan Detya selalu yang bling-bling berkerlap-kerlip disana sini.

Waktu kecil dulu, aku selalu menangis saat Ibu mengeriting dan mewarnai rambutku dengan alasan agar nampak lebih tebal dan hitam.  Sungguh aku ingin punya rambut lurus begitu saja..atau rambut alamiku saja ini.  Apa yang diinginkan Detya?  Dia ingin mengeriting rambutnya biar bisa ikal bergulung-gulung cantik seperti rambut sepupunya atau salah satu temennya....oh..my..

Makanya, sekarang ini Detya sungguh cocok dengan Mbah-utinya...seleranya sama...

Sudahlah...selera pribadi itu bagiku justru menunjukkan bahwa dia sudah punya keinginan sendiri yang tidak terpengaruh dengan apa yang jadi keinginan orang tuanya....personal signature lah...

Pembeda situasinya adalah..dulu aku ga akan pernah berani mempertanyakan keputusan ibuku terhadap outfitku maupun model rambutku... sedangkan sekarang Detya tetap mendapat pilihan atas apa yang menjadi keinginannya...  Tentu saja teknik negosiasi sangat berperan disini...artinya bagaimana caranya agar Detya tidak terlalu berkelap-kelip dan juga tidak sampai merubah bentuk rambutnya....

Waaah..jadi orangtua jaman sekarang sungguh susah kawan...


Jadi Detya anakku sayang..  Selamat Ulang Tahun yaaa...Semoga Allah SWT memunculkan semua kualitas terbaikmu dan semoga kami, orangtuamu ini...selalu dipercaya Allah SWT untuk menjadi fasilitas munculnya dirimu yang terbaik itu... Kasih sayang kami selalu untukmu...


Dari Abu Harairah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda :"Barangsiapa diantara kalian mempunyai tiga orang anak gadis lalu ia sabar merawatnya dalam keadaan susah dan senang, maka Allah akan memasukkan dia sorga berkat kasih sayang orang itu kepada ketiganya", lalu seseorang bertanya:"Bagaimana dengan dua wahai Rasulullah?", beliau menjawab "Demikian juga dengan dua", lalu orang itu bertanya lagi: "Bagaimana dengan satu wahai Rasulullah?" beliau menjawab "Demikian juga dengan satu" (H.R. Ahmad)
Read More..

Senin, Januari 30, 2012

Seri Rumah Kecil - Laura Ingalls Wilder


Waktu SMP dulu, aku pernah baca salah satu buku Seri Rumah Kecil karangan Laura Ingalls Wilder.  Itu looo, yang film serinya pernah ditayangkan di stasiun TVRI saat aku masih SD dulu.  Saat baca novelnya itu, aku benar-benar terkesan dengan jalinan ceritanya, namun apalah daya..buku pinjaman itu hanya 1 dan aku tak pernah tau bagaimana kelanjutan dari cerita itu.

Buku yang aku baca adalah Rumah Kecil di Padang Rumput, yang menceritakan pengalaman Laura ketika mencari lokasi tempat tinggal yang cocok, dan kemudian membangun kehidupan dari nol.  Sayangnya di akhir cerita, rumah itu tetap tidak cocok untuk jadi tempat tinggal permanen, sehingga mereka harus berpetualang lagi.  Bisa dibayangkan kan, kalau aku sangat penasaran dengan kelanjutannya.  Aku tidak tau, film seri yang ada di TVRI itu mengacu pada buku yang mana.  Makanya aku penasaran sekali dengan seri buku ini.

Nah, sudah lama aku mencari-cari di toko buku tapi tak pernah menemukan satu seri yang lengkap.  Kalaupun ada, hanya seri saat Laura sudah dewasa.  Padahal yang ingin kubaca adalah saat Laura masih anak-anak, berpetualang bersama Ma dan Pa-nya.  

Waktu punya voucher kemarin, sempat beli Pengelana Rumah Kecil, tapi belum sempat kubaca. Lalu, hari selasa minggu lalu, coba browsing di Google dan berakhir di salah satu thread Kaskus JUAL : Buku Seri Laura Ingalls.  Pertama sempat ragu untuk beli karena yang aku butuhkan hanya seri Laura Ingalls saja, sedangkan thread ini menjual semua seri Rumah Kecil sebanyak 21 buku (second hand).  Apalagi aku sudah punya Pengelana Rumah Kecil.  Tapi ketika tanya harganya dan lihat penampilan foto yang ada di thread itu, aku putuskan untuk membelinya.

Dan pagi ini, buku itu sampai dan kualitas bukunya sangat bagus.  Sepertinya baru sekali baca, walaupun ada yg sudah dekil (kebetulan buku dekil itu adalah Rumah Kecil di Padang Rumput), tetap saja aku puas dengan koleksi bukuku ini...(dalam hati aku bertanya-tanya, apakah yang jual ini tidak menyesal menjual buku yang susah dicari ini dengan harga segitu?)

Jadi teman-teman...mari mulai membaca...


Gambar dari sini

Keterangan Gambar:
Atas : ki - ka : Seri Charlotte Tucker (Nenek Laura) - Seri Caroline Quiner (Ibu Laura)
Bawah : ki - ka : Seri Rose Wilder (Anak Laura) - Seri Laura Ingalls
Read More..

Narnia


Akhirnya, pesanan box set Narnia sudah ada dan harganya pas dengan sisa voucher Deal Keren - Gramedia waktu itu.

Maksud hati beli ini adalah agar anak-anakku tertarik untuk mulai baca buku tebal dengan tulisan kecil.  Aku ingat sekali bahwa minat bacaku tumbuh saat kelas tiga SD dan membaca biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang bukunya segede bantal.  Buku gede itu sama sekali tidak mengintimdasiku karena ceritanya sangat menarik dan membuatku betah baca buku itu sampai selesai.

Sekarang Detya sudah kelas tiga...tapi semua buku cerita tipis-tipis nampaknya tidak membuatnya tergugah untuk serius baca...  Adakah ide untuk merangsang nafsu baca anak-anak?

Saat ini, yang aku lakukan adalah membacakan cerita itu kata-per kata, dengan intonasi yang bisa menggambarkan betapa menariknya cerita itu.  Rupanya mereka sangat tertarik dengan bacaanku itu, dan betah mendengarkan berlama-lama.  Hanya saja mulutku rasanya jadi sariawan gara-gara kelamaan baca keras.  Nah, saat cerita sudah mulai intens, aku menghentikan bacaanku dan menunggu reaksi mereka.

Detya dan Javas, bahkan Wisam jadi kecewa ketika aku berhenti.  Mereka menuntut dibacakan.  Namun, aku menyarankan agar jika mereka sangat berminat mengetahui kelanjutannya, silahkan baca bukunya sendiri....  heheheh...ternyata cara itu lumayan manjur.  Detya langsung mencoba saat itu juga untuk meneruskan membaca sendiri.  Sedangkan Javas hanya tersenyum dan memintaku untuk melanjutkannya lain kali.

Well...ternyata Detya tidak bertahan lama, hanya selembar bolak-balik dia baca kemudian berhenti dengan alasan pusing kalau baca di mobil.  Untuk Javas sendiri, dia mencoba membacakan buku cerita bergambar untuk Wisam yang hanya terdiri dari satu dua kalimat setiap lembarnya.  Dari bacaannya itu, maka kuputuskan untuk meneruskan membaca keras untuk anak-anak.  Bacaan Javas masih susah cepat dan lancar.  Tapi aku sangat berterima kasih atas usahanya membaca cerita untuk adiknya.

Saat ini, dengan baca keras sedikit demi sedikit...aku sangat mengharapkan...pelan-pelan..nantinya minat baca mereka akan tumbuh sendiri..
Read More..

Kamis, Januari 12, 2012

Penerbangan Banyuwangi - Surabaya

Lebaran lalu seharusnya kami hanya berlebaran di Kediri, tapi karena ternyata cutiku lebih lama dibanding suamiku, maka sisa waktu aku habiskan di Banyuwangi. Suamiku mengijinkan dengan catatan, kepulangan kami ke Jakarta harus sudah disiapkan.

Tiket Surabaya - Jakarta memang sudah kami siapkan jauh-jauh hari sebelumnya namun perjalanan Banyuwangi - Surabaya masih belum pasti. Maka diputuskan bahwa aku dan anak-anak akan mencoba jalur penerbangan baru Banyuwangi - Surabaya.

Alhamdulillah, dari 4 tiket yang kami beli 3 diantaranya mendapat harga promosi jadi lumayan hemat. 


Penerbangan Banyuwangi -Surabaya ini sebenarnya sudah cukup lama yaitu dimulai pada tanggal 29 Desember 2010 dengan pembukaan penerbangan pertama diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur. Sky Aviation merupakan maskapai komersial pertama yang beroperasi di Banyuwangi dengan jalur penerbangan Surabaya - Banyuwangi - Surabaya dan Denpasar - Banyuwangi - Denpasar.


Dalam perkembangannya, pada tanggal 24 Agustus 2011, Merpati Nusantara Airlines juga membuka jalur penerbangan Surabaya - Banyuwangi - Surabaya. Jadi kalau sebelumnya penerbangan hanya ada empat kali dalam seminggu yaitu Senin, Rabu, Jumat dan Minggu yang hanya di layani Sky Aviation, maka semenjak Agustus 2011, penerbangan ke Banyuwangi tersedia tiap hari.


Karena tiket Surabaya - Jakarta yang aku punya untuk penerbangan hari Jumat, maka akupun memilih apapun penerbangan yang disediakan hari Jumat itu dan sesuai jadwal adalah Merpati Nusantara. Sebenarnya ada sedikit keraguan ketika tahu bahwa pesawat yang digunakan oleh Merpati adalah MA-60, itu loo pesawat yang jatuh di Papua dan menewaskan seluruh penumpangnya beberapa waktu sebelumnya. Tapi setelah suamiku meyakinkan bahwa kondisi alam Papua yang jauh berbeda dengan Jawa Timur, ditambah saran dari beberapa teman yang pernah terbang dengan MA-60 itu, maka dengan Basmalah akhirnya diputuskan untuk tetap mencoba penerbangan itu. 

Alhamdulillah..perjalanan lancar dan menyenangkan, tidak berbeda dengan penerbangan biasa dan namanya penerbangan pertama, maka agak-agak norak dengan jeprat-jeprat ke semua arah.

Ke sebelah kanan, ada Detya


Sebelah kiri, ada Javas dan Wisam

Ke depan, ada pramugari yang sedang memperagakan aturan keselamatan

Ke belakang....eeee...ternyata ada Bupati Banyuwangi yang rupanya juga ikut penerbangan ini....

Akhirnya menjelang landing, Detya sibuk merekam proses landing (dan sampai sekarang jadi tontonan ketika mereka bete di mobil).  Ini salah satu suasana Surabaya dari atas:

Saat ini, rupanya Sky Aviation sudah tidak beroperasi lagi di Banyuwangi, karena semenjak Merpati Nusantara menjalankan rute Banyuwangi, penumpangnya berkurang drastis sehingga tidak mencukupi biaya operasional.  Jadi saat ini hanya ada Merpati Nusantara dengan jadwal keberangkatan setiap hari Senin, Rabu, Jum'at dan Minggu dengan waktu penerbangan pukul 12:50 - 13:40 untuk Surabaya - Banyuwangi, dan 14:10 - 15:00 dari Banyuwangi - Surabaya.

Jadwal yang up to date ada di www.banyuwangikab.go.id

Read More..

Rabu, Januari 11, 2012

Deal Keren - Gramedia

Aku punya 24 voucher Gramedia dari Deal Keren (sudah kuposting sebelumnya)...Terima kasih sebesar-besarnya karena Deal Keren memperbolehkan multi akun sepanjang alamatnya berbeda..heheheheh

Anyway...24 voucher itu masing-masing senilai Rp25.000,- sehingga total aku punya jatah beli buku sebesar Rp600.000,-...dan itu kudapatkan hanya dengan membayar Rp300.000,- saja. 

Sekali lagi aku mau bilang..."This is the best deal ever for 2011"....(maaf kalau lebay...karena saya penggemar buku walaupun nafsu membaca masih belum kembali)

Jadi dari 24 voucher itu, telah terpakai 15 voucher untuk membeli 
  • Nguping Jakarta (yaaa...walau sudah ada blognya yang bisa dibaca gratis..tapi buku ini bisa membantu menghilangkan bete ketika bengong nunggu antrian....dijamin cekikikan sendiri)
  • Ronggeng Dukuh Paruk (yaaa...heboh ulasan film Sang Penari yang aku sendiri tidak sempat menontonnya, membuat aku ingin membaca novelnya terlebih dahulu)
  • Garis Batas (buku perjalananan Agustinus Wibowo ke negera-negara Asia Tengah sangat membuatku ingiiiin jadi backpacker...tapi karena ga mungkin..maka cukup baca bukunya saja...sambil membayangkan melakukan apa yang Agustinus lakukan)
  • The Necromancer (buku keempat serial The secrets of The Immortal Nicholas Flamel..dari dulu pengen beli semuanya, tapi ternyata stok buku pertama sampai ketiga sedang kosong...jadi yg keempat dulu gapapalah)
  • Pengelana Rumah Kecil (seri Laura - Rumah Kecil, pengen beli semua serinya tapi yang ada cuma buku ini)
  • Kreasi Boneka Yoyo (buku tutorial membuat boneka yoyo karangan Cemprut...rencananya biar bisa membantuku kalau pengen bikin ketrampilan tangan sama Detya..tanpa perlu rebutan mesin jahit)
  • beberapa buku buat anak-anak

Masih ada sisa 9 voucher lagi yang rencananya ingin kubelikan box set Narnia... Disamping aku sendiri pengen baca, aku sangat mengharapkan anak-anakku juga berminat membacanya...

Saat ini di Gramedia yang ikutan program Deal Keren itu (dan dekat kantor) masih belum ada stok, tapi mereka bersedia mencarikan di cabang lainnya...  Semoga bisa dapat..

Read More..