Senin, April 14, 2008

Artikel Pertama di KOKI

Kokihahahihi
Koki edisi 8 Februari 2008

Ada satu cerita lucu saat saya masih di SMA dulu. Tentu kokiers masih ingat tentang pelajaran PMP, pelajaran yang luar biasa membosankan. Saat saya masih kelas satu Pak guru yang mengajar PMP mempunyai kebiasaan untuk menggunakan kalimat “Sudah barang tentu…”. Setiap beberapa kalimat penjelasan, beliau selalu mengulang kata-kata itu, dan kami para murid mencatat berapa kali dalam dua jam pelajaran itu beliau mengucapkan “sudah barang tentu”. Lumayan buat menghilangkan kantuk. Rupanya lama-lama beliau menyadari bahwa ciri khasnya tersebut sudah menjadi olok-olok, sehingga pada saat saya kelas 2 beliau sudah tidak menggunakan lagi kata-kata “sudah barang tentu tersebut”.

Tapiiiii, sekarang yang beliau lakukan untuk menarik perhatian kami adalah penegasan bahwa kami mendengarkan apa yang beliau katakan, misalkan “Jadi ideology kita adalah Pancasila, pahaaam?” kalo kita tidak menjawab maka beliau tetap mendesak untuk bertanya lagi “Pahaaam?” maka kami pun menjawab “Pahaaaaam.” Begitu selalu, sehingga kami hanya cukup mendengarkan setiap beliau berkata “Pahaaam?” kami akan segera menjawab “Pahaaam.” Agar beliau tidak marah.

Suatu hari yang panas yang membuat kita luar biasa mengantuk beliau menjelaskan tentang ideology negara-negara lain, dan pada suatu kesempatan beliau bertanya, “Kalau rusia menganut pahaam?” karena kami hanya berkonsentrasi di kata “paham” saja maka serentak kami pun menjawab “Pahaaaam.” Maka meledaklah tawa Pak Guru dan beberapa teman kami yang memang konsentrasi mendengarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar