Jumat, Agustus 15, 2008

Ibu yang baik

Dalam materi pelatihan tadi pagi juga membicarakan mengenai pilihan hidup kita, pengajar bilang ga mungkin kita bisa sukses baik di rumah tangga dan pekerjaan. Mestinya ada trade off yang harus kita korbankan. Kalau kita fokus ingin sukses di kerjaan maka ya...kita pasrahkan anak kepada pasangan kita atau keluarga terdekat. Jika ingin sukses di keluarga maka pasti kerjaan ga akan fokus 100%.

Ada satu kalimat dia yang aku setuju banget..."Seberapa hebatnya pencapaian diri pribadi pasti akan lebih membanggakan jika melihat keberhasilan anak-anak kita". Setuju banget tuh...ga peduli aku sudah S2, sudah kasi, sudah punya mobil, sudah ini..sudah itu...bagiku biasa aja ga ada istimewanya..tapi ketika bu guru Detya memberikan pujian atas kepribadian Detya yang lebih dibandingkan teman sebayanya...hidungku rasanya melar guedee banget. Waktu orang-orang heran..Javas dan Wisam sudah bisa jalan ketika berumur 10 bulan...kepalaku rasanya perlu helm biar ga ngembang. Waktu ibu mertuaku memuji Javas yang dianggap cerdas dan cepat tanggap, rasanya mulutku tambah lebar ga bisa nahan senyum bangga. Ah...anak-anakku adalah kebanggaanku.

Tapi mengenai trade off itu, aku jadi berpikir sudahkan aku menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku? Aku bisa saja beralasan bahwa aku sudah berusaha memberikan yang terbaik yang bisa kulakukan untuk mereka. Tapi apakah benar demikian? Bukankan aku seringkali masih mementingkan pekerjaanku?Bahkan semalam aku lebih memilih nginap di hotel daripada pulang naik taxi jam 10 malam dan dalam pikiranku malah kuanggap sebagai libur sekali dari bangun 3x dalam semalam untuk nyiapin susu. Atau aku lebih memilih mendahulukan rapat daripada menjemput anak-anak pulang sekolah padahal mereka senang sekali jika aku yang menjemput.
Kalau membaca blog mbak devi rasanya selalu saja minder karena dia dedicated banget hidupnya buat keluarga. Dia juga kerja tapi sepertinya pilihannya sudah bulat bahwa keluarga adalah yang utama. Sedangkan aku masih dalam posisi tanggung, ingin jadi perempuan bekerja yang sukses dan ibu yang hebat. Padahal kenyataannya trade off itu mutlak...dan sampai sekarang aku belum menentukan pilihan...aku tetap berusaha untuk kedua-duanya...Aaaaargh...

1 komentar:

  1. aku dan suami selalu inget apa yg pernah dikatakan Bu Nibras " yang akan diminta pertanggungjawaban mendidik anak adalah kita, orangtuanya, bukan tante, om, kakek, nenek, apalagi embak..." mungkin itu titik balik kita mbak...terus semangat mbak!!!!

    BalasHapus