Jumat, September 19, 2008

Hikmah Ikhlas

Ternyata pedoman:"Terima saja apa adanya, maku kamu akan bahagia" berlaku juga dalam bidang pekerjaan. Kalimat itu kan intinya ikhlas. Kalau kita ikhlas maka semuanya akan dimudahkan ya karena hati kita ga nggrengsengi (apa ya...rusuh kali ya indonesianya) maka melakukan semua hal jadi tenang. Apapun yang terjadi.

Hal ini berlaku padaku selasa kemaren ketika aku ngerjain ekskul-ku. Pas aku sedang nyusun laporan dan surat undangan, orang dari instansi lain itu nelpon dan menuntut macem-macem. Biasanya aku akan merespon dengan entah berkelit, entah ngeyel..entah menolak (ekstrimnya) tapi siang itu aku pasrah saja. Kuputuskan sejak minggu lalu bahwa aku akan menerima ekskul ini sebagai bagian dari pekerjaanku sehingga aku ga gondok lagi. Aku pikir, ketika memutuskan untuk menerima suamiku apa adanya, hatiku merasa tenang maka kerjaan ini pasti akan begitu. Jadi aku hanya jawab iya-iya saja ketika orang itu nelpon. Agak lama dikit, aku minta teman sebelahku untuk menghubungi seseorang karena aku fokus ngerjain surat tadi dan dia keberatan karena harus nelpon lewat HP dengan alasan sinyal di tempatku jelek. Iya sih...makanya aku harap dia mau nelpon lewat kantor aja. Tapi karena dia ga langsung iya dan keberatan maka responku juga bisa santai...aku cuma bilang.."Ya udah..gapapa". Padahal biasanya aku akan bilang, "Kan bisa nelpon lewat kantor..masak segitu aja jauh sih..kan tinggal keluar jalan 10 meter aja. Kalau aku sempat, pasti kukerjakan sendiri".

Aku sendiri heran..kok responku bisa santai-santai aja ketika ada dua orang yang berbicara tentang ekskul yang biasanya bikin aku gondok malah sekarang fine-fine aja buatku. Waaah...itulah kekuatan IKHLAS...membuat hati kita lebih tenang dalam bekerja. Padahal hari itu banyak sekali yang harus kukerjakan. Dan akhirnya kutelpon sendiri orang itu lewat telpon kantor walaupun akhirnya ga terjawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar