Senin, September 01, 2008

Ikan Laut

Setelah kamis pagi kami rapat dengan orang-orang bappeda, kami lanjutkan perjalanan menuju Garut, hanya sekitar 1 jam 15 menit menuju kesana. Sepanjang perjalanan kembali lagi rekan-rekanku ngobrol ga tentu arah. Aku hanya diam berusaha ga ikut menimpali sampai kemudian ada yang ngobrolin tentang seorang pejabat yang terkenal agak-agak aneh. Kalau menurutku bukan aneh sih hanya beliau termasuk orang yang “sulit”.

Menurut temanku itu, dia adalah pahlawan karena beliaulah yang menyekolahkan S1 dengan biaya hampir 90% adalah atas kebaikan sang pejabat. Karena temanku itu sekpri-nya maka sebagai imbalan adalah sekolah itu. Suatu ketika beliau dimutasi ke unit yang lain dan di unit itupun divisi beliau terkenal sebagai divisi yang sulit menghasilkan keputusan. Temanku bilang bahwa penyebab beliau dimutasi adalah bahwa beliau orang yang hanya percaya pada keberadaan Tuhan tapi tidak mempunyai agama.

Wah…kok sejauh itu ya…akhirnya akupun ikut menimpali bahwa karena beliau “sulit”-lah maka pasti banyak desakan di sana-sini agar beliau diganti. Sebagai pejabat publik maka keluwesan kita dalam menghadapi orang adalah yang utama. Menolak boleh tapi harus elegan, bukan hanya melakukan jargon “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah”. Nah beliau ini termasuk penganut jargon itu. Tentu saja banyaknya kepentingan akan lebih diperhatikan oleh para petinggi-petinggi yang lebih tinggi makanya beliau dipindah. Buktinya pejabat yang sekarang juga sering menolak-nolak suatu permintaan tapi caranya elegan jadi ga bikin sakit hati.

Naaaah…sebelum beliau itu pindah, dia berpesan pada temanku untuk jadi “ikan laut, walaupun seumur hidup berada di lingkungan yang asin tapi ikan tidaklah menjadi asin”. Wuiihhh..dalem banget, jangan-jangan karena prinsip itu makanya beliau menjadi orang yang sulit gitu… Aku jadi bingung dalam mengartikan kalimat itu sampai-sampai kepikiran terus dalam kepalaku..

Anyone….ada yang bisa ngartiin kalimat itu?...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar