Senin, November 24, 2008

Cinta Butaku pada PKS

Yup...PKS...Partai Keadilan Sejahtera atau dulu PK...Partai Keadilan. Aku percaya 100% ama PKS jadi apapun pilihan PKS pasti aku pilih. Seperti baru-baru ini di kota Tangerang ada pilkada, calonnya walikota yang udah pernah menjabat, satunya calon dari PKS. Aku tau kalau calon yang udah menjabat pasti menang karena hasil kerjanya ga ada yang mengecewakan, tapi karena PKS punya calon maka dengan tanpa mikir aku pilih aja calon dari PKS.

Semua berawal dari pemilu pertama dulu setelah reformasi, tahun 1999. Partai Keadilan Sejahtera yang baru berdiri merupakan partai dengan tema yang sama persis dengan keadaan teman-temanku pas waktu kuliah. Dengan semangat yang sama persis, dan aku tau kualitas orang-orang seperti itu, mereka orang-orang amanah dan jujur yang memang berusaha untuk menjadi lebih baik sesuai syariat Islam. Karena aku yakin dengan kualitas teman-temanku itu maka sejak pemilu 1999 aku sudah memilih PK.

Selanjutnya karena ga memenuhi electoral threshold maka PK berubah jadi PKS dan hasilnya semakin kelihatan nyata. Maka semakin butalah pilihanku pada PKS. Pemilu 2004 sudah pasti milih PKS dan pas milih presiden, mesti nunggu dulu pengeumuman PKS mau mendukung siapa. Dan ketika detik terakhir mendukung SBY maka aku pun memilih SBY. Jika waktu itu PKS bilang menyerahkan pilihan pada anggotanya (yang pasti ga mungkin...selalu ada komando) maka aku ga akan memilih siapapun alias golput. Hal yang bikin aku yakin adalah PKS tidak akan begitu saja mendukung seseorang, pasti ada tanggung jawab yang harus dipenuhi jika bekerja sama. Makanya sejak itu aku akan mendukung apapun yang ditetapkan PKS...inilah yang kumaksud cinta buta..(aku ga perlu mikir lagi apa dan kenapa tapi tinggal menjalankan apapun pilihan PKS)

Juga pas Pilkada Jakarta...suamiku yang juga punya hak pilih sudah kurayu untuk ikutan milih calon PKS, tapi karena waktu itu ga enak badan maka ga ikut milih deh. Sama halnya dengan pilkada Tangerang, sambil jalan ke tempat nyoblos, suamiku nanya mesti milih yang mana dan dengan pasti aku menjawab calonnya PKS...

Sampai insiden kemarin pas hari pahlawan, PKS beriklan tentang para pahlawan dan memposisikan Suharto sebagai salah satunya. OK, aku sama sekali ga nge-fans ama Suharto tapi juga ga benci-benci amat. Biasalah...kalau ada sesuatu selalu saja kejadian yang terakhir yang diingat-ingat..nah kejadian terakhirnya Suharto kan jelek banget makanya orang sudah antipati. Dan ketika PKS beriklan seperti itu maka pikiranku pun juga terbuka bahwa ga seluruhnya Suharto itu jelek, di awal orde baru dulu program-programnya bagus dan dengan trilogi pembangunan (weits..apa pula ini) Indonesia pun lumayan terkenal.. Cuma ya itu tadi..kekuasaan yang terlalu lama bikin orang jadi lupa diri dan menjadi diktator... So..argumen PKS lagi-lagi masuk akal. Seperti halnya Sukarno, hal yang pasti adalah beliau proklamator dan orator yang ulung, negosiator yang luar biasa tapi karena terlalu lama menjabat maka pikiran udah ga netral lagi dan kekuasaan jadi menjerat perilaku... Tapi kita tetap menyebut beliau pahlawan kan..?

Sebelum itu ada berita bahwa PKS mau berkoalisi dengan PDIP dan suamiku sempat menanyakan kenapa ini bisa terjadi, kok pada akhirnya PKS sama saja..hanya cari kesempatan saja. Argumenku adalah..rasa-rasanya PKS ga pernah menyebutkan secara eksplisit akan berkoalisi dengan PDIP, yang disampaikan adalah PKS mungkin bekerja sama dengan partai yang mempunyai visi misi jangka panjang dan visi-misi itu sejalan dengan PKS. Saat ini selain PKS, partai yang punya visi misi cuma PDIP (dan itupun belum tentu sejalan) dan press sudah menyimpulkan bahwa PKS akan berkoalisi dengan PDIP. Ah..itu hanya kesimpulan pendek aja... Lagian jika memang pada akhirnya visi misi PKS sejalan dengan PDIP..kenapa engga, kalau mungkin berkoalisi. Walau belum tau, aku yakin (sekali lagi..cinta buta) kalau visi misi PKS berkualitas..dan jika menganggap visi misi partai lain selaras maka artinya visi misi itu juga berkualitas...then why not?

So...rasa-rasanya, cintaku pada PKS akan tetap buta...dan apapun pilihan PKS akan tetap kudukung..

Go..PKS...go..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar