Kamis, Desember 04, 2008

Virginity

Ini ada hubungannya dengan masalah jatuhnya Detya...walau sangat lega ketika dokter bedah mastiin lingkaran utama hymen detya utuh.. sebenarnya definisiku tentang virginity bukan melulu masalah hymen...ah..selaput dara..kenapa ya dinamakan selaput dara..?

OK browsing nih masalah hymen dan dapat artikel bagus dan sesuai dengan pendapatku walau ada juga sih ga aku terima (di bagian virginity):
Penjelasan tentang HYMEN dan VIRGINITY

Jadi virginity bukan masalah hymen saja tapi masalah spiritual diri kita sendiri. Sejak kapan ya aku berpikir begini...? O ya kalo ga salah dulu pernah nonton salah satu episode serial Beverly Hills 90210. Disitu ada satu karakter yang digambarkan belum sexually active tapi sudah melindingi diri sendiri dengan memasang spiral. Aku berpikir..bahwa jika sudah dipasang spiral pasti hymen akan robek, tapi kok karakter itu tetap merasa dia itu perawan?

Maka aku mulai banyak mencari tau sehingga definisiku tentang virginity bukan lagi masalah robek atau tidaknya selaput dara, berdarah atau tidaknya kita ketika melakukannya tetapi pada kenyataan apakah kita sudah sexually active or not. Ya..hanya itu..karena ternyata hymen itu hanya selaput tipis yang bisa koyak oleh aktifitas yang cukup intense. Lalu apakah jika hymen itu telah koyak maka dia dibilang udah ga perawan? Padahal kan sama sekali belum aktif secara sexsual.

Nah..kalau sobeknya karena diusek-usek sendiri karena masturbasi dan ingin mendapatkan kenikmatan seksual maka itu bisa jadi udah ga virgin. namun ada juga yang bilang kalau sudah pernah penetrasi oleh lawan jenis maka itulah yang disebut unvirginity.. Nah..menurutku kalau yang ini ni..benar-benar udah ga perawan. Tapi ada juga yang berpendapat sepanjang penetrasi itu bukan atas kehendak kita sendiri alias karena diperkosa maka spiritually masih dianggap virgin.. Jadi tergantung kita sendiri memandangnya dari sudut mana. Toh yang tau masalah yang ada di hati kita ya kita sendiri...

Jadi sekali lagi virginity adalah masalah spiritualitas kita. kalo dalam diri sendiri sudah menanamkan itu maka ga masalah apakah hymen sudah robek karena aktivitas yang intense ataupun jatuh menimpa sesuatu seperti Detya maka selama dia tidak sexually active..maka bagiku dia tetap perawan.

Kupikir..kalau sepasang manusia yang sama-sama belum aktif secara sexsual maka akan saling mengenali keperawanan lawan jenisnya. Si cowok akan kerasa dia mendapat cewek perawan ato engga..demikian juga si cewek akan dapat menilai pasangannya masih perawan atau engga. Kalau ga percaya..inget-inget deh dulu ketika pertama kali melakukannya..pasti ngerasa kalau pasangan kita juga sama-sama nervousnya... ragu untuk memulai walaupun sudah pasang aksi sok jago...

Dan pagi pasangan yang sebelumnya sudah sexually active..maka juga dapat mengira-ngira pasangannya sudah aktif juga atau masih perawan... Jadi biar bohong atau gimana bisa ketahuan kok kalo sudah aktif atau belum.

Walaupun ketika peristiwa jatuhnya detya itu membuatku keinget-inget film indonesia jaman dulu (kalo ga salah artisnya yessy gusman). Pada dasarnya masalah kekhawatiran tentang hymen tidak terlalu menjadi beban pikiranku. Tinggal membelajari anak-anakku saja tentang prinsip virginity secara spiritual.

Lagipula saat ini sepertinya banyak yang sudah mengerti masalah hymen dan virginity ini sehingga jika pun suatu ketika di masa depan detya tidak berdarah ketika pertama kali melakukannya maka tidak akan membuat jatuh kepercayaan dirinya.

Atau jangan-jangan dengan diberlakukannya UU Anti Pornografi maka suatu ketika dimasa depan nanti orang-orang akan kembali berpikir seperti film tahun 80-an itu dan menggap bahwa hymen adalah yang paling utama.

Kalau begitu gimana dong..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar