Senin, Maret 16, 2009

Larung - Ayu Utami

Baca Saman sudah membuatku merinding dan adikku sukses terbirit-birit ketakutan ketika Ayu Utami menggambarkan pertemuan Saman dengan adik-adiknya dari dunia lain dan dengan UPI gadis imbesil yang sangat membekas di hati Saman. Lanjutannya adalah Larung yang sukses membuatku ga berani baca rincian adegan ketika Larung ingin agar Simbahnya mati..

OK, kalau kamu mahasiswa kedokteran yang sedang belajar otopsi mayat, maka rincian adegan itu akan berguna sekali untuk praktek. Tapi jika rincian itu digabung dengan cerita awal Larung yang ingin dieuthanasia Simbahnya yang ga bisa mati karena punya ilmu segunung...hasilnya adalah rincian adegan itu seakan terlihat nyata dimataku (seperti nonton bioskop) dan membuatku jerih setengah mati..

Aku ga nyangka, kekuatan tulisan Ayu Utami sangat dahsyat sehingga bisa membuatku (yang biasanya skimming dan ga gitu merhatiin detil) menjadi sangat terpengaruh dengan deskripsi cerita.. (sampe ga bisa tidur ngebayangin Larung yang membelah abdomen Simbahnya dan mengupas kulit kepalanya sekaligus). Pernahkah nonton Hannibal pas adegan Hannibal membuka dan akhirnya memasak otak pejabat FBI itu?...Nah efek tulisan Larung menjadi seperti itu buatku...

Aku benar-benar salut dengan Ayu Utami, yang sama seperti Pramoedya, melakukan riset yang mendalam terhadap materi tulisannya. Dia bisa menjelaskan detil tentang Shio dan Astrologi, dia bisa menjelaskan aliran sosialis kiri dengan ringan, dia bisa menjelaskan ngelmu ala aliran kepercayaan yang bisa membuat orang ga bisa mati, belum lagi dia bisa menggabungkan cerita pewayangan, dan calon arang sebagai latar belakang Simbahnya yang ngelmu sehingga sakti dan susah mati..

Hmmm...I'll read every book from Ayu Utami...dan yang menunggu di listku saat ini adalah Bilangan Fu.. (hasil dari kerakusanku ketika Gramedia 30%...kapan lagi ya?)

1 komentar:

  1. Pantes aja kalau Ayu Utami dapat penghargaan karena karyanya yang hebat ini kan, Mbak?

    Sumpah.
    Novelnya nyata banget! Memang butuh riset gila2an buat nulis sesuatu yang so real gini...

    BalasHapus