Rabu, April 08, 2009

Nama Panggilan Anak-Anakku

Beginilah untungnya ngasih nama anakku tidak cuma dua kata seperti namaku, tapi terdiri dari 3 kata. Jadi jika sewaktu-waktu mereka tidak nyaman dengan panggilan yang biasanya, mereka bisa memilih pilihan nama lainnya.

Anak perempuanku, kupanggil ETA, nick name dari Detya. Tapi sejak masuk TK B, dia ingin dipanggil lengkap, DETYA..karena dia ga suka ketika teman-temannya meledek dengan "Saha eta?" dari bahasa Sunda. Maka kami lapor ke gurunya dan sejak itu semua atribut dia, diganti dengan DETYA, sesuai keinginannya. Dia mau dipanggil ETA asal menyebutnya lengkap : MBAK ETA...

Anak keduaku, dulu pas baru lahir, kami panggil dia SEAN..sesuai nama depannya SEANTAQI. Tapi beberapa minggu kemudian, Ayah minta dia dipanggil JAVAS, nama keduanya...dan akhirnya sampai sekarang kami panggil dia JAVAS. Tapi sejak minggu lalu, dia ingin dipanggil UMAR, nama ketiganya...(maklum, emaknya ini ngefan berat ama Umar Bin Khattab). Maka mulailah masa-masa sulit bagi kami semua untuk berubah memanggil dia jadi UMAR... Aku ga tau apakah permintaan dia ini berlaku selamanya atau sekedar sedang mood dia aja yang pengen ganti...

Lagian susah kan merubah total panggilan itu setelah 5 tahun terbiasa dengan JAVAS. Kalau DETYA kan, ga terlalu beda dengan ETA dan seringkali juga kami panggil dia nama lengkap, jadi ketika dia ga mau dipanggil ETA, ga terlalu masalah buat kami semua..

Lalu minggu ini, anak ketigaku pun mulai memilih sendiri jawabannya ketika ditanya.."Namanya siapa?"..dia akan menjawab..."PIK AIF" (maksudnya SYAFIQ HULAIF)...dia tidak lagi menjawab "ICAM"...Apakah ini berarti dia ga mau dipanggil WISAM lagi?...

Eniwei...dari dulu memang pengennya ngasih nama anak dengan 3 kata (dan keuntungannya ya pas gini ini..). Pas SMP dulu sempet nyesel kenapa namaku hanya ini...jadi walau merasa sangat tomboi..tapi kok namanya DEWI (ga cocok blas..). Tapi setelah tau kenapa Bapakku memberi namaku ini...jadi ingin menjaga amanah orang tua... So,..NO REGRET...ga ada penyesalan lagi..

Aku harap anak-anakku ngerti kenapa nama mereka seperti itu dan bisa mewujudkan harapan orang tuanya ini...

Jadi apakah panggilan ini akan tetap DETYA, UMAR dan PIK AIF..?...kita lihat saja nanti...

2 komentar:

  1. Tiga kata ?
    Sama bener sama anak-anak saya bu ...
    semuanya juga tiga kata ...

    But syukurlah ... tidak ada yang berubah-ubah ...

    Hanya anak yang nomer 1 saja yang ada 2 macam panggilan ... Yang satu Yudhis yang satu Mas Tyo ... tergantung di komunitas mana dia berada ...

    hehehe

    BalasHapus
  2. tipikal ngasih nama anak:
    taun 70-an ke bawah: 1 kata
    taun 80-an: 2 kata
    taun 90-an ke atas: 3 kata

    coba deh cek, nama anak skrg MINIMAL 3 kata. apalagi kalo om, tante, kakek, nenek, pada sumbang nama, jadilah nama anak gerbong kereta api tut tut tut. hihihi...

    BalasHapus