Selasa, Mei 26, 2009

Problem Rambutku

Aku punya rambut yang aneh, helaiannya tipis dan halus, warnanya ga hitam, dan bergelombang ga jelas (ga mau kalau dibilang keriting). Dari jaman kecil dulu, pengeeeeen banget punya rambut yang panjang sepunggung, tapi ga pernah kesampean. Tentu saja karena bentuk rambutnya ga layak untuk dipanjangin.

Semenjak 2005 aku mulai manjangin rambutku, dengan perawatan ini itu, sampai akhirnya mencapai pundak lewat dikit. Pernah juga bonding, maksudnya biar gelombang ga jelas itu cukup mengarah ke satu arah. Hasil bonding membuat rambutku lebih aneh lagi. Ya iyalah...wong rambut tipis gini kok dibonding. Jadinya ya lepek. Ketika rambut baru numbuh, bayangin keanehannya. Dibawah lurus lepek, di arah akar rambut mulai bergelombang ga jelas lagi.

Maka suamiku berinisiatif memotong rambutku dengan tujuan di shaggy (bener gini kan nulisnya?), jadi yang lurus lepek itu bisa menyatu dengan gelombang liar di atasnya. Aku pun dengan polosnya (bodohnya) nurut aja. FYI, suamiku selalu potong rambut sendiri dan hasilnya good enough, gunting dan trimmer juga ada. Guntingnya juga lengkap, sehingga aku yakin aja ketika suamiku mulai motong rambutku. Setelah dua jam yang melelahkan, aku pengen nangis ngeliat hasilnya.

Besoknya ketika masuk kerja, rambut kekuncir (untuk menyamarkan hasil yang bikin aku pengen nangis) dan agak siang berangkat ke salon di Pasar Baru. Tukang potongnya, dengan sabar memperbaiki potongan rambutku dan hasilnya....voila....jadi kayak rambut singa...megar dengan shaggy yang manis dan gelombang tak tentu arah itu jadi lebih teratur. Teman-teman kantorku terutama yang cowok, terang-terangan menyebut rambutku kayak singa, jika jalan berkibar kibar. Tapi aku sukaaa banget dengan penampakannya, seenggak-enggaknya aku ga perlu repot dengan arah yang berantakan ga jelas. Aku juga ga perlu repot nyisir rambut setiap saat, karena disisir ataupun tidak, tetap aja berkibar-kibar.

Mengenai panjangnya, juga sesuai harapanku yaitu mencapai punggung atas sehingga aku merasa perempuan banget. Beberapa kali aku merapikan rambutku ke tukang potong itu. Sampai awal tahun lalu, aku pindah tempat potong dan hasilnya sangat mengecewakan, sehingga 2 bulan kemudian aku pendekin sampai di atas pundak. Beberapa teman bilang, rambut pendekku ini membuatku keliatan cerah dan lebih muda...(kupikir mereka hanya saying something nice aja).

Lalu akhir-akhir ini, rontoknya tambah parah dan modelnya juga makin ga jelas, sehingga aku mulai sering nguncir rambut lagi. Tingkat kerontokannya adalah ketika aku sedang berapi-api bicara dalam rapat tiba-tiba di meja depanku telah tersaji 5 helai rontokan rambutku...atau ketika aku mau membuat kopi instanku dan hendak menuang air panasnya, di cangkir (yang sudah ada kopinya) telah ada dua helai rontokan rambutku...(yaiks...kan malu banget kalau ada yang merhatiin...).

Maka hari minggu kemaren aku tanya suamiku, bolehkah aku memotong pendek rambutku? Beliau dengan bersemangat menawarkan diri untuk memotong rambutku sependek rambut beliau sendiri. OMG, keledai aja ga terperosok lubang yang sama dua kali...masak aku mau merelakan rambutku untuk diexplore suamiku lagi?...setidaknya, suamiku setuju jika aku potong pendek, sependek apapun..

Siang ini, ketika tamu (yang udah janji dari minggu lalu) udah pulang dan kupikir ga ada jadwal apapun, aku potong rambut, dan hasilnya: pendek sesuai keinginanku. Walaupun sudah kuniati untuk sependek mungkin, kenapa ya ketika melihat tukang potongnya mengacak-acak rambutku, aku masih merasa ga rela? aku merasa keinginanku untuk punya rambut panjang muncul lagi ditengah-tengah aksi tukang potongnya, yang sungguh nggegirisi...

Oh...rambut-rambut....sepertinya aku mulai kehilanganmu sedikit demi sedikit. Mungkin sampe akhirnya tipis sekali dan memaksaku untuk pakai hair extension seperti Ibuku...(kalau sudah demikian...apa ya kira-kira tanggapan Ibuku?)

2 komentar:

  1. hahahah ada ada aja ih suaminya! Kalo aku sih emang mungkin karna jilbaban jadi rontoknya parah juga! dan kadang ketombean... duh.... tapi lama lama pasrah... yang pasti rajin keramas aja deh :D

    hmmm btw ibunya pasti ngetawain :p

    BalasHapus
  2. duh mbak klo potong itu skalian aj gundul, skrg lg ngetrend loh cewek gundul,xixixixi
    btw klo ndak mau d bilang kriting, klo gt kribo aja gimana mbak??he.. *kaboorr*

    BalasHapus