Selasa, September 01, 2009

Masa Balita

Banyak yang bilang bahwa semasa anak-anak masih berumur balita, maka puas-puaskanlah beraktivitas bersama mereka...karena jika masa itu lewat maka mereka akan mulai punya aktivitas sendiri bersama teman-teman mereka sendiri dan kita sebagai orang tua akan menempati posisi entah keberapa sebagai teman main mereka.

Sebelum mengalaminya sendiri, aku merasa ga sabar menunggu kapan mereka besar dan menjadi mandiri sehingga kesibukanku akan sedikit berkurang....yaaahhhh..sisi selfish-ku seringkali muncul bahwa aku merasa ga punya waktu untuk diriku sendiri...jadi aku ga sabar menunggu kapan anak-anakku ini mulai tidak membutuhkanku lagi..

Lalu masa itu ternyata benar-benar muncul...dimulai tahun lalu ketika Detya berumur 5 tahunan...dia sudah tidak mau memakai baju pilihanku... Setiap kali membeli baju baru, dia harus ikut serta memilih pakaiannya... Sedih ga siy..ketika anak kita menolak pilihan kita yang menurut kita sudah yang terbaik?..padahal ini baru baju...belum nanti urusan sekolah, kursus, teman dan banyak hal lain... Benar-benar harus legowo menjadi orang tua masa kini...karena ga jamannya lagi orang tua sebagai pihak yang paling benar dan anak cuma harus menurut saja....

Lalu ketika diklat 6 minggu kemaren, kemandirian Detya semakin kuat... Dia menolak berbicara denganku setelah satu minggu pertama dengan alasan ga enak berbicara lewat telepon...maka pas minggu ketiga aku pulang, aku berharap bisa diskusi enak lagi dengan Detya selama 2 hari di rumah. Ternyata harapan itu hanya ada padaku saja...Detya lebih memilih bermain bersama teman-temannya sepanjang hari itu... Semangat kangennya hanya muncul sebentar...lalu dia sibuk main sendiri sama teman-temannya...

Tsaaahhhh....saat yang kutunggu-tunggu ternyata membuatku sedih ketika benar-benar terjadi. Aku ingin dibutuhkan anak-anakku... OK..javas dan Wisam masih lengket padaku... tapi dengan anak perempuan kan lain pembicaraannya. Apalagi Detya yang udah bisa diajak diskusi segala macam...Waaaa...sedih banget selama 2 hari di rumah ga dapat perhatian yang cukup dari Detya....(walah..kebalik ya mestinya....)

Maka ketika sudah balik dari diklat, aku jadi cenderung memanjakan mereka semua...artinya gini..pas baru dateng, anak-anak cenderung caper padaku...makan minta disuapin, mandi minta dimandiin..termasuk pakai bajunya...apa-apa pokoknya harus sama Bunda. Adikku dapat mentolerir kelakuan manja anak-anakku hanya pas seminggu pertama...selanjutnya tak lelah-lelah dia mengingatkan anak-anakku untuk jadi mandiri seperti biasanya...

Aku sendiri?....setelah mengalami rasanya ketika anak mulai mandiri...aku jadi takut kehilangan masa-masa anak-anak tergantung padaku...jadi aku biarkan saja anak-anakku bermanja-manja padaku sepuas mereka.... Bukannya akau mengajari mereka untuk tidak mandiri...tapi kupikir anak-anakku adalah anak-anak yang hebat...(hasil didikan guru-gurunya di Istiqlal..). Mereka sebenarnya tau bagaimana harus mandiri, bahwa tanpa bundanya pun mereka bisa melakukan apa saja....mereka hanya ingin diperhatikan lebih detil dan jika aku memberikannya...ga akan berpengaruh pada perilaku mereka selanjutnya...

Mereka tetep tau batas kok...masih patuh pada peraturan-peraturan utama kami... Dan aku yakin ga akan selamanya mereka minta dimandiin, dipakein baju, dan disuapin. Pada masanya kelak, yang aku yakin ga akan lama lagi, mereka akan kembali seperti biasanya... Jadi sepanjang mereka masih membutuhkanku..maka aku akan tetap menuruti mau mereka.... walaupun setiap saat adikku mengingatkan mereka untuk tetap mandiri..

Yang perlu kulakukan adalah menyiapkan mentalku sendiri, saat anak-anak nanti sudah tidak membutuhkan aku lagi dalam aktivitas harian mereka....

Menyiapkan mental...atau nambah satu anak lagi ya..?.....hahahahaha...

1 komentar:

  1. Begitulah bu ...
    Saya saja yang lelaki suka merasa tidak dibutuhkan lagi oleh mereka

    Namun saya sadar ... kami harus tut wuri handayani ... mengawasi dari belakang
    seraya .. selalu siap jika mereka membutuhkan bantuan kita

    Salam saya bu

    BalasHapus