Rabu, Oktober 07, 2009

Batik

Agak telat ya, ngomongin batik minggu ini? Mestinya tanggal 2 Oktober lalu pas ditetapkannya batik sebagai warisan budaya asli Indonesia oleh UNESCO. Tapi gapapa lah, aku pengen sharing tentang apa yang sudah dan pengen aku lakukan dengan batik.

Yang Sudah Kulakukan...

Sudah beberapa bulan ini aku memakai batik sebagai baju kerjaku setiap hari. Aku lupa kapan tepatnya tapi beberapa minggu sebelum aku berangkat training akhir juni lalu. Sebagai modal awal, aku pakai batik koleksi pribadi yang hanya 3 buah dan batik seragam untuk acara-acara kantor kira-kira 3 buah juga. Ditambah batik seragam untuk sidang tahunan (ada empat tapi satu yang lengan panjang aku berikan buat adikku yang pakai kerudung...jadi biar dia juga suka berbatik). Yaaa...tentu saja waktu itu masih diselingi baju kerja biasa sekali dua kali.

Nah..pas diklat kemaren, karena lokasinya di Magelang dan akhir minggu ada acara ke Jogja, maka aku puas-puasin nyari batik murmer yang sesuai dengan seleraku. Dapat lah tambahan 3 baju..(hiks..cuman nambah 3 karena alokasinya ga cuma buatku...mesti beliin suami-yang ngiri karena aku nambah batik dari sidang tahunan kemaren, adikku, anak-anak, dan asisten serta anaknya sekalian....jadinya pengen nambah sebanyak-banyaknya jadi terhalang deh...).

Eniwei sepulang dari training kemaren, maka dipastikan deh kalau tiap hari aku berbatik. Ada teman sekantorku yang juga punya keinginan yang sama dan dia konsisten berbatik tidak lama sebelum aku juga konsisten. Bedanya, koleksi batik dia lebih banyak, termasuk batik seragam kantor juga lebih banyak karena event yang dia ikuti juga lebih banyak....belum lagi kalau Batik Keris ngeluarin koleksi terbaru, dia pasti punya beberapa yang dia sukai...Tsaaahhh...maklumlah...kebutuhan dia hanya untuk dia sendiri...ga seperti aku yang mesti mikirin keluarga juga (ngiri mode:on....)

Beberapa minggu lalu, ada juga satu teman cowok di kantor yang berbatik juga tiap hari....jadinya...di kantor ada tiga pegawai yang berbatik ria tiap hari...

Kemaren aku browsing tentang model baju batik yang bagus, karena aku punya tiga kain batik yang belum dijahit dan aku belum nemu penjahit yang bisa kupercaya menangani batikku. Maklum untuk kain batik yang ini agak spesial..ga murmer seperti biasa. Ada 2 batik sutra dan 1 batik tulis katun asli Banyuwangi. Tahun 2008 kemaren, aku sengaja beli batik tulis asli Banyuwangi, walaupun harganya bikin aku hampir batal beli (sengaja beli setelah baca artikel tentang motif batik se nusantara di KOKI dan sebagai Lare Osing...masak ga punya koleksi batik asli Banyuwangi?) . Sedang batik sutranya yah..merk casio dari klien suamiku....hehehe...

Nah ketika browsing kemaren, aku baca filosofi menarik dari situs ini Debatiqbutiq...The Goddes Way....bahwa yang disebut batik itu ya either Batik TULIS or Batik CAP...bukan batik printing yang beredar sekarang ini...(hiks...termasuk yang kupakai selama ini).. Motifnya memang batik tapi cara pembuatannya bukan batik...weh..weh....aku jadi merasa kesenggol niy....

Dengan definisi itu..jelas-jelas aku bukan pemakai batik....(kecuali kalau 3 kain batik itu sudah jadi...). Aku jadi merasa tertantang untuk benar-benar memahami dan menggunakan batik sebenar-benarnya....yang sangat kita banggakan sampai ketika negara tetangga kita mengklaimnya kita begitu mencak-mencak...yang kita daftarkan ke UNESCO untuk jadi warisan dunia asli Indonesia....yang dipopulerkan oleh Nelson Mandela...yang benar-benar ditulis pake canting atau dicap pake malam dan semua prosedur membatik diikuti....OK...pasti jadinya lebih mahal daripada yang kupakai selama ini....tapi kalau yang CAP..setaralah dengan baju kerja yang biasa kupakai dulu...so...kenapa ga mulai sekarang?

Yang Pengen Kulakukan....

Aku akan memulainya dengan menjahitkan kain batik spesialku itu menjadi baju siap pakai yang bisa kupakai kerja......selanjutnya untuk tambahan batikku yang baru...aku akan cari yang berbahan Batik TULIS atau minimaaaaal..Batik CAP....
Jadi aku akan bisa melestarikan batik sebenar-benarnya....bukan cuma memakai batik printing yang sebenarnya ga ada bedanya dengan baju bermotif yang lainnya...

Mari teman-teman...kita gunakan BATIK sebenar-benarnya.....

3 komentar:

  1. jadi setelah ini kitaa perlu melestarikannya biar begitu pula dengan budaya budaya yang laen biar enggak dicolong lagi :(

    BalasHapus
  2. Batik yang sebenar-benarnya ...
    Yes Indeed ...
    Ini lumayan mahal ... karena prosesnya yang tidak massal ...

    But ...
    Kalau bukan kita yang pakai ? Siapa lagi ?
    Bukan Begitu Bukan ?

    Salam saya

    BalasHapus
  3. tapi batik tulis mahal mbak, ga sanggup klo beli buat dipake tiap hari.

    BalasHapus