Rabu, Oktober 28, 2009

Parenting Class : Banyak Bertanya

Pfuiiih...rasanya males banget akhir-akhir ini....males kerja...males nulis...mgantuuuks terus....ngopi bergelas-gelas ga mempan...tapi blogwalking kesini sanggup nelusuri arsipnya dari awwaaaal sekali dia nulis....(aku jadi ngerasa worthless banget...doing nothing but read this blog...).

Aku selalu saja terkagum-kagum sama anak muda yang punya pemikiran di luar mainstream....tapi tetep mengkedepankan kesopanan...seperti semua tulisan Margaritta ini...(dulu juga nelusuri semua tulisannya sejak awal..)...Kalau Diana Rikasari ini selera busananya yang menurutku di luar mainstream...and still look awesome on her...(gara-gara Diana juga aku jadi keinggris-inggrisan...maksudku....jadi nyelipin english di postingan atau status FB....lah gimana engga....dari minggu lalu aku sudah nelusuri arsip dia yang in english semua - hampir setiap waktu luang...yang rasanya sedang luang terus...jadi pikiranku juga kebawa in english...)

OK mau nerusin hasil parenting class kemaren...(beuh..kalo ga demi berbagi...rasa males ini masih melingkar-lingkar di otakku)

Temuan 3 : Banyak Bicara/Bertanya

Karakteristik ini termasuk temuan positif karena karakteristik anak secara umum adalah 'rasa ingin tahu yang besar' disamping itu perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun itu sudah bisa menggunakan 5000 - 8000 kata. Jadinya mereka ingin selalu mempraktekkan kemampuan mereka itu dengan mengajak diskusi setiap saat.

Ayo...apa pernah mereka berhenti bertanya setelah jawaban atas 'kenapa' yang pertama terjawab?

Bunda, kenapa traktor itu ada di sungai? karena akan dipakai untuk membersihkan dasar sungai.
Kenapa dasar sungai perlu dibersihkan? karena kalau hujan deras biar ga kena banjir
Kenapa hujan deras bisa bikin banjir? (sudah mulai capek jawab) karena kalau saluran air tidak lancar maka air hujan akan menggenang
Kenapa saluran air tidak lancar?....(bener-bener sudah capek)...hmmm...menurutmu kenapa?...muahahah....cara ini justru lebih sukses memancing mereka berpikir daripada kita hanya sekedar menjawab....mereka ternyata sudah bisa menalar apa yang terjadi....jadi respon pertama sekarang ketika ada pertanyaan 'kenapa' : menurutmu sendiri kenapa?.....nanti lama-lama mereka akan menjawab.."ah Bunda...aku kan tanya Bunda..."....hahahaha....lalu pertanyaan yang ga putus-putus itu akan terulang lagi...dan inilah yang membuat aku dan suamiku jarang bisa berdiskusi ketika sedang di mobil...

Back to the topic...
Solusi untuk menghadapi banyaknya pertanyaan ini adalah:
  1. Berikan jawaban yang kita yakin kebenarannya dengan pendukung (referensi:buku, Al-Qur'an, dll). Jika jawaban kita akan membuat mereka bingung (atau kita belum bisa menjawabnya) katakan bahwa kita belum bisa jawab saat ini, kita perlu cari dulu melalui ...... (buku, internet, ensiklopedia..dll). Tetapkan batas waktu kapan kita akan menjawabnya daaaaan...jangan lupa untuk tetap memberikan jawaban ini walau mereka sendiri sudah tidak mengingatnya lagi (ini ada hubungannya dengan memenuhi janji...jadi mereka belajar bahwa jika berjanji sesuatu harus ditepati...)
  2. Layani setiap pertanyaan atau pembicaraan anak ini dengan FOKUS dan 'EYE CONTACT' - jangan sambil ngobrol dengan orang lain atau sambil kerja. Ini penting untuk membangun dalam diri anak perasaan menghargai dan dihargai.

Kita juga bisa mengajarkan etika disini, maksudnya seringkali ketika kita sedang asik bicara dengan pasangan atau teman kerja (sesama orang dewasalah pokoknya), anak kita bertanya maka stop percakapan itu sebentar (tentu saja dengan ijin dulu - orang dewasa pasti akan lebih mengerti), eye contact dengan anak untuk menanyakan apa yang dia mau, jawab bahwa pertanyaan itu akan dijawab setelah pembicaraan orang dewasa selesai dan ingatkan bahwa lain kali jika ada orang lain sedang melakukan percakapan maka kita harus menunggu percakapan itu selesai baru bisa bertanya...

Jika semua itu konsisten dijalani (of course kita harus mengulang-ulang terus prosedur itu ) maka akhirnya tertanam dalam diri si anak bahwa dia harus menghargai orang lain maka dia pun akan dihargai...

OK...I have to admit that sometime (many time) I lost my patience when I remind my children that they sould wait before they start to ask something...all I say is : 'berapa kali siy bunda harus bilang kalau ada orang sedang bicara, kamu mesti nunggu dulu..jangan langsung menyela'...or...'Detya..masak setiap kali kamu makan bunda mesti ngingetin untuk menutup mulut ketika mengunyah..biar ga bunyi...'

I should say..'maaf Detya..Javas...jika bunda sedang bicara sama ayah...kamu boleh menunggu dulu sampai selesai baru bertanya'...or...'Detya jangan lupa menutup mulutmu ketika sedang makan'...just like that without adding...'berapa kali siy mesti diingetin.....'...beuh....they just kids that have short memory..so we have to keep on remind them.....patiently....

(awww......in english lagi)....




1 komentar:

  1. Ya ...
    Dan tatangan kita sebagai orang tua adalah ...
    Jangan sampai keluar kata-kata ...

    "Udaaaahhhh diem aja ... nggak usah banyak tanya-tanya !!!"
    Apalagi dengan nada membentak ...

    Waaahhh ini bahaya sangat ya Bu ...

    Salam saya

    BalasHapus