Senin, November 02, 2009

Parenting Calss : Bullying

Temuan 5 : Bullying (fisik/verbal)
seperti memukul atau mengata-ngatai..bahkan mengancam

temuan ini tentu saja temuan yang negatif...yang mungkin disebabkan oleh pengalaman negatif yang sebelumnya pernah dibullying atau mengalami bullying sendiri. Jadi si anak mempraktekkannya kepada anak lain yang dia anggap lebih lemah dari dia. Ini juga termasuk bagian dari imitasi..karena si anak meniru orang lain untuk melakukan bullying itu.

Cara mengatasinya adalah:
  • orang dewasa di lingkungan sekitar agar memberikan model yang baik sebagai contoh
  • action langsung dan katakan bahwa 'ini perbuatan tidak bail'
  • kurangi atau buat batasan dalam menonton TV
  • Disiplin with love (Bu Guru menyarankan untuk membaca buku ini)
  • tanyakan kepada anak kenapa mereka melakukan itu, apa yang sebaiknya dilakukan. Hal ini untuk membangun nilai tanggungjawab dan mengambil keputusan

Intinya gini..sebenarnya anak itu sudah bisa menalar apakah perilaku mereka itu baik atau benar. jadi kembalikan semua pertanyaan untuk di jawab anak sendiri.

Semua perbuatan yang tidak baik, pada dasarnya sudah bisa dinalar oleh anak sehingga tugas kita untuk menunjukkan bahwa itu salah dan tidak patut dilakukan.
Misalnya Javas suka sekali ngomong kasar (kalau Bu Guru bilang itu 'kata mutiara' misalnya bego, oon, toyol....) dan ternyata sebagian besar Ibu-Ibu juga mengeluhkan hal yang sama.

Pertama pastikan dulu apakah si anak mengerti arti dari perkataannya itu. Jika dia memang mengerti berarti dia kan memang memaksudkan kata-kata itu untuk siapapun yang dia sebut begitu. Lalu kembalikan kepada si anak bagaimana perasaannya jika ada orang lain yang menyebutkan hal itu pada si anak. hampir pasti jawabannya adalah si anak ga suka..lalu tanyakan kira-kira kita mesti gimana biar orang lain juga tidak merasa seperti itu.... Disitulah kita bisa menanamkan nilai tanggung jawab dan mengambil keputusan
Atau karena dia masih marah maka dia bisa saja menjawab 'ga papa kok..aku ga keberatan'..kalau dia menjawab begitu, sampaikan bahwa kalau kita pribadi diolok-olok begitu maka akan merasa sedih dan sampaikan bahwa membuat orang lain sedih dengan sengaja itu tidak sama dengan perilaku Nabi Muhammad dan sebagainya dan sebagainya...

Ada salah satu status mbak devi di FB setelah mendengar talkshow di radio tentang memotivasi anak agar tidak gampang ikut-ikutan teman-teman yang lain...kalau tidak salah begini kalimatnya:
Ibu : "Menurutmu kamu bisa tidak untuk tidak ikut-ikutan teman-temanmu melakukan itu"

intinya seperti itu deh...intinya tanyakan sendiri pada si anak tentang segala sesutu. Biarkan si anak sendiri yang menentukan jawabannya dan membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan si anak. Kita hanya bertugas mengarahkan agar keputusan itu muncul sendiri.... Kalau kita sendiri yang membuat keputusan banyak hal negatif yang akan terjadi, terutama anak tidak belajar untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab terhadap keputusannya sendiri

Sebenarnya masih ada beberapa temuan lain yang memang masih belum dibahas ketika parenting class. Tapi ketika kubaca, intinya mirip dengan temuan-temuan sebelumnya sehingga pintar-pintar kita sendiri untuk terus mencoba berkomunikasi yang baik dengan anak-anak kita. Misalnya ketika anak suka teriak/marah-marah...merupakan hal yang mirip dengan bullying..jadi kita mesti memberi contoh untuk dapat ditiru ketika mengontrol emosi dan menerima emosi positif dan negatif dari orang lain. Atau tentang anak yang kurang inisiatif dapat diatasi seperti ketika ingin membuat anak kita bisa bekerja sama yaitu dengan menstimulasi anak dengan berbagai pilihan daripada kita sendiri yang sudah menentukan...

Ada satu temuan juga tentang aktif secara fisik yang merupakan karakter anak ketika menunjukkan energi yang tinggi, jarang terlihat lelah, mencari permainan dan lingkungan yang aktif dan sulit untuk diam.

Ada satu orang tua yang cerita bahwa anaknya banyak sekali makannya..lebih banyak dari si Ayah...baik dari frekwensi maupun jumlahnya...akibatnya si anak aktif sekali. Si Ayah tanya apakah perlu untuk membatasi makan si anak...
wohohoho....aku aja pengen Javas makan yang banyak dan ga pake disuruh...rasanya ngiri deh..ngeliat anak orang lain sampe mau disuruh menahan makan....

Jawaban Bu Guru (tentu saja jawaban ibu-ibu semua hampir sama)...yang perlu disalurkan itu energinya...bukan mengurangi makanannya..sehingga solusi yang tepat untuk keaktifan fisik itu adalah:
  • pastikan berimbang memberikan permainan/kegiatan yang aktif dan tenang. Misal: dalam ruangan berikan kegiatan yang membutuhkan banyak duduk di kursi agar anak dapat mengontrol fisiknya...
  • menyalurkan energi secara tepat, kapan diberikan waktu untuk bereksplorasi gerak dan kapan ia harus mengontrol diri.

OK...sudah semuanya niy....sekarang tinggal praktek terus setiap saat. Bukankan practice make perfect?
Semakin sering komunikasi yang baik ini dilaksanakan maka akan menjadi lebih mudah menemukan kata-kata positif yang bisa memotivasi anak-anak...dan jika sudah begitu...bukankan artinya kita sendiri menjadi pribadi yang lebih baik?

Apalagi siy yang kita inginkan selain menjadi orang tua yang sempurna buat anak-anak kita?...Kita ini hanya hidup sampai saat ini saja...sedangkan masa depan itu ya milik anak-anak kita....Lalu apakah kita mau masa depan itu menjadi gelap...? (halah...opo to iki..?)...

Intinya..aku ingin menjadi lebih baik untuk anak-anakku...titik...itu saja...



1 komentar:

  1. Jujur bu Dewi ...
    Saya paling takut sama yang satu ini ...
    Mudah-mudahan anak-anak kita tidak mengalami hal yang parah ya Bu ...

    Apalagi setelah mereka besar nanti

    Salam saya

    BalasHapus