Selasa, Desember 22, 2009

Detya Naziha Wikrama

Ehem...ehem...agar dimaklumi kalau sebagai ibu, akan sukaaa sekali membanggakan anak-anaknya..

Kali ini aku ingin membicarakan Detya, anak pertamaku...
Aku sudah lama bikin blog atas nama masing-masing anakku....yang jarang-jarang kuisi...link-nya ada di header halaman blog ini. Namun karena memelihara satu blog ini aja susahnya ampun-ampunan (dalam hal konsistensi posting...)...maka blog atas nama anak-anakku itu jarang terurus.

Hari sabtu kemarin, kami jalan-jalan setelah menghadiri evaluasi akhir semester untuk Javas...dan sepulang dari perjalanan itu, Detya menulis beberapa kalimat di bukunya sendiri. Dari situ aku berpikir, kenapa ga tulisan Detya sendiri yang mengisi blog atas namanya? Apalagi sekarang aku sudah punya modem dan PC butut di rumah sudah bisa digunakan lagi. Sekalian biar Detya melek IT...

Maka besok harinya (hari minggu), kami (aku dan Detya) memindah catatan di buku tulisnya itu ke blog dia sendiri. Detya cukup senang, walau pada saat proses penulisan itu, Detya sempat bersedih karena diingatkan oleh Ayahnya.

Sekarang sudah ada satu post yang asli tulisan Detya dan selanjutnya....blog itu biar Detya sendiri yang mengisinya....Memang agak susah memotivasi Detya untuk menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan...ataupun membaca buku yang agak tebal dan tanpa gambar....dia lebih suka bermain sepeda keliling kompleks....atau menemaniku di dapur....

Aaaahhh...walaupun salah satu obsesiku adalah anak-anakku suka membaca....tapi biarlah...kalau sekarang ini mereka masih belum bisa memulainya....toh...aku dulu mulai membaca buku apapun pas kelas tiga SD....

Tapi setidaknya mereka semua sungguh suka dibacain cerita..... Bukankah itu awal yang baik..?....

Jadi...perkenalkan...anak perempuanku yang mulai belajar menulis...Detya Naziha Wikrama....

2 komentar:

  1. wah, si kecil itu menulis blog? harus segera diintip dong! pamit kesana dulu ya mbak, permisiiii... :D)

    BalasHapus
  2. Awal yang baik Bu ...
    Saya untuk menulari kegiatan ngeblog pada anak-anak saya yang sudah remaja saja ...
    sulitnya minta ampun ...
    Mereka lebih tertarik kepada hal yang lain ...

    So detya ...
    Tetap menulis yaaaa ...
    Ntar om datang kesana deh ..
    OK ?

    Salam saya

    BalasHapus