Senin, Januari 04, 2010

Menjadi Trainer

Ada permintaan dari training center kami untuk mengirimkan narasumber sekaligus trainer pada acara pelatihan yang berhubungan dengan pekerjaanku. Dan kebetulan Big Boss minta seseorang dilevelku yang kompeten untuk jadi trainer itu. dan Bossku- menugaskan aku atau temenku untuk menjalani itu..

Waaahhhh...jadi trainer?..walaupun untuk materi yang memang aku kuasai, tapi aku merasa ga sanggup.
Pertama, aku hanya pengalaman di satu lender saja....ada spesifikasi lender lain yg lebih kompleks masalahnya dan aku ga tau detil tentang itu. Aku sadar bahwa pengetahuanku sungguh parsial sehingga aku ga bisa bicara tentang bidang tugasku ini secara holistik. Kalau sekedar baca bahan siy mungkin bisa saja...tapi aku merasa ga fair dengan para peserta nantinya...
Kedua, lamanya training adalah 8 jamlat jadi ya kira-kira sehari penuh...walaupun ada kurikulum yang diinginkan untuk dijelaskan...tetap saja 8 jamlat itu lama sekali...aku ga punya kompetensi untuk menyampaikan materi selama itu. kalo jadi narasumber di sebuah workshop dalam 2 jaman siy mungkin aku bisa...tapi memberi materi selama itu tentu butuh kemampuan ice breaking dan simulasi materi yang memadai...sedangkan aku sama sekali ga tau mesti melakukan apa...

Maka, dengan sedikit manahan malu, aku menghadap boss-ku menyampaikan ketidaksanggupanku ini. Dan beliau, walaupun cukup memahami kakhawatiranku ini, tetep meminta salah satu dari kami untuk memenuhi permintaan itu. Lalu aku sampaikan ke temenku itu bahwa aku ga sanggup..!! sempat eyel-eyelan dikit..karena temenku itu juga merasa ga sanggup...tapi dia punya bayangan apa yang bisa dilakukan dalam 8 jamlat itu...jadi minggu kemaren berlalu tanpa ada kesimpulan, siapa yang akan mewakili tugas itu...bahkan temenku itu minta kami suit agar bisa ditentukan siapa yang jadi wakil....tentu saja aku ga mau...(karena aku paling ga bisa suit...kalo kalah kan..... waaaaa....aku ga sanggup...)

Pagi ini, ketika aku menawarkan kepada temenku itu untuk lapor ke boss pengganti (boss-ku sendiri sedang cuti) bahwa kami ga bisa mewakili....ternyata dia menyanggupi untuk mewakili...karena dia ga enak dengan boss yang jelas-jelas tetap meminta salah satu dari kami untuk mewakili....syukurlah.....karena aku pribadi sudah menyampaikan bahwa aku merasa ga kompeten...dan temanku itu belum bicara secara langsung...so dia merasa ga enak untuk begitu saja mengelak dari tugas pada saat beliau cuti.

Eniwei....aku jadi kepikiran untuk berlatih jadi trainer....bukannya ada TOT (training of trainer)?...mestinya di TOT itu dilatih untuk jadi trainer serta trik-trik untuk membuat peserta tetap bersemangat mengikuti materi yang disampaikan...

Aku kan ga bisa ngeles terus seperti ini kalo lain kali ada penugasan yang sama...lagian bisa juga untuk menambah pengalamanku sendiri sehingga bisa lebih beragam....

Hhmmmm....sepertinya bisa jadi resolusi tahun ini niy.....

SEMANGAT...SEMANGAT....

2 komentar:

  1. hwaduh! keputusan yang penting kok ditentukan dengan cara suit, hihihi...
    tapi salut mbak Dew jujur bilang ga sanggup, drpd nekat maju dan nanti malah ngga total...
    AYO SEMANGAT MBAK DENGAN RESOLUSINYA!!! ^,^ ,v,,

    BalasHapus
  2. Jadi Trainer itu Gampang ...
    Ya ... memang tidak bisa semua hal bisa kita kuasai ...
    Namun ... justru yang kita kuasai itulah yang akan kita sharingkan ...

    So ... kenapa takut
    Anggep aja lagi ngobrol di pelataran sekolah ... bersama walimurid yang lain

    Relax ... just be your self

    Jadi Trainer itu Fun lho
    Sumpah !!!

    BalasHapus