Rabu, Maret 31, 2010

Antara Jake Sully dan Kumbakarna

Hmmm....bener-bener judul yang ga nyambung....tapi mau bagaimana lagi?... Setelah menonton Avatar, yang terlintas kuat dipikiranku adalah Kumbakarna, tokoh dalam Ramayana....bukannya Wibisana, yang setipe dengan Jake Sully.

Sebelum lebih bingung lagi, perlu diperjelas lagi latar belakangnya. Setelah nonton film Avatar, yang sungguh bagus visualisasinya sehingga anak-anakku pun ga bosen-bosennya berulang-ulang nonton film ini, aku jadi membandingkan inti cerita Avatar dengan cerita epik Ramayana. Keduanya satu tipe cerita, dengan masing-masing tokoh di Ramayana, bisa dianalogikan dalam film Avatar.

Misalnya si Kolonel, itu Rahwana-nya.
Rama dan kawan-kawan, itu para alien Navi,
Shinta, itu tanah tempat tinggal para Navi yang mengandum logam penting untuk manusia.
Wibisana, ya si Jake Sully itu
Nah Kumbakarnya siapa?..menurutku si Administrator Parker itu cocok disamakan dengan Kumbakarna.

Kalau di Ramayana, Sinta diculik sama Rahwana yang akhirnya gara-gara itu Alengka berperang besar dengan Ayodya yang dipimpin Rama. Lalu Kumbakarna dan Wibisana,
yang dua-duanya adik Rahwana, memilih sikap yang bertolak belakang. Kumbakarna memilih untuk bersikap membela negara tanah tumpah darahnya, walaupun tau bahwa sikap Rahwana salah, sedangkan Wibisana membelot membela Rama karena ingin bersikap dharma, selalu berada di jalan kebenaran.

Nah kalau di Avatar, si Administrator berusaha cari jalan diplomatis untuk mendapat logam itu tanpa banyak pertumpahan darah walaupun pada akhirnya perintah penyerbuan dia juga yang menentukan, sedang si Kolonel bersikap superior dengan hantam kromo menghancurkan pemukinan alien Navi biar segera bisa menambang logam itu, sedang si Jake Sully akhirnya lebih memilih bergabung dengan alien Navi bertempur melawan ras-nya sendiri.

Tentu saja, akhir ceritanya sama...Rama bisa mendapatkan kembali Shinta, sedangkan alien Navi, bisa mempertahankan pemukiman mereka.

Yang menjadi poinku disini adalah: akankah Anda menjadi Kumbakarna yang bersikap ksatria dan terikat kewajiban bela negara walaupun tau pemimpinnya sedang melakukan kesalahan? atau bersikap seperti Jake Sully membela yang benar, walau harus melawan ras-nya sendiri yang bersikap sewenang-wenang terhadap pihak lain?

Sungguh aku salut dengan Kumbakarna karena loyalitas terhadap bangsanya sangat tinggi, diapun sudah berusaha mengingatkan Rahwana mengenai kesalahannya. Dan ketika akhirnya harus berperang, mati-matian dia membela negaranya, bahkan ketika dua tangannya putus oleh panah Rama dia masih menggunakan kakinya untuk berperang, bahkan ketika kakinya juga putus dia masih menggunakan badannya untuk berguling-guling melawan penyerangnya dan akhirnya harus gugur ketika Rama memisahkan kepala dari badannya. Walaupun aku menyetarakan administrator Parker tadi dengan Kumbakarna, tetep menurutku Kumbakarna ini ga dapat dibandingkan. Dia memilih jalan ksatrianya sendiri walau tau konsekuensi apa yang harus dia ambil.

Aku juga tidak bisa menalar, bagaimana perasaan Jake Sully ketika harus baku tembak langsung dengan kawan-kawannya sendiri. Bagaimana dia bisa menembaki langsung kumpulan teman-temannya yang dalam posisi tidak terlindung walaupun juga sedang menembaki lawan mereka. Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Wibisana yang meminta kepada Rama untuk berbicara terlebih dahulu dengan Kumbakarna sebelum pertempuran dimulai. Wibisana meminta maaf pada kakaknya atas situasi yang mungkin terjadi dan Kumbakarna-pun dapat memahami pilihan adiknya untuk selalu berada di jalan kebenaran.

Aduh...kenapa sih harus perang? Apa ga ada jalan untuk win-win situation? Kenapa selalu saja memilih sudut ekstrim, ya atau tidak, kanan atau kiri, atas atau bawah? Kenapa ga tengah-tengah saja?

Kenapa Rahwana ga mengembalikan apa yang bukan menjadi hak-nya? Kenapa juga Sinta ga mau diajak pulang Hanoman ketika Hanoman yang memang diutus menjemput Sinta, datang ke Alengka. Kalau saat itu Sinta ga sok-sokan tentu perang bisa dihindari, dan Kumbakarna ga perlu mati dan Wibisana ga perlu membelot....*halah...kok malah nyalahin Sinta*

Kenapa juga adminitrator Parker tadi ga minta baik-baik satu lahan tertentu untuk nambang logam tadi...kok ya rakus maunya semuanya...huwa....ribet banget ya dunia ini.

Yang jelas, aku ga mau dihadapkan pada situasi seperti Kumbakarna dan Wibisana....aku maunya tetep berada di jalan kebenaran tapi tetap loyal terhadap agama dan negaraku............


My note:
Aku yakin, bagi yang ga tau cerita Ramayana dan belum melihat Avatar, akan kebingungan baca postinganku ini.....bener-bener tulisan ini hanya tumpahan pikiran yang menggayuti otakku sejak nonton avatar.

3 komentar:

  1. ahh, sudah lama tidak mampir ke sini.

    eh baru inget lagi klo cerita ramayana itu bukan hanya rama, shinta, laksmana, hanoman dan rahwana.
    tapi ada juga kumbakarna dan wibasana.jadi pengen baca buku lengkapnya epos ramayana dan mahabarata nih.

    gimana kbar anak2 mbak dewi?

    BalasHapus
  2. aku selalu ngiri, sumpah, sama orang2 yg paham betul kisah2 pewayangan gini.. eh bener ga sih mbak ini termasuk pewayangan? yah pokoknya yg gitu2 deh! dimana beli bukunya ya?? aku juga pengen ngerti sengerti2nya bukan cuma sekadar tau nama tokoh2nya.....

    soal Kumbakarna & Wibisana, mereka ksatria dengan caranya masing2. Tapi kalo ngomong soal benar salah, ya mestinya kesetiaan memang ditempatkan pada kebenaran itu sendiri tanpa memandang dimana kebenaran itu berlabuh. utk itu, aku lebih acungin jempol buat Wibisana....

    terakhir, soal perang, wah itu komentarnya Mbak Dew kok sama sih sama aku tiap kali baca/liat/denger hal2 berbau perang. tapi kita masih idup di dunia sih mbak ya.... baik & buruk itu pasti masih terus bertempur... (panjangnyaaaa replyan aku kali ini, hihihi)

    BalasHapus
  3. walopun gak tau detil cerita Ramayana...tapi aku ngerti kok jalan ceritanya....dan memang agak mirip sih

    BalasHapus