Jumat, Juni 04, 2010

Cuka Apel dan Bir Pletok

Sepulang dari acara wisata Javas Mei Kemaren di Situ Babakan, Ayah membawa oleh-oleh Bir Pletok. Yaaah..sebenarnya aku yang penasaran dengan bir pletok ini, bagaimana rasanya. Makanya bolak-balik sms ayah untuk ngingetin jangan lupa beli bir pletok pas acara bebas.

Situ Babakan ya ini adalah kampung wisata Betawi dan sesuai tema bulan Mei di sekolah Javas, maka kunjungannya adalah ke Kampung Betawi itu, di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.. Kegiatannya selama kunjungan bermacam-macam, dari berlatih menari, silat Beksi, membuat ondel-ondel dari kok, menonton pertunjukan khas Betawi, termasuk acara bebas. Nah pas acara bebas ini, baru boleh belanja oleh-oleh makanan khas betawi.

Akhirnya aku dapat merasakan bir pletok. Dengan botol sebesar botol sirup (kurang lebih 650 ml), bir pletok dihargai Rp12.ooo,- dan menurutku jadi lumayan mahal. Coba bandingkan dengan minuman soda dengan harga yang lebih murah tapi dengan kemasan 1,5 liter. Dan rasanya pun begitu saja namun terasa lebih menyegarkan setelah dingin. OK, jadi inilah rasa bir pletok yang dominan rasa jahe dan entah rasa akar-akaran apa.

Saat yang sama di kulkas ada minuman bikinan adikku yang terpesona dengan kulit kencang sepupuku waktu pulang kampung lalu. Sepupuku cerita bahwa dia rajin minum cuka apel yang dicampur madu dengan perbandingan yang sama dan kemudian diencerkan dengan sedikit air. Sebelum-sebelumnya, aku ga ikut mencoba minuman itu karena pernah nyoba sesendok saja, rasanya sangat tajam di tenggorokan.

Nah, karena menurutku rasa bir pletok itu kurang tajam, maka aku berinisiatif mencampur minuman adikku itu dengan bir pletok. Dengan campuran yang dingin itu, rasanya menjadi lebih menyegarkan, sehingga berulang-ulang aku campur dua minuman itu. Walau tetap ada rasa panas ketika melewati tenggorokan, tapi terasa menyegarkan.

Maka ketika ramuan cuka apael itu habis, dengan semangat aku beli lagi cuka apel yang sama untuk bikin ramuan lagi. Setelah itu iseng-iseng browsing tentang cuka apel yang kubeli. Dan hasilnya, astaganaga....ternyata cuka apel yang diperbolehkan untuk dikonsumsi muslim itu yang berjudul 'Apple Vinegar' dan jika 'Apple Cider Vinegar' ga boleh dikonsumsi karena mengandung alkohol.

Dan yang sebelumnya kubeli dan selama ini kami minum dengan antusias adalah 'Apple Cider Vinegar'......ooo....pantesan terasa panas ketika lewat tenggorokan...pantesan kok malah jadi pengen minum lagi...minum lagi...

Ah..bir pletok yang jelas-jelas dikasih nama bir malah ga ada alkohol-alkoholnya sama sekali....malah cuka apel yang pengennya diminum untuk dapat kulit kencang, mengandung alkohol 0.01%....

Huaaaah...aku sudah pernah merasakan alkohol......


*tapi kalau sebelumnya ga tau, ga papa kan?...:(*

1 komentar:

  1. Ya ... nggak papa ...
    tapi abis ini udah ndak boleh lagi kan Bu ...
    hehehe

    Situ babakan ?
    Ah pingin juga saya kesana ...
    belum pernah soale ...

    salam saya

    BalasHapus