Jumat, Februari 11, 2011

Catatan Harian : Menurunkan Ekspektasi

Suatu ketika aku menyarankan suamiku agar menurunkan ekspektasi beliau terhadap housemaid yang membantu kami. Suamiku seringkali kecewa dengan housemaid kami karena harapan suamiku yang sering tidak bisa dipenuhi housemaid itu. Kupikir jika harapan itu diturunkan maka setidaknya terhindarkan dari rasa jengkel yang ga perlu.

Waktu itu kupikir, apa susahnya sih menurunkan ekspektasi?


Tapi ternyata menurunkan ekspektasi itu hanya mudah ketika menyarankan saja. Giliran aku sendiri yang harus menurunkan ekspektasi ternyata berat dan berujung dengan jengkel sendiri. Aku sangat strict ketika berurusan dengan ketepatan waktu. Untuk mencapai itu aku sangat menjaga agar semua kegiatanku kulaksanakan dengan bergegas. Disaat aku berusaha bergegas,tapi disekelilingku tidak melakukan hal yang sama, disaat inilah jengkel sendiri jadi muncul.

Aku menyadari bahwa tidak semua orang berpikir sama denganku jadi aku harus menurunkan ekspektasiku. Aku harus menerima kenyataan itu. Tapi ternyata menurunkan ekspektasi itu tidak mudah...sigh.

Aku jadi bisa memahami kenapa suamiku masih saja menyimpan ekspektasi yang sama....

Eniwei...walau aku tau ini susah...tetap harus kuusahakan. Ini demi ketenanganku sendiri agar tidak terpengaruh dengan keadaan sekelilingku yang berbeda.

1 komentar: