Jumat, Mei 06, 2011

Detil dalam Novel


Dua minggu ini aku baca ulang Harry Potter, dan karena dibaca secara berurutan dalam waktu yang cepat, maka ceritanya menjadi tidak terputus. Kalau dulu kan bisa dibayangkan, antara buku keempat menuju buku kelima perlu tiga tahun lebih. Buku kelima dengan buku keenam perlu 2 tahun dan buku keenam menuju buku ketujuh perlu 2 tahun juga. Jadi kalau dulu untuk membaca buku satu sampai tujuh perlu 8 tahun, sekarang ini dalam 2 minggu aku sudah membaca buku ketujuh.

Intinya, dalam 8 tahun itu, banyak detil yang terlupakan dan dalam dua minggu ini aku menangkap detil-detil dalam semua buku dan aku menjadi semakin salut sama JK Rowling. Betapa tidak, semua informasi, bahkan yang kelihatannya tidak berguna pun ternyata menjadi elemen penting bagi buku lainnya. Betapa rumitnya JK Rowling mengkatalogkan ceritanya sehingga bisa menyusun 7 buku utuh yang masing-masingnya luar biasa.

Contohnya adalah Lemari Pelenyap yang disebutkan sekilas di Buku Kelima ternyata menjadi alat efektif di Buku Keenam. Atau kalung Slyterin yang disebutkan sambil lalu di buku kelima menjadi barang yang dicari-cari di buku Ketujuh. Bahkan Bezoar yang disebutkan di buku Pertama saat Snape menyepelekan Harry, menjadi bahan yang menyembuhkan Ron di buku Keenam. Hal-hal kecil seperti itu banyak disebutkan di Harry Potter sehingga aku semakin kagum sama pengarangnya yang luar biasa.

Beda yang teramat jauh, aku catat untuk seri Gajah Mada dari Langit Kresna Hadi. Walaupun tercatat sebagai novel terlaris dan membuatku langsung beli 5 buku sekaligus, ternyata banyak cara bertuturnya yang gabisa membuatku betah membaca. Bahkan buku kelima sama sekali ga sanggup aku baca. Ini terutama kerutama urusan detil tersebut. Ada satu tokoh yang diceritakan berhalaman-halaman secara detil, tapi menurutku ga ada gunanya sama sekali. Karena yaitu tadi...diceritakan detil tapi ga nyangkut kemana-mana. Menurutku jadi useless..pointless....jadinya cuma seperti mentarget bisa bikin buku setebal mungkin. Kalau isinya berulang-ulang, ga penting..yang penting bukunya setebal bantal...sigh...

O well...siapa sih aku sampe bisa komen seperti ini. Aku hanya ingin mencerna sebaik mungkin sebuah buku untuk bisa mengambil manfaatnya. Dan ternyata jika detil disajikan dengan sempurna dalam suatu cerita, akan membuat sebuah buku menjadi lebih menyenangkan untuk dibaca.

2 komentar:

  1. seru juga ya kalau baca ulang novel. aku juga ounya seri lengkap harry potter nih

    BalasHapus
  2. iyaaa ... Tante J. K. Rowling emang jenius dalam bikin plot ya, jubah gaib Harry juga ternyata salah satu warisan tiga saudara, ckckck keren
    salam kenal ^^

    BalasHapus