Senin, Juli 04, 2011

Banyuwangi dan Wisata Kuliner

Hal yang pasti kurindukan saat pulang ke Banyuwangi adalah makanannya. Ada banyak makanan khas yang ada di Banyuwangi.

Sebut saja Rujak Soto, makanan ini hanya ada di Banyuwangi. Kalau rujak cingur rasanya sudah umum bagi para Jawa Timuran dan memang termasuk makanan wajib di Jawa Timur. Tapi Rujak Soto...hmmm..hanya ada di Banyuwangi. Sesuai namanya, Rujak Soto adalah campuran rujak cingur dengan soto madura dengan isi jerohan (babat dan iso/usus)...dan memang begitu cara buatnya. Rujak cingur yang sudah siap, disajikan dalam mangkuk dan disiram dengan soto jerohan... Hasilnya? yummy luar biasa buatku.

Bagi orang yang bukan Jawa Timur, mencoba rujak cingur butuh keberanian karena warna rujak yang hitam karena efek petis, membuat orang jadi tidak berselera. Nah bagi orang yang sudah terbiasa makan rujak cingur, rujak soto tetap produk yang aneh. Untungnya suamiku mau mencobanya dan sekarang beliau yang paling bersemangat nyari rujak soto kalau pulang ke Banyuwangi.

Makanan wajib lainnnya adalah Sego Janganan. Walaupun janganan artinya sayuran, tapi sego janganan yang biasa dijadikan makanan untuk sarapan ini sama sekali tidak ada unsur sayuran sama sekali, kecuali jagung bakar dan parutan kelapa yang berkuah. Selainnya adalah unsur ikan laut, baik yang dipelas (pepes) atau di pindang kuah. Ditambah sambal kemiri dan kerupuk, juga separo telor pindang..maka Sego Janganan jadi sarapan yang nikmat dan mengenyangkan..


Sayang, aku ga sempat mengabadikan sendiri gambar sego janganan ini, foto dari sini kurasa cukup mewakili (walau ga kelihatan detilnya)

Naaah..ada satu makanan khas yang ga perlu aku beli...cukup dibuatkan ibuku sendiri yaitu Sego Tempong. Tempong artinya tempeleng, jadi disebut sego tempong karena sambalnya pedas luar biasa sehingga rasanya seperti abis ditempong...Sego Tempong buatan ibuku sungguh dengan sambal yang luar biasa pedaaasss....I miss her sambel already :(

Sego tempong hanya terdiri dari nasi dengan sayuran rebus standar misalnya terong mini, bunga turi, kangkung atau daun kenikir di siram dengan sambal yang puedess tadi dengan lauk tahu/tempe dan ikan asin goreng. Dimakan kapanpun, baik pagi siang atau malam akan tetap terasa nikmat...

Selain makanan khas tadi, ada lagi makanan wajibku jika pulkam yaitu pangsit mi. Bukan seperti Mie Ayam walaupun ingridientnya sama..tapi kering seperti Cwie Mie Malang, daging ayamnya dicacah kering tapi bumbunya terasa. Ah, pangsit mi itu harus masuk dalam menu wajib makan.

Untuk snack, ada yang namanya Uceng-Uceng dan Orog-Orong, dua-duanya berbahan dasar tepung beras hanya berbeda cara pengolahan. Dimakan dengan taburan kelapa dan gula pasir...Uceng-Uceng dan Orog-orog masuk dalam menu wajib makanku.

Hasilnya....beberapa hari ini perutku terasa penuh terus karena kebanyakan makan selama di Banyuwangi...

Ahh...tak sabar menunggu waktu pulang kampung tiba lagi...

4 komentar:

  1. kelihatannya enak ya rujak soto,kalau rujak cingur aku ga doyan bun

    BalasHapus
  2. Maknyuz tuh Soto Rujak...hehehe

    BalasHapus
  3. rujak soto, nasi tempong. mantap!!

    BalasHapus