Kamis, Agustus 30, 2012

Sunatan Javas

Sudah sejak lama, mungkin sejak TK B, Javas berikrar bahwa dia akan sunat nanti kalau naik kelas 3.  Dan liburan kenaikan kelas kemarin adalah waktu yang dia tunggu-tunggu, Javas naik kelas tiga yang artinya dia bisa sunat.

Bagi Javas, pokoknya dia mau sunat, apapun metodenya.  Sedangkan bagi kami, setelah sangat tergoda dengan sunat bogem, akhirnya memilih SMARTKLAMP dengan alasan kepraktisan.  Yaaa...ternyata smartklamp itu praktis di awal tapi agak tricky di penyembuhan.  Jika anaknya tidak banyak beraktivitas, maka seminggu setelah alat dicopot, maka bekas luka akan sembuh sempurna.  Sedangkan Javas yang Alhamdulillah adalah anak yang aktif, bahkan setelah 3 minggu, lukanya masih ada yg belum kering.

Eniwei, saat Javas berikrar dulu, saat itu juga Ibukku ingin agar nanti slametan Javas dilaksankan di Banyuwangi.  Aku tidak terlalu banyak berpikir untuk itu, toh masih lama.  Tapi sejak awal tahun ini Ibukku semakin gencar mengingatkan agar sunat Javas dirayakan di Banyuwangi, karena Ibukku pengen ngadain arak-arakan Barong dan Jaran Kencak di rumah.

Akhirnya, diputuskan acara arak-arakan diadakan setelah Lebaran.  Aku pasrah saja dengan apa yang direncanakan Ibuk, karena beliau menekankan bahwa ini hanya acara senang-senang saja, tidak akan ada undangan, apalagi becekan ala Banyuwangi (di Banyuwangi, acara sunatan sama mewahnya dengan acara kawinan, dengan undangan yang buanyak dan kerepotan yang sama dengan pernikahan)

Ternyata...Ibukku merencanakan agenda yang lebih rumit dari sekedar arak-arakan.  Ada Jaranan Banyuwangi di pagi sampai sore hari, baru kemudian arak-arakan.  Arak-arakannya sendiri juga bukan hanya Javas sebagai anak yang sunat, tapi juga kakak adik dan sepupu.  Jadi Javas naik Ogoh-ogoh, Wisam dan Nanda (ponakan) naik Jaran Kencak, sedangkan Detya dan Bella (ponakan) naik kereta hias.  Dibelakangnya ada Barong, Macan Putih dan Ayam-ayam yang menari diiringi musik tradisional.

Sayang sekali kameraku sedang out of order, jadi hanya ada handycam dan kamera HP.









Sayang sungguh sayang...foto Barong, Macan Putih dan Ayam-Ayam tidak ada...dan juga ga ada foto Jaranan sama sekali.  Padahal acara Jaranan ini sangat khas, karena cukup menegangkan...

Pertama-tama hanya ada tari-tarian termasuk Jaran Kepang, tapi ketika masuk agenda pemain yang kesurupan, maka ketegangan dimulai.  Pemain ada yang makan sabut kelapa, bahkan ada yang makan beling...belum lagi acara perkelahian antar pemain yang kesurupan dari yang jambak-jambakan, banting-bantingan sampai gigit telinga lawan... semua ada.

Kalau antar pemain sudah ga jadi masalah karena pertunjukan Jaranan ini memang tentang itu...tapi yang lebih heboh adalah saat salah satu atau beberapa penonton ikut kesurupan dan tiba-tiba bergabung di tengah acara.  Waaah...keseruan Jaranan justru saat-saat seperti ini.

Akhirnya setelah mulai dari jam 9 pagi, acara Jaranan ini selesai jam 4 sore untuk kemudian dilanjutkan arak-arakan.

Bahkan setelah arak-arakan keliling kampung selesai, acara tidak berhenti disitu.  masih ada atraksi tersendiri dari masing-masing Barong, Macan dan Ayam, belum lagi tari-tarian asli Banyuwangi.

Bagiku sendiri, ini sudah sangat berlebihan...bukan gayaku sama sekali....  Tapi karena dari awal sudah didedikasikan untuk Ibuk...maka terserah beliau sajalah...asal beliau bahagia...dan memang Ibuk sangat bahagia..

2 komentar:

  1. Aaahhh ...
    Sekarang saya baru mengerti ...
    Rupanya foto-foto yang saya lihat di FB itu adalah dalam rangka syukurannya Javas Toh ...

    Tradisinya sangat unik ... ada unsur Balinya ya Bu ...

    Untuk Javas ...
    Selamat ya Nak ...
    Semoga menjadi anak yang Sholeh ...
    Sehat dan bahagia selalu

    Salam saya Bu Dewi

    BalasHapus
  2. weeehhh seru banget sepertinya ya mbak...

    Javas n Wisam lucu banget didandanin....qiqiqi

    Kalimat penutupnya itu lo mbakkkk, bikin aku mewek.....
    terharu banget bacanya
    "Bagiku sendiri, ini sudah sangat berlebihan...bukan gayaku sama sekali.... Tapi karena dari awal sudah didedikasikan untuk Ibuk...maka terserah beliau sajalah...asal beliau bahagia...dan memang Ibuk sangat bahagia.."

    aku masih suka banyak ego mbak kalao beda pendapat sama ortu....hiks...

    BalasHapus