Selasa, April 14, 2009

Jawaban "Hati-Hati Dengan Dokter"

Aku ngedarin email dari suamiku itu ke milis angkatanku dan ga brapa lama ada temenku yang ngedarin tanggapan seseorang atas email itu. Dan ini tanggapannya:

Ini ada crossposting tentang postingan hal tersebut.
dari milis sebelah :

Saya lihat ini merupakan masalah komunikasi saja.

Nanti tolong om Taufiq sebagai pihak yang mem-forward tulisan ke milis, berkewajiban untuk meneruskan jawaban ke penulis ybs.

1. Pemerikasaan darah untuk pasien DBD bisa dilakukan tiap jam (ulangi : tiap jam ) untuk melihat progress nya. Justru RS tersebut harus dipersalahkan jika tak cek darah ulang
mengingat tak ada data dasar saat masuk rumah sakit di mana penyakit DBD merupakan penyakit yang progress nya cepat. ( Hitungan hari )

2. Injeksi Ranitinide bukan untuk penyakit lambung. Itu adalah beta-2 bloker. Pada pasien DBD sering terjadi luka di lambung, ingat : mirip maag, sehingga agar luka tersebut tak terkena asam lambung. Produksi asam lambung harus diblok. Di sini Ranitinide mendapat tempat

3. EKG ulang? Iyah masa' thrombosit 82rb nggak di-EKG. Kalau ada perdarahan jantung gimana? Lagi pula threadmill yang dilakukan itu kan sekian minggu yl. Thrombosit itu berfungsi sebagai "lem" bila ada bagian tubuh yang luka. Bagian tubuh kita sangat mudah terluka. Even oleh benturan kecil. Nah tugas thrombosit membekukan luka-luka kecil seperti itu.

4. Ondansetron merupakan obat anti muntah yang bekerja di susunan syaraf pusat (otak). Ondansetron merupakan obat yang sangat kuat dan bagus sehingga dipergunakan di pasien kanker.
Jadi jangan keliru, itu bukan obat kanker, namun karena bagusnya ( i repeat : sangat bagus ) dipergunakan di pasien kanker yang pada kondisi obat anti muntah biasa tak mampu lagi bekerja.
Gampangan nya gini, obat muntah terbaik di level 6rb. Obat muntah biasa di level 1500rp. Pilih mana? Ntar diberi yang 1500rp malah......

5. Pada kondisi krisis seperti ini, sejak th 1997 lalu, setiap RS menerima kembalian obat dari pasiennya, selama bon/nota ada, selama segel/kemasan belum rusak.

6. Lagi?
Duh capek ngetiknya


My Note:
Eniwei...eniho...mengutip yang Yessy pernahbilang pas mriksain anaknya yang lagi sakit...kita ini konsumen medik, yang berhak tau setiap detil informasi atas apa yang kita alami..bukan cuma nyuruh tes ini itu...trus ngasih resep ini itu...tanpa pernah njelasin apa-apa. Seandainya dalam tulisan awal itu si dokter yang nungguin Abangnya dikasih info sejelas ini ama dokternya, tentu dia akan bisa menentukan, apakah terus dengan obat generik atau milih yang paten...apakah tetep ngikutin tes ini itu atau menolak.
Intinya adalah kesetaraan informasi...jangan hanya karena SOP-nya gitu maka kita harus ngikut. Kalau ada keterangan yang masuk akal, kan keputusan bisa berubah...

So..teman-teman semuanya...jangan lupa untuk selalu minta informasi sedetail mungkin kepada dokter yang merawat kita...tanya pilihan-pilihan apa yang bisa kita dapatkan...jangan hanya pasrah....jadilah konsumen medis yang smart...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar