Kamis, Juli 29, 2010

Perkembangan Apartemen Menara Salemba Batavia

Setelah setahun lebih ga ada perkembangan berarti, akhirnya kemarin aku sudah mengikat perjanjian kredit KPA untuk Apartemen Menara Salemba Batavia. Karena ada perhitungan ekonomis maka nama apartemen itu berganti menjadi Menteng Square.... Kedepannya ga cuma apartemen saja di tiga tower kawasan itu. Dari awal memang konsumen diberitahu bahwa lantai 1-5 semua tower akan dijadikan kawasan bisnis, jadi ga jadi masalah buatku perubahan nama dan peruntukan lantai 1-5 itu.

Ada tiga tower dalam kawasan itu, tower Sunda Kelapa (yg ke arah matraman), tower Batavia (yang tengah) dan tower Jayakarta (yg arah pramuka). Lantai 1-5 tower Sunda Kelapa akan jadi kawasan perkantoran dengan tengah lantai dasar merupakan fasum lapangan olahraga, sedang tower Batavia akan jadi Pusat Perbelanjaan dengan tengah lantai dasar adalah fasum taman, dan tower Jayakarta akan jadi hotel dengan tengah lantai dasar adalah kolam renang.

Kami dari awal memilih tower Jayakarta, dapetnya lantai 19 dan memilih nomer idaman dengan view arah Senen. Entahlah...suamiku memilih daerah berview Senen dengan pertimbangan arah angin dan matahari sehingga memutuskan view itu yang paling nyaman.

Jadi, ketika awal kami booking apartemen itu, marketingnya (century) tidak memberi informasi yang lengkap sehingga harga yang diterangkan saat itu hanya Rp144 juta. Tidak diterangkan mengenai biaya lain-lainnya, dan karena kami belum pernah tanya-tanya tentang perumahan lain, maka kami pun pasrah aja ga banyak tanya.

Pada waktu melunasi booking fee, kami dikenai surcharge sebesar Rp43.5 juta untuk membangun fasilitas tambahan. Sebelumnya kami sempat pesen dua unit, tapi karena adanya surcharge itu jadi hanya mampu beli satu unit saja.

Dan ketika hampir akad (minggu lalu) kami diinformasikan biaya-biaya tambahan yang harus kami bayar lagi...sigh....
PPN 10% Rp14.4 juta karena kami tidak berhak mendapatkan subsidi
biaya sertifikat dan lain-lain Rp7.35 juta
biaya provisi bank dan lain-lain Rp8.5 juta...
Bisa dibayangkan kagetnya kami bahwa masih banyak biaya-biaya lain yang harus kami keluarkan. Akhirnya keluar jurus andalan....minta dicicil 6 bulan...hehehehe (kecuali biaya bank yang harus tersedia sebelum KPA disetujui).

Ada temen kantorku yang tidak harus membayar lagi PPN 10% itu karena sudah dimasukkan ke harga beli. Lebih enak begitu kan? sehingga dari awal semua DP dan KPA dihitung dari harga plus PPN yaitu Rp158.4 juta....lebih meringankan.

Saat penjelasan dari pihak bank itulah tragedi airmata tumpah saat argueing masalah rekening tabungan terjadi. Jadi begini, dari awal kami berniat bahwa suamikulah yang akan membayar cicilan apartemen ini dan karena beliau sudah punya rekening BNI maka rencanaku biar rekening itu yang nantinya di-autodebet untuk membayar cicilan per bulan. Ringkas, kan? Toh ketika akad, surat nikah asli mesti dibawa dan pasangan juga harus ikut hadir dan tandatangan semua berkas. Jadi daripada aku harus membuka rekening baru lagi yang akhirnya harus diisi juga oleh suamiku setiap bulan, kan lebih ringkas jika langsung memotong dari tabungan suamiku. Toh gaji suamiku masuknya ke BNI sehingga human error karena lupa transfer bisa dihindari.

Ternyata, rencanaku itu tidak diperbolehkan, karena nama yang ngajuin KPA adalah namaku, jadi autodebet-nya juga harus direkening atas namaku. Setelah argueing ini itu, akhirnya mau ga mau aku tetap harus buka tabungan....sigh....dasar bank-nya saja yang ingin memperluas cakupan customer baru....makanya harus rekening atas nama yang ngajuin...dan sebagai pihak yang butuh...ya konsumen harus nurut...

Eniwei..masalah kekhawatiran human error (lupa transfer) itu bisa diatasi dengan mengajukan autotransfer dari rekening suamiku ke rekening baruku tadi....mengingat kebiasaanku dan suamiku...kami sangat sadar bahwa lupa transfer itu bakal terjadi. Dengan semuanya serba auto seperti itu....ya kalo ada keterlambatan berarti banknya yang salah...

Ngomong-ngomong tentang lupa bayar, bulan ini simcard-ku sempat keblokir karena lupa bayar tagihannya....hahahaha...bayangkan betapa bingungnya aku ketika berkali-kali sms gagal terus dan baru tau kalau keblokir setelah telpon keluar. "Anda tidak dapat melakukan panggilan keluar karena telpon Anda diblokir"..itupun ga langsung mudeng kalau penyebabnya adalah belum bayar tagihan.

Satu hal yang kuperhatikan ketika akad kemarin, yaitu betapa muda-mudanya para pembeli apartemen ini. Hampir semuanya suami istri dan sepertinya belum punya anak atau sedang hamil. Dengan kondisi pasangan muda maksimal satu anak, apartemen ini terasa mencukupi. Tapi apabila sudah beranak tiga dan sudah SD seperti aku ini, apartemen itu akan terasa sesak dan ga banyak barang yang bisa masuk.

Waktu melihat unit contoh tahun lalu, aku bertanya ke petugasnya, dimana harus naruh kulkas dan mesin cuci dan hanya dijawab dengan tawa....sigh....

Bayangkan sajalah 33 m2 sudah mencakup 2 kamar tidur, kamar mandi, ruang tengah dan dapur.....mau kearah mana saja ga lebih dari 5 langkah.....

Tapi sepertinya, dengan lokasi yang sangat dekat dengan kantorku, maka bisa menjawab doaku agar aku tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dan energi di tengah macetnya Jakarta. Jadi aku bisa lebih konsentrasi menemani anak-anakku belajar...

Semoga semuanya bisa berjalan dengan lancar.

19 komentar:

  1. ya Allah, apapun kondisinya, jadikanlah apartemen ini tempat yang terbaik utk keluarga mbakku. Luar biasa perjuangan mbak Dew dan suami ya, memang di Indonesia ini konsumen mesti pasrah di'kerjain' sama produsen. Mudah2an dibalik itu tersimpan hikmah yang luar biasa berkah buat keluarga mbak Dew... :' ) (aku bnr2 ikut doain ya mbak, terharu banget bacanya...)

    BalasHapus
  2. halo mbak dewi,
    terima kasih sudah berbagi info ya, soalnya dari pihak pengembang/marketing sendiri ngga pernah update perkembangan pembangunannya, padahal seperti kita tahu meleset teruusss dari rencana.
    Miris banget baca tulisan mbak dew pas bagian kulkas dan mesin cucinya huhuhu :( mungkin nanti pas jadi sdh ada teknologi yang namanya kulkas lipet atau mesin cuci lipet (tinggal pusing njemurnya dimana tho?) hehehe...
    salam -rin-

    BalasHapus
  3. mbak....kira-kira sekarang kalo beli 1 unit lagi masih ada ga ya? dan nanya2 infonya di mana? thanks sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk unit yang reguler, sudah sold out. Total ada 1600 unit. Tgl 28 Januari 2012 kemarin, ada penawaran untuk unit SOHO (Small Office/House Office)

      Hapus
  4. Mbak Dewi,

    apakah sekarang sudah tinggal di apartemennya? Aku sedang mencari2 apartement bersubsidi,saya kebetulan kerja di luar negeri jadi tidak tahu perkembangan property di Indonesia. Bagaimana Apartement Menteng Square itu mbak?

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut saya, tentu saja Menteng Square ini sangat bagus. Lokasinya sangat dekat dengan kantor saya dan juga sekolah anak-anak.

      Serah terima baru nanti bulan Juni 2012. Sepertinya sekarang sudah tidak ada lagi apartemen bersubsidi. Tapi kalau apartemen biasa cukup banyak, tentu saja dengan harga pasar.

      Marketingnya bilang saat ini harga jual untuk unit terkecil (27 m2) sudah mencapai Rp300juta (itupun kalau ada yang mau jual)

      Untuk unit komersial sendiri, baru dipasarkan tgl 28 Januari 2012 lalu unit SOHO (Small Office/House Office) yang luar total bangunannya 54 m2 terdiri dari satu setengah tingkat seharga Rp700jutaan

      Hapus
  5. Hai mba dewi salam kenal sy juga calon penghuni apt tsb tapi di beda tower yaitu sunda kelapa, sunda kelapa jadi tower apa yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nama tower, semuanya masih tetap, yang berubah hanya nama kompleks apartemennya saja. Biar lebih komersial katanya :)

      Akhir bulan lalu, saya berkunjung kesana dan terlihat memang sedang menyelesaikan finishing saja, artinya masih pasang-pasang keramik di bagian luar ruangan.

      Marketingnya menjamin kalau akhir Juni 2012 sudah bisa dipastikan bakal serah terima..

      Hapus
  6. Hallo mba...saya calon penghuni MS..woww sudah finishing yaa...saya membayangkan pas serah terima bulan JUni nanti ada 1600 unit yg akan diserahkan (100% sudah laku kata pengembang) ...bila pengembang bisa melakukan serah terima 20 unit per hari...maka seluruhnya bakal selesai dalam 3 bulanan...mudah2an serah terimany diawal2 buwt unit saya...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo :) saya juga calon penghuni MS :)
      kemarin saya baru aja dari sana. menurut info yg saya dapat dari marketingnya, serah terima akan dilakukan secara bertahap.

      tower A (samping kali ciliwung) akan jadi yg pertama diserah terimakan yaitu Juni-Juli 2012

      tower B (tengah) akan serah terima bulan Agustus-September 2012

      tower C (arah pramuka) akan serah terima paling akhir yaitu Oktober-November 2012

      saya dapat tower C, yg artinya paling akhir. huhuhu

      yah, kapan pun itu, at least taun ini yaaa :p

      Hapus
    2. hehehee..berarti sy dapetnya paling lambat bulan Juli..tx buwt infonya..

      Hapus
    3. Iya nihh...saya tower C....artinya bakal paling akhir nii :(

      Hapus
    4. hallo calon penghuni MS...sys ditelpon pengembangnya buwt sertim bulan juli, dokumen2 berikut yg harus dibawa
      1. Surat Keterangan Lunas dari Bahama Develop.
      2. PPJB
      3. SPP
      4. KTP
      5. KK
      6. NPWP
      7. Uang 1 juta untuk biaya maintenance unit selama 3 bulan

      Hapus
    5. Makasih yaaaa infonya....

      Tapi tetep kudu nunggu panggilan ya...?

      Hapus
    6. heheheee....ngga juga mba..kebetulan tower A dah beres ...sy tanya bisa ngga akhir Juni sy Sertim mereka bilang OK datang ajah ke MS sambil bawa dokumen2nya...coba telpon ajah MS-nya buwt nego :D

      Hapus
    7. Oooo....wah...kalau bisa nego, saya akan coba deeh.

      Makasih sekali lagi
      :)

      Hapus
  7. Huwaaa....masa serah terima sehari cuman 20 unit? Emang proses serah terima lama ya? gabisa ya dalam sejam bisa 3-4 orang dan ada 10 konter/petugas. Jadi kan sehari bisa 300an unit...hehehe...maksa

    atau paling engga, dengan 5 konter/petugas sehari bisa 100 orang gitu..jadi cukup 16 hari saja buat serah terima.

    Saya ga sabar biar bisa segera menempati. Ga tahan sama macet Jakarta yang makin lama makin buas.

    Dengan tinggal di MS kan ga pake macet-macet lagi :)

    BalasHapus
  8. yup mba dah parah macetny...transjakarta jug ngga bisa diandalkan...saya rencana mau pake sepeda dari ms k kntor

    BalasHapus