Selasa, Agustus 24, 2010

Diane atau Yasmin?

Setelah kuperhatikan, ternyata hit tertinggi atas tulisan-tulisanku ini adalah mengenai Pil KB dan Kutu Rambut. Tiap hari selalu saja ada yang googling masalah 2 hal itu dan berakhir nyasar di blogku ini. Kata kunci untuk Pil KB itu biasanya Diane 35 dan Yasmin. Ya, dua merk pil KB yang manfaatnya lebih dari sekedar mengatur kehamilan.

Namanya juga pil KB, maka merknya pun dilabeli nama-nama perempuan, Diane 35 dan Yasmin. Banyak juga si pil KB yang lain, tapi pil KB yang lainnya adalah pil KB standar yang isinya hanya berbagai bentuk hormon estrogen, bisa juga campuran dengan progesteron sintetis. Efeknya adalah manipulasi hormon tubuh sehingga seakan-akan ovulasi sudah terjadi, artinya sel telur ga akan dilepaskan sampai waktunya pil habis.

Dulu aku ga bisa memilih mau pakai pengatur kehamilan yang mana sampai akhirnya anak kedua dan ketiga lahir tanpa perencanaan. Berhubung ngurus tiga anak saja sudah membuatku kelabakan, maka aku memutuskan untuk pakai pil KB Diane 35. Dengan berbagai keunggulannya aku bertahan memakai Diane 35 sampai bulan Mei lalu.

Mulai bulan Juni aku coba pake Yasmin, karena sepertinya berat badanku ga turun-turun dan cenderung naik. Aku merasa kok lemakku terasa makin tebal, jadinya ga nyaman. Terutama lemak perut, bikin ga nyaman kalau duduk. OK, aku tau diri bahwa aku sangat malas berolahraga, jadi jangan berharap punya perut kencang. Tapi rasa tebal ini bener-bener menganggu sehingga aku putuskan untuk ganti pil KB. Kali aja dengan Yasmin aku lebih bisa menjaga berat badanku.

Aku belum bisa membandingkan apa beda antara Diane dengan Yasmin karena ini baru bulan ketiga aku ganti Yasmin. Hmmm...yang jelas harganya beda 50 ribu sendiri. kalau diitung-itung si memang ini pengeluaran sebulan sekali. Tapi ketika beli tetap saja terasa mahal. Apalagi belinya bareng dengan kebutuhan vitamin dan obat untuk anak-anakku.

Tapi kalau aku boleh subyektif, rasa-rasanya semenjak pakai Yasmin, berat badanku memang stabil di satu angka saja. Beda dengan ketika memakai Diane, seringkali beratku lebih 2-3 kg dari satu angka itu, lalu kembali ke angka itu untuk kemudian naik lagi, begitu terus. Makanya aku merasa banyak penebalan lemak dimana-mana.

Jadi kupikir, aku akan terus memakai Yasmin untuk kontrasepsiku karena aku ingin berat badanku jadi lebih stabil. Untuk harga yang lebih mahal, anggap saja sebagai ongkos untuk menjaga berat badan. Daripada coba-coba prosedur lain yang ga jelas hasilnya. Setidak-tidaknya, aku dapat kontrasepsi...ya kan?

1 komentar:

  1. lg pake diane 35 nih,, tp jd pengen pindah k yasmin... ada pengaruh lain dari yasmin gak? misalnya bikin kulit lebih bersih lagi atau gmn...?

    BalasHapus