Kamis, Desember 23, 2010

Laporan Akhir Semester Javas

Setelah merasa sedikit kecewa ga jelas yang ga patut dipelihara pas menerima laporan Detya, maka mengantrilah kami di kelas Javas. Sebenarnya kami sudah siap dengan apapun hasil yang Javas peroleh.

Toh dari awal ketika Javas harus memulai SD-nya, kami menyadari keadaan sosial emosi Javas yang masih nyaman dengan pola bermain di RA. Lalu kami mulai diskusi dengan wali kelasnya, yang ternyata hasilnya...tidak bisa tidak...tetap memunculkan kekecewaan di hati.

Dengan lebih dari separo nilai mata pelajaran di bawah KKM, kekecewaan bukan muncul dari nilainya. Tapi tentang bagaimana kondisi si Anak ketika ujian itu berlangsung. Sebelumnya sudah diskusi ringan dengan Mba Devi mengenai banyaknya jumlah murid yang ikut remedial di kelas Javas. Beda dengan murid-murid di kelas Rafif (anak Mba Devi) dengan peserta remedial hanya dibawah itungan 10. Dugaan kami bahwa di kelas Javas, ujian harus dibaca sendiri. Walaupun aku tidak memastikan saat itu apakah dalam semua pelajaran kelas Rafif masih dibacakan soalnya atau hanya pelajaran tertentu saja.

Nah pada saat diskusi dengan wali kelas Javas, disampaikan kondisi ujian bagaimana. Dari awal guru pengawas hanya mengawasi anak-anak mengerjakan soal, semua proses dilakukan si Anak sendiri. Jadi Guru tidak membacakan soal seperti waktu di mid-test lalu. Dengan kondisi itu, tentu saja akan susah bagi anak-anak kelas satu yang susah untuk konsentrasi membaca dalam waktu yang lama. Namun, tetap diperhatikan kondisi satu persatu anak ketika nampak sudah tidak bisa konsentrasi, guru akan mendekati dan membantu secukupnya saja. Alasannya adalah untuk mengapresiasi kemampuan membaca dan mengerti masing-masing anak.

Dengan waktu ujian yang rata-rata hanya 1.5 jam maka aku bisa membayangkan betapa susahnya Javas untuk membaca satu soal saja. Belum lagi rentang konsentrasi Javas yang masih pendek. Maka membaca soal ujiannya sendiri, akan menjadi tantangan berat bagi Javas. Untuk membaca satu-dua kata saja perlu rayuan tingkat tinggi. Bagaimana dengan membaca sendiri soal sepanjang dua halaman? Belum lagi, pada waktu ujian kemarin, Detya dan Javas beberapa kali tidak tepat waktu saat masuk kelas....biasalah...macet.com. Ini sangat mempengaruhi mood Javas. Ketika dia masuk kelas, teman-temannya sudah mulai mengerjakan sehingga mental dia udah jatuh duluan. Kalau sudah begini, menurut gurunya, Javas akan cukup lama memulai mengerjakan ujiannya.

Jadi bagaimana aku tidak kecewa jika sebelumnya aku dapat informasi bahwa di kelas 1 lainnya guru masih membacakan soalnya (tetap aku tidak tau hanya pelajaran tertentu saja atau semuanya..cuman yaaa..kecewa saja). Wali kelas memastikan bahwa aturan baca sendiri itu berlaku umum baik di 1A maupun 1B.

Aku menyadari tujuan utama dibalik membaca sendiri soal ujian adalah untuk mengapresiasi kemampuan masing-masing murid. Tapi membayangkan perjuangan Javas ketika ujian lalu....sungguh membuatku sedih.

Dari awal wali kelasnya tidak pernah meragukan kemampuan kognitif Javas..dia cepat mengerti..jika ditanya juga cepat menjawab...hanya konsentrasi dan fokus yang kurang sehingga mempengaruhi aspek lainnya.

Jadi, saat ambil laporan itu, kami diminta menandatangani perjanjian bahwa kami akan melakukan langakah-langakah tambahan agar Javas bisa semakin lancar membaca dan menulis...agar masalah utama Javas teratasi...

Maka..sambil menemani anak-anak liburan di Kediri, aku sengaja mengambil cuti di akhir tahun agar bisa lebih intens mendampingi Javas memperlancar bacaannya....(walaupun..sungguh..aku punya 2 deadline yang harus aku selesaikan sebelum 30 Desember....biarlah kumonitor lewat email saja)

Closure
Latar belakang : Di mobil dalam perjalanan pulang suatu ketika setelah lebaran..

Ayah: "Ayo Javas, tolong dipimpin berdoa naik kendaraan ya"
Javas: " Iya Ayah...SUBHAANAL LADZII SAKHKHORO LANAA HAADZAA WAMAA KUNNAA LAHU MUQRINIINA WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUN' QOLIBUUN"

Javas : " Ayah..aku juga mau berdoa lagi...Ya ALLAH...lancarkanlah bacaanku"

Amien..ya Allah...

love you my dear Javas..

1 komentar:

  1. Lancarkan bacaanku ...

    aaahhh ini kalimat menyentuh sangat ...

    Ammmiiinnn

    Go Javas !
    Mau liburan Bu ?
    Wah asik nih .... Kalau tidak salah Wisam mau ditengokin niiihhh aaahhh pasti senang anak itu ... (bahkan mungkin dijemput ya Bu ?)

    Salam saya

    BalasHapus