Kamis, Agustus 18, 2011

Menikmati Askes

Setelah ke RSPAD berusaha mengelola asama dengan baik waktu itu, ternyata serangan asmaku semakin parah dan menyiksa, sehingga Bapakku sengaja mengirim obat herbal. Dan demi obat herbal itu aku menunda penggunaan controller Seretide yang sudah disarankan dokter.

Namun ternyata, setelah obat herbal itu hampir habis, batuk asmaku masih saja menyiksa. Dan ada saran juga untuk mengkonsumsi hati kelelawar, maka satu kelelawar dan satu kalong seharga 300ribu (gilaaak..mahal amat) juga aku konsumsi agar merasa lebih baik. Namun ternyata, sampai minggu malam masih belum beres juga. Jadinya senin pagi langsung meniatkan diri untuk ke RSCM

Di RSCM, aku sempat mengalami serangan sehingga akhirnya dokter menyarankan untuk diobservasi di IGD. Hadew...sempat ketar-ketir, kenapa juga harus ke IGD. Ternyata prosedur emang seperti itu. Untuk penyakit yang belum diketahui tingkat keparahannya, maka perlu observasi di IGD. Intinya, observasi itu berarti melakukan segala macam tes yang diperlukan untuk mendiagnosa penyakitnya, sehingga jika hasil tes itu ada bisa diketahui apakah si pasien perlu rawat inap atau cukup rawat jalan.

Nah kalau rawat jalan biasa, kita akan direkomendasikan untuk melakukan tes ini dan tes itu, dan dari surat pengantar dokter itu, kita yang jalan kemana-mana tergantung tempat tes yang diminta itu. Jadinya kita harus punya tenaga dan kesabaran ekstra karena semua proses itu pasti perlu antrian.

Ketika observasi di IGD itu, kita cukup masuk ke IGD, disediain tempat tidur dan selanjutnya pengantar tes ini itu cukup diserahkan ke bagian kasir (bukan pasien loo yang nganterin, makanya wajib ada pendamping ketika masuk IGD), selanjutnya perawat yang akan mendatangi tempat tidur kita untuk kemudian melakukan tes ini itu. Kalau tes darah, ya saat itu juga langsung diambil darahnya, kalau perlu rontgent atau CT Scan, maka tempat tidur kita akan di dorong menuju ruang radiologi. Kalau mau tes urine..ya kita sendiri aja yang jalan ke toilet terdekat...heheheh.

Intinya, untuk kondisiku yang capek sedikit aja langsung bikin sesak napas, observasi di IGD itu sangat-sangat membantu. Pertanyaannya adalah...bakal berapa besar biaya yang harus aku keluarkan untuk prosedur observasi ini?

Hadew...walaupun pikiran tentang biaya ini berkali-kali muncul di permukaan, aku sudah menutup mata tentang berapa tagihan nanti yang akan disodorkan dimukaku. Aku ingin menyelesaikan serangan asma ini secepatnya, sehingga apapun konsekuensinya..itu urusan nanti.

Pasang infus sudah, nebulizer I sudah, urine sudah, rontgent sudah... Agak malam dikit, nebulizer lagi...tapi hasil darah ga keluar-keluar jadinya masih ketar-ketir, mau dirawat inap atau boleh pulang.

Sekitar jam 22.00 baru keluar hasil tes darah yang intinya jika digabungkan semua hasil tes lain, kondisiku cukup baik sehingga ga perlu rawat inap. Alhamdulillah...seneng sekali..karena sebelumnya sempat berurai air mata membayangkan bagaimana anak-anakku kalau aku harus rawat inap..siapa yang merawat mereka?...siapa yang merawat aku?...kan hanya ada suamiku seorang yang mesti merawat semuanya..

Nah...saat urusan resume sakit ini selesai, tibalah saat membayar tagihan. Sore harinya sempat melihat seorang Bapak-Bapak yang komplain masalah pembayaran. Kalimat yang kutangkap seperti ini:
"Ini rumah sakit apa hotel sih..tagihannya ga kira-kira. Rumah sakit kok kayak lintah..."

Doooh..semakin menambah pikiran tentang biaya aja niii.

Suamiku tentu saja langsung ke bagian kasir dan kembali dengan membawa slip pembayaran. Tertulis angka Rp1.571,00 dan otakku langsung membaca 1,5 juta...hadew... Suamiku hanya senyam-senyum saja melihat reaksiku dan memintaku membaca ulang.

Jadi benar....tagihannya hanya seribu lima ratus tujuh puluh satu rupiah sajaaa...

Wooohooo...thanks to ASKES...semua proses di IGD yang tadi kujalani, ditanggung semua oleh ASKES...

Untung tadi sengaja bawa kartu ASKES...

Dan rabu kemarin, saat suamiku kena gunting di tangannya dan harus ke IGD..tak lupa kubawa kartu ASKES..dan voila...hanya ada tagihan untuk biaya tindakan dokter jaga. Padahal harus dilakukan 4 jahitan dan suntik anti tetanus sekalian...

Maka teman-teman...jika memang punya ASKES...jangan lupa untuk selalu sedia saat harus ke IGD...

4 komentar:

  1. alhamdulillah bisa meringankan beban..

    semoga cepet sehat

    BalasHapus
  2. Allhamdulillah ya mbak, tapi mudah2an sehat selalu ya walaupun ada Askes :)

    BalasHapus
  3. Waaahhhh ...
    Bagus ya Bu ...
    Sangat membantu ... ASKES itu...

    Terima kasih sharingnya Bu

    Sehat-sehat ya Bu ...

    Salam saya

    BalasHapus
  4. Murah sekali... Haha... :D
    Seharusnya semua orang yang membutuhkan bisa mendapatkan fasilitas seperti itu... biaya yang murah dan kualitas yang terjamin. TT__TT

    BalasHapus