Jumat, Agustus 05, 2011

Asma yang Menetap

Setelah serangan asma yang diluar kebiasaan waktu itu, aku memang sudah berniat untuk segera ke dokter untuk mencari solusi atas asmaku yang semakin tidak terkontrol ini. Tapi ternyata niat ini hanya menjadi niat saja tanpa ada tindakan apa-apa.

Sampai minggu lalu, batukku yang sudah sebulan lebih semakin menghebat dan sangat menganggu kegiatanku. Maka Jum'at minggu lalu aku meniatkan diri untuk langsung ke dokter paru dan pernafasan. Dan hasilnya, walau hasil rontgen tidak menunjukkan sesuatu yang berarti, tapi asmaku menjadi menetap dan tidak terkontrol. Maka dari itu, batukku pun tak sembuh-sembuh sebelum asmaku diselesaikan.

Dan memang, ventolinku menjadi tidak efektif ketika bernafaspun susah apalagi menahan nafas agar ventolin sempat bekerja. Pada akhirnya Sang Dokter meresepkan obat asma oral. Walaupun aku sudah menyampaikan bahwa aku tak tahan obat oral karena membuat dadaku berdebar tak terkontrol, dokter tetap mewajibkanku minum obat dengan setengah dosis karena bagaimanapun, ventolin sudah tidak membantu.

Akibatnya Jumat malam setelah minum obat pertama, aku jadi susah tidur, bahkan besoknya (sabtu) praktis aku tidak tidur 36 jam karena baru minggu malam aku bisa menidurkan diriku sendiri. Sehari semalam lebih itu aku dalam keadaan sadar, segar, ga ngantuk dan ga capek sama sekali. Aku jadi ngeri sendiri, karena teringat jaman dulu saat masih labil dulu, aku pernah merasakan perasaan sejenis ketika bersama saudara-saudaraku sepupuan mencoba dugem dan ada yang menyodori seperempat pil kecil untuk kita rasakan bersama-sama. Sensasinya sama, ga ada capek, ga ada ngantuk, ga ada lapar, ga ada rasa apa-apa kecuali semangat yang berlebihan. Bedanya, ketika sepupuku menjadi bahagia berlebihan, aku menjadi paranoid berlebihan sehingga aku bersumpah..ga akan mencoba pil kecil itu lagi.

Maka ketika sensasi obat asma itu sama dengan sensasi pil kecil itu, aku jadi ketakutan. Haruskah aku teruskan atau aku hentikan? Tapi karena hasrat mengontrol asmaku ini lebih besar maka efek aneh itu aku tahan saja dan memang pada hari ketiga aku sudah bisa tidur normal, walau masih dengan rasa tanpa capek dan tanpa lapar.

Hari ini waktuku untuk kontrol lagi dan mencoba pengobatan controller agar asmaku ini lebih terkontrol dan tidak kambuh tanpa sebab seperti saat ini.

I wanna get better so that my daughter won't worry about me again...

Wish me luck...

6 komentar:

  1. semoga tidak kambuh lagi ya mbak asmanya

    BalasHapus
  2. sudah mencoba pengobatan alternatif gak Kak,,,

    BalasHapus
  3. Semoga penyakit Bu Dewi cepat mendapatkan penanganan yang baik ...
    sehingga Bu Dewi bisa beraktifitas seperti sedia kala ...

    salam saya

    BalasHapus
  4. Mudah-mudahan lebih baik, ya, Bu. Tetep konsul sama dokter. Ngeri juga kalo berasanya begitu :)

    BalasHapus
  5. Mudah-mudahan lebih baik, ya, Bu. Tetep konsul sama dokter. Ngeri juga kalo berasanya begitu :)

    BalasHapus
  6. Semoga asmanya bisa teratasi ya mbk..! and gk menetap lagie..

    BalasHapus