Selasa, September 25, 2012

Menemukan Rujak Soto di Jakarta

Kuliner khas Banyuwangi yang paliiiing aku suka adalah Rujak Soto.  Kalau pulang ke Banyuwangi, pasti harus makan rujak soto ini.

Dulu, ada penjual rujak soto yang menurutku paling enak, yaitu Bik Seni.  Sayang sekali beliau sudah meninggal dan rupanya anak-anaknya tidak ada yang bisa mempertahankan warung rujak soto ini.  Dan sampai saat ini, aku masih belum menemukan rujak soto yang seenak rujak Bik Seni itu.

Nah, suatu ketika, aku membaca artikel di Detik Food tentang rujak cingur Pak Hadi.  Selain bercerita tentang rujak cingur, juga cerita tentang soto sulung Madura, di lokasi yang sama, maka aku berpikir bahwa jika dua menu ini digabung, maka akan jadi rujak soto.  Selama ini, rujak cingur langgananku ada di Stasiun Senen, sedangkan soto sulung kesukaanku ada di Pintu Air Pasar Baru, jadi jika berniat menggabung rujak cingur dan soto sulung, maka tidak akan bisa segar.

Warung Pak Hadi ini letaknya di Jalan Wachid Hasyim dan karena lokasinya tidak begitu jauh dari kantorku, maka aku dan suamiku sengaja datang kesana.  Kami pesan seporsi rujak cingur matengan (tanpa buah) dan seporsi soto sulung tanpa nasi.  Setelah pesanan tersedia, maka rujak cingur itu kami bagi dua dan langsung disiram dengan soto sulung....  Waaaaaah.....penampilannya sudah sama dengan rujak soto kesukaanku dan rasanyaaaaa.....setara dengan enaknya rujak soto Bik Seni....



Jadi kalau dibayang-bayangkan saja dua makanan itu dicampur, mungkin akan berpikir seribu kali untuk mau mencicipinya.  Saran saya, jangan dibayangkan....langsung saja dicampur dan dirasakan...  bagiku, sensasinya bagaikan pulang kampung.   dan sekarang ini, ketika pulang ke Banyuwangi, aku ga terlalu ribet lagi nyari rujak soto, karena di Jakarta aku sudah bisa makan rujak soto versiku sendiri dengan gampang kapanpun aku mau....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar