Selasa, Maret 10, 2009

Saman - Ayu Utami

Hari minggu kami mau jalan-jalan ke Islamic Book Fair di Gelora Bung Karno...tapi ternyata kecantol di Puri Mall gara-gara baca baliho tentang re-opening Gramedia..yang seperti biasa : diskon 30%...(langsung maruk deh...)

Lalu setelah cari buku tema untuk anak-anakku, aku ingin punya tulisan dari novelis perempuan lainnya selain Fira Basuki dengan Paris Pandora-nya. Maka aku memutuskan untuk membaca Saman dari Ayu Utami...

Ketika membaca persembahan novel ini, yaitu kepada komunitas utan kayu, aku merasa sepertinya aku akan menyukai tulisan ini. Dan setelah halaman pertama..aku tau aku jatuh cinta pada tulisan ayu utami seperti aku jatuh cinta pada tulisan-tulisan Pramudya..tapi dengan gaya yang lebih feminin...ooo..betapa menyenangkan...

Dan Saman habis terbaca dalam satu malam setelah aku lega ternyata tamu bulananku datang... Dan kelanjutan novel ini adalah Larung...(a must have book yang bakalan kubeli semasa gramedia puri mall diskon 30% sampai tanggal 13 Maret..)

Komunitas Utan Kayu adalah tempat semua buku-buku Pramudya di cetak ulang. Dan tetralogi pulau buru-ku kudapat dari sana. Jadi aku bisa membayangkan gaya tulisan seperti apa yang dihasilkan oleh orang-orang dari sana.

Kupikir-pikir..dari koleksi novel yang kupunya..yang menjadi favoritku adalah tulisan-tulisan yang ga biasa...maksudku cerita tentang orang-orang biasa seperti yang terlihat sehari-hari atau seperti di film-film tidak terlalu membuatku terpesona..tapi kehidupan khayalan seperti harry potter, isabella swan di twilight, mingke di tetralogi pulau buru dan semua karya pram, saman yang menggambarkan tokoh-tokohnya secara berbeda, klan otori,tetralogi laskar pelangi..(dibilang kisah nyata..tapi menurutku too good too be true...makanya jadi favoritku..)...hmmmm apalagi ya..pokoknya buku-buku macam gitu deh...

Untuk cerita kehidupan biasa..aku paling ga suka cerita yang sedih-sedih....hidup nyata itu sudah cukup rumit..masak mesti baca cerita yang bikin hidup jadi lebih rumit lagi... Seperti novelet bersambung di Kompas yang ditulis Clara Ng..aku suka cara dia menggambarkan ceritanya...tapi aku sedih ketika baca Tea For Two...aku ga habis pikir ketika baca Gerhana Kembar...(menurutku Allah itu menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan...jadi ga ada itu homo atau lesbi)...

Sekarang ini aku sedang baca Titenherz.. buku khayalan juga tentang orang yang bisa mengeluarkan tokoh-tokoh yang ada dalam buku yang dibacanya menjadi kenyataan...dan ada satu paragraf yang aku suka banget karena mengingatkan betapa cara bacaku hanya menelan saja..tanpa mencoba mencerna dengan sempurna

Beberapa buku harus kita coba
beberapa bisa ditelan,
namun hanya sedikit yang bisa
kita kunyah lalu cerna dengan sempurna


2 komentar:

  1. wah....wah.....kayaknya bacaanya mirip2 kita neh...
    BTW itu saman dan larung kan udah lama neng? tapi gapapa kok tetep hebat untuk terus kita baca.

    BalasHapus