Tegangan Tinggi
Rasa-rasanya aku harus lebih dalam lagi memikirkan permintaan suamiku untuk ngatur suara dan emosiku. Minggu lalu yang merupakan tekanan tinggi buatku adalah buktinya. Ada 3 hal yang kulakukan yang membuatku menyesal banget karena ketidakmampuanku menjaga emosi. Itu yang benar-benar kusadari bahwa aku memang sedang marah, belum lagi yang karena tekanan suaraku yang ga terkontrol (tentu saja ini ga tercatat olehku tapi terasakan oleh yang dengar kalimatku, artinya aku ga marah tapi orang lain bisa menganggap aku demikian). Heeehhhhh, what a week... Awal minggu sudah kujalani dengan tekanan tinggi, acara yang kusiapkan pukul 13.30 tidak bisa kudatangi tepat waktu karena peralatan yang tidak segera disiapkan, untungnya para undangan juga datang terlambat sehingga keterlambatanku tidak bermasalah. Hari selasa kucoba sepagi mungkin datang ke kantor dan ternyata file yang sudah kuminta untuk disiapkan dari minggu sebelumnya, masih belum ada sama sekali, jadi langsung aku kerjakan sendir...